
"Eh,airin" Panggil gabriel sambil melihat tania.
"Hem?" Jawab tania yang sedang makan. Mata gabriel langsung melirik ke arah di depan mereka. Mata tania membulat sempurna saat melihat dua insan yang bak mabuk asmara.
"Pakai masker" Pintah gabriel sambil memberikan masker kepada tania.
"Gimana pak?" Tanya tania setelah memakai masker.
"Enggak ketahuan kalau itu kamu" Ucap gabriel lagi. Tania melihat ke meja depannya,terlihat di sana raka dan fanya yang sedang duduk bersama. Tak lupa tangan fanya yang bergelayut manja di lengan raka.
"Makan apa sayang?" Tanya raka sambil melirik fanya.
"Makan aku" Ucap fanya manja sambil cengengesan. Raka yang mendengarkan hal itu langsung mencium jidat fanya. Tania dan gabriel yang melihat hal tersebut pun langsung membulatkan matanya.
"Enggak punya malu" Ucap gabriel sambil melirik fanya dan raka yang berada di depan mereka.
"Bisa-bisanya selingkuh sama sahabat tunangan sendiri" Ucap gabriel ketus.
"Enggak ngotak banget jadi orang" Sambung gabriel. Tania yang melihat ekspresi kesal dari gabriel pun keheranan.
"Kok bapak yang marah sih?" Tanya tania kebingungan.
"Kan saya tunangan raka" Ucap tania. Gabriel memutar bola matanya malas.
"Terus gimana? Masih mau lanjutin nikah?" Tanya gabriel sambil melihat tania.
"Enggak deh kayaknya pak" Ucap tania.
"Percuma aja dia nikah sama saya,tapi buat anaknya sama fanya" Ucap tania langsung.
__ADS_1
"Lah,kalau gitu kamu buat anak aja sama saya" Ucap gabriel tersenyum tengil. Tania yang mendengarkan hal tersebut langsung membulatkan bola matanya sempurna.
"Dasar mesum" Ucap tania kesal.
"Lah,enggak mesum airin,saya belum selesai ngomong"
"Buat anak sama saya waktu kita udah nikah" Ucap gabriel lagi.
"Ngarep..." Ucap tania langsung.
Tania dan gabriel sudah selesai makan,akan tetapi gabriel meminta tania untuk tidak pergi dulu dari restoran.
"Gimana kelanjutannya? Mau kamu ciduk si raka" Tanya gabriel dan di gelengi tania.
"Di mana harga diri saya kalau saya ciduk mereka" Ucap tania.
"Saya yakin,mereka pernah ngelakuin hal yang lebih parah dari pada ini" Ucap tania penuh keyakinan.
"Saya mau rekam aja perbuatan mereka" Ucap tania sambil mengaktifkan mode video. Tania merekam fanya dan raka yang sedang duduk bermesraan. Herannya,raka dan fanya seperti tak sadar akan kehadiran gabriel dan tania.
"Kok mereka enggak sadar sih ada kita?" Tanya gabriel kesal.
"Biasalah pak,dunia serasa milik berdua yang lain pada ngontrak" Ucap tania menyindir fanya dan raka.
"Alah,enggak guna pakai masker" Ucap tania langsung melepas masker.
"Ayah,yuk pulang" Ucap tasya dan di angguki gabriel.
"Bapak keluar aja duluan sama anak-anak,entar saya nyusul" Ucap tania dan di angguki gabriel.
__ADS_1
"Eh,pinjem lagi masker sama kaca mata bapak" Ucap tania.
Tania langsung memesan minuman dan berjalan ke arah meja fanya dan raka. Layaknya seperti orang tersandung,tania menumpahkan minuman yang berada di tangannya ke arah wajah fanya sehingga mengenai baju fanya.
"Woi brengs*k,loe enggak lihat jalan apa?" Ucap fanya geram dan kesal.
"Woi,berdiri loe jal*ng" Ucap fanya murka kepada tania yang masih menelungkup bak terjatuh.
"Sayang,baju aku kotor nih" Ucap fanya manja.
"Nanti aku beliin yang baru ya sayang" Ucap raka sambil membersihkan baju fanya.
"Woi kampret,loe bersihin nggak baju pacar gue" Ucap raka memarahi tania.
Tania langsung berdiri tegap di hadapan fanya dan raka dan menampakkan senyum sinisnya sambil bertepuk tangan.
"Nggak mau,najis gue megang baju pacar loe" Ucap tania sambil membuka masker dan kacamatanya. Fanya dan raka yang melihat hal tersebut pun di buat kaget olehnya.
"Tann...taniia" Ucap raka terkejut.
"Masih mau minta ganti rugi nggak? Jal*ng?" Ucap tania sambil tertawa bak psikopat. Fanya yang kesal pun berdiri di hadapan tania dan hendak melayangkan tamparan ke wajah tania. Dengan sigap,tania menahan tangan fanya.
"Nanti nangis" Ledek tania sambil melihat wajah fanya.
"Loe enggak ingat apa tangan loe hampir patah sama gue waktu SMA?" Tanya tania. Fanya yang geram pun menarik kembali tangannya.
"Ka,kamu yang tampar dia" Ucap fanya memerintah raka. Raka langsung membulatkan matanya saat mendengarkan perintah fanya.
"Kenapa? Enggak berani lawan gue? Sampai-sampai nyuruh raka buat nampar gue?" Tanya tania meledek.
__ADS_1
"Puk...puk..." Tania menepuk pipinya di hadapan raka dan fanya.
"Tampar aja,gue enggak bakalan nangis kok" Ucap tania mengarahkan pipi nya di hadapan raka. Raka pun berdiri di hadapan tania dan beralih melihat fanya.