Airin Kesayanganku

Airin Kesayanganku
Episode 75


__ADS_3

"Tampar..." Ucap fanya. Raka pun melihat tania dengan seksama. Tania yang di tatap seperti itu pun langsung menaikkan sebelah alisnya.


"Kenapa? Mau tampar? Tampar aja,nih..." Ucap tania menunjukkan pipinya.


Raka langsung memegang bahu tania dan menatap tania. Tania yang di perlakukan seperti itu pun langsung menepis tangan raka dan mundur satu langkah.


"Maafin gue tan,gue khilaf" Ucap raka di depan tania. Fanya yang mendengarkan itu pun menggebrak meja dengan sangat kuat.


"Sekarang gue tanya,mau loe apa?" Tanya tania sambil melihat raka.


"Gue tetap mau ngelanjutin hubungan kita" Ucap raka sambil menatap tania.


"Loe pikir-pikir dulu deh" Ucap tania.


"Kalau loe nikah sama gue tujuan loe cuma terfokus di ranjang,maaf banget ka,gue enggak ahli di ranjang" Ucap tania langsung.


"Mendingan loe sama dia,dia kayak nya pro banget kalau urusan ranjang" Ucap tania sambil melirik fanya.


"Enggak tan,gue tetap milih loe jadi bini gue" Ucap raka.


"Sayang...." Ucap fanya marah.


"Maaf fan,gue enggak bisa ngelanjut-in hubungan ini sama loe"


"Gue tetap milih tania" Ucap raka lagi dengan tegas.


"Bullshit anjing" Ucap tania kasar. Kesabaran tania lagi-lagi di uji saat melihat prilaku raka.


"Istighfar airin..." Bayangan gabriel langsung menghantui tania di saat tania melontarkan kata-kata kasar.


"Astaghfirullah" Batin tania.


"Sekarang gue kasih loe beberapa hari buat pikir deh ka..."


"Loe pilih gue atau fanya" Ucap tania.


"Enggak usah terburu-buru nentuin keputusannya" Sambung tania lagi.

__ADS_1


"Sekarang gue kasih keputusan,gue tetap milih loe dan ninggalin fanya" Ucap raka tegas.


"Loe yakin?" Ucap tania dan di angguki raka.


"Kalau loe ketahuan kayak gini lagi gimana?" Tanya tania.


"Gue enggak bakal kayak gini lagi,janji" Ucap raka. Tania mengangkat sebelah alisnya dan menganggukkan kepalanya.


"Oke,buktiin janji loe" Ucap tania.


"Gue pulang dulu ya,jal*ng,eh...ups..." Ucap tania berlenggang pergi dengan senyuman psikopatnya.


*****


Setelah mengantar tasya dan rara pulang,sekarang tania sudah tiba di rumahnya. Tania pun langsung masuk ke kamar untuk membersihkan diri.


"Eh tan,tugas gue belum selesai nih" Ucap zira di sambungan telepon.


"Tugas sama siapa?" Tanya tania.


"Kerjain dong zir" Ucap tania.


"Sumpah,kerjaan gue banyak banget di laundry nyokap" Ucap zira.


"Otw ke sana gue" Ucap tania.


"Mau ke mana malam-malam?" Tanya mama.


"Anak gadis kok keluar malam-malam,baru juga sampai di rumah,udah pergi lagi" Ucap mama mengomel tania.


"Mau ke tempat zira ma,terus ngumpulin tugas ke rumah pak gabriel" Ucap tania sambil memasang helm-nya.


"Yaudah kalau gitu mama izinin,baik-baik di jalan" Ucap mama dan di angguki zira.


Tania sudah sampai di tempat zira. Zira tampak sibuk dengan kerjaannya,sedangkan tania tampak sibuk mengerjakan tugas zira.


"Kapan loe janji kumpulin nih tugas?" Tanya tania.

__ADS_1


"Malam ini" Ucap zira lagi.


"Pak gabriel minta di print,jadi dia enggak terima tugas dalam bentukkan file" Ucap zira.


"Ck,loe sibuk gini,siapa yang mau nganterin tugas ke rumah pak gabriel?" Tanya tania.


"Loe aja tan,kan loe juga sekalian nganterin tugas junior ke rumah dia" Ucap zira. Tania langsung mengembang kempiskan hidungnya dan menatap tania malas.


"Hem,beruntung banget loe ya"


"Udah gue bantuin buat tugas,sekarang gue juga yang nganterin tugas punya loe" Ucap tania.


"Itu lah fungsinya sahabat" Ucap zira menepuk pundak tania.


*****


Setelah sampai di apartemen milik gabriel,tania langsung mengetuk pintu. Akan tetapi,tak ada sedikit pun sautan dari dalam. Tania langsung menelepon gabriel,akan tetapi dering handphone gabriel terdengar oleh tania yang berada di luar.


"Nih orang ketiduran atau pergi tapi enggak bawa handphone sih?" Ucap tania kesal.


Tania kembali mengetuk pintu apartemen gabriel berulang-ulang kali,sehingga tetangga gabriel pun keluar karena terganggu oleh ulah tania.


"Cari siapa kak?" Ucap bocah seusia bimas.


"Pak gabriel" Ucap tania langsung.


"Oh,pak gabriel jam segini biasanya masih di mushollah kak,palingan bentar lagi pulang" Ucap bocah tersebut.


"Hem,oke..." Ucap tania. Bocah tersebut kembali masuk ke dalam rumahnya. Sedangkan tania sekarang hanya bisa duduk di depan pintu dan menundukkan kepalanya.


"Airin?" Gumam gabriel saat melihat seorang perempuan yang tengah duduk di depan pintu apartemen miliknya.


Dengan sangat jahil,gabriel enggan membangunkan tania. Gabriel langsung membuka pintu apartemen-nya dan membuat tania yang bersandar langsung jatuh.


"Brak...."


"Aduh...."

__ADS_1


__ADS_2