
Tania bangun sebelum azan maghrib berkumandang. Setelah selesai mandi,tania langsung memeriksa handphone-nya.
"Ck,mati nih handphone" Tania langsung mengisi daya handphone-nya tersebut.
Tania langsung makan malam bersama mama dan bimas. Sedangkan roni sudah pulang sedari tadi karena di usir oleh bimas.
"Ma,tatan beberapa hari ke depan bakalan sibuk di kampus..."
"Mungkin tatan bakal ke sini dua minggu setelahnya. Em...enggak apa-apa kan ma?" Tanya tania ragu. Mama hanya tersenyum sambil menganggukkan kepalanya.
Sekarang waktunya tania membuka handphone. Baru saja membuka layar kunci,handphone tania tak berhenti mengeluarkan suara notif pesan.
"Astaga,banyak banget" Ucap tania. Tania langsung terkejut saat melihat notifikasi panggilan tak terjawab sebanyak lima puluh tujuh kali dari nomor yang tak memiliki nama.
"Mampus gue,ini kan nomor pak gabriel" Ucap tania panik. Baju saja meletakkan handphone-nya di atas nakas,tiba-tiba dering telepon berbunyi dan membuat tania terperanjat kaget.
Tania langsung mengangkat telepon tersebut dan ternyata kali ini dari zira.
"Prang....."
"Brak...."
Suara vas bunga jatuh dan suara pukulan menggema terdengar jelas meskipun melalui panggilan suara. Tania langsung merekam panggilan suara tersebut.
__ADS_1
"Akh...." Teriak zira.
"Plak...."
Suara tamparan dan teriakan zira terdengar jelas dan membuat tania terkejut.
"Ziraa....loe di mana?" Tanya tania.
"Gue di rumah tan..." Ucap zira lemah.
"Prang...." Suara pecahan kaca kali ini terdengar cukup kuat.
"Tolong gue tan...." Teriak zira beriring suara isak. Tania langsung mengambil jaket dan kunci motor sport-nya. Kali ini ia sengaja menggunakan motor gede tersebut supaya bisa sampai lebih cepat.
"Zira dalam bahaya ma" Ucap tania panik.
"Tatan pergi dulu..." Ucap tania. Tania langsung tancap gas menuju rumah zira. Mama sangat khawatir saat melepaskan tania di saat larut malam seperti ini.
"Mau minta tolong sama siapa loe hah?" Ucap seseorang.
"Gue salah apa hah?" Teriak zira histeris. Lelaki tersebut langsung tersenyum sinis dan memegang dagu zira.
"Loe banyak salah sama gue bego" Ucapnya kasar. Saat ini zira tidak bisa melawan sama sekali karena tangan dan kakinya di ikat.
__ADS_1
"Zir...halo..." Ucap tania. Tania cukup panik,pasalnya suara zira tak terdengar jelas.
Tania menambah kecepatan motornya. Di saat seperti inilah tania bisa menggunakan kecepatan motornya. Karena jalanan sangat sepi.
Tania langsung menendang pintu rumah zira dengan kuat. Tania langsung masuk ke dalam rumah zira. Dan terlihat zira sudah menelungkup dengan wajah pucat. Dan jangan lupakan tangan dan kaki yang terikat.
"Zir....zira..."
Tania sangat panik saat melihat kondisi zira saat ini. Dengan sigap tania langsung membuka ikatan tangan dan kaki zira. Saat tania berusaha membantu zira,tiba-tiba bayangan seseorang terlihat oleh tania.
Awalnya tania sedikit terkejut,namun ia yakin bahwa orang tersebut yang sudah membuat zira kesakitan seperti ini.
Saat ingin memindahkan zira,lengan tania di cengkram dari belakang. Dan jangan lupakan sapu tangan yang sudah membekap mulut tania. Tania yang tau kejadian ini akan terjadi pun langsung membalikkan badannya untuk membalas perbuatan lelaKi tersebut.
"Cuuut...."
Tangan tania menyusuk mata pelaku kekerasan terhadap zira. Sang pelaku pun berteriak histeris dan langsung menendang perut tania. Belum sempat mengenai perutnya,tania langsung menarik kaki lelaki tersebut dan mendorong lelaki tersebut dengan kuat. Alhasil si pelaku pun langsung tumbang. Jangan lupakan tendangan tania yang melayang tepat di wajah lelaki tersebut.
"Kok bisa jadi kayak gini sih zir?" Tanya tania sambil membuka ikatan di lengan dan kaki zira. Zira yang masih dalam keadaan terguncang pun hanya diam dan mengeluarkan air matanya terus menerus.
Belum sempat tania menghajar pelaku sampai babak belur,si pelaku pun lari dari tempat kejadian.
"Brengsek..." Upat tania geram.
__ADS_1