Airin Kesayanganku

Airin Kesayanganku
Episode 41


__ADS_3

Selama seminggu ini tania sudah sibuk dengan segala bentuk tugas kuliahnya. Hari ini tania akan pergi ke tempat konstruksi seperti yang pernah di janjikan oleh gabriel.


"Cus pergi pak..." Ucap tania. Gabriel dan tania pergi ke tempat konstruksi menggunakan mobil sahabat gabriel. Karena mobil gabriel sudah di jual.


"Mobil baru pak?" Tanya tania.


"Mobil pinjam" Ucap gabriel seadanya.


Cukup lama mereka menempuh perjalanan,sekarang saatnya memasuki tempat konstruksi. Tampak di sana para pekerja sibuk dengan pekerjaan mereka.


"Proyek perumahan mewah ini ya pak?" Tanya tania dan di angguki oleh gabriel.


"Iya,hampir jadi" Ucap gabriel.


"Mau keliling?" Tawar gabriel dan di angguki oleh tania. Tania cukup kagum saat mengelilingi setiap lokasi rumah. Tak lupa gabriel memperkenalkan tania dengan para pekerja yang lainnya.


"Pak,di antara rumah yang lain kok cuma ini yang paling sederhana?" Tunjuk tania kepada salah satu rumah.


"Iya,rumah itu emang permintaan yang punya tanah,katanya dia enggak mau punya rumah mewah-mewah" Ucap gabriel.


"Di antara semua rumah,rumah mana yang kamu suka airin?" Tanya gabriel.


"Semuanya suka sih,tapi saya lebih suka yang ini" Tunjuk tania kepada rumah sederhana tadi. Rumah yang memiliki desain sederhana dan tak mencolok.


"Kamu mau letakin batu di sana?" Mana tau entar rumah itu jadi rumah kamu" Ucap gabriel.


"Boleh pak? Entar yang punya rumah marah lagi" Ucap tania.


"Boleh dong. Yang punya rumah enggak bakal marah,udah letakin batu pertamanya di sana" Ucap gabriel.


"Batu pertama apaan? Wong nih rumah hampir jadi" Ucap tania penuh nada protes.


"Kan dari tadi kamu belum megang batu,jadi ini batu pertamanya kamu"


"Kamu letakin aja batu pertama kamu di rumah ini" Ucap gabriel.


"Jangan lupa sambil baca sholawat,mana tau rumah ini bakal jadi milik kamu" Ucap gabriel.


"Enggak mungkin deh pak,kayaknya" Ucap tania.


"Ingat airin,enggak ada yang enggak mungkin bagi Allah"


"Mungkin aja Allah takdirkan kamu jadi istri saya" Gombal gabriel sambil melirik tania.

__ADS_1


"Pepet terosss" Ucap tania dan membuat gabriel tertawa.


"Idih,ketawa" Ucap tania sambil melihat gabriel.


"Kenapa? Ganteng kan?" Ucap gabriel penuh percaya diri.


"Idih,percaya diri sekali anda pak gabriel" Ucap tania dengan bahasa formalnya.


Tania meletakkan batu pertamanya di rumah sederhana tersebut,tak lupa di potret oleh gabriel. Saat jam makan siang,tania bergabung dengan semua pekerja bangunan yang ada di sana.


"Neng tania siapanya pak gabriel?" Tanya salah seorang pekerja.


"Saya anak muridnya pak gabriel,pak" Jawab tania


"Saya pikir calon istrinya pak gabriel" Ucap si bapak.


"Saya sih pengennya gitu,tapi gimana dong pak,dia udah punya calon" Ucap gabriel terang-terangan sambil menyeruput kopi.


"Pepet aja terus pak gabriel,jangan kasih kendor" Ucap si bapak. Semua orang di sana tertawa dan membuat tania geleng-geleng kepala.


"Ingat pak gabriel,belum ada kata 'sah' berarti dia milik kita bersama...hahaha"


"Siapa pun bisa pepet" Ucap si bapak dan membuat gabriel tertawa bersama para pekerja yang lain.


Saat gabriel sedang meninjau perkembangan proyek,tania sibuk berkeliling di sekitaran wilayah konstruksi dan melontarkan berbagai macam pertanyaan kepada pekerja.


"Bapak-bapak,kalau murid saya ini pengen ngaduk semen atau melakukan aktivitas lainnya,enggak usah di larang ya" Ucap gabriel.


"Kalau perlu suruh-suruh aja dia. Dia itu casing-nya aja yang kecil,tapi tenaganya lumayan kuat" Ucap gabriel sambil menepuk pundak tania yang berdiri di sampingnya.


"Jadi babu dong saya hari ini" Ucap tania manyun.


"Lebih parah dari babu. Kalau babu masih di upah,kalau kamu enggak di kasih apa-apa" Ucap gabrie sambil tersenyum.


"Is,dasar" Ucap tania kesal.


Tak sampai di situ,gabriel dan tania sedari tadi cekcok di depan para pekerja dan menjadi hiburan tersendiri bagi semua pekerja. Dari ucapan tania yang ngotot dan sikap tak mau kalah dari gabriel. Semua pekerja tercengang saat melihat gabriel tertawa terbahak-bahak saat berhasil menjahili tania.


"Pak gabriel bisa haha hihi juga?" Bisik para pekerja.


"Saya masih bisa dengar" Ucap gabriel dan membuat mereka tergagap.


"Bapak jarang banget haha hihi,wajar mereka nanya kayak gitu" Ucap tania.

__ADS_1


"jadi enggak usah marah dong..." Ucap tania membela para pekerja.


"Ada saatnya saya bisa haha hihi,sekarang kamu kerja sana" Ucap gabriel sambil mendorong punggung tania.


"Ck,enggak usah di dorong juga kali om" Ucap tania kesal.


"Apa kata kamu?" Ucap gabriel murka. Tania hanya bisa tertawa saat melihat wajah murka gabriel.


"o'om...hihihi" Ucap tania cengengesan dan lari.


"Bapak udah lama kerja di sini?" Tanya tania sambil mengaduk semen di salah satu rumah.


"Iya neng,lumayan lama" Ucap si bapak.


"Pak gabriel itu jabatannya apa sih pak? Kok dari tadi ngatur-ngatur mulu" Ucap tania dengan nada tak terimanya.


"Emangnya dia mandor nya? Dari tadi kerjaannya ngatur-ngatur orang terus" Ucap tania sambil melihat gabriel yang sibuk memerhatikan para pekerja.


"Pak gabriel itu lebih dari mandor jabatannya neng" Ucap si pekerja.


"Terus apa jabatannya?" Tanya tania. Tampak dari belakang gabriel mengisyaratkan kepada si tukang untuk diam.


"Apa jabatannya pak?" Tanya tania lagi.


"Ah,emm..itu..." Ucap si bapak bingung.


"Kepo kamu" Ucap gabriel dan membuat tania terkejut. Tania langsung menepuk lengan gabriel dengan kasar dan membuat gabriel meringis kesakitan.


Setelah seharian berkerja,akhirnya tania di antar pulang oleh gabriel. Karena merasa letih bekerja seharian di tempat konstruksi,tania langsung keluar dari mobil dan langsung masuk ke dalam rumah.


Gabriel yang melihat jalan tania seperti mayat hidup pun hanya menggeleng-gelengkan kepalanya dan langsung pulang.


*****


"Tatan....." Teriak bimas dari luar rumah.


"Tante gita titip anaknya"


"Cuma satu malam,besok pagi dia baru jemput..." Teriak bimas.


Tania yang baru bangun dari tidurnya pun langsung menuju halaman rumah dan melihat refan menggendong balita berusia dua tahun.


"Muka gue cocok banget kali ya jadi babysitter" Ucap tania.

__ADS_1


"Kemarin tasya,sekarang anak tante gita" Ucap tania.


__ADS_2