Airin Kesayanganku

Airin Kesayanganku
Episode 38


__ADS_3

"Cara lainn ya?" Tanya mama dan di angguki gabriel.


"Ada cara lain..."


"Usap punggung badan tania,biasanya dia agak tenang kalau di usap punggungnya" Ucap mama.


"Dulu tatan minum obat saking parahnya"


"Kalau dia merasa terusik atau kurang nyaman dia bakal minum obat"


"Biasanya gejalanya bukan cuma gemetaran aja nak gabriel"


"Tatan bakal sesak nafas terus jantungnya berdetak kencang" Ucap mama tania.


"Maka dari itu si tatan harus minum obat buat nenangin diri" Sambung mama tania.


"Obatnya dari psikiater bu?" Tanya gabriel.


"Iya. Tapi akhir-akhir ini dia enggak pernah ke sana lagi dan enggak pernah minum obat lagi" Ucap mama.


"Nih mama kasih nomor dokternya,kita kan enggak tau kapan dan di mana tania bakalan kumat" Ucap mama sambil memberikan nomor handphone dokter tania. Tanpa menolak,gabriel pun langsung menyalin nomor tersebut ke handphone-nya.


"Ini kan rahasia bu" Ucap gabriel.


"Emangnya ibu percaya sama saya?" Tanya gabriel.


"Insya Allah mama percaya sama nak gabriel" ucap mama penuh keyakinan.


"Mama kasih tau hal ini sama gabriel karena gabriel sudah pernah lihat gimana waktu tania gemetaran" Ucap mama.


"Waktu tania kumat nak gabriel kasih tania apa?" Tanya mama.


"Saya enggak kasih apa-apa buk"


"Saya cuma suruh tania tenang,terus saya kasih minum" Ucap gabriel.


Tak lama kemudian,handphone mama tania berdering. Mama langsung mengangkat sambungan telepon tersebut. Terdengar suara tania yang memintanya untuk pulang.


"Nah nak gabriel,sekarang sedikit banyaknya udah tau kan gimana kondisi tania sekarang" Ucap mama dan di angguki oleh gabriel.


"Bu,apa tania juga bisa kumat sakitnya kalau dengar bentakkan?" Tanya gabriel.


"Bisa jadi,soalnya tania kan juga pernah di sergap sama orang yang bunuh papanya"

__ADS_1


"Jadi besar kemungkinan kalau tania bisa kumat kalau di bentak ataupun dengar bentakkan" Ucap mama tania.


Sekarang gabriel merasa berdosa kepada tania,pasalnya ia acap kali membentak tania meskipun itu seutuhnya salah tania.


"Em bu,maaf sebelumnya saya pengen jujur sama ibu" Ucap gabriel.


"Apa tuh nak?" Tanya mama sambil menatap gabriel secara seksama.


"Aduh...makin berdosa gue kalau emaknya natap gue kayak gitu" Batin tania.


"Apa nak gabriel?" Tanya mama tania.


"Em..itu bu,saya pernah marahin tania,pernah juga bentak tania" Ucap gabriel.


"Saya minta maaf bu,saya enggak tau" Ucap gabriel merasa bersalah. Mama langsung menepuk pelan pundak gabriel sambil tersenyum.


"Enggak apa-apa,kan dulu belum tau" Ucap mama santai.


"Maaf ya bu,saya enggak sengaja" Ucap gabriel merasa bersalah.


"Iya.... Udah dong minta maafnya" Ucap mama tania.


"Yuk pulang,tatan udah nyuruh pulang" Ucap mama dan di angguki gabriel.


"Masuk dulu yuk nak gabriel" Tawar mama.


"Lain kali aja bu,saja ada janji sama temen" Jawab gabriel dan di angguki mama.


"Hati-hati" Ucap mama sambil melambaikan tangannya.


"Tumben enggak mampir. Biasanya enggak di tawari mampir malah mampir" Ucap tania ketus. Mama langsung meyenggol lengan tania dan melotot ke arah tania.


*****


Malam hari ini,tania ada janji dengan gabriel untuk belajar di luar. Sedangkan mama sudah kembali ke rumahnya. Alhasil,di rumah tania hanya tersisa bimas dan refan,karena jingga sudah pulang ke rumahnya.


"Ngapain kita bang?" Tanya bimas.


"Jalan keluar mau?" Tawar refan.


"Enggak ah,bosen" Jawab bimas.


"Main ps?" Tanya refan.

__ADS_1


"Enggak ah,mager" Jawab bimas.


"Ck,masa kita main ke rumah jingga? " Tanya refan.


"Nah,hayukkk..." Ucap bimas langsung. Refan langsung menepuk kepala adiknya tersebut dengan kesal.


"Jangan goblok deh loe dek,loe mau di jadiin sate sama bapaknya jingga?" Tanya refan dan langsung di gelengi oleh bimas.


"Gue laper dek,beliin makanan sana" Ucap refan sambil mendorong tubuh bimas keluar rumah.


"Udah hampir tengah malam ini" Ucap bimas penuh protes.


"Ck,beliin sana..." Pintah refan.


"Ck,duit loe mana?" Tanya bimas.


"Pinjam duit loe dulu,entar gue ganti" Ucap refan sambil mengibas-ibaskan tangannya ke udara.


"Bullshit loe" Upat bimas.


Bimas pun langsung pergi ke tempat yang di suruh oleh refan.


"Rambut gue nambah panjang aja nih" Ucap refan memandangi dirinya di cermin. Tak lupa sambil memegang sisir di tangannya.


"Mana rambut gue bagus lagi" Puji refan. Refan pun bergaya sok ganteng di depan cermin dengan berbagai macam pose.


Saat sedang asyik-asyiknya berpose,tiba-tiba lampu mati dan membuat refan mematung di tempat.


"Kupret,mati lampu" Ucap refan.


"Mana gue lagi di kamar mandi lagi.." Sambung refan. Ia pun langsung lari keluar dari kamar mandi.


"Handphone gue,handphone" Ucap refan sambil meraba-raba meja yang berada di depannya.


"Kriet....."


Terdengar suara pintu terbuka dan membuat refan langsung mematung di tempat. Meskipun mati lampu,bayangan orang tersebut masih terlihat jelas oleh refan.


"Cowok?" Batin refan.


Refan langsung mengambil posisi tidur di atas kursi sofa. Terdengar langkah kaki seseorang semakin mendekat ke arahnya.


"Ck,mana tania..." Gumam seseorang tersebut.

__ADS_1


"Awas aja loe tania,loe gue habisi malam ini" Ucap lelaki tersebut.


__ADS_2