Airin Kesayanganku

Airin Kesayanganku
Episode 80


__ADS_3

Hari ini tania melakukan rutinitasnya seperti biasa. Setelah mengajar di kelas seniornya,tania langsung pergi menuju kantor gabriel untuk menagih hutang gabriel,yaitu membawanya pergi jalan-jalan.


Saat sudah sampai di parkiran kantor gabriel,tania kembali teringat dengan kejadian raka dan fanya semalam.


Semalam,rencananya tania dan gabriel akan makan bersama. Akan tetapi, tania teringat dengan semua perlengkapan pernikahannya dengan raka. Tania langsung meminta gabriel pergi bersamanya untuk menghantarkan semua perlengkapan nikah yang sudah di beli oleh raka.


Orang tua raka terkejut saat melihat kehadiran tania dan gabriel. Bukannya marah karean kedok anaknya telah dibuka,orang tua raka malah meminta maaf kepada tania karena malu akan perbuatan raka.


Namun,lamunan tania langsung menghilang saat merasakan panasnya terik matahari di parkiran. Tania langsung masuk ke dalam kantor gabriel. Dengan santainya,gabriel menunggu di ruang tunggu.


"Mbak cari siapa?" Tanya seorang perempuan muda berhijab yang sangat ramah.


"Pak gabriel ,tapi kata dia saya suruh tunggu di sini" Ucap tania dan di angguki perempuan tersebut. Saat sedang asyik memainkan handphone-nya,tiba-tiba datang lagi seorang perempuan dengan wajah tak senangnya melihat tania.


"Cari siapa?" Tanya nya dengan nada sinis.


"Pak gabriel" Jawab tania masih berusaha menahan emosinya.


"Pak gabriel masih meeting" Ucap perempuan tersebut.


"Tau" Ucap tania acuh. Perempuan tersebut langsung menatap tania dengan tatapan tak sukanya dan melirik tania dari atas sampai bawah.


"Loe siapanya pak gabriel?" Tanya perempuan tersebut dengan sinis.


"Menurut loe?" Tanya tania sambil menyunggingkan senyumnya dengan sinis. Mendapati pertanyaan dari tania,perempuan tersebut menatap tania dengan cara meremehkan.


"Di bayar berapa loe sama pak gabriel?" Tanya perempuan tersebut.


"Maksud loe?" Tanya tania sambil mengangkat sebelah alisnya.


"Jangan sok-sok polos deh loe" Ucap perempuan tersebut dengan cara meledek tania.


"Eh,maaf sebelumnya nih ya mbak,saya itu asdos nya pak gabriel,bukan partner ranjangnya pak gabriel" Ucap tania.


"Sekarang belum jadi partner ranjang,entah kalau dia udah nikah sama gue" Ucap tania gamblang. Perempuan tersebut kembali menatap tania dengan meremehkan.


"Pak gabriel doyan sama yang gede kali,enggak sama yang tepos" Ucap perempuan tersebut sambil melihat badan tania.


"Kalau kelewatan gede mah,bukannya puas,malah jadi eneg" Ucap tania membalas ucapan perempuan tersebut sambil tersenyum meledek.


"Eh mbak" Ucap tania kepada perempuan julid tadi


"Tolong bilangin sama pak gabriel kalau saya sudah di bawah" Ucap tania.


"Heh? Siapa loe nyuruh-nyuruh gue?" Ucap perempuan itu tak suka.


"Loe bawahannya pak gabriel kan? Dari tampang-tampang kayak loe nih memang cocok jadi bawahan,masa atasan pak gabriel,enggak mungkin lah" Ucap tania sambil melihat gaya perempuan tersebut.


"Eh mbak cantik,nih kantor enggak punya peraturan apa?" Tanya tania kepada perempuan ramah tadi.


"Peraturan gimana ya mbak?" Tanya perempuan ramah tersebut.

__ADS_1


"Peraturan enggak boleh pake make up menor,baju terbuka,sama tutur bahasa tuh yang penting" Ucap tania sambil melirik perempuan yang mengomelinya tadi. Perempuan ketus tadi merasa tersindir dengan apa yang di ucapkan tania.


"Baju pergi kerja kok kayak baju ngegoda suami orang" Ucap tania sambil memperhatikan baju perempuan ketus tadi.


"Kalau wawasan boleh mbak di unboxing,tapi kalau body enggak perlu loe unboxing" Ucap tania langsung menunjuk yang mengomelinya tadi. Sedangkan mbak yang baik hati tadi hanya tersenyum mendengarkan ucapan tania.


"Cepat panggilin pak gabriel" Ucap tania memerintah. Perempuan ketus tersebut langsung menatap tania dengan sinis.


"Loe pergi aja ke ruangan dia kalau berani" Ucap perempuan tersebut.


"Kalau loe berani masuk ruangan dia atau dia berprilaku baik sama loe,salut gue sama loe" Ucap perempuan tersebut.


"Eh,asal loe tau ya,sebenarnya gue di suruh tunggu di ruangan pak gabriel,tapi gue malas" Ucap tania duduk sambil menyilangkan kakinya.


"Sok gaya loe,jijik gue" Ucap perempuan tersebut. Tania hanya tersenyum sinis sambil mengangkat sebelah alisnya.


"Pak,di sini enggak ada peraturan apa tentang baju cewek" Omel tania kepada gabriel yang sudah berada di belakang perempuan tersebut.


"Bapak ngomel-ngomel kalau saya pakai baju yang enggak longgar,tapi giliran bawahan bapak pake baju yang nge-cetak body kayak gini enggak bapak tegur" Sambung tania lagi.


"Loe ngomong sama siapa kampret?" Ucap perempuan tersebut. Ia tak menyadari bahwa gabriel berada di belakangnya.


"Nah kan pak,coba bapak omelin dia" Ucap tania kepada gabriel.


"Gue ngomong sama mahluk yang ada di belakang loe" Ucap tania sambil menunjuk gabriel. Perempuan tersebut langsung berbalik badan dan terkejut saat melihat gabriel.


"Pak gabriel" Sapanya dengan membungkukkan badannya.


"Ck,ayo pergi pak" Ucap tania sambil menarik lengan baju gabriel.


"Saya masih pakai sarung nih airin,saya ganti dulu" Ucap gabriel sambil melihat sarung yang ia kenakan. Tania langsung memutar bola matanya dan menatap gabriel dengan malas. Gabriel langsung pergi menuju ruangannya di lantai atas.


"Pak" Panggil tania saat gabriel sudah sedikit jauh darinya. Gabriel langsung memutar badannya dan mengangkat alisnya saat melihat tania.


"Ikut" Ucap tania singkat dengan nada ketusnya. Gabriel langsung mengibas-ibaskan tangannya dan mengizinkan tania ikut dengannya.


Setelah mengganti baju,tania dan gabriel kembali ke lantai dasar sebentar karena ada beberapa keperluan yang belum gabriel selesaikan.


"Maaf pak gabriel,jadwal sore ini bagaimana?" Tanya perempuan ketus yang mengomeli tania tadi.


"Di undur,saya mau pergi" Ucap gabriel dingin.


"Kemana?" Tanya perempuan tersebut dengan sangat penasaran.


"Jalan-jalan,luek..." Ucap tania sambil mencibir perempuan tersebut. Tania tertawa puas saat melihat ekspresi kesal dari perempuan tersebut.


"Sialan" Gumam perempuan itu dengan kesal.


"Semua tugas hari ini udah selesai?" Tanya gabriel dan di angguki tania.


"Nilai kamu jangan sampai anjlok airin gara-gara enggak jadi nikah"

__ADS_1


"Saya takut aja kamu frustasi" Ucap gabriel mengingatkan.


"Aman aja pak,Saya santuy orangnya" Ucap tania santai sambil menaiki mobil gabriel.


"Mau kemana?" Tanya gabriel.


"Pengennya sih ke gunung,tapi ke pantai aja deh pak" Ucap tania.


"Emang pernah daki gunung?" Tanya gabriel dan di angguki tania.


"Pernah,sebelum sesibuk sekarang" Ucap tania dan hanya di angguki gabriel.


"Yaudah,kepantai aja,kalau ke gunung saya enggak bisa,soalnya besok mau ke luar kota ada meeting sama client penting" Ucap gabriel.


"Ngokey deh pak" Ucap tania.


Tania dan gabriel pun telah tiba di pantai,tanpa menyia-nyiakan waktu,tania mengambil posisi untuk menenangkan diri.


"Saya itu kasihan aja sama anaknya fanya entar" Ucap tania tiba-tiba.


"Takutnya dia jadi omongan orang sekitar karena ulah fanya di masa lalu" Ucap tania tiba-tiba.


"Saya memang kejam pak,tapi kalau berhadapan dengan anak,saya enggak bisa" Ucap tania sambil menghelakan nafasnya pelan.


"Saya lemah banget kalau masalah anak,meskipun itu bukan anak saya" Ucap tania termenung menghadap ke pantai.


"Kamu enggak frustasi gitu enggak jadi nikah?" Tanya gabriel dan di gelengi tania.


"Enggak pak,justru saya tau kalau endingnya raka bukan untuk saya" Ucap tania.


"Kok bisa?" Tanya gabriel.


"Feeling aja sih pak" Ucap tania.


"Dan saya juga ngerasa nanti pasti ada hal buruk yang paling buat saya frustasi" Ucap tania sambil memainkan pasir pantai.


"Hal buruk? Apa itu?" Tanya gabriel.


"Enggak tau,udah feeling aja" Ucap tania sambil menggelengkan kepalanya.


Setelah merasa puas menenangkan diri,tania pun mengajak gabriel untuk pergi dari pantai.


"Turun" Ucap gabriel saat berhenti di salah satu restoran.


"Yes,makan" Ucap tania bersemangat. Setelah mendapatkan tempat duduk,tania melihat ke arah jendela. Di depan sana aja seseorang yang menjual kembang kapas,karena ingin,tania pun pamit sebentar dan keluar dari restoran.


Namun,saat tania sedang asik memilih kembang kapas,tiba-tiba mata tania gagal fokus saat mendengar suara motor yang kencang dengan posisi hampir menabrak ibu hamil dan seorang anak berusia 4 tahun. Dengan sigap tania lari dan membuat gabriel yang berada di dalam restoran langsung lari saat tahu bahwa tania akan menyelamatkan mereka.


"Airin......" Teriak gabriel keras.


"Brak...." Suara tabrakan yang sangat kuat dan membuat gabriel berlari dengan sangat kencang ke arahnya.

__ADS_1


__ADS_2