Airin Kesayanganku

Airin Kesayanganku
Episode 53


__ADS_3

Hari semakin sore,upacara pelantikan bantara untuk murid tania pun dimulai. Tania menjadi pembina upacara pembukaan pada sore ini.


Saat sedang menjadi pembina,tiba-tiba handphone tania bergetar karena ada telpon masuk. Untungnya tania mematikan nada dering handphone-nya,kalau saja ia tak mematikan nada telepon,mungkin semua murid dan guru yang hadir akan menatap tania dengan tatapan heran.


Setelah selesai upacara, tania langsung menghubungi balik mahluk yang menelponnya saat upacara tadi.


"Hem..."ucap tania malas.


"Kamu bohong sama saya airin...."Ucap gabriel kesal.


"Apaan sih pak,tiba-tiba nelpon langsung nge-gas" Balas tania ketus.


"Kamu bilang ada acara kemah di sekolah tempat kamu ngajar,saya selidiki nggak ada tuh orang buat api unggun di lapangan sekolah...." Ucap gabriel.


"Eh pak,kita itu kemah nggak di sekolah tapi di hutan..."Ucap tania. Tanpa gabriel tanya, tania langsung memberi tahu lokasi dimana ia mengadakan kemah.


*****


"Airinn...." Panggil seseorang. Tania membeku ditempat saat bisa mendengarkan suara gabriel yang samar-samar. Tania menatap langit yang sudah kemerahan, hawa udara pun semakin mendingin, alhasil tania langsung memeluk dirinya sendiri.


"Airin..." Ucapnya lagi. Tania masih membeku ditempatnya. Tania menutup matanya sambil jongkok dan menutup telinga dengan kedua tangannya.


"Pak gabriel maafkan saya kalau selama ini saya banyak salah..."Gumam tania yang masih berjongkok.


"Tap..."

__ADS_1


Pundak tania ditepuk oleh seseorang. Tania melihat tangan yang ada di pundaknya pun langsung teriak.


"Akh......." Gabriel langsung menutup mulut tania dengan tangannya saat tania menjerit.


"Apa-apaan kamu airin?udah sore ini,jangan teriak-teriak..." Bisik gabriel ditelinga tania. Tania berusaha melepaskan tangan gabriel yang melekat dimulutnya.


"Dasar,nyari kesempatan dalam kesempitan...." Ledek tania dengan nada ketus.


"Hehh,sembarangan kamu..."


"Kamu nggak liat apa semua orang ngeliatin kamu teriak..." Ucap gabriel tak kalah ketus sambil memperhatikan lingkungan sekitar.


"Di panggil-panggil malah enggak nyaut" Ucap gabriel.


"Sekali modus tetap modus...." Ucap tania ketus dan melirik gabriel sinis.


"Ikutan kemah..." Jawab gabriel enteng.


"Siapa yang nyuruh bapak kesini?" Ucap tania ketus.


"Suka-suka saya,saya nggak pernah dengar tuh namanya menghadiri sebuah perkemahan harus diundang kayak orang mau hajatan...." Ucap gabriel tak kalah ketus sambil melirik tania yang berada disampingnya.


"Woi gabriell,loe udah sampai?...." Panggil ari.


"Hemmm...."gabriel hanya berdehem cuek sebagai jawaban. Ari memaklumi sikap cuek sahabatnya yang satu ini.

__ADS_1


"Eh airin kamu bantu saya angkat semua makanan yang ada di mobil...." Ucap gabriel.


"Buat semua anak-anak kemah..." Sambung gabriel. Tania langsung berlari menuju mobil dan berdiri di depan bagasi mobil.


"Ada air putih pak?" Tanya tania. Gabriel menyuruh tania untuk masuk kedalam mobilnya. Tania melihat ada boba green tea di dalam mobil. Tania hanya bisa meneguk salivanya kasar karena ia sangat menyukai minuman tersebut.


"Kalau kelelahan istirahat dulu airin,jangan langsung di gas pol semua tuh tenaga..." Ucap gabriel yang duduk dikemudi sedangkan tania di sampingnya.


"Entar masuk rumah sakit lagi kayak minggu kemarin..." Ucap gabriel dan hanya di angguki oleh tania.


"Bapak minum boba?" Tanya tania sambil menatap boba yang tak jauh dari jangkauannya.


"Kalau mau ambil aja,nggak usah basa-basi..." Sindir gabriel. Meskipun dengan nada ketus gabriel memberikan tania boba miliknya dengan ikhlas.


"Huh,enaknya..." Ucap tania yang sambil meminum bobanya.


"Tatan... Gue mau dong..." Ucap seorang dari jendela mobil. ia menggunakan baju pramuka lengkap. Gabriel hanya melotot saat mendengarkan seorang remaja memanggil tania tanpa imbuhan bu guru.


"Nih minum..."Tania memberikan boba nya kepada bimas. Bimas langsung menciumi pipi tania dari luar jendela. Gabriel kembali melotot saat melihat aksi keduanya.


"Da da tatan...."Ucap bimas sambil meninggalkan tania.


"Si refan mana?" Tanya gabriel.


"Palingan pergi sama temennya" Ucap tania.

__ADS_1


Tania membantu gabriel mengangkut box yang berisi makanan ke tenda dapur yang telah disiapkan. Gabriel menyalami dan memperkenalkan diri saat bertemu dengan semua guru yang hadir diacara tersebut. Dan beruntungnya mereka menyambut gabriel dengan tangan terbuka.


__ADS_2