Airin Kesayanganku

Airin Kesayanganku
Episode 37


__ADS_3

"Oh ya,kalau boleh tau ini temannya tatan ya?" Tanya mama.


"Oh,maaf bu,saya lupa memperkenalkan diri"


"Saya gabriel,dosennya tania" Ucap gabriel.


"Tapi biasanya saya manggil anak ibu airin sih,enggak apa-apa kan bu?" Tanya gabriel.


"Enggak apa-apa. Tapi kok manggil si tania 'airin' sih?" Tanya mama.


"Rahasia..." Jawab gabriel dengan nada yang sama seperti di ucapkan mama tania tadi. Mama tertawa saat gabriel menirukan ucapannya tadi.


"Nak gabriel kenapa ke sini?" Tanya mama.


"Cuma pengen mampir aja bu" Ucap gabriel.


"Biasanya saya belajar di sini bareng airin" Ucap gabriel. Mama langsung melirik gabriel sambil memasang senyum tengilnya.


"Belajar atau belajar...." Ledek mama. Gabriel hanya cengengesan saat di goda seperti itu.


Cukup lama obrolan antara gabriel dan mama tania. Mama tania bertanya tentang nilai tania,sikap tania dan segala sesuatu tentang tania di kampus. Dan tanpa basa-basi,gabriel memberi tahu semua sikap tania kepada mama tania.


Mama tania cukup kagum saat melihat pesona gabriel. Meskipun ia mengungkapkan semua kedok tania,akan tetapi penyampaiannya sangat sopan di hadapan mama.


"Bu,ada yang mau saya omongin sama ibu,selagi ibu ada di sini" Ucap gabriel sedikit ragu.


"Apa tuh?" Tanya mama tania.


"Em,jadi waktu kami nginap di hotel,tengah malam itu tania teriak ketakutan" Ucap gabriel.

__ADS_1


"Terus?" Tanya mama.


"Badan tania gemetaran semua buk,terus badannya tania semakin bergetar waktu terdengar bunyi petir" Ucap gabriel.


"Terus?" Tanya mama lagi.


"Terus,kalau boleh tau nih buk,tania sebelumnya ada trauma atau gimana gitu?" Tanya gabriel sopan. Mama tania melihat bola mata gabriel sambil tersenyum.


Tampak di sana mama tania berpikir sejenak dan menghembuskan nafas.


"Kita ngobrolnya di luar aja yuk nak" Ajak mama tania dan langsung di setujui gabriel. Setelah berpamitan dengan tania,mama langsung pergi menuju tempat yang paling aman untuk bercerita.


"Tatan itu punya trauma" Ucap mama tersenyum miris.


"Waktu kecil,tatan itu pernah lihat papa nya di bunuh orang lain" Ucap mama sambil memasang senyum yang susah di artikan.


"Papa tatan itu di bunuh di depannya. Waktu itu tatan masih berumur sekitar 6 tahun"


Gabriel cukup terkejut saat mengetahui bahwa papa tania meninggal karena di bunuh orang lain.


"Enggak sampai di situ nak,tatan juga sering dengar gertakan dari orang lain,terus pernah juga hampir di lecehkan" Ucap mama berlinang air mata.


"Kok bisa bu?" Tanya gabriel.


"Emangnya ibu kemana? Sampai tatan hampir di lecehkan?" Tanya gabriel.


"Mama pergi kerja,cari uang. Waktu itu,kami hidup menumpang sama keluarga papa nya tania"


"Dan di saat itulah tania di usik oleh salah satu keponakan papa nya" Ucap mama.

__ADS_1


"Kalau nak gabriel penasaran kenapa tatan tutup telinga waktu dengar suara pecahan,itu karena kepala papa nya tatan pernah di lempar pakai vas bunga keramik"


"Yang lebih parahnya lagi,papa tatan di siksa dan di bunuh di hadapan tatan kecil" Ucap mama menangis.


"Maka dari itu,tatan akan bergemetaran hebat saat mendengarkan suara petir,gertakan,sama suara pecahan kaca yang jatuh" Ucap mama menjelaskan.


Gabriel mengangguk paham saat mama tania memberi tahu semua tentang tania.


"Terus kalau tania lagi kumat gitu gimana cara nenangin nya bu?"


"Maaf sebelumnya bu,bukan maksud saya lancang. Tapi kan keseharian saya beriringan sam tania"


"Takutnya tania kenapa-napa gitu,makanya saya nanya langsung sama ibu biar terkesan lebih sopan" Ucap gabriel. Mama tersenyum saat melihat dan mendengarkan penuturan gabriel.


"Di peluk" Ucap mama.


"Hah?" Gabriel kebingungan.


"Tatan bakalan tenang kalau di peluk" Ucap mama tania.


"Em,enggak ada cara lain apa bu? Bukan apa-apa nih,kan kita enggak tau di mana tania bakal dengar suara pecahan kaca"


"Kalau di tempat umum juga enggak mungkin meluknya,apa lagi saya bukan muhrimnya tania"


"Jangankan meluk,megang kulitnya tania aja saya enggak pernah bu" Ucap gabriel menjelaskan.


"Kenapa?"


"Saya menghormati perempuan bu,meskipun sikapnya dingin dan ketus kayak tania" Ucap gabriel dan berhasil membuat mama tertawa.

__ADS_1


"Cara lainn ya?" Tanya mama dan di angguki gabriel.


"Ada cara lain..."


__ADS_2