Airin Kesayanganku

Airin Kesayanganku
Episode 46


__ADS_3

"Astaghfirullah airin" Ucap gabriel kaget sambil menggendong rara.


"Kamu ha...a...mm...ill...?" Ucap gabriel syok sambil memegang dadanya. Ekspresi gabriel kali ini bak suami yang sedang menciduk istrinya yang tengah berselingkuh.


"Astaghfirullah"


"Ucapan macam apa ini" Ucap tania bak bermain drama. Gabriel langsung menimpuk kepala tania menggunakan gulungan kertas yang biasa ia bawa.


"Kamu jangan bikin saya kaget dong airin"


"Kirain saya kamu hamil" Ucap gabriel sambil memijat pelipisnya.


"Kalau hamil gimana? Kecewa?" Tanya tania penasaran.


"Enggak dong" Ucap gabriel.


"Kenapa?" Tanya tania heran.


"Kan hamil anak saya" Bisik gabriel di daun telinga tania dan membuat tania mematung seketika. Gabriel yang melihat reaksi tania pun langsung tergelak puas tiada henti. Sedangkan tania langsung mengejar gabriel dan memukul lengan gabriel dengan kuat.


"Mesum....." Teriak tania dan membuat gabriel semakin terbahak.


"Anjrit banget dah tuh dosen" Upat tania kesal. Tania pun tak berhenti mengumpat dan tiba-tiba perutnya sakit kembali.


"Eh airin,jemuran kamu enggak kamu angkat? Udah mendung ini!" Ucap gabriel sambil melihat jemuran tania yang berada di luar.Tania pun mengangkat jemurannya sambil menahan sakit di perutnya.


"Ya Allah,sakit banget perut gue" Ucap tania meringis kesakitan. Setelah mengangkat jemuran,tiba-tiba hujan langsung turun dengan derasnya.


"Wah hujan tuh nak"


"Rara mau mandi hujan bareng ayah?" Tanya gabriel. Rara pun berjingkrak kesenangan saat di ajak mandi hujan oleh gabriel.


"Eitt..." Tania langsung menarik kerah baju gabriel sebelum gabriel berdiri tegak. Alhasil,gabriel pun duduk kembali dan menatap tania.


"Kenapa bund?" Tanya gabriel. Seketika mata tania langsung membulat saat gabriel memanggilnya dengan panggilan 'bund'.


"Ban,bun,ban,bun"


"pala loe noh bunbun" Tania pun langsung mencubit lengan gabriel dengan geram dan membuat gabriel tertawa untuk kesekian kalinya setelah melihat wajah kesal tania.


"Jangan ngadi-ngadi deh pak,rara baru sudah mandi,masa mau mandi hujan"

__ADS_1


"Entar kalau sakit gimana?" Omel tania.


"Gue serasa di omelin sama bini aja" Batin gabriel.


"Jangan ngedumel dalam hati" Ucap tania sambil menunjuk gabriel. Gabriel pun hanya bisa menganggukkan kepalanya pasrah.


"Saya mau numpang mandi airin" Ucap gabriel.


"Mandi di kamar saya aja pak" Ucap tania.


"Hah? Mandi kok di kamar? Mandi keringat maksud kamu?" Tanya gabriel dengan tatapan mesumnya.


"Astaghfirullah gabriel...." Teriak tania.


"Otak loe mesum banget sumpah" Ucap tania kesal. Gabriel pun langsung tertawa sambil menyerahkan rara kepada tania.


"Rara main di sini dulu ya nak" Ucap tania dan di angguki rara. Perhatian tania pun langsung teralihkan ke arah gabriel.


"Bapak bawa baju ganti?" Tanya tania dan di gelengi oleh gabriel.


"Em...kalau..." Ucap tania ragu.


"Kalau apa?" Tanya gabriel penasaran.


"Alhamdulillah bawa,cuma baju ganti aja yang engga bawa"


"Kalau engga bawa dalaman emangnya kenapa?" Tanya gabriel.


"Enggak ada apa-apa" Jawab tania langsung.


"Pasti kamu mau pinjemin dalaman punya kamu kan? Iya kan?" Tanya gabriel penuh selidik.


"Idih...gila bapak ya? Ye...kali saya mau minjemin dalaman saya ke bapak" Ucap tania.


"Kalau di pinjem juga enggak bakal muat airin"


"Mana ****** ***** kamu ada rendanya" Ucap gabriel santai. Sedangkan tania sangat syok dengan penuturan gabriel.


"Kapan bapak lihat ****** ***** saya?" Tanya tania panik.


"Warna merah lagi,Ck" Gabriel tak menanggapi ucapan tania,ia berdecak sambil menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Dalam jok motor waktu itu saya lihat" Ucap gabriel.


"Mana ke pegang lagi" Ucap gabriel dan membuat tania tambah panik.


"Serius pak? Sumpah?" Ucap tania panik.


"Lah serius. Kamu ingat kan waktu saya pinjam motor kamu karena ari kecelakaan?" Tanya gabriel dan di angguki tania.


"Waktu saya mau pulang ke kampus,tiba-tiba motor kamu habis bensin"


"Singkat cerita pas saya mau tutup jok motor kamu,saya salah fokus sama benda yang ada di sana"


"Saya pikir itu kanebo buat ngeringin motor,eh ternyata itu ****** ***** kamu" Ucap gabriel dan membuat tania malu setengah mati.


"Pe'ak,pe'ak...."


"Sumpah,malu gue"


"Betul kata dedek sama abang,kalau tau gue siapin tas kecil buat nyimpan ****** *****" Batin tania sambil mengingat kembali ucapan bimas dan refan tentang ****** ******** yang ada di jok.


"Yang parahnya lagi airin,ibu cleaning service ngeliatin saya megang celana kamu,dia juga nuduh saya kalau hobi saya itu ngoleksi ****** ***** cewek" Ucap gabriel sambil mengingat kembali kejadian memalukan yang menimpa dirinya.


"Udah pak,udah..."


"Cukupp..." Teriak tania sambil menarik-narik lengan baju gabriel.


"Saya malu dengerinnya..." Ucap tania sambil menutup mukanya. Gabriel hanya bisa memutar bola matanya dan mencibir tania.


"Saya pinjem baju adek kamu? Ada?" Tanya gabriel dan di gelengi tania.


"Lah kok enggak ada?" Tanya gabriel.


"Kamar mereka di kunci" Ucap tania.


"Kalau gitu pinjam baju kamu dulu deh,baju kamu kan banyak tuh yang over size" Ucap gabriel dan di angguki tania.


"Nanti ambil aja sendiri dalam lemari" Ucap tania. Gabriel langsung masuk ke dalam kamar tania untuk mandi.


Setelah selesai mandi,gabriel langsung membuka lemari tania dan mencari baju yang akan ia kenakan. Perhatian gabriel pun teralihkan saat melihat sesuatu yang berada di dalam lemari tania.


"Astaghfirullah Ya Allah"

__ADS_1


"Nih mata lihat apa lagi coba?" Ucap gabriel sambil menutup matanya.


Hayooo,om gagab lihatin apa? 😜


__ADS_2