
"Em,kayaknya enggak usah di cari deh ma baju nikahnnya" Ucap tania.
"Kenapa?" Tanya mama.
"Enggak usah deh ma,malas tatan" Ucap tania.
"Mendingan kita jalan-jalan aja hari ini" Sambung tania.
"Boleh juga tuh" Ucap mama girang. Tania dan mama pun menghabiskan waktu mereka bersenang-senang.
Sedangkan di rumah,gabriel sedang melihat bimas yang tengah di periksa oleh dokter.
"Gimana dok?" Tanya gabriel.
"Cuma demam aja pak gabriel" Ucap dokter.
"Istirahat yang cukup,makan tepat waktu dan jangan pernah lupa minum obat ya bimas" Ucap si dokter dan di angguki bimas.
"Iya,terima kasih dokter" Ucap bimas. Setelah memgantarkan dokter ke depan,gabriel pun duduk di depan bimas.
"Kamu mau makan apa berondong?" Tanya gabriel.
"Saya mau ayam geprek" Ucap bimas.
"Mau om beliin?" Tanya bimas lagi.
"Kalau kamu habisin ya saya beli"
"Kalau cuma minta kayak emak-emak ngidam tapi enggak di makan ya percuma" Ucap gabriel datar. Bimas langsung memutar bola matanya jengah.
"Saya makan kok om" Ucap bimas cemberut.
"Oke saya pesan,tapi awas aja kalau enggak kamu habisin" Ucap gabriel. Gabriel langsung memesan makanan serta buahan melalui ojek online.
Tak lama menunggu,si kurir pun datang. Gabriel yang sedang di dapur pun tak mendengarkan ketukan dari luar. Alhasil bimas yang membukakan pintu untuk mengambil makanan.
"Atas nama pak gabriel" Ucap si bapak kurir.
"Iya pak,saya adik nya" Ucap bimas penuh keterpaksaan.
"Ini makanan sama buah-buahanya" Ucap si bapak sambil menyerahkan semua makanan kepada bimas.
"Semua ini pak?" Ucap bimas terkejut saat melihat se-kantong besar buah-buahan.
"Iya" Ucap si bapak. Bimas pun meletakkan makanannya terlebih dahulu.
"Uangnya udah di bayar pak?" Tanya bimas dan di gelengi si bapak.
"Om,makanannya udah sampai..." Teriak bimas. Gabriel langsung berjalan ke depan dan menemui si kurir.
"Pak,minta uang tip sama nih mahluk"
"Uang dia banyak,baru gajian" Ucap bimas kepada si kurir. Si bapak pun hanya bisa tersenyum tanpa berkutip.
"Nih pak uangnya" Ucap gabriel menyerahkan uang.
"Om,saya makan duluan ya..." Ucap bimas masuk ke dalam rumah dan di angguki gabriel.
"Ini tip untuk bapak" Ucap gabriel sambil menyerahkan beberapa lembar uang untuk si bapak.
"Masya Allah,banyak banget nak" Ucap si bapak.
__ADS_1
"Ambil aja pak,udah rezeki bapak" Ucap gabriel tersenyum.
"Wah,makasih ya nak" Ucap si bapak girang dan di angguki gabriel.
Setelah si pak kurir pergi,gabriel pun duduk di samping bimas dan ikut makan ayam geprek.
"Maksih banyak ya om" Ucap bimas dan di angguki gabriel.
"Btw,tuh buah banyak banget om,buat siapa?" Tanya bimas.
"Buat kamu,biar kamu cepat sehat" Jawab gabriel singkat.
"Om ini sok baik atau memang baik sih?" Tanya bimas dan membuat dahi gabriel langsung berkerut.
"Menurut kamu?" Tanya gabriel sambil menaikkan sebelah alisnya.
"pura-pura baik supaya dapet restu dari saya buat nikahin tatan" Ucap bimas jujur.
"Hah... Terserah kamu deh berondong" Ucap bimas.
"Tuh satu lagi buat si refan" Ucap gabriel sambil menunjuk satu kotak ayam geprek.
"Buat si tatan?" Tanya bimas sambil menatap gabriel.
"Kalau buat airin,biar dia beli sendiri" Ucap gabriel. Setelah tak ada obrolan,tiba-tiba terdengar orang mengucapkan salam.
"Assalamualaikum" Ucap mama dan tania bersamaan. Gabriel dan bimas yang sedang makan pun hanya bisa melihat ke arah pintu.
"Wa'alaikumsalam" Jawab gabriel dan bimas bersamaan.
Mama yang melihat gabriel pun langsung berlari ke arah gabriel dan duduk di samping gabriel.
"Bu...." Sapa gabriel sambil tersenyum.
"Makan bu?" Tawar gabriel dan di gelengi mama.
"Dari kapan nak gabriel di sini?" Tanya mama.
"Dari tadi bu" Ucap gabriel.
"Oh iya,mama pamit ke belakang dulu ya" Ucap mama dan di angguki gabriel. Setelah mama beranjak dari duduknya,tania langsung mencuci tangannya dan duduk di samping gabriel.
"Ikut makan boleh pak?" Tanya tania sambil melihat gabriel. Gabriel pun menatap tania kemudian menganggukkan kepalanya.
Tania pun makan bersama dengan gabriel. Sedangkan bimas sedari tadi hanya melihat gerak-gerik tania dan gabriel.
"Kok pak gabriel kayak jaga jarak ya? Bukannya pak gabriel suka sama tatan?" Batin bimas.
"Seharusnya kalau ada kesempatan bukannya di pepet? Ini kok enggak di manfaatin?" Batin bimas lagi.
"Eh airin,ini abisin aja,saya udah kenyang" Ucap gabriel dan di angguki tania. Gabriel pun pamit ke belakang untuk cuci tangan.
"Eh tan,loe udah suka sama pak gabriel?" Tanya bimas di sela-sela tania makan dan membuat tania tersedak.
"Mimpi loe" Ucap tania ketus.
*****
"Nih airin gaji kamu..." Ucap gabriel menyerahkan amplop.
"Wih,repot-repot ke sini cuma buat nyerahin amplop" Ucap tania sambil mengambil amplopnya.
__ADS_1
"Enak aja,sebenarnya saya ke sini buat ngasih tugas sama kamu" Ucap gabriel sambil menyerahkan tas miliknya.
"Bapak mau kemana?" Tanya tania.
"Mau keluar kota,cuma beberapa hari..." Ucap gabriel.
"Buat apa?" Tanya tania penasaran.
"Eh? Kok kamu yang kepo sih?" Tanya gabriel balik.
"Kan cuma nanya aja pak..." Ucap tania sambil mendengus kesal.
"Kamu mau tau saya pergi ke mana?" Tanya gabriel di angguki tania.
"Ada syaratnya kalau mau tau" Ucap gabriel.
"Apa?" Jawab tania langsung.
"Jadi istri saya" Ucap gabriel dan membuat bola mata tania langsung membulat. Tania pun langsung melatangkan pukulan di lengan gabriel.
"Om,kenapa kalau cewek ketawa atau mereka lagi kesal suka mukul?" Tanya bimas penasaran.
"Mungkin emang udah bawaan mereka kali" Jawab gabriel seadanya. Gabriel pun bangkit dari duduknya dan menuju dapur rumah tania.
"Kalau masalah cewek kayaknya lebih pro kembaran kamu deh" Ucap gabriel sambil berjalan.
"maksud om?" Tanya bimas.
"Aura kembaran kamu itu aura para playboy banget"
"jadi bisa saya simpulkan kalau dia itu sangat ahli dalam bidang cewek dan percintaan" Ucap gabriel jujur.
"Wah.... Gila nih om,belum deket sama refan aja udah tau gimana karakter si refan" Ucap bimas sambil tepuk tangan karena takjub dengan gabriel.
"Bu,saya pamit ya..." Ucap gabriel.
"Eh cepet banget,enggak nginap aja?" Tawar mama tania.
"Enggak usah bu,besok saja udah harus keluar kota" Tolak gabriel sopan.
"Yaudah kalau gitu hati-hati ya nak..." Ucap mama dan di angguki gabriel.
"Eh airin,pokoknya semua tugas harus selesai ya"
"Saya cuma sebentar perginya,kalau semua pekerjaan saya udah selesai,saya langsung pulang" Ucap gabriel.
"Iya...iya...pak..." Jawab tania malas.
"Yaudah,saya pergi dulu" Ucap gabriel.
"Assalamualaikum...." Sambungnya.
"Wa'alaikumsalam" Jawab tania.
Gabriel langsung meninggalkan rumah tania. Saat di pertengahan jalan,tiba-tiba hujan turun dengan sangat deras. Saat berhenti sejenak,mata gabriel melihat seseorang yang ia kenal sedang berteduh di halte. Gabriel pun langsung mendekat ke halte.
"Naik...." Teriak gabriel cukup keras. Pasalnya hujan sangat lebat.
"Saya?" Tanya orang tersebut dan di angguki gabriel.
...Btw,siapa sih orang itu?...
__ADS_1