Airin Kesayanganku

Airin Kesayanganku
Episode 99


__ADS_3

Hari ini gabriel sudah di perbolehkan pulang ke rumah. Akan tetapi,ia belum bisa bekerja ke kantor maupun ke kampus. Alhasil,tania pun tak kuliah dalam beberapa hari kemarin karena mengurus gabriel yang tengah sakit.


"Sayang...." Panggil gabriel yang tertidur beralaskan paha tania. Tania yang sedang menonton pun langsung melihat gabriel.


"Iya mas" Jawab tania sambil mengelus-elus kepala gabriel.


"Mas mau makan...." Ucap gabriel manja.


"Makan apa?" Tanya tania.


"Makan kamu..." Ucap gabriel sambil memeluk perut tania. Tania mencium sekilas pipi gabriel dan kembali menonton.


"Kok mas enggak ada capek-capeknya sih?" Tanya tania.


"Dalam kondisi sakit pun mas masih bisa gitu-gituan" Ucap tania. Selama gabriel sudah di izinkan pulang ke rumah,gabriel selalu meminta haknya kepada tania dan membuat tania kewalahan.


"Kan enak sayang" Jawab gabriel yang masih saja memeluk perut tania yang berada di hadapannya.


"Genit...." Ucap tania cemberut.


"Sama istri sendiri kan dapat pahala" Ucap gabriel tercengir.


Tania dan gabriel pindah ke kamar untuk beristirahat.


"Sayang...." Panggil gabriel.


"Iya mas?" Tanya tania.


"Mas mau beneran nih! Boleh ya?" Tanya gabriel dengan wajah memelas. Tania pun menganggukkan kepalanya dan mengizinkan gabriel untuk mendapatkan haknya.


(Lancar terus ya si om gagab)


*****


Sebulan sudah berlalu,cuaca hari ini sangat mendukung untuk bermalas-malasan. Hujan yang tak kunjung henti dan di tambah tania dan gabriel yang sedang berlibur,membuat mereka bermalas-malasan di rumah.


Piring kotor yang menumpuk dan keranjang baju kotor yang sudah penuh pun tak di jamah sama sekali oleh pasutri tersebut.


Tania bergelayut manja di leher dan duduk di pangkuan suaminya,sedangkan gabriel tengah asyik memainkan play station miliknya.


"Mas dingin" Ucap tania manja. Gabriel yang tengah fokus kepada game nya tersebut langsung memberhentikannya sejenak dan memeluk tania dengan gemas.


"Tumben manja banget..." Ucap gabriel sambil menatap dan mencium kening tania.


"Aku maunya di sini mas" Tunjuk tania ke arah bibir. Tanpa penolakan sedikitpun,gabriel langsung menuruti keinginan istrinya tersebut.


"Ke kamar yuk" Ajak tania sambil membelai wajah gabriel. Dengan kobaran semangat,gabriel langsung menggendong istrinya dan membawanya ke kamar.


Di pertengahan aktivitas mereka yang berada di dalam selimut....


"Ih,siapa yang kentut?" Tanya gabriel.


"Mas kali yang kentut..." Ucap tania langsung.


"Kamu enggak mau jujur ya sayang?" Tanya gabriel gemas. Tania hanya tertawa saat kedoknya terbuka.


Setelah olahraga di atas ranjang dan sudah membersihkan diri,gabriel dan tania menonton film bersama di dalam kamar.


Sama seperti sebelumnya,tania bergelayut manja di dekat suaminya tersebut.


"Mas...." Panggil tania manja. Gabriel mencium pipi tania dan masih saja fokus dengan filmnya.


"Apa sayang?" Tanya gabriel.


"Aku mau soto banjar" Ucap tania tiba-tiba. Mata gabriel membulat sempurna saat mendengarkan keinginan tania.


"Tumben? Kok tiba-tiba ?" Tanya gabriel. Tania menggelengkan kepalanya dan kembali memeluk gabriel.


"Masih hujan sayang,tunggu redahan dikit ya!" Ucap gabriel. Tania memanyunkan mulutnya dan melirik gabriel sinis.

__ADS_1


"Mas enggak mau beliin?" Tanya tania sedih.


"Mau sayang,tapi kan masih hujan" Ucap gabriel.


"Kan ada mobil" jawab tania langsung.


"Buat apa punya mobil kalau enggak di gunain" Sambungnya dengan nada kesal dan masih saja memeluk gabriel. Gabriel memeluk erat istri kesayangannya tersebut dan menciuminya dengan lembut.


"Tunggu di sini ya sayang,mas beliin" Ucap gabriel dan di angguki tania. Tiba-tiba handphone tania berbunyi,pertanda ada panggilan masuk. Tertera nama kontak di sana adalah nama mama.


"Halo ma" Ucap tania.


"Mama lagi di jalan nih,mau ke rumah tatan" Ucap mama dan membuat tania membulatkan bola matanya sempurna.


"Kok enggak ngabarin sih ma?" Tanya tania.


"Kenapa? Enggak boleh?" Tanya mama.


"Boleh kok mama cantikk..." Ucap tania.


"Tatan lagi mau apa?" Tanya mama.


"Enggak ada ma" Jawab tania.


"Yaudah kalau gitu..." Mama langsung mematikan teleponnya dan membuat tania berlari ke arah gabriel.


"Inspeksi dadakkan...." Teriak tania.


"Mas,mas bersihkan ruang tamu sama kamar" Ucap tania panik.


"Kamar,dapur,sama semua pakaian kotor biar jadi urusan airin" Sambungnya panik.


"Kenapa sayang? Kok panik?" Tanya gabriel.


"Mama mau datang,lagi di jalan" Ucap tania.


"Sotonya gimana?" Tanya gabriel.


"Kalian kok ngos-ngosan gitu?" Tanya mama heran saat melihat tania dan gabriel.


"Masuk dulu ma" Ucap gabriel dan di angguki mama.


"Kalian ini,kalau enggak di suruh ke rumah mama,pasti enggak bakalan datang" Ucap mama.


"Maaf ma,hari ini rencananya mau kerumah mama,tapi hujan awet banget" Ucap tania.


"Yaudah kalau gitu..." Ucap mama.


Cukup lama mama berada di rumah mereka dan saat mama pergi pun hujan masih saja awet. Tania tertidur di dalam pelukan gabriel dan membuatnya merasa sangat nyaman.


"Tidur sayang?" Tanya gabriel.


"Enggak mas" Ucap tania yang masih saja menutup matanya.


"Mau soto ..." Ucap tania.


"Soto banjar...." Sambung tania. Gabriel mengerutkan dahinya dan melihat istrinya.


"Airin ngidam?" Batin gabriel.


"Bini gue ngidam kah?" Batin gabriel masih saja berkecamuk.


"Mas,aku mau soto..." Ucap tania yang membuat gabriel membubarkan pikirannya.


"Sekarang sayang?" Tanya gabriel dan langsung di angguki tania.


"Mas mager banget ini,kita pesan aja ya lewat ojol?" Ucap gabriel. Tania menggelengkan kepalanya dan menatap dalam manik mata gabriel.


"Aku maunya mas yang beliin,bukan ojol" Ucap tania tegas. Gabriel mengembangkan senyumnya dan bersiap-siap untuk pergi.

__ADS_1


Saat sedang mengantri membeli soto,tiba-tiba gabriel bertemu dengan nisa teman kuliahnya dengan profesi dokter kandungan.


"Gab,loe beli soto?" Tanya nisa. Gabriel menghela nafasnya dan hanya mengangguk.


"Antriannya panjang loh gab,duduk dulu yuk!" Ajak nisa. Gabriel duduk bersama nisa sambil menunggu antrian.


"Bini loe mana gab?" Tanya nisa.


"Di rumah" Jawab gabriel seadanya.


"Beli soto buat siapa?" Tanya nisa.


"Buat bini gue lah" Ucap gabriel sinis.


"Idih,santai dong jawabnya" Ucap nisa tak kalah sinis.


"Bini loe ngidam gab?" Tanya nisa dengan rasa penasaran.


"Enggak tau gue nis. Tapi,tiba-tiba bini gue pengen makan soto banjar" Ucap gabriel.


"Fiks,bini loe ngidam" Ucap nisa.


"Ngidam karena hamil maksud loe?" Tanya gabriel dan hanya di angguki nisa.


"Coba konsul ke gue deh gab,mana tau beneran!" Ucap nisa lagi.


"Enggak berani gue,gue takut bini gue tersinggung. Loe kan tau bini gue di vonis apa!" Ucap gabriel.


"Kan cuma vonis dokter gab..." Ucap nisa.


"Nih ya,gue kasih tau ciri-ciri ibu hamil...." Ucap nisa.


"Apa? Salah satunya?" Tanya gabriel penasaran.


"Sini loe gue bisikin" Ucap nisa. Gabriel mendekati telinganya ke arah nisa.


"Payudar*nya lebih besar" Bisik nisa. Mata gabriel langsung membulat dan membuat nisa tertawa kecil.


"Ada perubahan enggak sama yang punya bini loe?" Tanya nisa. Gabriel hanya pura-pura berpikir,padahal dirinya enggan menjawab pertanyaan nisa.


"Punya sih airin emang udah full dari situnya sih" Batin gabriel.


"Wah,gila sih loe gab,masa punya bini loe sendiri aja jarang loe 'JAMAH' " Ucap nisa tak percaya.


"Kasihan banget gue ngeliat loe gab" Ledek nisa.


"Udah,gue mau pulang" Ucap gabriel sambil mengambil pesanannya. Nisa hanya melambaikan tangannya dan tertawa kecil.


*****


"Gimana? Enak sayang" Tanya gabriel saat melihat tania memakan soto. Tania menganggukkan kepalanya dan mengunyah makanannya dengan lahap.


"Mas mau?" Tanya tania dan di gelengi gabriel.


"Makan sampai kenyang ya sayang" Ucap gabriel sambil mengelus perut tania. Ingatan gabriel kembali berputar saat dirinya dan nisa membahas tentang payudar*.


Tanpa sadar mata gabriel langsung melihat kepada punya istri tersebut. Tania yang menyadari hal tersebut menutupi dadanya dan memanyunkan bibirnya.


"Mas nakal ih" Ucap tania yang masih saja menutupi dadanya. Gabriel kepergok melihat punya istrinya,akan tetapi wajahnya masih saja santai.


"Gue mau minta jatah,tapi gue takut kalau bini gue lagi hamil..." Batin gabriel.


"Nanti malam,mas boleh minta jatah kan sayang?" Tanya gabriel pelan.


"Kan besok malam mas keluar kota..."


"Jadi harus isi tenaga" Ucap gabriel lagi.


"Iya boleh" Jawab tania langsung. Gabriel sedikit ragu dengan keadaan tania sekarang,namun ia membawa tania untuk duduk di pangkuannya dan memeluk istrinya tersebut sambil mengelus pelan perut tania.

__ADS_1


"Semoga kamu cepat hadir ya sayang" Batin gabriel sambil mengelus perut tania.


__ADS_2