Airin Kesayanganku

Airin Kesayanganku
Episode 106


__ADS_3

"Hoek....." Tania memuntahkan sarapan paginya di wastafel. Sedangkan gabriel megelus pelan punggung tania dan menatap istrinya penuh rasa khawatir.


"Langsung ke rumah sakit aja kita yuk sayang" Ucap gabriel panik. Tania menggelengkan kepalanya dan bejalan ke ranjang dengan di tuntun oleh gabriel.


"Airin duduk sebentar ya mas" Ucap tania mulai melemah. Gabriel menganggukkan kepalanya dan mengelus pelan pundak istrinya.


*****


Karena merasa lebih enakan,akhirnya tania dan gabriel pergi ke rumah sakit untuk memeriksa keadaan tania.


Setelah mengalami antrian yang cukup panjang,akhirnya tania dan gabriel di persilahkan masuk oleh suster yang bertugas.


Dokter memeriksa keadaan tania dan meneliti tania dengan seksama.


" Muntah terus dari pagi istrinya ya pak?" Tanya dokter dan di angguki gabriel.


"Iya dokter" Jawab gabriel.


"Suka begadang ya bu?" Tanya dokter dan di angguki tania. Setelah selesai memeriksa keadaan tania,dokter langsung duduk di hadapan mereka.


"Akhir-akhir ini istrinya sering mual ya pak?" Tanya dokter.


"Beberapa minggu yang lalu iya dokter,waktu saya kerja keluar kota" Ucap gabriel menjelaskan.


"Tapi malam tadi malam muntah beberapa kali,karena enggak suka cium aroma makanan" Jelas gabriel.


Dokter meminta tania untuk menampung air maninya di dalam cup kecil. Tanpa banyak bertanya,akhirnya tania menuruti instruksi dokter.


"Ada keluhan lain pak?" Tanya dokter dan di gelengi gabriel. Namun,tiba-tiba dokter meminta mereka ke ruangan anisa yang berada di sampingnya.


"Istrinya di usg ya pak"


"Tapi di ruangan dokter anisa dan nanti akan di jelaskan secara terperinci oleh dokter anisa" Ucap dokter tersebut.


"Memangnya istri saya kenapa dokter?" Tanya gabriel khawatir.


"Nanti akan di jelaskan oleh dokter anisa ya pak" Ucap si dokter. Tania dan gabriel pun berjalan masuk ke dalam ruang nisa.


"Duduk bu tania dan 'pak gabriel' " Ucap nisa jahil karena menekan kata pak gabriel. Gabriel memutarkan bola matanya malas.


"Pakai bahasa formal atau gimana nih?" Tanya nisa.


"Bahasa satai aja" Ucap gabriel datar.


"Widih,santai dong balok es" Ucap nisa dan membuat tania tertawa kecil.


"Tania,yuk baring di sini sebentar" Ucap nisa. Tania membaringkan tubuhnya di atas bangkar.


"Maaf ya bajunya di angkat dikit" Ucap dokter nisa. Namun tangan nisa di pukul pelan oleh gabriel menggunakan penggaris yang ia ambil di atas meja nisa.


"Kenapa di buka?" Ucap gabriel sambil menatap nisa dengan nada tak terima. Nisa mengambil penggaris di tangan gabriel dan menepuk wajah gabriel menggunakan penggaris tersebut.


"Plak...." Cukup nyaring suara yang di hasilkan saat nisa menepuk wajah gabriel dan membuat gabriel mengelus pipinya.


"Mau di USG gabriel...." Ucap nisa jengah.


"Lagian gue cewek,masa sama cewek aja loe cemburu kalau perut bini loe gue lihat?!" Ucap nisa kesal.


"Gue enggak mau di lihat sama orang lain" Ucap gabriel sambil melihat nisa dengan tatapan tak sukanya. Akhirnya nisa memberikan alat usg tersebut kepada gabriel dan membuat gabriel kebingungan.


"Loe periksa sendiri perut bini loe kalau kayak gitu!" Ucap nisa sambil mendengus kesal.


"Gue bukan anak kedokteran" Ucap gabriel protes.


"Makanya jangan marah kalau perut bini loe gue lihat" Ucap nisa sambil merebut kembali alat usg tersebut.


"Udah mas,mas nurut aja ya" Ucap tania sambil mengelus pelan lengan tania. Gabriel mencium pucuk kepala tania dan menganggukkan kepalanya. Nisa menatap gabriel dengan tatapn jijiknya. Gabriel yang di tatap seperti itu pun menatap nisa dengan sengit.


"Loe kenapa?" Tanya gabriel.

__ADS_1


"Aneh sekaligus jijik waktu ngeliat loe bucin" Ucap nisa. Gabriel memutar bola matanya malas. Tania hanya tertawa kecil setelah mendengarkan ucapan teman suaminya.


Nisa memeriksa perut tania dan meminta gabriel dan tania melihat ke monitor secara seksama.


"Keliatan nggak titik kecil sebesar biji kacang hijau di layar?" Tanya nisa dan di angguki oleh tania dan gabriel.


"Nanti saya jelasin ya bu tania"


"Tapi lihat aja monitor secara seksama" Ucap nisa. Setelah melakukan pemeriksaan,tania kembali duduk di kursi samping gabriel.


"Mau dengar kabar baik atau kabar buruk dulu?" Tanya nisa dengan wajah serius. Gabriel pun mulai penasaran dengan raut wajah nisa sekarang. Pasalnya,nisa yang ia kenal sangat sulit memasang wajah serius dan di kenal sebagai perempuan yang tak bisa diam. Gabriel pun tak menyangka bahwa nisa bisa menjadi dokter seperti sekarang ini dengan sikap petakilannya sedari dulu.


"Kabar buruk" Ucap gabriel sambil menggenggam erat tangan tania. Tania terlihat sangat khawatir dan menatap gabriel.


"Sekarang gue mau beritakan kabar buruknya adalah..."


"Bini loe masuk angin gab dan enggak boleh makan yang aneh-aneh" Ucap nisa.


"Dan...." Ucap nisa sambil menghela nafasnya panjang.


"Maaf sebelumnya,saya mengungkit kejadian yang lampau" Ucap nisa dengan bahasa formal.


"Dulu tania pernah kecelakaan kan gab? Dan di vonis dokter susah hamil?" Ucap nisa.


"Iya" Jawab gabriel sambil menggenggam tangan tania.


"Apa yang loe lakuin waktu tau bini loe susah dapat keturunan?" Tanya nisa serius.


"Gue cuma bisa berusaha dan berdoa aja sekaligus berharap banget bisa di karuniai anak" Ucap gabriel dan membuat air mata tania keluar tanpa di minta.


"Jika keinginan loe terwujud,hal apa yang loe lakukan selanjutnya?" Tanya nisa.


"Gue bakal berterima kasih banget sama Allah dan berusaha mendidik anak gue sebaik mungkin" Ucap gabriel sungguh-sungguh. Tania terisak saat mendengarkan penuturan gabriel dan membuat gabriel menghapus air mata istrinya dengan lembut.


"Ingat gab,ucapan loe sekarang di saksikan sama Allah dan malaikat" Ucap nisa dan di angguki gabriel.


"Oh iya,gue belum kasih hasil pemeriksaan dari air mani bini loe kan gab?" Tanya nisa dan di gelengi gabriel.


"Baca bismillah bersamaan sama tania" Sambung nisa. Setelah amplop di tangan mereka,gabriel dan tania pun membuka amplop dan membaca secara seksama.


"Positif hamil?" Ucap gabriel tak percaya. Nisa menganggukkan kepalanya dan membuat gabriel menangis sambil memeluk tania. Tania juga merasakan kebahagiaan yang di rasakan oleh suaminya sekarang ini.


"Selamat gabriel,tania,doa kalian terwujud dengan cepat" Ucap nisa sambil mengembangkan senyum bahagianya.


"Alhamdulillah Ya Allah" Ucap gabriel sambil menciumi ubun-ubun istrinya. Sedangkan air mata tania tak berhenti mengalir sedari tadi.


"Makasih Ya Rabb" Kali ini tania bersuara dan membuat nisa tersenyum.


"Usia kandungan tania sekarang 4 minggu gab" Ucap nisa dan membuat tania dan gabriel tak percaya.


"Karena kandungan tania kuat,tania enggak perlu bed rest kayak ibu-ibu hamil lainnya" Ucap nisa.


"Tapi tolong perhatikan pola makan tania,makan asupan yang bergizi dan juga seimbang"


"Oh iya,makan buah juga perlu dan yang paling penting tania enggak boeh stress apalagi kecapean" Ucap nisa mengingatkan.


"Makasih atas masukannya nisa" Ucap gabriel dan di angguki nisa.


"Usg sekali lagi boleh kan nis?"


"Gue kan enggak tau kalau yang loe lihatin tadi anak gue" Ucap gabriel. Sekali lagi tania melakukan usg dan membuat gabriel merasakan detak jantung yang tak karuan.


"Makasih ya sayang" Ucap gabriel sambil mengelus perut tania.


"Makasih kembali mas" Ucap tania sambil memegang tangan gabriel yang berada di perutnya.


Karena masih merasakan mual,akhirnya nisa memberikan resep pereda mual dan vitamin khusus ibu hamil kepada tania.


"Sudah ini otw beli susu buat ibu hamil ya bu tania" Ucap nisa setengah berteriak saat tania dan gabriel sudah berlenggang jauh dari ruangnya.

__ADS_1


"Otw..." Ucap gabriel bersemangat.


"Mantap" Balas nisa tak kalah bersemangat. Pengunjung rumah sakit pun menatap nisa dengan tatapan aneh.


"Eh,maaf ya para pengunjung" Ucap nisa merasa tak enak hati.


Saat berada di mobil,tania tak hentinya mengelus perutnya yang masih datar. Dalam hatinya,tania terus berdzikir mengagungkan nama Allah.


"Assalamualaikum anak ayah" Ucap gabriel sambil mengelus perut tania yang masih datar.


"Wa'alaikumsalam ayah" Balas tania seimut mungkin.


"Sehat-sehat ya sayang" Ucap gabriel sambil megecupi jidat tania.


"Makasih ya sayang" Sambung gabriel sambil menciumi kening tania dengan penuh kasih sayang.


"Sama-sama mas" Ucap tania. Gabriel menarik tangan tania dan menempelkannya di dada.


"Mas deg-deg an banget sayang" Tania merasakan detak jantung yang kencang saat memegang dada gabriel.


"Airin masih enggak percaya mas kalau di dalam perut airin udah ada anak kita" Ucap tania sambil mengelus pelan perutnya.


"Satu hal yang dapat kita simpulkan sayang,bahwa Allah memberikan kejutan setelah kita mengalami kejadian yang luar biasa menyakitkan" Ucap gabriel sambil mengemudi namun tangannya mengelus pelan perut tania.


Ingatan gabriel kembali berputar saat mengingat kejadian tania mengalami kecelakaan. Saat iti,Gabriel yang berada di sana pun merasakan sakit yang sama seperti tania rasakan. Tersirat rasa keputus asaan di diri tania. Namun dengan cepat gabriel mengobati luka tersebut dengan menikahi tania dan memberikan cinta serta kasih sayang kepada tania. Siapa sangka waktu menikah tania sangat memuliakan gabriel yang memiliki status sebagai suaminya.


*****


"Airin mau makan apa sayang?" Tanya gabriel setelah mereka telah kembali dari supermarket untuk membeli susu ibu hamil untuk tania.


"Airin takut mual lagi mas" Ucap tania sambil memandangi gabriel.


"Nanti kalau kepingin sesuatu bilang ya sayang" Ucap gabriel sambil mengelus kepala istrinya.


"Iya mas" Ucap tania.


Sepanjang perjalanan pulang,tania tak menginginkan sesuatu untuk ia makan. Saat melihat gabriel menyusun bahan masak di dalam kulkas,tiba-tiba tania langsung menginginkan sesuatu.


"Mas airin mau makan kecambah" Ucap tania.


"Tapi mas yang buatin" Sambung tania. Gabriel menggarukkan tengkuknya dan menatap tania.


"Kan mas enggak bisa masak sayang" Ucap gabriel tersenyum cengengesan.


"Tapi airin maunya mas yang masakin" Ucap tania manja.


"Airin sebutin prosedur pembuatannya ya sayang,biar mas yang masakin buat airin dan dedek" Ucap gabriel dan membuat tania langsung mengembangkan senyumnya.


Setelah makan dan membersihkan diri,tanpa terasa hari sudah gelap dan waktunya untuk mengistirahatkan badan. Saat ini gabriel dan tania bersandar di kepala ranjang sambil melihat foto usg bayi mereka.


"Cepat lahir ya anak ayah" Ucap gabriel sambil menciumi perut tania. Tania mengelus pelan kepala gabriel sambil melihat foto usg tadi.


"Maafin bunda ya sayang,kemarin bunda ngajakin dedek lari pagi sama ayah" Ucap tania.


"Untung dedek kuat" Sambung tania. Gabriel menciumi perut tania dengan gemas dan membuat tania merasakan geli.


"Sehat-sehat ya sayang" Ucap tania dan gabriel bersamaan. Gabriel mengelus perut tania dan menciuminya dengan penuh kasih sayang.


"Berarti bibit mas top kan sayang?" Tanya gabriel sambil tersenyum tengil. Tania memanyunkan bibirnya sambil tersenyum geli.


"Iya,mas hebat" Ucap tania menggoda dan membuat gabriel tertawa.


"Bundanya juga harus sehat" Ucap gabriel sambil menciumi kening tania. Tania menganggukkan kepalanya dan membenamkan kepalanya di dada bidang gabriel.


...Hah.... Capek juga ngetik sepanjang ini readers...


...Dibutuhkan imajinasi yang tinggi meskipun kebanyakan cerita kayak gini. But,kalian harus hargai kerja keras thor ya dengan cara like dan komentar. ...


...Sampai di tahap ini merupakan hal yang tersulit yang thor kerjain,meskipun di mata readers biasa aja. But,thor bangga banget sama diri thor,hahahaha. Akhirnya airin hamil dan hal ini merupakan hal yang paling di tunggu-tunggu. ...

__ADS_1


...See u di cerita selanjutnya ...


...❤️ dari thor untuk readers semua...


__ADS_2