Airin Kesayanganku

Airin Kesayanganku
Episode 36


__ADS_3

Tok...tok...tok....


Terdengar suara ketukkan pintu dari luar rumah. Tania pun membuka pintu dan mendapati raka dan fanya datang ke rumahnya malam hari ini.


Raka dan fanya membawa beberapa kotak kue dan memberikannya kepada tania.


"Loe berdua aja?" Tanya tania dengan nada sinis-nya.


"Iya,dari tadi sore sih kita ketemu" Ucap fanya.


"Soalnya gue ketemu fanya di jalan,terus gue suruh dia naik aja ke mobil" Ucap raka memberikan penjelasan.


"Berarti yang gue lihat tadi itu memang benar raka sama fanya"


"Tapi gue kira mereka berdua selingkuh di belakang gue"


"Astaghfirullah taniaa... Jangan su'udzon,inget bentar lagi loe nikah..." Batin tania sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Loe kenapa tan?" Tanya raka.


"Eh?" Ucap tania.


"Em,enggak ada apa-apa" Sambung tania. Mereka bertiga bercerita tentang keseharian mereka dan cukup terbawa suasana.


"Em,tan..." Ucap raka.


"Hem?" Tanya tania.


"Gue mau ngomong kalau sebenarnya tujuan gue ke sini itu buat ngasih tau kalau gue ada jadwal dadakan keluar kota di hari nikahan kita" Ucap raka penuh keraguan.


"Terus?" Tanya tania.


"Terus,gimana kalau kita undur lagi. Dua minggu setelahnya baru kita adain pernikahan" Ucap raka lagi.


"Gue sih gimana loe aja" Ucap tania santai. Seketika mata fanya langsung berbinar.


"Woi anjrit,kok loe malah senang sih?" Upat tania kesal.


"Eh? Loe ngomong sama gue?" Tanya fanya kebingungan sambil menunjuk dirinya.

__ADS_1


"Enggak,sama gigi loe"


"Ya sama loe lah pe'ak" Ucap tania kesal. Fanya hanya cengengesan saat di upat oleh tania.


"Kenapa loe senang kalau nikah gue di undur?" Tanya tania sinis.


"Gue bukan senang,gue terharu waktu tau jadwal nikah loe di undur" Ucap fanya dengan ekspresi wajah yang langsung di buat sedih. Tania hanya memutar bola matanya jengah.


"Bullshit loe" Ucap tania ketus.


"Woi raka,terus gimana undangannya?" Tanya tania kesal.


"Kan semua undangannya kan udah di cetak" Ucap tania.


"Tinggal pesan lagi aja tan,entar gue yang pesanin" Ucap raka santai. Tania kembali mendengus kesal setelah mendengarkan penuturan raka.


"Fan,loe kok jarang ke kampus sih akhir-akhir ini?" Tanya tania.


"Gue lagi males ke kampus tan,mager..." Ucap fanya.


"Enggak bakal wisuda loe sampai turun dajjal kalau kayak gini terus" Ucap tania. Jika tadi tanya mendengus kesal,sekarang giliran fanya yang berdengus kesal akibat nasehat dari tania.


*****


"Hehehe,buk tatan" Ucap jingga cengengesan sambil menyembulkan kepalanya di pintu.


"Kenapa je?" Tanya tania. Jingga langsung memberikan kotak makan di atas meja tania sambil tersenyum manis.


"Wah tumben loe ngasih gue. Makasih ya je" Ucap tania sabil mengambil kotak tersebut. Belum sempat tania mengambil kotak tersebut,tangan jingga kembali menarik dan memeluk kotak makan tersebut. Tania pun langsung memutar bola matanya malas saat jingga mengambil kembali kotak makan tersebut.


"Ini buat pak fajar" Ucap jingga.


"Bukan buat loe tatan" Sambung jingga. Tania langsung memutar bola matanya malas.


"Jangan di makan,entar bebep gue kelaparan lagi" Ucap jingga.


"Iya,iya. Udah pergi sana" Ucap tania. Jingga pun melambaikan tangannya dan langsung pergi dari ruangan tania.


Tak lama berselang,orang yang di nanti jingga pun datang. Ia adalah fajar,guru yang juga mengajar di sekolah tempat tania mengajar. Ia mempunyai karismatik yang cukup tinggi. Tak hanya itu,ia juga termasuk guru terdingin dan terganteng di sekolah tempat tania mengajar.

__ADS_1


Fajar dan gabriel memiliki kemiripan yang sama,yaitu jarang berbicara. Jika gabriel akan mengomel di depan tania dan akan bersikap dingin terhadap mahasiswi lain,sama halnya dengan fajar. Fajar akan banyak ngomong dan sangat ceria jika bersama jingga,akan tetapi sangat dingin terhadap guru maupun murid lain.


"Nih,di kasih jingga" Tania menjulurkan kotak makan tersebut kepada fajar. Tanpa mengucapkan sepatah kata pun fajar mengambil bekal dan berlenggang pergi.


"Heh,kalau enggak mikir dia dekat sama jingga,enggak bakal gue diamin tuh laki"


"Ngomong makasih aja susah banget" Upat tania kesal.


"Makasih" Ucap pak fajar seadanya. Tania hanya bisa mendengus kesal saat fajar masih saja bisa mendengar upatannya.


Setelah selesai mengajar,tania langsung menuju rumahnya. Namun,baru sampai di depan halaman,tania di kagetkan oleh mamanya yang sedang mengobrol dengan gabriel.


Tania mengulurkan tangannya dan menciumi tangan sang mama. Saat berjalan di depan gabriel,tania langsung menaikan sebelah alisnya saat gabriel mengulurkan tangannya kepada tania.


"Apaan nih?" Tanya tania.


"Salam" Ucap gabriel sambil melihat tania dengan tatapan datarnya.


"Ogah" Jawab tania langsung. Tania langsung memasuki kamarnya,sedangkan gabriel asyik mengobrol dengan mama di teras rumah.


"Tania anaknya memang gitu ya bu?" Tanya gabriel. Mama tania pun langsung menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.


"Dulu dia enggak kayak gitu nak" Ucap mama.


"Dia itu periang banget,manja,terus penyayang" Ucap mama tania.


"Terus kenapa waktu udah besar kayak gitu sikapnya?" Tanya gabriel penasaran.


"Rahasiaa..." Ucap mama cengengesan.


Mama tania pamit ke dapur sebentar untuk mengambilkan gabriel air. Dan tak lama berselang,mama membawakan minum beserta camilan.


"Oh ya,kalau boleh tau ini temannya tatan ya?" Tanya mama.


"Oh,maaf bu,saya lupa memperkenalkan diri"


"Saya gabriel,dosennya tania" Ucap gabriel.


"Tapi biasanya saya manggil anak ibu airin sih,enggak apa-apa kan bu?" Tanya gabriel.

__ADS_1


"Enggak apa-apa. Tapi kok manggil si tania 'airin' sih?" Tanya mama.


"Rahasiaa..." Jawab gabriel dengan nada yang sama seperti di ucapkan mama tania tadi. Mama tertawa saat gabriel menirukan ucapannya tadi.


__ADS_2