Airin Kesayanganku

Airin Kesayanganku
Episode 95


__ADS_3

"Hah,capeknya...." Ucap gabriel sambil merebahkan badannya di atas kasur. Tania hanya bisa menggelengkan kepalanya sambil menyiapkan baju ganti untuk gabriel.


"Mas mandi dulu ya" Ucap tania.


"Bentar lagi ya sayang" Ucap gabriel. Tania berlenggang ke dapur untuk memasak makan malam mereka.


"Mas belum makan?" Tanya tania saat sudah keluar dari kamar mandi.


"Belum,nungguin airin selesai mandi dulu" Ucap gabriel. Tania berlenggang dan duduk di samping gabriel.


"Makan yang banyak ya sayang,biar nanti malam ada tenaga" Ucap gabriel tersenyum tengil. Tania menepuk pelan pundak gabriel dan membuat gabriel tertawa.


"Mesum" Ucap tania.


"Ih,siapa yang mesum? Maksud mas itu tenaga buat kerjain tugas,bukan untuk yang lain" Ucap gabriel sambil tertawa dan membuat tania geregetan.


Saat melihat gabriel berbaring,tania meminta suaminya untuk duduk.


"Mau airin pijetin?" Tanya tania. Gabriel langsung menganggukkan kepalanya dengan sangat cepat.


"Seriusan mas ngasih tugas sebanyak tadi?" Tanya tania di sela-sela memijat punggung sang suami.


"Itu aja udah mas kurangin sayang,soalnya takut tugas penting belum selesai" Ucap gabriel.


"Tugas penting?" Tanya tania.


"Apa itu?" Tanya tania lagi.


"Tugasnya enggak bisa mas kerjain sendiri sih,harus ada kamu sayang" Ucap gabriel lagi.


"Emangnya apa tugas mas?" Tanya tania.


"Bukan tugas mas,tapi tugas kita" Ucap gabriel.


"Hah? Kok kita?" Tanya tania.


"Tugas kita itu buat anak" Ucap gabriel gamblang dan membuat tania menghentikan pijatannya di punggung gabriel.


"Kenapa berhenti? Lanjutin dong!" Pintah gabriel lembut sambil menggapai tangan tania untuk memijat kembali.


"Mas maunya kapan?" Tanya tania berusaha tenang.


"Malam ini! Boleh?" Tanya gabriel. Tania langsung memeluk punggung gabriel dan membenamkan wajahnya di sana.


"Tapi airin takut kita bakalan gagal mas!" Ucap tania khawatir.


"Ucapan dokter masih terngiang di telinga airin" Ucap tania dengan nada sedih. Gabriel membalikkan badannya dan menatap manik mata tania.


"Sayang" Ucap gabriel.


"Segala sesuatu itu udah ada ketentuannya dari sang khalik"

__ADS_1


"Kita sangat tidak di perbolehkan untuk pesimis sama takdir Allah" Ucap gabriel lagi.


"Kalau mau berhasil,maka harus berusaha untuk mencoba" Ucap gabriel lagi sambil membawa tania kedalam pelukkannya.


"Kita kan belum coba,maka kita enggak tau gimana hasilnya nanti" Ucap gabriel.


"Yang terpenting kita ikhtiar,minta sama Allah semoga di beri keturunan yang sholeh ataupun sholeha" Ucap gabriel sambil mencium pucuk kepala tania.


"Dan,buat anaknya harus sering-sering,biar cepet jadi" Ucap gabriel dengan nada genitnya. Tania pun memanyunkan bibirnya dan di tertawai oleh gabriel.


"Mau kan malam ini?" Tanya gabriel lembut. Tania yang tau bahwa suaminya juga lelaki normal dan membutuhkan keperluan biologis nya pun menganggukkan kepala.


"Ini juga hak mas" Ucap tania sambil tersenyum.


"Airin enggak terpaksa kan sayang?" Tanya gabriel khawatir dan di gelengi tania.


"Airin ikhlas kok mas,kan kalau nurutin omongan suami dapet pahala" Ucap tania dan di acungi jempol oleh gabriel.


"Good"


"Yaudah,sekarang kita sholat isya dulu" Ucap gabriel dan di angguki tania.


"Mas ke masjid dulu ya sayang" Pamit gabriel. Karena setiap sholat wajib gabriel pergi ke masjid,jadi tania sholat sendiri di rumah.


Sebelum suaminya pulang dari masjid,tania memilih berdandan dan mengganti bajunya.


"Bismillah" Ucap tania sambil menggunakan baju tidur yang pernah ia beli bersama gabriel sebagai seserahan.


"Gila,ini lingerie tipis banget" Tania malu sendiri saat melihat dirinya menggunakan lingerie.


"Udah wangi belum sih?" Ucap tania sambil menciumi lengannya.


"Gue enggak boleh buat laki gue kecewa" Ucap tania lagi. Karena sangat malu,tania pun melapisi tubuhnya menggunakan mukenah. Pasalnya,saat ini ia sangat malu akan penampilannya yang menggunakan lingerie tipis yang sangat mengekspos tubuhnya.


"Assalamualaikum" Ucap gabriel sambil masuk ke dalam rumah.


"Wa'alaikumsalam" Jawab tania. Gabriel mengusap pelan kepala istrinya dan menciuminya penuh cinta.


"Kapan kita mulai nih?" Tanya gabriel tak sabar.


"Jangan tanya sama airin dong mas,airin malu nih" Ucap tania dengan pipi yang sudah kemerahan.


"Yaudah,sebelum kita gituan,alangkah baiknya kita wudhu dulu" Ucap gabriel.


"Airin udah wudhu tadi mas" Ucap tania.


"Oke kalau gitu,tunggu mas di ranjang aja sayang" Ucap gabriel dan di angguki tania. Tania melepaskan mukenah nya saat gabriel pergi untuk berwudhu.


"Deg-deg-an gue" Tania berjalan menuju ranjang sambil memegang dadanya.


"Masya Allah" Gabriel terkejut dengan pemandangan indah di depannya. Ia takjub saat melihat istrinya telah mempersiapkan segala sesuatu untuk malam ini. Gabriel meneguk salivanya saat melihat tania berbaring di atas ranjang menggunakan lingerie.

__ADS_1


"Cantik banget" Puji gabriel sambil mengelus pipi istrinya.


"Mas juga ganteng banget" Balas tania.


"Kita doa dulu ya sayang" Ucap gabriel dan di angguki tania. Setelah berdoa,gabriel memandangi wajah tania dengan intens dan mengusap pipi istrinya tersebut.


"Bolehkan sayang?" Izin gabriel. Tania mengelus pelan dada bidang suaminya dan menganggukkan kepalanya.


"Boleh mas" Ucap tania yang sudah di bawah kungkungan gabriel. Gabriel menciumi setiap inci wajah istrinya tersebut dengan penuh cinta.


"Bismillah dulu ya sayang" Ucap gabriel dan di angguki tania.


Gabriel melancarkan aksinya malam ini dengan sangat sempurna bersama tania. Gabriel tersenyum puas setelah haknya di berikan oleh perempuan yang sangat ia cintai.


"Makasih sayang" Bisik gabriel kepada tania yang berada di dalam dekapannya.


"Iya,terima kasih kembali mas" Jawab tania tersenyum. Gabriel menciumi pucuk kepala istrinya.


"Kita istirahat sejenak,tapi sudah ini langsung wudhu ya sayang" Ucap gabriel.


"Soalnya,kalau sudah 'gitu-gituan' dan langsung wudhu wajib,itu termasuk sunnah nabi" Ucap gabriel.


"Mandi bareng juga termasuk sunnah kan mas?" Tanya tania sambil melihat wajah gabriel.


"Iya,itu juga termasuk sunnah"


"Airin mau kan mandi sama mas" Ucap gabriel dan di angguki tania. Gabriel memeluk tania dengan gemas dan menciumi wajah tania bertubi-tubi.


"Mas geli" Ucap tania sambil tertawa. Gabriel menghentikan ciumannya dan menatap tania.


"Kalau gitu gantian" Ucap gabriel. Tania mencium pipi gabriel seperti gabriel menciuminya tadi.


"Em,btw mas...."


"Airin haus" Ucap tania sambil cengengesan.


"Biar mas ambilin ya sayang" Ucap gabriel dan di angguki tania.


"Masih haus sayang? Kalau masih haus,mas ambilin lagi nih" Ucap gabriel setelah mengambilkan air untuk tania.


"Udah cukup mas" Ucap tania.


"Yuk mandi,takutnya besok kita kesiangan " Ucap tania dan di angguki gabriel. Setelah selesai mandi,gabriel membantu tania mengeringkan rambut.


"Sini handuknya mas,kita gantian" Tania juga membantu gabriel untuk mengeringkan rambut.


"Sekarang istirahat ya sayang,biar besok enggak kesiangan" Ucap gabriel dan di angguki tania.


...Nah,si airin baru buka segel 🙈...


...Pantengin terus ya readers...

__ADS_1


...See u...


__ADS_2