Airin Kesayanganku

Airin Kesayanganku
Episode 14


__ADS_3

Jangan jadi rumah buat orang yang suka jadi gembel -Tania airin putri


*****


Sepulang kampus tadi,tania sibuk mempelajari semua materi yang diberikan oleh gabriel. Gabriel memberikan banyak materi untuk ajang perlombaan tania.


"Zir,besok pagi kita harus latihan. Loe bawa aisyah sekalian ya..." Tania menelepon zira.


"Oke,oke..." Ucap zira.


"Loe udah nggak pa-pa?" Tanya tania.


"Emangnya gue kenapa-napa gitu? Hahaha" Ucap zira sambil tertawa.


"Kupret loe ah..."


"Btw zir,bukannya loe udah putus sama dia?" Tanya tania.


"He'em,gue udah putus sama dia" Ucap zira.


"Padahal kan dia yang selingkuh,dia yang ninggalin gue...eh tapi tiba-tiba di maksa balikkan sama gue"


"Otomatis gue tolak dong,terus lebih parahnya lagi gue hampir aja di geprek-geprek sama tu orang" Ucap zira santai. Tani cukup lega,ternyata zira sudah bisa mengendalikan emosinya.


"Ingat pesan gue zir,jangan jadi rumah buat orang yang suka jadi gembel" Ucap tania.


"Dia dateng se-enak jidat aja,terus pergi ninggalin loe se-sukanya..." Ucap tania kesal. Obrolan pun makin panjang saat membahas tugas kuliah.


Setelah selesai mandi sore,tania mendapatkan telepon dari nomor tak di kenal. Tania langsung mengangkat nomor tersebut.


"Hem?" Tanya tania.


"Assalamualaikum airin"


"Wa'alaikumsalam pak,ada apa?" Tanya tania ketus.


"Kamu kerumah saya nanti,nanti saja bantu kamu selesaikan soal yang saya kasih..." Ucap gabriel.


"Nih orang lagi baik atau lagi modus?" Batin tania.

__ADS_1


"Jangan pikir yang aneh-aneh kamu airin..."


"Saya enggak bakal apa-apain kamu,saya ganteng gini punya selera ya..." Ucap gabriel sombong.


"Pret..."


Tania hanya bisa meledek ucapan gabriel.


"Eh kupret,kok nih dosen bisa baca pikiran gue sih?" Tanya tania pada dirinya sendiri.


"Apa yang saya enggak bisa sih airin" Ucap gabriel sombong.


"Kamu lagi mikirin apa aja bisa terbaca sama saya" Ucap gabriel.


"I don't care...pokoknya saya enggak bisa keluar malam" Ucap tania langsung.


"Kenapa?" Tanya gabriel.


"Bapak pikir dong,katanya tadi bapak bisa baca pikiran saya" Ucap tania ketus. Tania langsung mematikan sambungan telepon dari gabriel.


"Loe pikir lah,masa anak perawan pergi kerumah om-om kayak loe malam-malam" Omel tania sambil mencatat tugasnya.


"Di bilang apa gue nanti?"


Setelah menunaikan sholat maghrib,tania kembali mempelajari materi yang akan di lombakan. Tak berselang lama,suara ketukan terdengar. Tania langsung beranjak dan mengintip dari jendela terlebih dahulu.


"Gue kira gabriel tadi sya..." Ucap tania sambil bernafas lega. Aisyah langsung duduk dan meletakkan tasnya di atas meja.


"Tiga hari lagi kita lomba" Ucap aisyah dan di angguki oleh tania.


"Assalamualaikum..." Ucap zira girang.


"Wa'alaikumsalam" Jawab aisyah dan tania kompak.


"Loe berdua kumpul kok enggak ngajak-ngajak sih" Ucap zira sambil memanyunkan bibirnya.


"Gue enggak sengaja lewat tadi,makanya gue mampir ke sini..." Ucap aisyah.


"Loe ngapain ke sini zir?" Tanya tania heran.

__ADS_1


"Sama kayak alasan aisyah,gue enggak sengaja lewat sini. Tadi gue abis nganterin laundry-an orang" Ucap zira menjelaskan. Mereka pun langsung membahas tentang turnamen yang akan mereka hadapi dalam tiga hari lagi.


"Persiapan buat turnamenkan hampir matang nih,kita-kita jaga kesehatan aja,jangan sampai drop" Ucap aisyah.


"Iya,apalagi tatan tuh" Ucap zira sambil menunjuk tania menggunakan bibirnya.


"Kok gue?" Tanya tania heran.


"Ya iya lah loe..."


"loe kan suka banget minum boba,kalau mau beli minuman tuh yang sehat,kalau enggak loe buat aja jus dari sayur-sayuran" Ucap aisyah.


"Iya,iya,kanjeng mami..." Ucap tania malas.


Karena takut pulang kemalaman,zira dan aisyah pun pulang dari rumah tania. Saat malam seperti inilah banyak anak kos yang menumpang belajar di rumah tania. Tania tak keberatan sedikitpun dan memperbolehkan mereka belajar setiap malam di dalam rumah tania.


"Si bimas mana uni?" Tanya sri.


"Kangen loe ya?" Goda tania. Sri hanya cengengesan saat di goda oleh tania.


Tania kembali belajar bersama anak kosnya. Untungnya ruang tempat mereka belajar sangat luas,sehingga mereka bisa belajar dengan nyaman meskipun di atas karpet.


"Sri,gue mau pipis bentar..."


"Kalau ada tamua siapapun,jangan suruh masuk ya..." Ucap tania.


"Oke uni tan" Ucap sri.


"Tok...tok...tok..."


"Assalamualaikum..."


Sri langsung beranjak dari duduknya dan mengintip sang tamu dari jendela.


"Bukain dong..." Ucap tamu tersebut. Sri langsung membelalakkan matanya saat di perintahkan untuk membuka pintu.


"Kata uni tatan enggak boleh" Ucap sri.


"Woi,bukain nggak?! " Bentak orang tersebut sambil memukul pintu rumah tania. Tania yang baru keluar dari kamar mandi pun langsung berjalan menuju sri yang sedang berdiri di depan pintu.

__ADS_1


"Woi bukain..." Ucap si tamu tak sopan. Tania membuka sedikit gorden dan mengintip si tamu.


"Astaga...." Ucap tania histeris.


__ADS_2