Airin Kesayanganku

Airin Kesayanganku
Episode 25


__ADS_3

"Kita di kasih waktu empat hari,kamu mau langsung pulang atau liburan dulu?" Tanya gabriel.


"Em,langsung pulang aja deh pak,tapi terserah bapak sih" Ucap tania sambil memainkan poselnya tanpa melihat gabriel.


"Enggak mau jalan-jalan dulu gitu? Kamu udah di padang loh airin,kan jarang-jarang kamu ke sini?" Ucap gabriel. Tania langsung meletakkan handphone-nya dan menatap gabriel dengan tatapan tak sukanya.


"Kalau mau liburan bilang aja,pakai banyak ceng-cong pula" Ucap tania. Gabriel memukul kepala tania menggunakan gulungan kertas yang senantiasa ia bawa. Tania hanya terpenga-nga saat melihat gulungan kertas yang selalu gabriel gunakan untuk memukul kepalanya.


"Bapak bawa ini? Kesini?" Tanya tania terkejut.


"Menurut kamu?" Tanya gabriel sinis. Tania hanya bisa menga-nga karena tak percaya dengan tingkah gabriel yang membawa gulungan kertas tersebut sampai ke luar kota.


"Nih khusus buat kamu loh airin,nih lihat namanya" Gabriel menunjuk tulisan yang bertuliskan Airin's pada gulungan kertas tersebut. Tania hanya bisa membuang nafasnya dengan kesal.


"Bapak itu kdpk" Ucap tania sinis.


"Kdpk?" Tanya gabriel.


"Iya kdpk. Kekerasan dalam perkampusan" Ucap tania. Gabriel hanya bisa memutar bola matanya jengah dan pergi meninggalkan tania.


"Kamu kan jarang ke sini,mau liburan dulu apa enggak?" Tanya gabriel dengan nada jengahnya.


"Siapa bilang saya jarang ke sini" Ucap tania. Gabriel hanya bisa mengerutkan dahinya dan menatap tania.


"Jadi kamu sering ke sini?" Tanya gabriel.


"Menurut kamu?" Ucap tania mengikuti gaya nada gabriel. Gabriel hanya memutar bola matanya jengah dan berdiri di depan balkon kamarnya.


"Saya bukan sering ke sini pak..."


"Saya pernah tinggal di daerah sini"


"Malahan saya aslinya orang sini..." Ucap tania dan membuat gabriel langsung membalikkan badannya untuk melihat tania. Gabriel langsung melihat tania dari atas sampai ke bawah.


"Kenapa pak?" Tanya tania heran.


"Seriusan kamu aslinya orang sini?" Tanya gabriel dan di angguki tania. Gabriel hanya menatap tania dengan tatapan tak percayanya.


"Kalau kamu beneran orang sini pasti tau bahas minang" Ucap gabriel dan di angguki tania. Gabriel masih saja menatap tania dengan tatapan tak percayanya.

__ADS_1


"Nih saya kasih soal,bahasa padang satu?" Tanya gabriel.


"Ciek" Jawab tania langsung.


"Sisir?" Tanya gabriel.


"Sikek" Jawab tania.


"Dalaman jilbab?" Tanya gabriel.


"Songkok" Jawab tania. Gabriel langsung mengerutkan dahinya dan menatap tania dengan tatapan tak percaya.


"Itu beneran songkok jawabannya?" Tanya gabriel tak percaya.


"Astaga pak,mana mungkin saya bohong" Ucap tania. Gabriel hanya bisa menganggukkan kepalanya.


"Ok,pertanyaan selanjutnya" Ucap gabriel.


"Makan?" Tanya gabriel.


"Sama aja,makan" Ucap tania.


"Lolok" Ucap tania.


"Nah,kalau ketiduran? Bahasa minangnya apa?" Tanya gabriel.


"Takolok" Ucap tania.


"Hah? Seriusan kamu?" Tanya gabriel. Tania hanya bisa mendenguskan nafanya dengan kesal dan menatap gabriel dengan tatapan jengah.


Gabriel masih tak percaya bahwa semua ucapan tania benar adanya. Saat keraguan meliputinya,tiba-tiba cleaning service lewat di depan kamar gabriel. Gabriel pun memanggil si cleaning service tersebut.


"Mas orang sini?" Tanya gabriel. Si cleaning service pun mengangguk ramah.


"Kalau orang sini biasanya manggil uda bukan mas" Ucap tania.


"Kan sama aja artinya" Ucap gabriel sinis.


"Idih,sensian amat kayak cewek pms" Ucap tania tak kalah sinis.

__ADS_1


"Em,saya mau nanya boleh?" Tanya gabriel dan di angguki oleh si cleaning service.


"Apakah betul kalau bahasa minangnya tidur itu lolok?" Tanya gabriel.


"Iya betul pak" Ucap si cleaning service.


"Kalau ketiduran apa mas?" Tanya gabriel.


"Takolok" Ucap si cleaning service. Gabriel pun hanya bisa mengangguk-anggukkan kepalanya dan menatap tania.


"Paja ko indak pacayo kok awak urang siko da,inyo tadi lah batanyo,a bahaso minang e satu,sisir,anak jilbab,tidur jo ketiduran"


(Nih orang enggak percaya mas kalau saya orang sini,tadi dia udah nanya,apa bahasa minangnya satu,sisir,anak jilbab,tidur dan ketiduran)


"Lah awak jolean,tapi indak lo pacayo...."


(Udah saya jelaskan,tapi enggak juga percaya)


"Bongak lo paja ko,lah bakeceen tapi dak lo pacayo"


(Goblok nih orang,udah dibilangin tapi enggak juga percaya)


Si cleaning service hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala saat mendengarkan upatan tania yang ditujukan kepada gabriel. Sedangkan gabriel hanya bisa menyimak ucapan tania tanpa mengerti artinya.


"Kamu ngomongin apa sih airin?" Tanya gabriel penasaran.


"Ada deh,kepo. luek..." Ucap tania sambil mencibir gabriel.


"Mas,apa arti yang dia bilang tadi?" Tanya gabriel kepada si cleaning service.


Saat di lontarkan pertanyaan,si cleaning service langsung melihat ke arah tania. Tampak di sana tania sedang menyilang-nyilangkan tangannya di depan dada sambil melotot ke arah si cleaning service tersebut.


"Jangan..." Ucap tania yang berada di belakang gabriel tanpa suara. Si cleaning service pun menganggukkan kepalanya.


"Em,maaf pak,saya masih ada kerjaan" Ucap si cleaning service tersebut pamit undur diri. Gabriel hanya bisa mengangguk pasrah dan membiarkan si cleaning service tersebut pergi.


"Oke,oke,saya baru percaya kalau kamu itu orang padang"


"Saya baru ingat kalau tadi kamu juga ngobrol sama si photographer" Ucap gabriel. Tania hanya bisa menjentikkan jarinya dan langsung keluar dari kamar gabriel.

__ADS_1


__ADS_2