Airin Kesayanganku

Airin Kesayanganku
Episode 13


__ADS_3

"Dia kan zir?" Tanya tania. Zira yang masih begemetaran pun hanya bisa menganggukkan kepalanya pasrah.


"Bajingan tuh orang" Ucap tania geram.


Tania langsung membawa zira pergi dari lokasi. Awalnya tania tak menemukan zira dirumah orang tua zira. Namun,setelah mendatangi rumah milik zira,dari luar saja tania sudah mendengarkan suara seseorang yang mengamuk.


"Jangan kerumah bokap gue ya tan..." Ucap zira. Tania hanya menganggukkan kepalanya. Tania langsung membawa zira menuju rumahnya.


"Loe bersih-bersih dulu gih..." Ucap tania. Zira hanya menganggukkan kepalanya dan berlenggang ke kamar mandi.


Tania langsung menghubungi mama dan memberitahukan bahwa dirinya sudah dirumah.


"Bilang sama dedek ya ma,motor tatan yang dirumah besok bawa ke sini" Ucap tania.


"Iya,baik-baik di sana ya nak. Kalau ada apa-apa telepon mama" Ucap mama.


Setelah merasa jika zira sudah mulai tenang,tanpa tania minta pun zira menceritakn semua kejadian.


"Dia maksa gue zir...." Ucap zira sedikit bergemetaran.


"Dia mau ngajak gue minum alkohol,tapi gue enggak mau"


"Dia ngajak gue makai drugs,tapi gue nolak juga" Ucap zira sambil menangis.


"Terus dia sering banget ngajak gue bersetubuh,gue juga nolak" Ucap zira.


"Dari kapan loe sembunyiin ini?" Tanya tania.

__ADS_1


"Udah lama tan,tapi yang tadi parah banget"


"Dia udah hampir perkosa gue,terus tadi dia nampar gue berkali-kali" Ucap zira menangis.


"Maafin gue tan,gue udah sembunyiin hal kayak gini dari loe" Ucap zira menangis. Tania hanya bisa memeluk dan mengelus punggung zira guna menenangkan zira.


"Iya,iya.. yuk istirahat" Ucap tania. Zira dan tania pun langsung beristirahat karena hari sudah larut malam.


*****


Sudah hampir seminggu tania bekerja dengan gabriel. Secara mendadak tania mendapatkan panggilan dari gabriel. Tanpa basa-basi tania pun langsung menuju ruangan gabriel.


"Kamu saya ikut sertakan lomba ya airin" Ucap gabriel.


"Nama saya tania pak..." Ucap tania jengah.


"Saya heran sama kamu,kamu pakai arang setiap hari gitu di bibir mu?" Tanya gabriel. Tania pun langsung mengambil handphone-nya untuk berkaca.


Tania baru sadar bahwa ucapan gabriel mengarah ke bibir hitamnya. Tania hanya tersenyum sinis dan menatap gabriel dengan tatapan malas.


"Ini tuh bukan arang pak" Ucap tania.


"Terus? Lipstick? Lipstick hitam gitu?" Tanya gabriel.


"Bukan... Ini abu mayat..." Ucap tania ketus.


"Penampilan aja kayak orang pintar,tapi isi otaknya kayak orang plang-plongo" Ucap tania ketus. Gabriel pun langsung menghampiri tania dan berdiri tepat di depan tania.

__ADS_1


"Apa kamu bilang?" Tanya gabriel sambil menatap tania dengan sorot mata tajam.


"Intinya bapak itu planga-plongo alias o'on" Ucap tania.


"Bapak enggak tau o'on itu apa? O'on itu goblok" Ucap tania.


"Bapak juga enggak tau apa itu planga-plongo? O'on sama goblok? Mereka itu adalah kumpulan dari..." Ucap tania terputus saat gabriel memotong ucapannya.


"Mereka itu kumpulan dari isi kepala kamu" Ucap gabriel santai dan raut wajah datar. Gabriel langsung menggulung kertas yang berada di atas mejanya dan memukul kepala tania.


"Bismillahirrahmanirrahim" Batin gabriel membaca basmallah.


"Woi pak,apaan sih" Tania langsung menggeserkan gulungan kertas yang berada diatas kepalanya.


"Biar kepintaran saya nular sama kamu..." Ucap gabriel. Tania hanya mencibir ucapan gabriel dan langsung mengambil semua materi yang di berikan gabriel.


"Lombanya kemana pak?" Tanya tania.


"Udah,kamu belajar aja..."


"Saya kasih tau,kamu enggak bakal paham juga dimana tempatnya..." Ucap gabriel sambil memeriksa tumpukkan kertas. Tania hanya mendenguskan nafasnya dengan kasar.


"Perginya kapan pak?" Tanya tania.


"Empat hari lagi..." Ucap gabriel. Tania langsung menggebrak meja dan panik saat itu. Tania memeriksa kalender dan menghitung hari.


"Gila,gue habis tanding langsung pergi lomba..." Gumam tania.

__ADS_1


"Emang kamu tanding apa?" Tanya gabriel sambil menaikkan sebelah alisnya.


__ADS_2