
"Sayang,kita ke kampus bareng ya" Ucap gabriel.
"Hari ini mas enggak ke kantor" Sambung gabriel.
"Oke mas" Jawab tania. Tania membawa tas miliknya dan milik gabriel. Sebelum keluar dari kamar,gabriel menarik lengan tania dan membuat tania menghentikan langkahnya.
"Apa mas?" Tanya tania.
"Duduk bentar sayang" Ucap gabriel menepuk kursi di sampingnya. Tanpa membantah,tania langsung duduk di samping gabriel dan menatap gabriel.
"Nih buat airin" Ucap gabriel memberikan sebuah handphone baru kepada tania.
"Hah?" Tanya tania.
"Kan handphone airin udah rusak,nih mas beliin yang baru" Ucap gabriel. Tania menerima ponsel tersebut dan tersenyum.
"Enggak usah pakai basa-basi dan sok-sok-an nolak ya mas,airin cuma mau bilang makasih sayaaang" Ucap tania dan membuat gabriel tersenyum.
Tania mendapatkan panggilan telepon dari gabriel. Gabriel membuat namanya di kontak handphone tania dengan nama " mas alteeza" lengkap dengan emoticon love. Tania tersenyum saat melihat kontak gabriel di handphone-nya. Tania mengintip handphone gabriel dan melihat namanya. Tania tersenyum saat melihat tulisan "Airin kesayanganku" dan tertera emoticon love juga di sana.
"Yuk berangkat ke kampus" Ucap gabriel dan di angguki tania.
Saat berada di bagasi,mata tania kembali terkejut saat melihat sebuah motor baru di sana.
"Enggak usah kaget,ini juga motor untuk sayangnya mas" Ucap gabriel dan membuat tania membulatkan bola matanya sempurna.
"Hah? Hadiah lagi?" Tanya tania.
"Iya"
"Kenapa? Airin enggak suka?" Tanya gabriel. Tania manyun dan memeluk suaminya erat.
"Maacih ya cinta ku" Ucap tania manyun dan membuat gabriel mencubit pipi tania gemas.
"Iya sama-sama" Ucap gabriel sambil memasang helm di kepala tania.
"Yuk berangkat" Ucap gabriel dan di angguki tania.
Setelah sampai ke kampus,tania dan gabriel masuk ke dalam ruangan gabriel. Sepanjang perjalanan,tangan tania terus saja di pegang oleh gabriel dan mengundang perhatian banyak orang.
"Em,mas" Panggil tania.
"Iya?" Balas gabriel.
"Mas jangan cari asdos baru ya sebelum airin wisuda" Ucap tania dan di angguki gabriel.
"Mas juga enggak ada niatan buat cari asdos baru kok sayang,apa lagi cewek" Ucap gabriel.
"Kenapa?" Tanya tania.
"Alasan pertama,mas belum butuh asdos baru,apalagi cewek"
"Alasan kedua,mas kan udah punya istri,jadi mas berusaha semaksimal mungkin mengurangi kerja sama dengan lawan jenis supaya enggak timbul fitnah dan berusaha menjaga hati istri mas" Ucap gabriel sambil melihat tania. Tania yang sedang merapikan tumpukkan kertas pun hanya bisa tersenyum setelah mendengarkan ucapan gabriel.
Setelah menjalani jadwal mengajar pagi hari di kelas juniornya,tania langsung menuju kelasnya,karena gabriel akan masuk untuk memberikan materi.
Saat semua mahasiswanya mengerjakan tugas yang ia berikan,gabriel mengelilingi setiap meja mahasiswanya. Saat tiba di meja tania,gabriel mengambil lembaran tugas tania dan memeriksanya dengan seksama.
"Gimana pak?" Tanya tania memanggil gabriel dengan imbuhan 'pak'. Semua anak kelas tania langsung menghadap ke arah tania dan membuat tania terkejut.
"Pak?" Ucap zira terkejut.
__ADS_1
"Bagus,kerja kamu hampir sempurna" Ucap gabriel sambil menyerahkan kembali lembaran tugas tania. Gabriel juga memeriksa lembaran tugas milik maasiswanya yang lain.
"Untungnya bini gue duduk di paling belakang,ada kesempatan gue kali ini..." Batin gabriel sambil berjalan kembali ke belakang.
"Cupp..." Gabriel menciumi ubun-ubun kepala tania dengan pelan dan membuat tania terkejut. Gabriel mengedipkan sebelah matanya saat tania melihatnya.
"Entar di lihatin orang" Bisik tania sangat pelan.
"Enggak ada yang berani ngelihat" Balas gabriel sambil mengedipkan sebelah matanya.
"Suami gue bucin banget ya Allah" Batin tania sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Semua mengerti?" Tanya gabriel sambil berlenggang ke depan.
"Mengerti pak" Ucap mereka kompak.
"Baiklah, kerjakan tugas dari halaman 119-131" Ucap gabriel tegas dan membuat mereka terkejut. Tania tak kalah terkejut saat mendengarkan penuturan gabriel.
"Pak kok banyak banget?" Protes tania langsung.
"Enggak ada protes-protes,sekali lagi kamu protes saya tambahin tugas khusus buat kamu" Ucap gabriel tegas. Tania membulatkan mulutnya dan hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Tugasnya di kumpulkan di rumah saya minggu depan,sesudah sholat isya" Ucap gabriel.
Perkelahian tania dan gabriel saat ini sama seperti sebelum mereka menikah. Mulai dari tania yang suka protes dan gabriel yang hobinya memarahi tania. Namun,dari sanalah benih-benih cinta mulai tumbuh.
"Dia masih laki loe kan tan?" Tanya zira saat gabriel sudah pergi keluar kelas. Tania hanya bisa tertawa sambil mengendingkan bahunya.
"Enggak tau gue,hahaha" Ucap tania sambil berlenggang pergi menuju ruang gabriel. Baru saja masuk ke dalam ruang gabriel,tiba-tiba tania di sambut oleh rentangan tangan dari gabriel. Tania berjalan bak vampire dan memeluk gabriel. Gabriel menciumi kening tania dan membuat tania tersenyum.
"Assalamualaikum imam ku" Ucap tania sambil menciumi tangan gabriel.
"Wa'alaikumsalam cinta ku" Balas gabriel.
Gabriel dan tania sudah membuat komitmen,bahwa apabila mereka di kelas,mereka memiliki hubungan dosen dan mahasiswa. Dan apabila sudah keluar dari kelas,hubungan mereka adalah suami istri sah. Jadi mereka sepakat bersikap profesional untuk menjalani kehidupan sehari-hari sesuai dengan tempat dan keadaan.
Setelah keluar dari ruangan gabriel,lagi-lagi tania dan gabriel menjadi pusat perhatian saat gabriel merangkul pinggang tania di depan para mahasiswa.
"Enggak nyangka ya ternyata pak gabriel nikah sama tania" Bisik mahasiswa gabriel.
"Iya enggak nyangka,kabar-kabarnya nih,mereka dulu sering cekcok di kelas" Ucap satunya lagi.
"Yah,namanya jodoh ya,kita enggak ada yang tau" Ucap mereka lagi.
Tania langsung naik motor setelah di pasangkan helm oleh gabriel. Di saat yang bersamaan,di seberang sana terdapat fanya dan raka.
"Eh tan,apa kabar?" Tanya raka menghampiri tania bak tak berdosa. Tania memeluk gabriel dan melihat ke arah raka.
"Eh ka,Alhamdulillah baik semenjak udah enggak ada hubungan sama loe" Balas tania ramah dengan nada menyindir.
"Apaan sih loe" Ucap fanya ketus. Tania menatap fanya sekilas dan langsung melihat ke arah gabriel.
"Em,gue pulang dulu ya" Ucap tania.
"Yuk mas" Ucap tania kepada gabriel. Gabriel menganggukkan kepalanya dan menghidupkan motor.
"Mas?" Ucap raka. Gabriel yang awalnya ingin tancap gas pun kembali mematikan mesin motor dan menghadap raka.
"Lah? Loe enggak tau ya kalau pak gabriel sekarang udah jadi laki gue?" Tanya tania santai. Fanya membulatkan bola matanya sempurna saat mengetahui gabriel sekarang telah menjadi suami tania.
"Biasa aja dong liat laki gue" Ucap tania sambil mengibas-ibaskan tangannya di hadapan fanya.
__ADS_1
"Entar lepas lagi bola mata loe" Sambung tania sinis.
"Eh,Enggak usah sok deh loe jadi orang" Ucap fanya kesal.
"Lah? Siapa yang sok bambang?" Ucap tania sambil tertawa sinis.
"Loe aja yang iri" Ucap tania sambil mencibir. Gabriel tersenyum samar saat mendengar ucapan dari istrinya tersebut.
"Udah fan,udah" Ucap raka menenangkan fanya.
"Oh iya tan,nih undangan nikah gue,datang ya" Ucap raka sambil meyerahkan undangan pernikahannya kepada tania.
"Hem,oke,makasih" Ucap tania.
"Acaranya minggu depan mas,mas ada jadwal enggak?" Ucap tania.
"Tanggal berapa sayang?" Tanya gabriel lembut dan membuat fanya dan raka membulatkan bola matanya sempurna saat mendengarkan kata 'sayang' yang terlontar dari mulut gabriel.
"Tanggal 15 mas" Ucap tania.
"Insya Allah kita usahain datang" Ucap gabriel sambil melihat ke arah raka.
"Makasih pak gabriel" Ucap raka dan di angguki gabriel.
"Oh iya ka,maaf waktu gue nikah lupa ngundang loe" Ucap tania.
"Padahal gue berharap loe bisa hadir" Ucap tania sambil melirik fanya. Fanya pun memutar bola matanya malas saat tania melirik dirinya.
"Enggak apa-apa tan" Ucap raka santai.
"Mas,aku boleh ngobrol bentar nggak sama raka,di atas motor ini aja" Izin tania.
"Boleh sayang,ngobrol aja" Ucap gabriel dan di angguki tania.
"Ka,makasih ya...." Ucap tania.
"Hah? Atas apa?" Tanya raka.
"Atas perlakuan loe yang udah selingkuhin gue tempo hari" Ucap tania.
"Kalau aja loe enggak selingkuhin gue,mungkin aja gue enggak bakal nikah sama mas gabriel"
"Sekali lagi makasih ya ka" Ucap tania sambil tersenyum. Raka enggan menjawab ucapan tania karena merasa malu dengan perbuatannya.
"Gue pernah bilang kan kalau gue enggak bakal pernah nyesal ngelepasin emas buat dapetin berlian"
"Sama halnya kayak gue ngelepasin barang biasa tapi entar bakal di ganti sama yang lebih bagus"
"Dan pastinya gue enggak bakalan nolak kalau dapetin barang bagus" Ucap tania sambil mengingat semua ucapannya.
"Ingat" Jawab raka.
"Dulu loe pernah nanya,siapa berliannya? Ya kan!" Lagi-lagi raka mengangguk.
"Dulu gue enggak tau siapa emas dan siapa berliannya"
"Sekarang gue tau kalau emasnya itu loe dan berliannya itu suami gue" Ucap tania sambil memeluk gabriel dari belakang. Gabriel mengelus pelan tangan tania yang melingkar di perutnya.
"Gue ngelepasin loe demi dapetin sesuatu yang lebih indah,yang lebih menarik dan unik. Siapa lagi kalau bukan suami gue" Ucap tania memuji suaminya.
"One again,thanks ya raka atas semua perlakuan loe selama ini" Ucap tania.
__ADS_1
"Oh iya,gue pulang dulu,makasih ya undangannya" Ucap tania sambil melambaikan tangannya.
"Akh....sial" Upat fanya kesal.