Airin Kesayanganku

Airin Kesayanganku
Episode 59


__ADS_3

"Wah,wah...mungkin dia ada maksud lain deh sama loe kayaknya tan" Ucap zira.


"Su'udzon aja loe" Ucap aisyah sambil memukul lengan zira.


"Maksud lain? Maksud nya?" Tanya tania.


"Dia suka sama loe" Ucap zira dan membuat tania langsung membulatkan matanya dengan sempurna.


"Gila loe ya?" Tanya tania tak percaya.


"Asal loe berdua tau nih,pak gabriel itu lagi istikharah-kan orang lain"


"Dan orang itu bukan gue" Ucap tania penuh keyakinan.


"Udah berapa lama dia istikharah ?" Tanya aisyah penasaran.


"Udah hampir dua bulan katanya" Ucap tania lagi.


"Fix,bukan tatan. Valid no debat" Ucap zira dengan bahasa gaulnya.


Semakin lama aisyah di make up dan selama itu pula tania menemani aisyah bersama dengan zira. Namun,tiba-tiba tania mendapatkan panggilan dari mama untuk ke rumah sejenak.


"Ada apa ma?" Tanya tania saat sudah sampai di rumah.


"Ada yang mau minta tolong setrika kan baju nya nak buat pergi ke tempat aisyah" Ucap mama.


"Siapa? Dedek? Abang? Mama? Atau siapa?" Tanya tania penasaran. Mama hanya tersenyum sambil menatap arah kamar tania.

__ADS_1


"Airin nya udah sampai bu?" Tanya gabriel sopan. Tania yang berada di sana pun tergagap dan tak bisa mengeluarkan suara nya setelah melihat gabriel masuk ke kamarnya.


"Maksudnya apa nih ma?" Tanya tania.


"Dosen tatan datang nyariin dedek sama abang" Ucap mama.


"Tapi,karena si kembar enggak ada,jadi mama telepon aja tatan" Ucap mama. Tania pun langsung mengalihkan perhatiannya ke arah gabriel.


"Ada apa pak?" Tanya tania dengan nada tak suka.


"Santai aja kali airin" Ucap gabriel sinis.


"Setrikaan saya tadi meledak,jadi saya mau numpang gosok baju di sini" Ucap gabriel.


"Astaga"


"Enggak dong,tatan yang gosokin gih" Ucap mama santai.


"Enggak mau tatan ah ma,dia kan masih ada tangan" Ucap tania.


"Tatannn...." Ucap mama sambil menatap tania. Tania pun mendenguskan nafasnya dan memutar bola matanya malas.


"Hus,di suruhin orang tua kok enggak mau" Ucap gabriel sambil menyenggol lengan tania dengan kuat. Tania yang tak terima pun langsung membalas perbuatan gabriel.


"Udah sana,gosokin baju saya" Ucap gabriel dengan nada memerintah.


"Nggak ngotak banget sih nih orang" Ucap tania sambil merebut baju yang berada di tangan gabriel. Gabriel yang seolah-olah tak bersalah pun hanya mengendingkan bahunya acuh.

__ADS_1


"Yang ikhlash dong sayang" Ucap mama sambil menatap tania.


"Hah..." Hanya suara keluhan yang bisa keluar dari mulut tania setelah mendengarkan perintah mama.


Tania pun menggosok baju gabriel di dalam kamarnya. Sedangkan gabriel hanya bisa melihat tania dari ambang pintu.


"Masya Allah,calon istri sholeha" Ucap gabriel dengan nada menggoda tania.


"Sholeha,sholehi,sholehun"


"Pala bapak noh yang sholeha" Upat tania kesal.


"Di puji kok marah?" Ucap gabriel.


"Loe bisa diam enggak gabriel?" Ucap tania geregetan dan menekan-nekan setrikaan di atas baju gabriel. Gabriel yang melihat tania geregetan pun langsung meninggalkan tania dan tertawa geli saat mengingat ekspresi tania.


"Buk,airin kapan nikahnya?" Tanya gabriel kepada mama.


"Enggak tau tuh,calon tatan ga jelas banget"


"Di undur terus acara pernikahannya" Ucap mama sambil mengunyah camilan.


"Kalau di undur terus,entar saya pepet loh airinnya buk" Ucap gabriel dan membuat mama tertawa.


"Cewek galak kayak tatan mau kamu jadiin istri?" Tanya mama di sela tawaannya. Gabriel menganggukkan kepalanya dan membuat mama tersenyum.


"Pepet aja kalau bisa" Ucap mama dengan seringaian yang mematikan.

__ADS_1


__ADS_2