Airin Kesayanganku

Airin Kesayanganku
Episode 63


__ADS_3

"Kok loe ngomong gitu sih?" Ucap raka tak terima.


"Its my opinion" Ucap tania santai sambil tersenyum sinis.


"Ka..."


"Pesan gue cuma gini..." Ucap tania.


"Kalau loe bosan sama gue,mending loe lepasin aja gue"


"Dari pada selingkuh di belakang gue" Ucap tania serius.


"Tapi gue enggak bosen tan dan gue enggak selingkuh" Ucap raka. Tania hanya tersenyum sinis dan menatap raka secara mendalam.


"Gue tau loe itu main gila di belakang gue"


"Bukan cuma satu orang mangsa loe"


"Tapi ada beberapa lagi termasuk sahabat gue" Ucap tania terang-terangan.


"Sahabat loe? Siapa? Zira?" Tanya raka bak kebingungan.


"Enggak usah sok bodoh deh raka"


"Gue udah tau kalau loe bodoh,tapi enggak sampai ke ubun-ubun juga kali kegoblokan loe" Ucap tania.


"Fanya maksud loe?" Ucap raka kebingungan. Tania langsung tertawa sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Gila loe ya,bisa-bisa nya loe masih belain fanya" Ucap tania.


"Belain fanya gimana maksud loe?" Ucap raka.


"Udah lah ka, kalau loe masih enggak mau jujur kalau loe main gila sama fanya,berarti sama aja loe belain dia"


"intinya kalau sampai loe main gila di belakang gue,gue enggak bakalan rugi"


"Kalau ibarat kata nih,gue ngelepasin emas buat dapetin berlian" Ucap tania sambil tersenyum sombong.


"Maksud loe?" Tanya raka.


"Gue ngelepasin barang biasa tapi entar bakal di ganti sama yang lebih bagus"


"Dan pastinya gue enggak bakalan nolak kalau dapetin barang bagus" Ucap tania dengan senyum setannya.


"Emangnya siapa berliannya?" Tanya raka.


"Yah,sekarang gue enggak tau"


"Tapi yang pasti,suami gue ke depannya enggak brengsek dan bajingan yang bisanya cuma goda-in cewek-cewek kayak ke banyakkan cowok" Ucap tania terang-terangan.


"Tapi gue enggak selingkuh tan..." Ucap raka penuh penolakan.


"Mau gue tunjukkin bukti?" Tanya tania sambil mengeluarkan handphone-nya. Raka pun langsung meneguk salivanya kasar.


"Mana?" Tanya raka kebingungan.

__ADS_1


"Tunggu....," Ucap tania sambil membuka layar handphone-nya. Sedangkan raka berusaha menyembunyikan rasa takutnya.


"Kok loe gerogi?" Tanya tania heran.


"Eh? Enggak...Gue biasa aja" Ucap raka berusaha santai.


"Nih..." Ucap tania sambil menyerahkan handphone-nya.


"Mana?" Tanya raka kebingungan. Pasalnya di handphone tania tak terdapat apa-apa.


"Enggak ada,hahaha" Ucap tania sambil tertawa setan. Sedangkan raka langsung menghelakan nafasnya pelan.


"Kenapa? Takut?" Tanya tania sambil mengambil kembali handphone-nya.


"Enggak,biasa aja..." Jawab raka gagap. Tania langsung mencibir semua ucapan raka.


*****


"Airin nya enggak ada di rumah?" Tanya gabriel kepada sri saat melihat sri sedang menyapu halaman.


"Eh,barusan pergi sama mama pak,uni tatan pergi cari baju nikahan" Ucap si sri.


"Terus siapa yang ada di rumah?" Tanya gabriel.


"Ada ayang beb saya pak,masuk aja"


"ayang beb? siapa?" Batin gabriel.


"Palingan dia lagi main ps" Ucap sri dan di angguki oleh gabriel. Gabriel langsung pergi masuk ke dalam dan menemukan seseorang yang tengah tertidur di atas sofa depan televisi.


"Kok pakai daster?” Tanya gabriel kebingungan.


"Hei,ini bimas atau refan? Pasti refan kan?" Tanya gabriel sambil menggoyangkan badan bimas yang membelakanginya.


"Hem...." Ucap bimas yang hanya bisa menggeliat dan mengerjap-ngerjapkan matanya.


"Bimas..." Ucap gabriel terkejut. Gabriel hanya bisa tercengang saat melihat bimas menggunakan daster milik tania.


"Hei,kamu kenapa? Kok lemes?" Tanya gabriel sambil melihat bimas.


"Cuma capek om" Jawab bimas seadanya. Gabriel pun langsung melihat wajah bimas yang pucat.


"Kamu sakit berondong?" Ucap gabriel.


"Em,kayak nya deh om" Jawab bimas lemas. Gabriel memeriksa leher dan jidat bimas.


"Demam ini nih,ayo saya anterin ke rumah sakit" Ajak gabriel.


"Eh,enggak usah om" Ucap bimas sinis.


"Kenapa?" Tanya gabriel dingin.


"Om baik sama saya gara-gara mau ngambil perhatiannya si tatan kan?" Tanya bimas penuh selidik.


"Eh berondong,jangan su'udzon aja ya isi kepala kamu" Ucap gabriel.

__ADS_1


"Saya nolongin kamu,karena kamu itu udah saya anggap keluarga saya sendiri,meskipun perilaku kamu kayak tadi sama saya" Sambung gabriel kesal. Gabriel pamit sebentar ke belakang untuk menyiapkan air dan baskom guna untuk mengompres suhu badan bimas.


"Kamu kenapa bisa demam gini?"


"Terus kenapa pakai daster? Kayak enggak ada baju yang lain aja" Ucap gabriel sambil memperhatikan baju bimas.


"Baju saya kotor semua om,terus tadi malam saya cuci semua" Ucap bimas.


"Makanya sekarang saya pakai daster karena kehabisan baju" Ucap bimas.


"Lah? Kembaran kamu pakai baju siapa?" Tanya gabriel.


"Si refan pakai baju punya tatan,semua baju kaos punya tatan di ambil. Alhasil yang tersisa cuma daster sama hotpants punya tatan"


"Dari pada pakai hotpants,mendingan saya pakai daster aja..." Ucap bimas menjelaskan dan di angguki gabriel.


"Oh..gitu..." Jawab gabriel seadanya. Gabriel mengompres jidat bimas berulang-ulang kali. Dan tak terasa ia sudah lama menemani bimas di sini.


"Saya anterin ke rumah sakit ya?" Tawar gabriel dan di gelengi bimas.


"Enggak usah om,entar saya bakal sehat sendiri kok" Ucap bimas sedikit keras kepala. Gabriel pun langsung mengingat tania saat melihat tingkah keras kepala bimas.


"Seriusan enggak mau ke rumah sakit?" Tanya gabriel.


"Iya om..." Jawab bimas malas.


"Oh yasudah,saya suruh aja dokternya ke rumah kamu" Ucap gabriel dan langsung mencari nomor telepon si dokter.


"Enggak usah om,saya cuma capek..." Ucap bimas menolak bantuan gabriel.


"Cuma capek,cuma capek"


"Apa kamu tau kalau airin pernah di rawat di rumah sakit waktu kamu pergi?" Tanya gabriel kesal.


"Tau,dia ngomong kalau om yang nemenin dia" Ucap bimas santai.


"Apa kamu tau kakak kamu sakit apa?" Tanya gabriel lagi.


"Tau,cuma demam biasa tapi di infus" Ucap bimas dengan santainya.


"Plak..." Gabriel memukul jidat bimas dan membuat bimas terkejut akibat serangan tiba-tiba dari gabriel.


"Kakak kamu itu typus" Ucap gabriel dan membuat bimas membulatkan bola matanya sempurna.


"Kata dia cuma demam pak" Ucap bimas.


"Demam apa yang di infus terus di rawat seminggu di rumah sakit?" Tanya gabriel sinis.


"Sumpah pak,saya enggak tau kalau tatan typus" Ucap bimas sambil mengacungkan jari telunjuk dan jari tengahnya.


"Udahlah,enggak usah di bahas" Ucap gabriel mendengus kesal.


"Sekarang yang penting kamu di periksa dulu sama dokter" Ucap gabriel. Gabriel langsung meminta si dokter datang ke rumah tania untuk memeriksa keadaan bimas.


"Emangnya ada dokter yang mau datang ke sini?" Tanya bimas.

__ADS_1


"Kamu lihat aja nanti" Ucap gabriel.


__ADS_2