Airin Kesayanganku

Airin Kesayanganku
Episode 15


__ADS_3

"Astaga zira..." Ucap tania kesal saat zira sudah masuk ke dalam rumahnya. Setelah zira masuk,sri dan kawan-kawan langsung kembali ke kamar mereka masing-masing.


"Otak loe enggak ada apa?" Gue pikir siapa tadi" Ucap tania kesal sambil melempar bantal sofa ke wajah zira.


"Gue enggak jadi balik deh,takut gue" Ucap zira.


"Masa lampu jalannya kedap-kedip sendiri..."


"Gila,rusak mental gue gara-gara lampu tadi" Ucap zira ngos-ngosan. Saat tania hendak menutup pintu,tiba-tiba mata Tania menangkap suatu bayangan di bawah remang cahaya lampu jalan.


"Bohong loe zir,pasti loe lihat tu bajingan" Batin tania.


"Pasti laki-laki kupret tuh" Ucap tania. Tania langsung keluar dari rumahnya. Baru saja melangkah keluar rumah,si pengintai pun langsung kabur.


"Mana sih cowok kupret tadi.." Ucap tania sambil memeriksa tempat tersebut menggunakan senter handphone-nya.


"Cari apa kamu?" Ucap seseorang mengejutkan tania. Dengan spontan,tania meninju dada lelaki tersebut dan membuatnya meringis kesakitan.


"Sttt...." Desah gabriel sambil memegang dadanya.


"Kamu apa-apaan sih?" Ucap gabriel sambil menatap tania dengan tatapan tak suka.


"Bapak yang ngapain,kan salah bapak yang mengagetkan saya"


"Secara refleks,saya tinju bapak dong" Ucap tania yang masih mengomel.


Gabriel masih saja memegang dadanya karena kesakitan. Tania hanya melihat gabriel tanpa rasa simpati sedikitpun dan meninggalkan gabriel.


"Kamu gila ya airin? Udah tinju saya,tapi sudah itu kayak enggak ada rasa bersalah sedikitpun" Ucap gabriel. Tania langsung berbalik badan dan melihat gabriel. Setelah itu tania langsung mencibir gabriel. Gabriel yang geram pun langsung mengejar tania.


Tania langsung berlari menuju dalam rumahnya dan mengunci pintu rumah. Sedangkan dari luar rumah,gabriel menggedor-gedor pintu rumah tania.


Aksi gabriel sontak membuat para anak kos tania keluar dari kamarnya.


"Maling....."


Teriak sri dari kamarnya. Semua anak kos pun langsung berlari menuju gabriel. Gabriel yang diteriaki maling pun langsung membulatkan matanya. Sedangkan zira langsung mengintip dari jendela rumah tania.


"Siapa tuh?" Tanya zira.


"St...si gabriel..." Ucap tania. Sedangkan gabriel meneriaki nama tania dari luar rumah. Semua anak kos hanya celingukkan karena gabriel menyebut nama 'airin'.


"Siapa airin?" Tanya sri heran. Sedangkan anak kos lainnya hanya menggelengkan kepalanya sambil mengendingkan bahunya.


"Airin buka pintunya" Teriak gabriel dari luar. Tania masih enggan membuka pintu rumahnya. Di luar,gabriel sibuk di tusuk-tusuk oleh gagang sapu. Sri adalah ketua komplotan yang menyerang gabriel.


"Kamu ini kenapa sih?"


"Nusuk-nusuk orang" Ucap gabriel kesal. Sri dan teman-temannya belum berhenti menusuk-nusuk gabriel. Sehingga gabriel yang kesal pun langsung menggebrak pintu rumah tania.

__ADS_1


"Brak...."


Gebrakkan pintu sangat kuat,sehingga membuat sri dan teman-temannya langsung terjingkat kaget dan diam di tempat.


"Bisa diam enggak kalian?" Ucap gabriel dingin. Nyali sri dan para komplotannya pun langsung menciut dan menundukkan kepalanya.


"Hahahahaha,astaga..."


"Ngakak oii..." Ucap tania keluar dari rumahnya sambil tertawa. Sedangkan gabriel langsung menatap tajam ke arah tania.


"Udah sri dan para komplotan,istirahat gih..." Ucap tania. Sri dan para komplotannya pun langsung kembali ke kamar mereka masing-masing.


"Cowok tadi maling?" Tanya sri.


"Eh markonah,kan loe yang teriakin maling tadi" Ucap teman sri.


"Oh iya juga ya..." Ucap sri. Teman-teman sri pun menoyor kepala sri secara bergantian.


*****


"Loe marahin anak kos gue gabriel?" Tania menatap gabriel sambil berkacak pinggang.


"Iya,terus kamu mau apa? Marah sama saya?" Ucap gabriel dingin.


"Enggak juga sih,enggak ada gunanya juga marah sama loe.." Ucap tania santai.


"Kamu enggak belajar?" Tanya gabriel.


"Lagi belajar pak..." Ucap tania malas. Tania pun mempersilahkan gabriel untuk masuk ke dalam rumahnya.


"Konsep yang ini betul enggak pak?" Tanya tania. Gabriel langsung memeriksa tugas tania dan mengajarkan beberapa materi yang harus tania kuasai.


"Kok bapak bisa tau rumah saya?" Tanya tania sambil mengerjakan tugasnya.


"Eh,kamu enggak sediain minuman atau roti gitu buat tamu kamu?" Tanya gabriel sinis. Tania langsung menghelakan nafasnya dengan kasar dan mengambilkan air untuk gabriel.


"Kamu kan pernah ngirim alamat rumah kamu ke saya..." Gabriel menjawab ucapan tania. Tampak tania berpikir sejenak.


"Kapan?" Tanya tania.


"Waktu saya ngirim kertas HVS lewat ojol..." Ucap gabriel. Tania baru ingat bahwa ia pernah mengirimkan alamat rumahnya kepada gabriel.


"Oh iya airin,ini salah" ucap gabriel melingkari tugas tania menggunakan spidol berwarna merah.


"Ini salah"


"Salah"


"Salah"

__ADS_1


"Salah"


"Salah..." Ucap gabriel santai sambil menyoreti semua tugas tania. Tania hanya terpenga-nga dengan tindakan gabriel barusan.


"Kok salah semua sih pak?" Tanya tania.


"Kamu enggak teliti,hasil yang ini sama yang satunya lagi enggak balance" Ucap gabriel.


"Coba kamu perbaiki lagi" Ucap gabriel. Tania hanya bisa pasrah dan memperbaiki tugasnya dari pertama.


"Oh iya airin,masalah saya ke sini malam-malam kamu enggak perlu takut..."


"Soalnya saya udah izin sama pak RT sama pak RW di sini"


"Jadi kamu jangan takut kalau saya macam-macam atau takut kalau kamu jadi bahan omongan orang" Ucap gabriel.


"Hem,baguslah kalau bapak tau semua kepentingan tadi..." Ucap tania santai.


"Kan bisa kacau kalau kita terciduk di sini berduaan" Ucap tania.


"Eh enggak berdua,untuk sekarang kita bertiga..." Ucap tania sambil memperbaiki tugas yang di berikan oleh gabriel.


"Bertiga?" Tanya gabriel dan di angguki oleh tania.


"Tan,loe enggak makan?" Tanya zira yang baru keluar kamar. Zira terkejut saat melihat gabriel yang sedang duduk sambil mengoreksi tugas tania. Zira hanya menundukkan kepalanya dan langsung pergi ke dapur.


"Kamu tinggal sama dia?" Tanya gabriel.


"Enggak, dia nginap di rumah saya malam ini" Ucap tania. Gabriel hanya menganggukkan kepalanya dan kembali mengoreksi tugas tania.


"Bapak enggak pulang?" Tanya tania.


"Bentar lagi.." Jawab gabriel.


Waktu pun berlalu,sedari tadi gabriel belum beranjak dari duduknya. Sedangkan tania langsung mencatat point penting yang diberikan gabriel.


"Pak,bapak pulang deh pak,udah malam ini..." Ucap tania jengah. Gabriel langsung melihat jam tangannya dan terkejut.


"Hampir tengah malam..." Ucap gabriel terkejut. Gabriel pun langsung mengemasi semua keperluannya dan berpamitan pergi.


"Besok siang saya kesini lagi" Ucap gabriel. Tania tak mempedulikan ucapan gabriel. Baru saja gabriel keluar dari pintu rumahnya,tania langsung menutup pintu rumahnya dengan kesal.


"Loe mikir lah gabriel,gue udah kayak orang bego dari tadi..."


"Belajar enggak ada berhentinya" Ucap tania sambil membereskan semua perlengkapannya dengan kesal. Zira yang tadinya tertidur pun terbangun dan menyeret tania kedalam kamar.


"Udah,udah,besok aja sambung ngomelnya"


"Sekarang loe harus simpan tenaga buat ngomel besok" Ucap zira. Tania hanya menganggukkan kepalanya

__ADS_1


__ADS_2