
"Pergi enggak loe?" Ucap tania sambil menatap gabriel dengan tatapan kesetanan nya.
Tanpa mengeluarkan kata sedikitpun gabriel langsung keluar dari rumah tania. Saat yang bertepatan,bimas pun datang menggunakan motor.
"Hei berondong airin"
"Kamu ngapain?" Tanya gabriel langsung. Bimas menatap gabriel dengan tatapan tak sukanya.
"Apaan sih om?" Tanya bimas.
"Enggak jelas banget" Sambung bimas.
Gabriel langsung duduk di boncengan motor dan membuat bimas terkejut.
"Anterin saya pulang" Pintah gabriel yang berada di kursi belakang.
"Ogah,emang nya om siapa?" Tanya bimas tak suka.
"Anterin saya sekarang" Ucap gabriel penuh penekanan. Bimas mendengus kesal dan langsung mengantarkan gabriel menuju alamat yang gabriel tunjukkan.
"Makasih banyak berondong nomor satu" Ucap gabriel. Bimas langsung menatap gabriel dengan tatapan tak sukanya.
"Kenapa kamu? Kamu enggak terima?" Tanya gabriel dengan tatapan tajamnya.
"Idih,nih orang yang salah,kok gue yang di marahin" Batin bimas.
"Saya pulang dulu om" Bimas langsung pergi meninggalkan gabriel yang berdiri tegap di hadapannya.
Saat ingin mengisi bahan bakar motor,tiba-tiba perhatian bimas teralihkan ke jok motor. Bimas hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya dan memijat pelipisnya pelan.
Sesampainya di rumah,bimas langsung menemui tania dan menarik tania keluar rumah dan berdiri di depan motor.
"Loe apa-apaan sih dek?" Tanya tania sambil melepaskan tangan bimas yang sedari tadi menariknya.
"Di dalam jok motor loe ada ****** *****" Ucap bimas.
"Kan udah gue bilangin kalau mau bawa ****** ***** itu pake tas kecil,baru loe masukin ke dalam sini" Tunjuk bimas kedalam jok motor tania.
__ADS_1
"Kalau ****** ***** loe di lihat orang lain emangnya loe enggak malu apa?" Ucap bimas kesal.
"Bener tuh,gue kira itu kanebo,ehh enggak taunya ****** ***** tatan" Ucap refan yang baru saja datang sambil membawa makanan.
"****** ***** gue kan bersih dek"
"Ya kali ****** ***** udah busuk gue masukin ke dalam jok" Ucap tania kesal.
"Tan,orang lain enggak bakal mikir ****** ***** loe itu udah di pakai atau belum,bersih atau enggak..."
"Yang mereka tau cuma ada ****** ***** dan pasti dugaannya ****** ***** loe itu kotor" Ucap bimas berurut-urut.
"Huh...iya deh iya..." Ucap tania kesal sambil mengambil ****** ******** yang berada di dalam jok motornya.
******
"Ka,kok loe akhir-akhir ini sibuk banget sih?" Tanya tania.
"Lah,loe kan tau kalau gue baru naik jabatan" Ucap raka menjelaskan.
"Yang nganterin undangan siapa?" Tanya tania.
"Loe bisa enggak tan?" Tanya raka.
"Ah,males gue..gue kan udah bilang undang orang yang dekat-dekat aja"
"Nih kertas undangan banyaknya minta ampun"
"Loe ngundang orang kagak ngotak ya" Ucap tania kesal. Raka hanya tertawa saat melihat tania kesal.
"Kenalan gue kan banyak tan,makanya gue cetak banyak kertas undangannya" Ucap raka.
"Serah loe deh" Ucap tania sambil mendengus kesal.
Sekarang tania dan raka sedang memeriksa semua perlengkapan pernikahan mereka. Saat sedang sibuk-sibuknya membereskan peralatannya,tiba-tiba para sahabatnya pun datang dan membuat rumah tania semakin ricuh.
"Widih ka,loe di sini" Ucap fanya.
__ADS_1
"Iya,dari tadi gue di sini. Loe semua ngapain ke sini?" Tanya raka penasaran.
"Kenapa? Gangguin loe berduaan sama tatan?" Tanya zira tak suka.
"Of course dong,udah tau gangguin tapi masih aja datang" Balas raka dan membuat zira kesal. Zira langsung memukul raka dengan tongkat sapu yang tak jauh dari jangkauannya.
"Mama di mana ka?" Tanya tania.
"Mama di rumah,lagi sibuk ngurusin suaminya" Ucap raka.
"Suaminya? Bapak loe kan?" Tanya aisyah heran.
"Ya iya lah,bapak gue. Masa bapak loe" Ucap raka kepada aisyah. Aisyah langsung melempar kotak kosong ke arah raka dan berhasil di elakkan oleh raka.
"Luekk...enggak kena" Cibir raka. Aisyah hanya bisa mendengus kesal saat melihat tingkah raka
"Eh tan,loe tau enggak kalau dosen loe itu kenalan calon laki gue?" Bisik aisyah ke telinga tania.
"Hah? Seriusan loe?" Tanya tania dan di angguki aisyah.
"Kabar-kabarnya nih,dosen loe itu gagal nikah" Ucap aisyah lagi.
"Gagal nikah? Karena apa?" Tanya tania penasaran.
"Nah itu yang gue enggak tau,ratib enggak mau ceritain bagian itu ke gue sih" Ucap aisyah.
"Ck,apaan sih loe cari cerita itu yang lengkap dong,kalau kayak tadi kan gue penasaran" Ucap tania kesal.
"Gue udah maksain ratib buat cerita,tapi dia enggak mau" Ucap aisyah lagi.
"Gosip terus..." Ucap raka yang berdiri di belakang aisyah dan tania dan membuat mereka terkejut. Aisyah dan tania langsung berpencar pergi saat mengetahui bahwa raka di belakang mereka.
"Tan" Panggil aisyah.
"Sini" Ucap tania sambil mengibas-ibaskan tangannya ke udara. Tania pun langsung menghampiri aisyah.
"Tapi ya tan,dari yang gue denger nih kalau calon bini dosen loe itu...."
__ADS_1