Airin Kesayanganku

Airin Kesayanganku
Episode 107


__ADS_3

"Mama...." Ucap tania berlari sambil memeluk mamanya. Mama menyambut tania dan menciumi pipi tania.


"Mas gabriel mana nak?" Tanya mama.


"Lagi ambil barang di mobil ma" Ucap tania.


"Yaudah,yuk masuk" Ajak mama sambil masuk ke dalam rumah. Ternyata di rumah sedang ada kumpulan remaja SMA yang sedang bermain playstation. Terlihat di sana jingga sedang bertarung melawan roni. Jingga sangat tomboi dan memiliki teman laki-laki yang cukup banyak. Jadi jangan heran jika jingga sering bermain ke rumah mama tania hanya untuk bergabung dengan si kembar dan roni.


"Pak ari udah mulai ngajarkan di kelas kalian?" Tanya tania.


"Udah tan" Jawab refan sambil mengunyah gorengan.


"Kenapa loe tiba-tiba ngundurkan diri?" Tanya refan penasaran.


"Ada deh..." Jawab tania seadanya. Gabriel dan tania istirahat siang sebentar di dalam kamar milik tania.


"Woi jingga curang" Ucap roni sambil mendorong jingga dengan kuat. Jingga langsung menepuk pipi roni spontan dan membuat roni terpenga-nga.


"Sakit koplak" Ucap roni murka.


"Biarin,bodo amat" Ucap jingga.


"Loe curang kutu kupret!" Ucap roni tak terima sambil menunjuk televisi karena mereka sedang bermain playstation. Jingga hanya menjulurkan lidahnya dan menatap roni dengan acuh.


"Woi bang,loe tau kan kalau jingga curang?" Tanya roni.


"Tau. Gue tau kalau dia curang,tapi...."


"Gue bakal tetap belain dia" Ucap refan sambil menepuk pundak jingga.


"Enggak adil banget" Ucap bimas ketus.


"Dia pilih kasih banget kalau berhubungan sama jingga" Sambung bimas.


"Dek,coba loe jadi cewek aja,di jamin gue bakal sayang sama loe dan perhatian sama loe" Ucap refan sambil melihat bimas.


"Sayangnya gue cowok" Ucap bimas ketus.


"Meski cowok,gue juga sayang kok sama loe"


"Tapi gue lebih sayang sama jingga" Ucap refan sambil mengedipkan sebelah matanya ke pada jingga.


"Modus loe udah kecium sama gue bang" Ucap jingga jengah. Refan tertawa dan mendorong kepala jingga. Jingga yang tak mau kalah pun menjambak rambut refan dengan sekuat tenaga.


"Udah ah,gue mau e'ek bentar" Ucap jingga sambil melempar stick playstation tersebut.


"Woi,stick ps gue" Teriak refan murka. Jingga berlenggang dengan rasa tak bersalah sedikitpun.


"Tumben dia main ke sini hari libur,biasanya bucin sama fajar" Ucap roni.


"Fajar sibuk" Ucap bimas.


"Sok sibuk maksud gue" Ralat bimas. Jingga kembali akan tetapi menggunakan handuk panjang sebagai pengganti celananya.


"Celana loe mana jingga?" Tanya refan terkejut.


"Nih" Jingga memegang celananya.


"Kolor gue basah bang,kena air waktu cebok tadi" Ucap jingga jujur. Para lelaki yang ada di sana pun menepuk jidat mereka karena melihat tingkah jingga.


"Mama...." Panggil jingga sambil mencari mama di kamar belakang.


"Apa sayang?" Tanya mama.


"****** ***** jingga basah kena air" Ucap jingga.


"Ambil aja ****** ***** baru mama di dalam lemari kamar mama" Ucap mama dan di angguki jingga. Mama sangat menyayangi jingga sama seperti menyayangi tania,refan dan bimas. Dan jingga pun sudah menjadi anak angkat mama. Maka dari itu jingga sangat dekat dengan keluarga refan.


*****


Saat di sore hari,keluarga tania pun berkumpul di taman belakang hanya sekedar bercerita dan menikmati matahari sore.


"Jingga ambilin air" Ucap refan.


"Males gue bang" Ucap jingga mager. Refan menatap sinis jingga dan berdecak sebal.


"Sekarang gue abang loe,kalau besok jadi laki loe awas aja loe enggak nurut sama omongan gue" Ancam refan.


"Dih,yang mau nikah sama loe siapa?" Balas jingga sengit. Refan menepuk pundak jingga dan membuat jingga tertawa.


"Roni,gue mau roti" Ucap bimas manja kepada roni.


"Gue jijik banget sama loe bim kalau manja kayak gini" Ucap roni sambil menyumbat roti di mulut bimas.


"Merinding gue ngeliatin cowok manja sama cowok" Ucap roni jijik. Tiba-tiba refan memajukan bibirnya tepat di samping pipi roni. Roni tersentak kaget dan refleks menepuk mulut refan.


"Sakit,bego" Ucap refan sambil mengelus mulutnya.


"Loe yang pe'ak,gue jijik bener dah sama loe bang"


"Makin gue jijik sama tingkah loe,loe makin menjadi-jadi" Ucap roni kesal.


"Cium abang dekk" Ucap refan sambil memajukan bibirnya ke arah roni.


"Gue upatin loe entar refan" Ucap roni yang semakin kesal. Refan tertawa terbahak karena berhasil menjahili roni.


"Semuanya kumpul dulu" Ucap tania. Mereka semua kumpul membentuk lingkaran dan menatap tania heran. Roni dan jingga pun ikut duduk di sana.


"Gue ada kabar gembira" Ucap tania.


"Ma" Panggil tania. Mama langsung menghadap ke arah tania dan tersenyum.


"Sebelumnya makasih atas doa dan support mama selama ini" Ucap tania.


"Tanpa mama,tatan mungkin enggak sekuat sekarang" Ucap tania.


"Apaan sih uni? Kok tiba-tiba ngomong gini?" Tanya mama sambil mengelus tangan tania.


"Kalau tatan ngomong kayak gini,mama langsung merinding" Ucap mama jahil. Semua yang kumpul di sana pun tertawa karena ucapan mama.

__ADS_1


"Ma" Ucap tania.


"Sekarang mama mau apa?maksud tatan setelah tatan nikah mama mau apa lagi?" Ucap tania sambil melihat mata mama.


"Mama pengen tatan bahagia" Ucap mama.


"Selain itu?" Ucap tania.


"Mama cuma bisa menyimpan harapan lainnya lewat doa sayang" Mama menunduk dan mengelus lembut tangan tania dan menggenggam erat tangan tania.


"Sebutkan sesuatu yang paling mama mau"


"Yang ada di lubuk hati mama" Ucap tania. Mama menggelengkan kepalanya karena tak ingin tania kepikiran dengan keinginannya.


"Mama enggak mau tas mahal ? Atau mobil baru gitu?" Tanya tania dan di gelengi mama.


"Keinginan mama mungkin enggak bisa di dapatkan pakai uang" Ucap mama mendesah pelan.


"Terus pakai apa dong? Emangnya mama mau apa?" Tanya tania lembut sambil memegang wajah mama


"Mama mau nikah lagi katanya" Celoteh bimas. Suasana yang awalnya hening langsung berubah saat bimas membuka suaranya.


"Entar nangis...." Ledek refan sambil melirik bimas.


"Waktu itu dedek larang mama nikah...."


"Kok sekarang mau cariin mama bebeb baru sih?" Tanya mama jahil. Bimas memeluk mamanya dan mencium pipi mama.


"Mama enggak boleh nikah lagi,titik." Ucap bimas.


"Kenapa? Takut dapat papa baru yang seumuran kamu ya?" Tanya mama jahil. Bimas mengucutkan bibirnya dan membuat mama gemas.


"Seumuran dedek? Siapa?" Tanya bimas.


"Roni" Jawab mama. Roni membulatkan matanya sempurna dan menggelengkan kepalanya dengan cepat.


"Udah tan,jangan jahil gitu,entar aku enggak mau lagi main ke sini kalau tante ngomong kayak gitu" Ucap roni medengus kesal. Semua yang ada di sana pun kembali tertawa.


"Enggak emak,enggak anak sama aja" Sambung roni. Refan menepuk pelan pundak refan dan menatap roni dengan sinis.


"Udah,udah" Ucap mama yang masih saja tertawa.


"Ayo ma,mama mau apa?" Tanya tania memaksa.


"Em....enggak ada sayang" Ucap mama ragu.


"Mama enggak mau cucu gitu?" Tanya tania memancing mama. Mama membulatkan bola matanya sempurna dan melihat jingga dan gabriel secara bergantian.


"Hah...." Nafas keluh keluar dari mulut mama.


"Itu yang mama maksud dengan keinginan mama enggak bisa di dapat meskipun pakai uang" Ucap mama.


"Mama tuh setiap malam doa'in tatan supaya tatan cepat hamil dan punya keturunan" Ucap mama.


"Biar mas gabriel juga betah di rumah kalau udah punya anak" Ucap mama.


"Maaf ya nak,mama enggak berani ngomong ini ke tatan,mama takut tatan tersinggung" Ucap mama. Tania menggelengkan kepalanya dan memeluk mama.


"Tatan hamil nak?" Tanya mama dengan linangan air mata.


"Alhamdulillah tatan hamil ma" Ucap tania menangis. Mama langsung memeluk tania dan mendekap putri barbar-nya tersebut.


"Alhamdulillah sayang" mama menangis dan menciumi kening tania. Refan dan bimas yang melihat hal tersebut langsung memeluk tania.


"Selamat ya tan" Ucap bimas dan refan yang ikut menangis. Refan melepaskan pelukkannya kepada tania dan beralih memeluk gabriel.


"Mas,jaga kakak kita baik-baik ya" Refan menangis haru karena mengetahui tania hamil.


"Iya,itu sudah tugas dan kewajiban mas" Ucap gabriel sambil menepuk pundak refan.


"Wih kecil banget bayi tatan,sebesar biji kacang hijau" Ucap jingga sambil melihat foto usg.


"Udah berapa minggu nak?" Tanya mama sambil mengelus perut tania.


"Empat jalan lima minggu ma" Ucap tania tersenyum.


"Ih,kok enggak kasih tau mama sih?" Tanya mama cemberut.


"Kita juga baru tau kemarin ma kalau tatan hamil" Ucap gabriel.


"Selama ini tatan mual,tapi kita enggak pernah kepikiran sampai ke situ"


"Tapi beberapa hari yang lalu tatan sering banget muntah-muntah dan susah makan,akhirnya kita pergi ke dokter buat periksa deh" Ucap gabriel.


"Dokter mana? Cewek?" Tanya refan.


"Dokter anisa namanya,teman mas gabriel" Ucap tania. Mata refan membulat sempurna setelah mendengarkan nama anisa.


"Dokter yang sosialisasi di sekolah kita kan je?" Tanya refan kepada jingga.


"Iya. Dokter yang nuduh loe pernah nonton b*kep" Ucap jingga sambil tertawa. Refan mencubit lengan jingga dan membuat jingga meringis kesakitan.


"Gila,gue malu banget waktu di tuduh kayak gitu" Ucap refan.


"Mana sosialisasinya satu sekolah lagi" Sambung bimas tertawa.


"Emangnya dia sosialisasi tentang apa?" Tanya tania.


"Kenakalan remaja,**** bebas sama hamil muda" Ucap roni.


"Waktu dokter itu lagi bahas tentang film b*kep,tiba-tiba refan izin ke kamar mandi"


"Bukannya di kasih izin,refan malah di tuduh suka nonton b*kep sama dokter nisa" Ucap bimas sambil tertawa.


"Nisa emang gitu orangnya,mulutnya enggak ada rem" Ucap gabriel.


"Dokter nisa bilang gini..." Bimas mulai memperagakan ucapan nisa. Flashback to kejadian mereka.


"Hei kamu,mau kemana?" Tanya nisa menggunakan mic .

__ADS_1


"Saya izin sebentar bu dokter,mau ke toilet" Ucap refan.


"Ngapain?" Tanya nisa tegas.


"Pipis lah bu,emangnya mau ngapain lagi di toilet" Ucap refan heran.


"Nonton b*kep kan kamu? Jujur!"


"Dari tampang kamu udah jelas banget kalau kamu itu pro masalah per-b*kepan" Ucap nisa yang di dengar satu sekolah. Semua murid pun tertawa saat mendengatkan ucapan refan,sedangkan refan membulatkan matanya sempurna sambil menahan marah.


"Hahahaha....sabar bang,sabar" Ucap bimas yang tertawa terpingkal-pingkal.


"Tuh dokter jujur banget" Sambung jingga. Refan mendenguskan nafasnya dan menatap domter nisa tajam.


"Eh kurang ajar kamu ya! Berani melototin saya" Ucap nisa sambil menunjuk refan. Refan kembali duduk di kursinya dan diam seribu bahasa.


"Sabar bang,sabar" Ucap bimas.


"Pala loe sabar,malu tau nggak di tuduh kayak gitu" Ucap refan dingin. Roni,bimas dan jingga yang duduk di dekat refan pun hanya diam dan tak tertawa lagi karena merasakan hawa yang berbeda dari refan.


Flashback off


"Kesel gue sama tuh dokter" Ucap refan kesal.


"Bikin malu gue aja"


"Image gue langsung rusak gara-gara dia" Ucap refan .


"Alah,sok-sokan punya image loe bang" Ucap bimas.


"Maklumi aja fan,biasanya mulut dia lebih parah dari pada gitu" Ucap gabriel.


Karena hari sudah mulai maghrib,akhirnya mereka masuk ke dalam rumah.


*****


"Tugas airin belum selesai mas" Ucap tania sambil mengeringkan rambut gabriel.


"Nanti mas tolongin" Ucap gabriel santai. Tania memeluk gabriel dari belakang dan menciumi pipi suaminya.


"Makasih mas" Ucap tania.


"Iya sayang" Ucap gabriel.


"Kemungkinan airin wisudah waktu perut airin udah gede ya mas" Ucap tania sambil mengelus perut datarnya.


"Iya,yang penting bunda sama dedeknya sehat-sehat" Ucap gabriel sambil menciumi perut tania.


"Mau makan apa sayang?" Tanya gabriel.


"Kan tadi udah makan mas" Ucap tania.


"Enggak ada yang mau di beli gitu?" Tanya gabriel dan di gelengi tania.


"Tunggu di sini sebentar ya sayang" Ucap gabriel dan di angguki tania.


"Mas gabriel mau buat apa?" Tanya bimas yang sedang di dapur.


"Buat susu" Ucap gabriel.


"Kamu mau bim?" Tanya gabriel.


"Boleh mas" Ucap bimas. Gabriel tersenyum jahil dan membuatkan susu untuk bimas. Bimas yang sibuk memotong buah pun tak tahu susu apa yang di berikan gabriel.


"Kok susunya warna pink?" Tanya bimas.


"Rasa stoberi" Ucap gabriel sambil berlenggang pergi. Gabriel kembali ke kamar dengan nampan yang berisikan semangkuk buah dan segelas susu untuk tania.


"Di minum sayang" Ucap gabriel kepada tania yang sedang mengerjakan tugas kuliahnya.


"Makasih mas" Tania langsung meminum susu tersebut dan kembali mengerjakan tugasnya. Tiba-tiba gabriel tertidur di paha tania sambil memegang semangkuk buah. Gabriel hanya melihat tania yang sedang mengerjakan tugas dan sesekali memeriksa hasil tugas yang di kerjakan istrinya.


"Dedek,suruh bunda bobok gih" Gabriel berbicara dengan bayi yang berada di perut tania.


"Tugas bunda belum siap ayah" Jawab tania menggunakan suara anak kecil.


"Mau ayah bantu?" Tanya gabriel sambil menciumi perut tania.


"Boleh" Ucap tania bersemangat. Gabriel mengacak-acak rambut tania dan membuat tania tertawa cengengesan.


"Sini mas bantu" Gabriel merebut laptop tania dan membantu tania mengerjakan tugas. Sekarang giliran tania yang membaringkan kepalanya di paha gabriel.


"Kalau bunda sama dedek bobok duluan gimana ayah?" Tanya tania sambil menengadahkan kepalanya.


"Boleh kok,dedek sama bunda bobok aja duluan" Ucap gabriel sambil mengelus kepala tania dan menciuminya.


"Tapi kata dedek,dedek maunya bobok di paha ayah" Ucap tania bak anak kecil. Gabriel menciumi pipi tania dan mengelus-elus kepala tania dengan tangan sebelah kirinya,sedangkan tangan sebelah kanannya sibuk mengetik.


"Boleh kok,bobok aja di paha ayah" Ucap gabriel sambil menatap mata tania intens. Tania mengangkat sedikit kepalanya dan menciumi bibir gabriel sekilas.


"Airin bobok duluan ya mas" Ucap tania dan di angguki gabriel. Hampir 3 jam gabriel menatap layar laptop dan membuat matanya mulai mengantuk. Gabriel mengangkat pelan tubuh tania dan memindahkannya dengan sangat hati-hati.


Gabriel memandangi wajah istrinya yang tengah tertidur pulas dan memegang pipi tania.


"Cantik banget" Ucap gabriel.


"Mas bersyukur banget bisa punya airin di dalam hidup mas" Gabriel menciumi bibir tania. Tak lupa gabriel memotret dirinya dengan tania yang tengah tertidur.


"Hai anak ayah,cepat tumbuh dan sehat-sehat ya nak di perut bunda" Gabriel mengelus perut tania dan masih sempat mengambil video.


"Tuh lihat tuh,bundanya dedek unyu banget kalau lagi tidur" Ucap gabriel sambil menoel pipi tania. Gabriel menyimpan video tersebut dan meletakkan handphonenya di atas nakas.


"Hah,hangatnya" Gabriel tertidur setelah mendekap tubuh tania.


...Hai-hai guys...


...Sedikit info nih,dalam waktu dekat ini cerita Airin Kesayanganku bakalan tamat,hehehe... Soalnya thor mau buat cerita baru. ...


...Kapan cerita barunya di rilis? Thor juga enggak taušŸ™ˆ Tapi pantengin terus ya karya thor......

__ADS_1


...See u readersā¤ļø...


__ADS_2