Airin Kesayanganku

Airin Kesayanganku
Episode 62


__ADS_3

"Bro,gue balik dulu ya" Ucap tania sambil menepuk pelan pundak ratib.


"Iya,ti-hati ya..." Ucap ratib dan di angguki tania.


"Sikatt... Langsung unboxing entar malam" Bisik tania di telinga ratib,akan tetapi masih bisa di dengar oleh aisyah. Ratib hanya bisa cengengesan,sedangkan aisyah langsung memukul lengan tania dengan wajahnya yang memerah.


"Malu gue,kupret" Bisik aisyah dan membuat tania cekikikkan.


"Hayuk pak,skuy kita pulang" Ucap tania dan di angguki gabriel.


"Gue pulang dulu ya tib,jaga bini loe baik-baik" Ucap gabriel.


"Ah loe mah gab,bahasa loe kayak mantan aisyah yang nyerahin aisyah sama gue" Ucap ratib. Aisyah pun membulatkan matanya dan memukul pelan lengan ratib.


"Kapan aku punya mantan mas?" Tanya aisyah tak terima.


"Itu tadi namanya bumbu cerita sayang" Ucap ratib cengengesan. Aisyah hanya bisa menggelengkan kepalanya pelan.


"Eh aisyah,tugas kamu jangan kamu tumpuk ya,mentang-mentang udah nikah entar tugas numpuk lagi" Ucap gabriel mengingatkan.


"Eh? Tapi pak? Bapak kan enggak ngajar di kelas saya?" Ucap aisyah. Gabriel pun memutar bola matanya malas.


"Itu nasehat sebagai dosen dan sahabat dari suami kamu"

__ADS_1


"Jangan entar sudah nikah tugas kampus jadi kacau gara-gara si ratib" Ucap gabriel sambil menatap ratib tajam.


"Lah? Kok gue?" Tanya ratib sambil menunjuk dirinya.


"Iya loe. Jangan gara-gara loe dapet jatah tiap malam si aisyah malah jadi teledor sama tugas kampusnya" Ucap gabriel gamblang.


"Plakk...."


Pukulan mendarat di lengan gabriel dengan kuat. Siapa lagi pelakunya kalau bukan tania.


"Suka-suka mereka dong pak,kok bapak yang sewot sih?"


"Iri enggak pernah dapet jatah? Bilang boss!" Ucap tania sewot.


"Ck,wejangan-wejangan..." Ucap tania kesal.


"Yang ngasih wejangan aja belum nikah,sok-sok-an pula mau ngasih wejangan ke orang lain" Ucap tania mencibir. Gabriel langsung mengeluarkan senjata andalannya. Apalagi kalau bukan gulungan kertas yang terdapat nama tania di sana.


"Diam kamu..." Ucap gabriel sambil memukul kepala tania. Tania hanya bisa mendengus kesal dan membuang mukanya ke sembarang arah.


*****


Saat ini tania dan raka sedang membicarakan masalah pernikahan mereka di restoran. Pasalnya,pernikahan akan di mulai dalam waktu seminggu lagi.

__ADS_1


"Baju pernikahnnya gimana?" Tanya raka.


"Kayaknya enggak muat lagi deh,soalnya berat badan gue udah naik 4 kilo semenjak pulang dari rumah sakit" Ucap tania kepada raka.


"Yaudah,entar loe ganti aja bajunya sama ukuran yang pas" Ucap raka santai.


"Alat-alat lain gimana? Ada yang kurang?" Tanya raka dan di gelengi tania.


"Semuanya udah lengkap kok,cuma nentuin tanggal yang pasti lagi aja" Ucap tania.


"Eh ka,ada yang mau gue tanyain" Ucap tania. Raka pun langsung menaikkan sebelah alisnya.


"Apa tuh?" Tanya raka sambil menatap tania.


"Loe enggak main gila kan di belakang gue?" Tanya tania penuh selidik.


"Main gila? Maksud loe?" Tanya raka.


"Selingkuh. Selingkuh maksud gue" Ucap tania. Raka pun mendenguskan nafasnya kasar dan beralih menatap jalan.


"Enggak lah tan,gue enggak kayak gitu" Ucap raka.


"Tapi lebih dari itu maksud loe?" Tanya tania sinis. Raka pun memasang ekspresi tak terimanya saat tania berucap seperti itu.

__ADS_1


__ADS_2