Airin Kesayanganku

Airin Kesayanganku
Episode 90


__ADS_3

"Mas enggak tahan lagi" Ucap gabriel langsung menciumi tania dengan sangat rakus. Tania menepuk-nepuk bahu gabriel dengan kuat. Bukannya berhenti,gabriel makin gencar melahap tania.


"Mas mau apa?" Tanya tania panik saat gabriel mengelus kakinya.


"Unboxing,boleh?" Tanya gabriel dengan nafas terengah-engah.


"Mas...mas...tunggu mas...." Ucap tania sambil menahan dada gabriel. Namun apalah daya,tania tak bisa mengimbangi tenaga gabriel yang besar.


"Akh....." Teriak tania.


"Brukkk...."


Tania terjatuh dari ranjang dengan nafas tersengal-sengal.


"Hah....hah...." Nafas tania tersengal-sengal dan dirinya mengeluarkan banyak keringat.


"Astaghfirullah,gue mimpi apeee...." Tania memukul kepalanya pelan dan menggelengkan kepalanya karena tak percaya dengan apa yang ia alami barusan.


"Gue mimpi di grepek?" Ucap tania yang masih saja terlentang di lantai.


"Huwaaaa....malu bangett" Batin tania histeris. Tania ke dapur untuk minum sebentar.


"Masih bisa sambung tidur nih" Tania melihat jam di handphone gabriel yang menunjukkan waktu tengah malam. Seketika senyum tania mengembang saat melihat fotonya di wallpaper handphone gabriel.


"Em,gue tambah deg-degan nih" Batin tania sambil berusaha berbaring di ranjang tanpa menimbulkan suara.


"Hah....." Nafas keluhan terdengar dari mulut tania. Saat tania tidur membelakangi gabriel,tiba-tiba gabriel memeluk tania dengan erat dan membuat tania mematung.


"Sayang" Panggil gabriel serak.


"Hem?" Tanya hanya mendehemkan suaranya. Saat ini tania di liputi rasa cemas sekaligus malu karena mimpi yang baru saja ia alami.


"Eemm....engg...emngggg" Ucap gabrie dan membuat tania kebingungan.


"Mas kenapa?" Tanya tania yang sekarang menghadap gabriel.


"Emm...engg..." Ucap gabriel. Tania tertawa kecil saat melihat dosen yang sekarang menjabat sebagai suaminya mengigau.


"Emmm....enggg..." Ucap gabriel sambil mempererat pelukkannya.


"Apaan sih mas?" Ucap tania tersenyum sambil menoel-noel pipi gabriel. Gabriel tak terbangun sedikitpun meskipun tania mengganggu tidurnya. Tania menciumi pipi gabriel dan kembali menyambung tidurnya.


*****


"Da da ma...." Tania melambaikan tangannya kepada mama. Mama pun menangis saat tania meninggalkan kediaman mama,karena ia akan tinggal di apartemen gabriel.


"Rumah kost siapa yang tunggu?" Tanya mama.


"Kitaaa..." Teriak bimas dan refan sambil memeluk jingga.


"Woi,kenapa bawa-bawa gue?" Protes jingga sambil melepaskan pelukan si kembar.


"Yaelah,loe kan saudara kita kali" Ucap refan santai.


"Saudara tapi suka" Sindir tania.


"Betul sekali eperibadih" Refan menjentik jarinya dan membuat jingga memukul lengannya.


"Gue emang suka sama loe,jadi gue enggak ngelak" Ucap refan jujur.


"Woi bang,malu...." Ucap bimas sinis.


"Lihatlah pemuda ini,dia tak berani mengungkapkan isi hatinya. Miris sekali..." Ledek refan.


"Gue juga suka sama jingga" Ucap bimas di depan mama,tania,gabriel,refan dan jingga. Jingga yang mendengarkan ucapan bimas hanya bisa memutar bola matanya malas.


"Gue sumpahin loe cepat putus sama fajar" Ucap bimas sambil melirik jingga sinis.


"Woi,apa-apaan sumpah loe" Ucap jingga tak terima. Jingga berlari mengejar bimas yang menyumpahinya putus dengan fajar.


"Jadi kedua anak mama ini suka sama jingga?" Tanya gabriel dan di angguki mama.

__ADS_1


"Dan mama tau?" Tanya gabriel lagi.


"Tau dong,setiap hari yang di ributin cuma jingga terus" Ucap mama.


"Sedangkan yang di sukai udah punya pacar" Sambung mama.


"Siapa?" Tanya gabriel sambil melirik jingga.


"Pak fajar,guru di sekolah mereka,tiap hari kerjaanya bucin terooos" Ucap tania dan membuat jingga tertawa.


"Jingga,nikah yuk" Ucap refan tiba-tiba. Mama langsung menepuk pipi refan dan membuat refan terkejut.


"Banyak-banyakin istighfar ya nak,biar enggak eror kayak gini..." Ucap mama dan membuat refan cemberut.


*****


Setelah mengalami drama yang panjang sebelum berangkat kerumah gabriel. Akhirnya,tania sudah tiba di rumah gabriel.


Tania mengedarkan pandangannya keseluruh rumah gabriel. Saat membuka pintu kamar,tiba-tiba kaki tania merasakan sesuatu yang berbulu dan sangat lembut.


"Kochengggg" Teriak tania histeris. Gabriel langsung berlari ke arah tania karena mendengarkan teriakan tania. Gabriel langsung menggendong mochi yang berada di dekat tania.


"Mochi enggak gigit orang kok sayang...." Ucap gabriel.


"Iya kan mochi?" Tanya gabriel sambil melihat mochi.


"Miauu" Mochi menjawab ucapan gabriel dan membuat tania terkejut.


"Di respond?" Tanya tania ketakutan.


"Iya,mochi kan kucing pintar...." Ucap gabriel sambil memeluk mochi dengan gemas.


"Mochi,perkenalkan ini bunda airin" Ucap gabriel memperkenalkan tania.


"Baik-baik sama bunda ya mochi,meskipun bunda takut sama kamu" Sambung gabriel lagi.


"Mas...mochi-nya kurung sebentar,boleh?"


"Mas,baju di atas kasur" Teriak tania agar dapat di dengar oleh gabriel yang sedang mandi.


"Iya sayang,makasih" Balas gabriel.


Tania memasak di dapur dengan bahan yang sudah ia beli bersama gabriel di supermarket sebelum ia ke apartemen. Saat sedang sibuknya masak,tania merasakan adanya pelukan dari belakang.


"Masak apa sayang" Ucap gabriel sambil menyanggah dagunya di pundak tania.


"Sup ayam mas,mas enggak alergi ayam kan?" Tanya tania.


"Alhamdulillah mas enggak ada alergi apa-apa sama makanan" Ucap gabriel sambil memperhatikan tangan tania yang sibuk memasak.


"Katanya enggak bisa masak?" Ucap gabriel teringat akan tania yang pernah memakan mie instan di apartemennya dengan terpaksa karena tak bisa memasak


"Hehe,bisa dong"


"Airin cuma mau masak buat suami airin aja,hehe" Ucap tania


"Berarti selama ini bohong dong kalau enggak bisa masak?" Tanya gabriel.


"iya" Jawab tania santai.


"Yang buat kopi?" Tanya gabriel lagi.


"Sama,airin juga bohong,hehe" Cengenges tania dan membuat gabriel tersenyum. Setelah semua hidangan selesai,tania dan gabriel langsung menyantap makanan.


"Alhamdulillah,enak banget" Ucap gabriel sambil melahap makanan yang di masak oleh tania.


"Alhamdulillah kalau gitu" Tania mengembangkan senyumnya saat gabriel memuji maskannya.


"Mas,anak-anak kelas nanti malam datang buat kumpulin tugas ya?" Tanya tania dan di angguki gabriel.


"Terus,tugas airin gimana?" Tanya tania terkejut.

__ADS_1


"Nanti malam mas tunjukin gimana cara ngerjainnya,tapi kerjain sendiri ya?!" Ucap gabriel.


"Siap boss" Tania hormat layaknya anak paskibra dan membuat gabriel tertawa.


"Enggak mau mas buatin tugasnya?" Tanya gabriel dan di gelengi tania.


"Enggak usah repot-repot,airin masih bisa kerjain sendiri" Ucap tania dan membuat gabriel menggelengkan kepalanya.


"Mas sholat ke masjid dekat sini,airin enggak apa-apa di rumah sendiri kan sayang?" Tanya gabriel.


"Enggak apa-apa mas" Ucap tania.


"Nanti kalau mereka udah ada yang datang,suruh aja masuk" Ucap gabriel dan di angguki tania.


"Mas sholat dulu ya sayang" Pamit gabriel sambil menciumi kening tania.


"Iya mas hati-hati" Ucap tania. Baru sebentar gabriel meninggalkan tania,tiba-tiba pintu apartemen di ketuk oleh seseorang.


"Lah? Kok balik lagi mas?" Tania terkejut saat melihat gabriel berdiri di depan pintu apartemen.


"Kangen..." Ucap gabriel manja sambil memeluk tania. Tania tertawa sambil membalas pelukan gabriel dengan erat.


"Pergi sholat gih,bentar lagi waktunya azan" Usir tania dengan halus dan di angguki cepat oleh gabriel.


*****


Tania membuat tugasnya bersama dengan teman-teman kelasnya di apartemen. Mereka datang beramai-ramai untuk mengumpulkan tugas. Karena banyak kesalahan yang mereka buat,akhirnya gabriel meminta mereka memperbaiki semua tugas yang salah di rumah gabriel.


"Loe tinggal di sini sekarang tan?" Tanya teman tania.


"Iya dong,kan sekarang pak gabriel laki gue" Ucap tania santai.


"Wah,sampai sekarang gue enggak percaya kalau loe beneran udah nikah sama pak gabriel tan" Ucapnya lagi sambil sibuk mengetik tugas.


"Aldi,tugas kamu gimana? Udah kelar?" Tanya gabriel.


"Dikit lagi pak" Jawab aldi,teman sekelas tania.


"Mas,aku capek banget,boleh tidur duluan nggak?" Bisik tania di telinga gabriel.


"Boleh,tidur aja duluan,nanti mas nyusul" Ucap gabriel dan di angguki tania. Sekarang tania mencari ide yang tepat untuk kabur ke kamar.


"Mas,mama telepon nih..." Ucap tania berbohong sambil mengambil handphone gabriel.


"Angkat aja..." Jawab gabriel yang sudah tahu rencana tania.


"Guys,gue pamit ya...." Ucap tania dan di angguki semua teman-temannya.


"Ahh...akhirnya" Tania langsung melompat ke atas kasur dan mencari posisi yang nyaman untuk tidur.


Saat semua mahasiswa-nya pulang,gabriel langsung ke kamar untuk beristirahat.


"Capek banget kayaknya sampai-sampai kunciran rambut belum di lepas" Ucap gabriel sambil melepaskan kunciran rambut tania.


Gabriel melihat tania yang sedang tidur di hadapannya. Tak sampai di situ,gabriel menciumi pipi serta kening tania dan menyubit kecil pipi tania gemas.


"Good night kesayanganku...." Ucap gabriel sambil menciumi pipi tania.


...Hahahahaha,gemees bangett sama nih pasangan......


...See u next part ya readers🙈...


...Kalau ada masukan atau pun pertanyaan,kalian boleh datang ke grup chat author yaaa. Atau juga bisa Chat author di media sosial author: ...


...Ig: nabilllaaaptr_...


...fb: nabila aulia ...


...Di fb author jarang on,tapi kalau di ig sering on meskipun enggak ada yang menarik di ig thor,hehehe.......


...SEE U NEXT PART YA READERS✨...

__ADS_1


__ADS_2