Airin Kesayanganku

Airin Kesayanganku
Episode 39


__ADS_3

"Ck,mana tania..." Gumam seseorang tersebut.


"Awas aja loe tania,loe gue habisi malam ini" Ucap lelaki tersebut.


Refan yang mendengarkan hal tersebut langsung membulatkan matanya dan merekam suara lelaki tersebut.


"Hah? Siapa yang tidur di sana?" Gumamnya lagi.


Lelaki tersebut pun langsung mendekat ke arah sofa rumah dan berjalan sangat pelan. Refan dapat merasakan bahwa lelaki tersebut sekarang berada di belakangnya.


"Dapat loe tania..." Ucap lelaki tersebut yang terdengar jelas oleh refan. Refan sam sekali tidak mengenali suara tersebut. Alhasil dia hanya memunggungi lelaki dan tak dapat melihat wajahnya.


Lelaki tersebut pun langsung membelai rambut refan lembut sambil tertawa cekikikkan. Refan yang merasa rambutnya di belai pun merasa bulu kuduknya merinding.


"Anjrit,nih cowok ngapain?" Batin refan.


Lelaki tersebut pun mengelus pelan punggung refan dan membuat refan menggeliat.


"Anjrit,nih ngapain lagi nih orang"


"Enggak beres nih cowok" Batin refan.


"Kenapa? Enggak sabar ya di cicip?" Bisik lelaki tersebut di telinga refan.


Lelaki tersebut selalu saja berdecak kagum sambil mengelus rambut refan. Refan merasa jijik saat mendengar decak suara nafsu dari lelaki tersebut.


Sampai saat ini refan masih bertanya-tanya,kenapa lelaki tersebut mendatangi rumah tania.


"Gara-gara loe,gue enggak jadi nyobain sama zira"


"Sekarang,waktunya sama loe" Ucap lelaki tersebut sambil menyeringai.


Sekarang refan sudah tau bahwa lelaki ini menginginkan tubuh tania karena memiliki dendam terhadap tania.


Refan cukup geram saat mendengarkan penuturan lelaki tersebut. Lelaki tersebut pun menempelkan dagunya di atas lengan refan. Tampak lelaki tersebut ingin mengeluarkan sesuatu. Ternyata sedari tadi ia mencari senter.


Lelaki tersebut kembali meraba tubuh refan dengan nafsu yang menggebu-gebu. Sedangkan refan yangvdi raba pun langsung membelalakkan matanya dan mematung.

__ADS_1


"Anjing"


"Nih orang mau mangsa kakak gue"


"Kakak gue satu-satunya" Batin refan geram. Lelaki tersebut kembali menghirup aroma rambut refan dan hembusan nafasnya membuat refan merinding.


Saat tangan lelaki tersebut berusaha menggapai dada refan,refan langsung membekap tangannya dan membuat lelaki tersebut terkejut.


Dalam sekejap,refan pura-pura bergumam dan membuat si pelaku menghembuskan nafasnya dengan lega.


"Selamat" Ucap lelaki tersebut.


"Hah? Selamat?" Gumam refan yang masih saja memunggungi lelaki tersebut dan membuatnya terkejut.


Lelaki tersebut langsung mengambil senter dan menyorot wajah refan. Karena wajah refan di penuhi rambut gondrongnya,lelaki tersebut pun langsung memindahkan helai-an rambut ke belakang daun telinga.


"Hai" Ucap refan tersenyum manis.


Alang terkejutnya si pelaku saat mengetahui bahwa yang ia belai sedari tadi adalah laki-laki.


Dalam seperkian detik refan langsung melayangkan bogem-nya ke wajah si pelaku. Tak lama kemudian lampu langsung hidup dan membuat refan semakin mudah memukuli pelaku.


Bukannya berhenti,refan semakin menggila membogem si calon pelaku pemerkosaan kakaknya.


"Telepon polisi bim" Pintah refan serius dan di angguki bimas.


*****


"Mana dia?" Tanya tania setelah sampai di kantor polisi.


"Tatan" Teriak bimas dari kejauhan sambil melambaikan tangannya. Tania langsung berlari ke arah bimas dan di susul oleh gabriel.


"Mana pelakunya?" Tanya tania. Bimas langsung memimpin jalan untuk menuju ruang di mana pelaku di introgasi.


"Saudari tania?" Tanya pak polisi. Tania langsung menganggukkan kepalanya dan duduk.


"Anda kenal sama pelaku?" Tanya polisi.

__ADS_1


"Tau pak. Dia mantan pacar teman saya"


"Dia juga yang hampir perkosa teman saya" Jelas tania.


"Kalau dia sampai berani masuk ke rumah saya dan berniat memperkosa saya berarti dia dendam sama saya pak"


"Karena saya nolongin sahabat saya yang memiliki status sebagai mantan pacar pelaku" Sambung tania. Sang polisi menyelidiki dan menanyakan motif di balik semua perbuatan si pelaku.


Ternyata benar,si pelaku memiliki dendam kepada tania,karena tania berhasil menyelamatkan zira.


"Awas aja loe sadly,gue enggak bakal diem aja"


"Tindakan loe udah kelewatan" Ucap tania geram.


"Oh iya pak,Sadly ini juga pernah melecehkan sahabat saya lewat medsos"


"Saya juga punya buktinya pak" Ucap tania sambil menyerahkan beberapa bukti kepada pihak polisi.


"Oleh karena itu, seperti dijelaskan dalam Pasal 1 angka 1 UU 19/2016, pelaku pelecehan seksual lewat social media bisa dikenakan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak sebesar satu miliyar" Ucap tania menjelaskan secara detail.


"Oh iya pak,si sadly ini juga pernah melakukan pencemaran nama baik saya"


"Ini buktinya pak" Ucap tania tersenyum sambil menyerahkan bukti. Sedangkan si sadly yang berada di samping tania mengeraskan rahangnya dan mengepalkan tangannya.


"Loe lihat aja,siapa yang bakal menang di jalur hukum" Ucap sadly penuh amarah.


"Yah jelas gue lah. Loe bego atau gimana sih? "


"Udah tau banyak salah,tapi tetap aja yakin kalau diri sendiri bakal menang" Ucap tania sambil tersenyum sinis.


Gabriel,refan dan bimas hanya bisa menyimak percakapan sadly dan tania.


"Loe mau gue sebutin Undang-undang tentang pencemaran nama baik juga" Tanya tania.


"Jangan sok pintar loe bangsat" Upat sadly. Tania hanya mendengus sinis dan melirik sadly dengan tatapan sinisnya.


"Boleh saya sebutkan pasalnya pak?" Tanya tania.

__ADS_1


"Silahkan bu" Ucap polisi mengizinkan.


__ADS_2