Airin Kesayanganku

Airin Kesayanganku
Episode 51


__ADS_3

Cinta itu tumbuh karena terbiasa - Gabriel alteeza


*****


Sudah hampir seminggu tania di rumah sakit dan selama itu juga gabriel sibuk tak kepalang. Jadwal gabriel yang penuh,membuat dirinya kewalahan dan kurang mendapatkan istirahat yang cukup.


"Pak,kok bapak mau sih nemenin saya di rumah sakit?" Tanya tania.


"Karena enggak ada yang mau jagain kamu"


"Makanya saya yang nemenin" Ucap gabriel.


"Ck,dasar..." Decak tania.


Tania pun bersiap-siap membereskan semua perlengkapan miliknya karena sudah mendapatkan izin pulang dari dokter.


"Eh airin..." Panggil gabriel. Tania yang awalnya sibuk menyusun barang pun akhirnya mengalihkan pandangannya ke gabriel.


"Saya mau cerita..." Ucap gabriel.


"Tentang apa pak?" Tanya tania.


"Tentang jodoh..." Jawab gabriel.


"Hah? Maksudnya?" Tanya tania.


"Em...Saya lagi sholat istikharah buat nentuin pilihan saya" Ucap gabriel serius. Tania yang mendengarkan hal tersebut pun cukup terkejut. Pasalnya,dosennya ini cukup di kenal sebagai dosen yang bodoh amat tentang hubungan percintaan.


"Buat nentuin istri pak?" Tanya tania dan di angguki gabriel.


"Wih,keren..."


"Siapa orangnya pak?" Tanya tania langsung.


"Penasaran enggak? Penasaran enggak?" Tanya gabriel.


"Penasaran lah masa enggak" Jawab tania penuh semangat.


"Kepo kamu" Ucap gabriel sambil memukul pelan kepala tania menggunakan gulungan kertas.


"Jangan di pukul dong pak,kan baru sembuh" Ucap tania.


"Kalau mau di cium jadi istri saya aja airin..." Ucap gabriel sambil mengangkat-agkat sebelah alisnya.


"Katanya bapak lagi istikharah,tapi masih aja godain saya" Ucap tania tak habis pikir.


"Saya bukan godain kamu airin" Ucap gabriel.


"Terus?" Tanya tania.

__ADS_1


"Memberikan penawaran...hahaha" Ucap gabriel sambil tertawa.


"Pokoknya doain saya airin,semoga istikharah saya lancar dan sesuai harapan" Ucap gabriel.


"Aman itu mah pak,entar saya doain" Ucap tania.


"Kasihan amat calon bini gabriel dapetin gabriel yang bawel kayak gini...hiks..." Batin tania menangis.


"Udah berapa kali bapak mimpi-in dia?" Tanya gabriel.


"Em...Baru dua kali sih airin..."


"Saya juga minta guru saya yang di pesantren dulu buat bantu doa-in saya"


"Tunggu hasil dari dia aja biar lebih pasti" Ucap gabriel.


"Lah? Kok gitu?" Tanya tania heran.


"Kita itu boleh minta doa sama orang-orang yang bertakwa sama Allah airin..."


"Dan biasanya doa orang yang sholeh dan bertakwa itu doa nya mudah di ijabah sama Allah"


"Makanya saya juga nungguin hasil istikharah dari kiai saya dulu" Ucap gabriel.


"Udah berapa lama bapak istikharah?" Tanya tania penasaran.


"Hampir dua bulan" Ucap gabriel dan membuat tania terkejut.


"Cewek yang bapak suka itu tau enggak kalau bapak suka sama dia?" Tanya tania dan membuat gabriel berpikir sejenak.


"Em,kayaknya enggak deh airin"


"Tapi,kalau hasil istikharah dari kiai saya sudah keluar,insya Allah saya langsung lamar dia" Ucap gabriel.


"Wih...keren..." Ucap tania sambil bertepuk tangan.


"Eh,tapi kan bapak belum tau kalau dia suka atau enggak sama bapak,apalagi soalan cinta. Nah giman tuh?" Tanya tania.


"Saya bakalan buat dia suka sama saya"


"Kalau soalan cinta mah,enggak usah di persulit"


"Cinta itu tumbuh karena terbiasa"


"Jadi,saya mau dia nikah sama saya dulu,baru dia cinta sama saya" Ucap gabriel.


"Wih,keren..."


"Saya ikut nganterin bapak pergi ngelamar ya..." Ucap tania.

__ADS_1


"Enggak usah,ngapain juga kamu ikut"


"Kamu duduk manis aja di rumah,enggak usah ikut sama saya" Ucap gabriel menolak tawaran tania. Tania langsung cemberut setelah gabriel menolak permintaannya.


"Kalau sekali lagi dia ada di mimpi saya,saya bakal ke pesantren buat ketemu sama kiai saya"


"Soalnya udah hampir sebulan kiai saya belum pernah ngasih jawaban istikharah-nya" Ucap gabriel.


"Wih,pak gabriel udah mau nimang anak" Ucap tania.


"Banget airin" Ucap gabriel penuh pengharapan.


"Apa lagi ngebuat-nya" Bisik gabriel di telinga tania. Tania pun langsung mematung dan membulatkan matanya dengan sempurna.


"Gabriel...." Teriak tania kesal dan membuat ketawa gabriel pecah.


"Sumpah,enggak kebayang kalau dia jadi laki gue" Batin tania.


"Kasihan calon bapak nanti" Ucap tania.


"Dapetin suami mesum kayak bapak" Sambung tania.


"Yee...kalau itu mah bukannya enak di mesum-in?" Tanya gabriel nyeblak.


"Mesum-in? Grepek-in maksudnya?" Tanya tania.


"Astaghfirullah airin,bahasa kamu kok vulgar banget" Ucap gabriel bak tak berdosa.


"Sok-sok-an istighfar,padahal bapak yang mancing saya ngomong kayak tadi" Ucap tania.


*****


"Pak ayo lah..." Ucap tania. Gabriel langsung mengerutkan jidatnya karena kebingungan.


"Apa?" Tanya gabriel datar.


"Siapa orangnya?" Tanya tania.


"Rahasia..."


"suatu saat kamu bakal tau dia itu siapa" Ucap gabriel. Gabriel pun langsung turun dari mobil dan duduk di depan teras rumah tania.


"Yang penting kamu doa-in saya ya airin"


"Semoga istikharah saya lancar" Ucap gabriel.


"Pokoknya bapak harus undang saya ya pak..." Ucap tania berharap.


"Enggak di undang juga kamu pasti bakalan datang airin" Ucap gabriel.

__ADS_1


"Pokoknya kamu pasti hadir deh,saya jamin..." Ucap gabriel.


"Awas aja kalau bapak lupa ngundang saya" Ancam tania sambil menatap gabriel dengan tatapan sinisnya.


__ADS_2