Airin Kesayanganku

Airin Kesayanganku
Episode 30


__ADS_3

Tania menunggu orang bengkel menjemput mobil gabriel. Tania hanya bisa berjongkok dan mendenguskan nafasnya dengan kesal sambil melihat gabriel yang sangat sibuk dengan handphone-nya.


"Bapak sibuk banget ya?" Tanya tania.


"Kenapa emangnya?" Tanya gabriel sambil mengangkat sebelah alisnya.


"Nanya aja" Ucap tania malas. Gabriel langsung melirik tania dengan tatapan sinisnya dan dibalas tak kalah sengit oleh tania.


"Kamu enggak lapar airin?" Tanya gabriel. Tampak tania sedang memikirkan jawaban dari pertanyaan gabriel sambil mengerutkan dahinya.


"Lumayan" Jawab tania. Gabriel langsung menarik lengan baju tania dan menyeret tania bak menyeret anak kambing.


"Woi,santai aja dong nariknya" Ucap tania kesal.


"Untung enggak ada tali,kalau tadi ada tali saya tarik kamu kayak anak kambing" Ucap gabriel tanpa melihat tania yang berada di belakangnya.


"Nyenyenye" Ucap tania mencibiri gabriel.


Tania langsung duduk di kursi setelah memasuki salah satu tempat makan. Sedangkan gabriel pergi memesan makanan.


Setelah makanan tiba,tania langsung menyantap makanan tersebut tanpa mengeluarkan suara sedikitpun. Sedangkan gabriel hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya saat melihat tania makan.


"Mbak,es krim ukuran jumbo satu" Ucap tania kepada pelayan.


Pelayang langsung membawa es krim pesanan tania. Gabriel langsung membelalakkan matanya saat melihat es krim jumbo yang di maksud.


"Kamu sanggup habisin itu semua?" Gabriel melihat es krim dengan porsi yang sangat besar berada di hadapannya.


"Ya enggak lah,kan ada bapak yang bantuin" Ucap tania santai.


"Saya enggak suka yang manis-manis" Ucap gabriel.

__ADS_1


"Pantesan aja mukanya masam terus" Ucap tania spontan dan membuat gabriel langsung menatapnya dengan tatapan sinis.


"Gitu aja marah"


"Pantesan jadi jomblo akut"


"Enggak ada yang mau" Ucap tania berturut-turut. Gabriel kembali mengeluarkan senjatanya yaitu gulungan kertas yang tertera nama panggilan khusus milik tania di sana.


Setelah mobilnya di bawa oleh montir,gabriel langsung memasuki mobil tania dan membuat tania terpenga-nga.


"Woi,ngapain?" Tanya tania terkejut.


"Nebeng pulang" Jawab gabriel langsung. Tania kembali mendengus kesal dan melemparkan kunci mobilnya ke arah gabriel.


Selama di perjalanan tania hanya sibuk melihat pemandangan sekitar. Gabriel merasa sedikit aneh saat tak mendengarkan suara tania sedikit pun.


"Tumben diam" Gumam gabriel sambil melirik tania.


Gabriel langsung memarkirkan mobil tania tepat di halaman rumah tania. Tania pun langsung mengangkut semua belanjaannya ke dalam rumah.


"Kamu berapa hari lagi nikahannya airin?" Tanya gabriel.


"Dua minggu lagi" Ucap tania.


"Kamu sudah nikah masih kerja sama saya kan?" Tanya gabriel.


"Enggak dong,masa masih kerja sama bapak" Ucap tania.


"Enak aja kamu,utang kamu masih ada sama saya airin" Ucap gabriel ketus.


"utang? utang apaan?" Tanya tania tak suka.

__ADS_1


"Kamu enggak ingat waktu itu nabrak mobil saya sampai penyok? Terus kamu tendangin lagi mobil saya" Ucap gabriel sambil memutar kembali kejadian sebulan yang lalu.


"Asal kamu tau ya,mobil saya sering rusak semenjak kamu tabrak" Sambung gabriel.


"Mana kamu kabur lagi"


"Dimana rasa bertanggung jawab kamu airin?"


"Mana sampai sekarang pura-pura enggak tau lagi" Ucap gabriel berturut-turun dan membuat tania mengeraskan rahangnya.


Tania yang geram pun langsung mengambil dompetnya dan mengeluarkan semua uang miliknya dan memasukkannya ke dalam tas yang di sandang oleh gabriel.


Gabriel langsung menatap tania dengan tatapan tak senangnya sambil berdecak pelan.


"Kenapa kurang?" Tanya tania tak suka.


"Entar gue kirimin deh sisanya"


"Sumpah,belagu amat loe jadi orang" Ucap tania sambil menatap gabriel tak suka. Tania berkacak pinggang di depan gabriel dan menatap gabriel dari atas sampai bawah.


"Pergi loe dari rumah gue" Usir tania langsung. Gabriel masih saja melihat tania yang tersulut emosi akibat ulahnya.


"Kenapa loe belum pergi?"


"Pergi enggak loe?" Usir tania. Namun gabriel masih saja enggan meninggalkan tempat tersebut. Tania yang tersulut emosi pun menggertakkan rahangnya dan berjalan ke arah dapur.


Tania membawa pisau untuk mencincang daging ke ruang tamunya dan melihat gabriel dengan tatapan kesetanan.


"Astaghfirullah,udah enggak bener nih anak" Batin gabriel.


Tania menjulurkan pisaunya ke arah gabriel dan membuat gabriel kesusahan dalam meneguk salivanya.

__ADS_1


"Pergi enggak loe?" Ucap tania sambil menatap gabriel dengan tatapan kesetanannya.


__ADS_2