
Hari ini,tania,zira aisyah beserta teman-teman mereka yang lain pergi liburan ke puncak untuk merayakan hari pernikahan aisyah yang telah berlalu.
Tania pergi dengan segudang pikiran tentang tugas yang di berikan oleh gabriel. Sedangkan zira,ia menjadi mahluk tersantai di muka bumi untuk saat ini.
"Tan...." Panggil zira. Tania pun langsung menghadap ke arah zira sambil menengadahkan kepalanya.
"Udah dulu dong kerjanya,sekarang waktu nya holiday" Ucap zira.
"Sekarang lagi di atas mobil tan,entar loe mabuk..." Ucap zira.
"Kalau loe kerja terus,otomatis yang ada di pikiran loe cuma pak gabriel" Sambung zira.
"Hem...bener juga sih kata zira" Batin tania. Tania pun langsung menatap laptopnya dan melambaikan tangannya ke arah laptop.
"Saya istirahat dulu ya pak,hehe" Ucap tania cengengesan dan langsung menutup laptop. Tania langsung menyandar ke bahu zira.
"Eh tan,gue ngelihat si raka" Ucap zira pelan.
"Raka lagi,raka lagi..." Ucap tania sambil memutar bola matanya jengah.
"Enggak usah bahas raka deh zir,gedeg telinga gue dengerinnya" Ucap tania kesal.
"Iya deh,maaf,maaf" Ucap zira.
Tania dan zira pun baru sampai ke lokasi yang di tuju. Seketika tania langsung merenggangkan otot dan menarik nafas dalam-dalam karena mendapatkan oksigen yang bersih.
"Hah.... Gue kayaknya nyaman kalau di sini lama-lama" Ucap tania.
"Wajar sih kalau betah di sini,masih asri gini tempatnya" Ucap zira dan di angguki tania.
"Tan,loe sama zira cari aja kamar loe berdua" Ucap aisyah.
"Lah? Loe sama siapa? Sama ratib gitu?" Tanya tania.
"Woi,ya iya lah gue sama ratib,dia kan laki gue" Ucap aisyah sambil menoyor kepala tania.
"Dasar somplak" Ejek zira sambil menoyor kepala tania. Tania hanya bisa memutar bola matanya jengah dan berjalan melewati lorong untuk mencari kamar.
Saat di pertengahan jalan,tiba-tiba tania dan zira mendengarkan sesuatu yang cukup mengganggu saat mereka sedang menuju kamar mereka. Tania dan zira pun gagal fokus akibatnya.
"Eh tan,apaan tuh?" Tanya zira berbisik.
"Kagak tau gue" Ucap tania berbisik. Tania dan zira pun memilih mengabaikannya.
"Kayak orang lagi grepek-an ya tan?" Tanya zira.
"Iya,mana kenceng banget lagi suara nya"
"Kagak ngotak banget" Ucap tania.
Saat tania dan zira sudah meletakkan semua peralatan mereka,tiba-tiba mereka mendapat panggilan untuk berkumpul di taman belakang penginapan mereka.
"Stttt...." Suara desis-an kembali terdengar saat mereka keluar kamar.
"Akh....." Begitu juga suara erangan kembali terdengar.
"Astaghfirullah,kagak ngotak banget tuh orang" Bisik tania kepada zira.
__ADS_1
"Wih,masya Allah, loe udah terbiasa istighfar sekarang" Ucap zira sambil tepuk tangan dengan pelan.
"Biasalah,pengaruh positif pak gabriel" Ucap tania.
"Nah kan,pak gabriel lagi,pak gabriel lagi" Ucap zira.
"Loe kesal ingat pak gabriel" Ucap zira.
"Loe bisa insaf juga dari pak gabriel" Sambung zira.
"Awas aja kalau pak gabriel pengen nikahin loe,loe tolak" Ucap zira mengancam.
"Idih,loe siapa?" Tanya tania sinis sambil berjalan meninggalkan zira.
"Sahabat loe lah,masa laki loe" Ucap zira tak kalah sinis. Di pertengahan debat antara tania dan zira,suara yang tadi terdengar kembali.
"Sttt....ahh....." Lagi-lagi suara itu terdengar di telinga tania dan zira.
"Ih,boleh enggak sih gue ngupat? Sekaliiii aja gue ngupat" Ucap tania geram.
"Lah? Bukannya kalau mau ngupat biasanya tinggal ngupat aja ya?" Tanya zira heran.
"Hah....gue udah janji enggak bakalan ngupat lagi..." Ucap tania pasrah.
"Sama siapa? Sama mama?" Tanya zira dan di angguki tania.
"Sama pak gabriel juga" Sambung tania dan membuat zira terkejut.
"Hah? Gimana ceritanya?" Tanya zira.
*Back to before gabriel go
"Jadi kerjain nya baik-baik,perlu kesabaran" Ucap gabriel saat masih berada di rumah tania.
"Tuh,dengerin tatan" Ucap mama menyambung ucapan gabriel.
"Jangan bisanya ngomel sama ngupat aja" Ucap mama.
"Awas aja kalau kamu ngupat airin,saya do'ain bibir kamu bisul seminggu" Ucap gabriel bak menyumpah tania.
"Pak,saya susah kalau enggak ngupat sehari" Ucap tania.
"Ngupat itu bagaikan minum obat bagi saya pak" Ucap tania.
"Awalnya bagaikan obat,kalau overdosis bisa jadi racun airin" Ucap gabriel tak mau kalah.
"Pokoknya awas aja sampai kamu ngupat lagi,saya sumpahin bibir kamu bisulan" Ucap gabriel.
"Enggak bakalan sembuh kalau enggak di ****** kodok" Ucap gabriel lagi dan membuat tania membulatkan matanya sempurna. Sedangkan mama hanya bisa menahan tawa sedari tadi.
"Astaga pak gabriel....." Teriak tania frustasi.
"Bukan astaga airin,tapi astaghfirullah..." Ucap gabriel lagi-lagi mengingatkan.
"Hah....iya... Astaghfirullah" Ucap tania sambil memutar bola matanya malas.
"Janji enggak bakalan ngupat lagi?" Tanya gabriel.
__ADS_1
"Hem,insya Allah pak..." Ucap tania ragu.
"Pokoknya enggak boleh ngupat lagi" Ucap gabriel mengancam tania dengan sorot mata elangnya.
*Back to story of tania
"Jadi gitu ceritanya..." Ucap tania menceritakan semua tentang janjinya kepada gabriel dan mama.
"Owalah...gitu toh" Ucap zira sambil mangut-mangut.
"Btw,suara orang tadi udah berhenti ya zir?" Tanya tania dan di angguki zira.
"Ah.....ahh...."
Zira dan tania menepuk jidat mereka saat mendengar kembali suara desah*an mahluk yang berada di samping kamar mereka.
"Woi,kalau mau ***-*** di kunci pintu nya" Teriak tania geram.
"Dari tadi gue dengerin ah uh ah uh mulu..." Ucap tania kesal.
"Wih,sabar dong tan..." Ucap zira sambil mengelus pundak tania.
"Kayak enggak pernah gitu-an aja loe" Ucap zira dan membuat tania langsung naik darah.
"Gue enggak pernah grepe-an kutu biawak" Upat tania kesal.
"Hahaha,canda gue kali...." Ucap zira sambil tertawa.
"Ah....."
Suara tersebut lagi lagi masih terdengar dan membuat tania menggesekkan telinganya dengan geram.
"Woi....siapa di dalem?" Ucap tania berteriak di depan pintu kamar mahluk yang memiliki suara tersebut.
"Kan udah gue bilangin,tutup pintu...." Teriak tania kesal. Tak lama kemudian pintu kamar di tutup secara kasar oleh pemilik kamar.
"Woilah,kurang ajar banget sih loe" Ucap tania kesal.
"Kalau enggak gue teriakin tadi,loe sama cewek loe udah jadi tontonan jama'ah di situs ilegal" Teriak tania kesal.
"Mau grepe-an kok lupa tutup pintu" Ucap tania.
"Gobl*k" Batin tania. Hampir saja tania mengeluarkan upatannya.
"Woi,loe ngupat ya dalam hati?" Tanya zira saat melihat gerak gerik tania.
"Jelas banget ya?" Tanya tania dan di angguki zira .
"Yang penting gue kagak ngupat pakai mulut" Ucap tania.
*****
"Kamu beneran mau sama ini cewek nak?" Tanya sang kiyai kepada gabriel.
"Iya kiyai,gabriel udah mimpiin dia tiga kali"
"Dan sesuai keputusan gabriel,kalau udah tiga kali mimpiin dia,gabriel bakal ke sini buat temuin kiyai" Ucap gabriel saat membahas persoalan istikharah nya.
__ADS_1
Tujuan gabriel ke luar kota sebenarnya hanya untuk menemui kiyai nya dan meminta jawaban atas istikharah yang ia lakukakan hampir 3 bulan ini.
"Terus hasilnya gimana?" Tanya gabriel kepada kiyai.