Airin Kesayanganku

Airin Kesayanganku
Episode 6


__ADS_3

"Halo?" Ucap tania.


"Assalamualaikum.." Ucapnya. Mata tania membulat sempurna saat mendengarkan suara tersebut


"Wa'alaikumsalam,ini siapa ya?" Tanya tania ramah.


"Eh airin,cepat buka email kamu" Ucap suara bass tersebut.


"Hah? Airin?"


"Nama saya tania,bukan airin" Ucap tania.


"Nama kamu itu tania airin putri kan?" Tanya gabriel kesal.


"Hah,apaan sih pak,udah malam ini..." Ucap tania. Tania baru menyadari bahwa suara tersebut adalah suara gabriel.


"Salin semua file,terus kerjain tugas dari saya untuk besok"


"Jangan lupa di print,besok pagi harus ada di atas meja saya" Ucap gabriel.


"Kertas buat cetak tugasnya enggak ada pak,udah habis di rumah saya" Ucap tania.


"Mulai... Alasan aja terus kamu"


"Apa susahnya kamu pergi beli sebentar keluar" Ucap gabriel. Tania langsung berdecak sebal dan menggigit handphone-nya.


"Kamu ada mesin cetaknya kan?" Tanya gabriel.


"Ada,ada pak...." Ucap tania kesal.

__ADS_1


"Yaudah kalau gitu,kirim alamat rumah kamu" pintah gabriel. Tania langsung membelalakan matanya.


"Bapak mau ngapain?" Tanya tania heran.


"Mau kerumah saya?"


"Enggak usah pak,enggak usah,tolong banget enggak usah"


"Bapak ngerepotin saya kalau bapak ke sini" Ucap tania tanpa henti. Sedangkan gabriel di seberang sana hanya menyimak ocehan tania.


"Udah ngocehnya?" Tanya gabriel dingin.


"Definisi orang suka berburuk sangka tuh gini" Ucap gabriel meniru gaya bicara tania. Tania langsung membulatkan matanya saat gabriel sangat baik mengingat semua ucapannya.


"Terus bapak mau ngapain? Hah?" Tanya tania.


"Pakai minta alamat rumah saya segala" Ucap tania sinis.


"Biar enggak ada alasan untuk kamu melalaikan tugas dari saya" Ucap gabriel ketus. Tania hanya mencibir di hadapan handphone-nya. Bak melihat gabriel di depannya,tania pun melayangkan tinjunya ke arah handphone-nya.


"Eh airin,cepat kirim alamat rumah kamu" Ucap gabriel ketus. Dengan sangat terpaksa tania mengirimkan alamat rumahnya kepada gabriel.


"Saya pikir bapak mau ngapain ke rumah saya larut malam" Gumam tania pelan.


"Idih,saya gini-gini punya selera juga ya airin,jangan main-main kamu sama selera saya" Ucap gabriel sombong.


"Makanya airin jangan sering su'udzon karen...." Ucap gabriel. Sebelum gabriel melanjutkan ceramahnya,tania langsung memutuskan sambungan telepon dan tertawa bahagia.


"Hahahaha,mampus loe gabriel" Ucap tania sambil menunjuk kontak gabriel dengan kesal.

__ADS_1


Gabriel hanya menggeleng-gelengkan kepalanya saat tania mematikan teleponnya dengan sengaja.


Sedangkan tania sibuk menyimpan semua tugas yang diberikan gabriel sembari menunggu kiriman dari gabriel.


Tak lama kemudian tania mendapatkan telepon dari nomor tak dikenal. Dan ternyata itu adalah ojek online yang dikirim gabriel.


Tanpa membuang waktu lagi,tania langsung membuka kiriman dari gabriel. Tania gagal fokus saat menemukan selembar kertas kecil dan sudah tania pastikan itu berasal dari gabriel. Ternyata kertas itu berisikan pesan yang di tulis gabriel.


"Jangan malas-malas kamu airin..."


"Kamu mau sukses kan?"


"Jika kamu tidak mengejar mimpimu,maka orang lain akan mempekerjakan mu untuk mengejar mimpi mereka"


"Ingat itu airin"


Tania menyunggingkan senyum setannya setelah mendapatkan selembar kertas dari gabriel.


"Bagus juga nih kata-kata..."


"Enggak sia-sia loe jadi dosen pak gabriel,kata-kata loe impresif" Puji tania sambil memegang selembaran kertas tersebut.Tania lanjut membuat tugasnya dengan di temani oleh cemilan.


Tanpa terasa tania sudah menyelesaikan semua tugas dari gabriel. Tania langsung melihat jam yang sudah menunjukkan waktu dini hari.


"Bismillahirrahmanirrahim,gue mau tidur" Ucap tania yang langsung ambruk di atas kasur. Tania langsung terkapar dan tak sadarkan diri untuk mengistirahatkan diri.


*****


"Wah,wah..."

__ADS_1


"Impresif" Ucap gabriel sambil mengacungkan jempolnya.


__ADS_2