
"Airin mana?" Tanya gabriel saat memasuki rumah.
"Di kamar pak,katanya mau istirahat" Ucap refan.
"Katanya jangan di ganggu" Sambung bimas.
"Oh,ya sudah,kalau gitu saya pulang" Ucap gabriel sambil mengemasi semua peralatannya. Namun,tiba-tiba terdengar suara seseorang yang memanggil tania dari luar rumah.
"Tania...." Panggilnya bak anak kecil memanggil temannya untuk mengajak bermain. Tania yang mendengarkan suara pria tersebut langsung berlari keluar dengan penuh semangat.
"Lah? Kata kalian tadi airin istirahat?" Ucap gabriel.
"Ck,gara-gara dengar suara kak farid ini mah" Ucap refan.
"Farid? Siapa dia?" Tanya gabriel dengan nada tak suka. Bimas dan refan langsung berhadapan saat mengetahui bahwa gabriel tak suka tania dekat dengan lelaki lain.
"Dia itu....." Ucap bimas terputus.
"Teman tania dari kecil,dekat bangett sama tania"
"Dia juga kayaknya suka sama tatan" Sambung refan. Bimas terkejut dengan ucapan refan. Pasalnya,apa yang di ucapkan refan tak benar adanya. Karena,farid adalah sepupu dari pihak ayah tania.
"Eh? Dia kan..." Lagi lagi ucapan bimas terputus. Refan langsung mengedipkan sebelah matanya ke arah bimas. Saat tau dan paham dengan maksud refan,bimas langsung mengacungkan jempolnya.
"Masuk kak...." Ajak tania. Gabriel langsung pindah duduk saat farid dan tania masuk secara bersamaan.
Gabriel sedari tadi sibuk dengan laptopnya,akan tetapi telinganya menyaring semua percakapan antara tania dan farid.
"Kakak kangen sama kamu tan" Ucap lelaki bernama farid tersebut. Mata gabriel membulat sempurna dan langsung menghadap ke arah farid.
Farid yang sibuk memerhatikan tania pun tak sadar akan tatapan gabriel.
"Ehem...." Degeman gabriel membuat farid dan tania langsung melihat ke arah gabriel.
"Eh? Bapak masih di sini? Bukannya tadi udah mau pulang?" Tanya tania. Gabriel menggerutu kesal dalam hatinya setelah mendengarkan ucapan tania.
__ADS_1
"Berarti dia masih dengar waktu gue mau pulang tadi" Batin gabriel.
"Terserah saya dong mau pulang kapan" Ucap gabriel ketus. Refan hanya tersenyum sambil menggeleng-gelengkan kepalanya saat melihat reaksi yang berlebihan dari gabriel.
"Om gabriel cemburu?" Bisik bimas ke telinga gabriel. Gabriel tak menghiraukan ucapan bimas dan kembali menatap laptopnya.
"Kamu nambah gede,nambah cantik ya tan" Ucap farid lagi.
"Hahaha,kak farid bisa aja" Ucap tania tersenyum. Gabriel mengetik di keyboard laptopnya dengan sangat keras dan kuat sehingga salah satu dari huruf di keyboard tersebut amblas.
"Apaan sih pak? Berisik banget" Bentak tania dengan kesal. Gabriel langsung menarik nafas dan menghembuskannya dengan kasar. Gabriel menutup laptopnya dengan kasar dan mengemasi semua peralatan miliknya.
"Saya pulang dulu,Assalamualaikum" Ucap gabriel langsung pergi. Tania dan farid pun hanya bisa melihat kepergian gabriel dari kejauhan.
"Hahaha,rasain tuh,emang enak di kerjain" Tawa refan.
"Pak gabriel beneran cemburu bang?" Tanya bimas dan di angguki refan.
"Gue belum puas kerjain pak gabriel" Ucap refan. Refan mengirimkan foto tania dan farid yang tengah tertawa ria.
"Fungsinya buat apa?" Tanya bimas.
Gabriel yang telah tiba di apartemennya pun langsung merebahkan badan. Saat membuka handphone-nya,darah gabriel kembali mendidih setelah melihat foto yang di kirim oleh refan.
Untuk menenangkan emosinya,gabriel memilih untuk menghirup udara di balkon apartemennya dengan di temani secangkir kopi.
"Hah....." Ucap gabriel.
"Gue kenapa sih? Kayak anak ABG jatuh cinta" Ucap gabriel sambil menggaruk kepalanya frustasi. Gabriel kembali mengerjakan tugasnya di balkon apartemennya. Akan tetapi,pikirannya tetap melayang kepada tania.
"Halo airin" Gabriel langsung menghubungi tania melalui nomor refan.
"Hem? Apa pak?" Tanya tania.
"Kata bu dewi,tugas kamu harus di kumpulkan besok" Ucap gabriel mencari-cari topik pembicaraan.
__ADS_1
"Yah,enggak bisa gitu di undur dulu pak? Tugas dari pak manto juga belum siap nih" Ucap tania frustasi.
"Salah siapa lalai" Ucap gabriel.
"Oh iya,tugas dari saya kumpulin besok malam ya airin,pokoknya saya enggak mau tau,besok sudah selesai semua!" Ucap gabriel tegas. Gabriel sengaja memberi tania hukuman karena tania sudah berhasil membuat gabriel kesal.
"Hah? Semua? Yah pak...setengah dulu aja ya yang saya kumpulin,please..." Ucap tania memohon.
"Enggak bisa,semuanya harus selesai" Ucap gabriel.
"Kampret loe om,sesekali kek bantuin gue buatin tugas" Ucap tania mengupat kesal.
"Kalau mau saya bantuin kamu harus penuhi syarat ini" Ucap gabriel.
"Apa syaratnya?" Tanya tania.
"Jadi istri saya,mau?" Ucap gabriel di via telepon. Tania langsung mendengus kesal setelah mendengarkan ucapan gabriel.
"Mulai,bacot aja terus" Ucap tania kesal.
"Nah kan,saya punya niat baik-baik malah enggak percaya" Ucap gabriel sedikit kesal.
"Awas aja besok malam enggak lamar saya" Ucap tania.
"Oke,siapa takut" Ucap gabriel dan di tertawai tania.
"Jam berapa?" Tanya gabriel lagi.
"Em,siap sholat isya" Ucap tania santai.
"Dasar tukang bullshit" Sambung tania setelah itu langsung menutup telepon. Gabriel langsung mendengus kesal dan tersenyum sinis sambil menatap layar handphone-nya
*****
"Udah dengar? " Tanya gabriel saat menelepon seseorang.
__ADS_1
"Persiapkan semuanya,saya enggak mau ada kesalahan" Ucap gabriel tegas dan dingin
"Baik pak" Jawab orang tersebut.