
"Lima,empat,tiga,du..." Gabriel menghitung mundur waktu untuk tania yang tak kunjung tiba.
"Pak...." Ucap tania ngos-ngosan. Gabriel langsung melihat ke sumber suara dan meminta tania masuk.
"Kamu besok enggak ada jadwal kuliah kan?" Tanya gabriel. Tania langsung menggelengkan kepalanya.
"Bagus deh kalau gitu" Ucap gabriel. Gabriel langsung memberikan flashdisk kepada tania dan meminta tania mengerjakan semua tugas kepadanya.
"Pak,kok tugas terus sih..." Keluh tania.
"Besok kan enggak kuliah" Ucap tania dengan nada protesnya.
"Terus? " Tanya gabriel sinis. Tania hanya berdecak sebal dan melemparkan flashdisk tersebut ke arah meja gabriel. Gabriel yang melihat aksi tania pun langsung membulatkan matanya dengan sempurna dan menatap tajam tania.
"Maaf pak,refleks..." Ucap tania. Saat tania mengambil flashdisk tersebut,tiba-tiba fanya masuk ke dalam ruang gabriel dan membuat tania terkejut.
"Pak gabriel..." Sapa fanya dengan nada centilnya.
"Woi fanya,loe ngapain di sini? Udah pulang dari mall loe?" Tanya tania. Tanpa menjawab ucapan tania,fanya langsung menghampiri gabriel dan menyerahkan tugasnya pada gabriel.
"Kamu siapa?" Tanya gabriel sinis.
"Saya..." Ucap fanya terputus.
"Dia teman saya pak,tapi bukan anak fakultas kita..."
__ADS_1
"Dia anak fakultas gedung sebelah" Ucap tania menjelaskan.
"Btw,loe ngapain ke sini fan?" Tanya tania. Fanya hanya cemberut saat tania memberikannya pertanyaan.
"Tugas siapa ini? Airin,periksa!" Pintah gabriel. Tanpa menunggu jawaban fanya,tania langsung memeriksa tumpukan kertas tersebut.
"Punya junior saya pak" Ucap tania. Gabriel langsung mengerutkan dahinya dan menatap fanya dengan tatapan membunuh.
"Kamu ngapain lagi di sini? Sana keluar! " Usir gabriel. Fanya langsung menga-nga saat gabriel mengusir dirinya.
"Tap,tapi pak...tania aja disini..." Ucap fanya tak terima.
"Dia itu partner saya. kalau kamu kan bukan siapa-siapa saya..." Ucap gabriel ketus. Ekspresi wajah fanya langsung berubah saat mendengarkan ucapan ketus gabriel. Sedangkan tania menahan tawanya supaya tidak pecah di hadapan fanya.
"Udah keluar aja loe,sebelum bom dia meledak" Ucap tania sambil melirik gabriel. Tania langsung menyeret lengan fanya untuk keluar ruangan gabriel.
"Loe bisa mampus kalau di marahin dosen gue. Emangnya loe mau dia ngamuk?" Tanya tania. Fanya langsung menggelengkan kepalanya.
"Kok loe udah balik aja ke kampus?" Tanya tania.
"Enggak ada,gue males aja lama-lama di mall" Ucap fanya.
Tania langsung meminta fanya untuk pulang kerumah,sedangkan tania kembali ke ruangan gabriel untuk menanyai perihal tugas.
Setelah mendengarkan dengan seksama arahan dari gabriel,tania pun langsung pulang ke rumah. Saat di parkiran,handphone tania berdering.
__ADS_1
"Hem?" Tanya tania.
"Jemput gue tan" Ucap bimas di seberang telepon. Tanpa menjawab ucapan bimas,tania pun langsung menuju sekolah bimas.
"Yuk pulang" Ucap bimas yang sudah duduk di belakang tania. Tania tak menuruti ucapan bimas,tania langsung menuju ruang informasi dan mulai mengetes mikrofon.
"Di umumkan kepada seluruh siswa-siswi yang mengikuti ekstrakulikuler paskibra dan bela diri,besok kalian latihan jam 08.00 pagi."
"Silahkan sarapan di rumah dan membawa bekal ke sekolah,sekian terima kasih" Ucap tania.
Tania langsung menuju motornya dan melihat bimas yang langsung cemberut.
"Loe kenapa dek?" Tanya tania sinis. Bimas hanya melipat kedua tangan di depan dada dan memasang wajah cemberut.
"Loe kenapa?" Tanya tania lagi. Lagi-lagi bimas enggan menjawab ucapan tania. Tania hanya mendengus kesal saat melihat bimas yang tak menjawab ucapannya.
"Kok latihan dadakkan sih? Besokkan libur?" Gumam bimas dengan nada kesal. Tania yang baru selesai memasang helmnya pun langsung menatap bimas dengan tatapan sinisnya.
"Loe enggak terima gitu kalau latihan besok?" Tanya tania.
"Kalau loe enggak mau latihan besok ya udah,sekolah ini enggak butuh loe,dan gue juga enggak butuh anak didik kayak loe"
"Masih banyak murid lain yang mau masuk paskibra" Omel tania. Sedangkan bimas hanya menahan malunya saat di omel kakak sekaligus pelatihnya tersebut. Pasalnya,hampir semua mata melihat ke arah bimas dan tania.
"Hahaha,rasain loe bimas,emang enak" Ledek sahabat bimas yang bernama roni.
__ADS_1
"Diam loe roni" Ucap tania sambil menatap roni dengan tatapan sinis. Bimas menahan tawanya saat melihat roni juga di semprot oleh tania.
"Kena semprot juga gue..." Ucap roni manyun sambil menggaruk kepalanya.