
"Ayah?" Ucap seorang balita.
"Ayah......" Teriaknya dengan girang sambil berlari ke arah gabriel dan tania.
"Hah....."
"Mimpi" Gabriel terbangun dari tidurnya dan memilih untuk sholat sejenak.
"Anak ya? Anak..." Gabriel termenung di balkon hotel tempatnya menginap sambil mengingat mimpinya tadi.
Sepanjang doa tadi,gabriel memanjatkan doa semoga ia di berikan keturunan oleh Tuhan semesta alam.
"Kangen airin jadinya" Ucap gabriel sambil melihat foto tania di handphone-nya.
"Ari....." Panggil gabriel sambil menggoyangkan badan ari.
"Ri,besok pagi kita pulang" Ucap gabriel kepada ari yang masih berusaha mengumpulkan nyawanya.
"Kerjaan kita belum selesai gab" Ucap ari.
"Gue udah kangen banget sama bini gue ri" Ucap gabriel.
"Gue ga mau tau,pokoknya hari ini loe pesan tiket pesawat buat gue pulang" Ucap gabriel. Dengan malas ari menggapai ponselnya dan memesan tiket pesawat untuk gabriel.
"Yang paling cepat satu jam lagi gab,loe mau?" Tanya ari.
"Enggak apa-apa. loe pulang?" Tanya gabriel dan di gelengi ari.
"Kalau gue pulang siapa yang handel pekerjaan di sini!" Ucap ari malas. Gabriel menepuk-nepuk pundak ari sebagai rasa terima kasihnya.
"Loe memang sahabat gue yang pengertian ri..." Ucap gabriel.
"Siapa yang nganterin loe ke bandara? Gue?" Tanya ari.
"Siapa lagi kalau bukan loe" Ucap gabriel
"Ah,malas gue gab. Gue masih ngantuk" Ucap ari kembali berbaring.
__ADS_1
"Iya deh,gue pesan taksi online aja kalau gitu" Ucap gabriel. Karena masih jam 1 pagi,wajar saja ari merasa istirahatnya terganggu.
"Mas kangen sayang...." Ucap gabriel sambil menciumi layar handphonenya yang terpampang foto tania.
Saat taksi sudah sampai,gabriel langsung berangkat menuju bandara.
"Udah nikah mas?" Tanya si bapak taksi.
"Alhamdulillah sudah pak" Ucap gabriel.
"Udah punya anak?" Tanya si bapak.
"Lagi proses pak,doa in aja" Ucap gabriel.
"Aamiin" Ucap si bapak.
"Saya udah punya anak,anak saya sekarang udah bisa ...." Si bapak taksi bercerita panjang lebar tentang anaknya dan membuat gabriel mengembangkan senyumnya.
"Sebangga itu bapak ini sama anaknya" Batin gabriel tersenyum.
*****
Gabriel masuk diam-diam ke dalam rumahnya bak maling. Setelah membersihkan diri,barulah gabriel ke kamarnya. Terlihat di sana istrinya tidur dengan guling yang di pasangkan kemeja gabriel di sana.
Gabriel mengusap pelan kepala istrinya dan menciuminya pelan.
"Alhamdulillah udah bisa ngelihat cinta nya mas" Ucap gabriel sambil mengelus pipi tania. Gabriel membuang guling yang di peluk tania ke sembarang arah. Gabriel langsung memeluk tania dengan erat untuk menghilangkan rasa rindu yang sudah menyesak hingga rongga dada.
"Mas airin kangen" Gumam tania. Gabriel tersenyum saat mendengarkan gumaman istrinya.
"Mas juga sayang" Ucap gabriel sambil mengelus-elus kepala tania. Baru saja gabriel menutup mata,tiba-tiba tania terbangun dari tidurnya. Tania menatap gabriel dengan wajah kusutnya.
"Mas? Udah pulang?" Ucap tania yang masih mengantuk. Gabriel menganggukkan kepalanya dan merentangkan tangan. Tania membalas pelukan gabriel dengan malas sambil menguap.
"Pasti mimpi" Ucap tania dengan sangat jelas. Gabriel menciumi bibir istrinya dan membuat tania membulatkan bola matanya sempurna.
"Ini nyata sayang" Ucap gabriel.
__ADS_1
"Mas gabriel..." Jerit tania. Tania memeluk gabriel dengan erat dan duduk di pangkuan gabriel.
"Airin kangen tau" Tania menangis terisak saat di pelukan gabriel. Gabriel mengelus kepala istrinya dan menciumi pucuk kepala tania dengan sangat pelan.
"Mas juga sayang" Ucap gabriel.
"Kangen banget malahan" Ucap gabriel sambil menempeli pipinya ke pipi tania.
"Tidur lagi yuk,mas masih capek" Ucap gabriel dan di angguki tania. Gabriel membawa tania ke dalam pelukkannya. Tania masih saja terisak karena menahan rindu selama ini kepada suaminya. Sekarang saatnya ia menumpahkan rasa rindu tersebut di hadapan gabriel.
"Kapan sampainya?" Tanya tania.
"Barusan sayang" Ucap gabriel. Tania mengikat rambutnya dan pergi meninggalkan gabriel.
"Minum dulu mas" Tania memberikan air hangat untuk gabriel.
"Udah makan mas?" Tanya tania dan di angguki gabriel.
"Langsung istirahat yuk sayang,mas capek banget" Ucap gabriel.
"Mas baring aja,biar airin pijetin" Ucap tania.
"Serius nih? Enggak capek?" Tanya gabriel.
"Serius dong" Jawab tania. Karena ke-enakan di pijat,gabriel akhirnya tertidur dan membuat tania mengulas senyumnya. Tania menyelinap di bawah ketiak gabriel. Entah mengapa bagian tersebut adalah bagian yang paling dirinya suka.
"Jangan godain mas sayang,mas ngantuk" Ucap gabriel sambil melihat tania yang berada di bawah ketiaknya.
"Idih,siapa yang godain mas?" Ucap tania tak terima. Gabriel memeluk istrinya dan menciumi hidung tania.
"Have a nice dream cinta mas" Ucap gabriel.
"Too mas" Ucap tania.
...Sampai sini dulu ya guys...
...See you👋🏻...
__ADS_1