Akan Ku Ajari Apa Itu Cinta

Akan Ku Ajari Apa Itu Cinta
Di sekolah


__ADS_3

saat aku masuk gerbang Kampus. ada seseorang yang memanggilku. dan ternyata itu.. adalah dia Rafly.


"Tian, kamu gak diapa - apain kan sama walikelas kita?" Ucapnya khawatir.


"tentu tidak. emangnya walikelas kita ini cabul?. sudahlah yuk ke kelas. " Ucapku sambil berjalan.


"Tian tunggu."Ucapnya sembari menyusulku.


Pelajaran pun berlangsung. Tak lama bel pun berbunyi menandakan istirahat.


"Ti , ke kantin yu makan baso. " Ucap Sandra.


"oke. " Ucapku


"Tian. aku ikut yah". Ucap Rafly.


"tapi kenapa? kan banyak cowo disini?" Ucapku yang heran akan kelakuannya.


"aku tidak mau dengan mereka aku hanya ingin bersamamu." Ucapnya sambil mendekatkan wajahnya padaku.


"hey inget ini di sekolah. " Ucap Sintia yang sedang membelaku.


"Yuu berangkat." Ucap Sandra yang semangat.


kami pun tiba di kantin dan duduk bersama.


"mas baso 4 porsi yah". Ucap Sintia.


"Campur semua?" Ucap mas bakso


"iyaah". Ucap Sandra.


kita menunggu hidangannya datang. karena begitu banyak yang beli.


"Ini neng baksonya. " Ucap mas.


"makasih". Ucap kita berempat.


Lalu, saat aku sedang makan dan mengambil sedikit sambal untuk menambah rasa pedas. tiba-tiba ada keributan.


"Waahhhh.... itu diaa datang. kyaaa tampan sekali. ambil gambar cepat. " Sorak para wanita.


"Ribut apa sih?" Ucapku yang sedikit heran.


"Hmm... lihat aja nanti Ti. Siapa yang datang." Ucap Sandra yang makin membuatku penasaran.


Aku pun tak menghiraukannya. Dan melahap bakso. lalu seseorang datang dan duduk di sampingku. aku melihatnya dan membelalak melotot.


"Bapak?!" Ucapku yang kaget. sedangkan dia hanya melirikku dengan pandangan yang sedikit kesal mungkin karena Rafly berada di sebelahku juga.


Aku memperhatikan keadaan sekitar. begitu banyak mata para wanita yang kesal dan cemburu padaku , aku merasa bakal susah hidup menghadapi begitu banyak wanita hanya karena kesalahpahaman.


"Mas saya bakso satu. " Ucap Pak Fadhil.


"Siap ". Ucap mas bakso.


aku membiarkannya dan menghiraukannya seperti tidak tahu apapun.


"ini Bakso nya silahkan menikmati. " Ucap mas bakso.

__ADS_1


"Terima kasih. (dengan senyum ramahnya)".


aku bisa mendengarkan kata-kata para fans nya.


"kyaa dia tampan sekali saat tersenyum. Tapi, aku gak suka sama cewe yang disebelahnya bener-bener genit banget sih dia. udah murid tampan sekarang gurunya juga dia embat." Ucap Fans yang membuatku jengkel.


"Raf, bisa ganti tempat denganku?!" Ucapku yang tersenyum paksa.


"Baiklah." Ucapnya.


"Dia ini benar-benar tidak mau dekat denganku" gumam Pak Fadhil yang memperlihatkan wajahnya suram


"Tidak disangka walas kita duduk bersama makan bakso juga." ucap Sintia


"aku rasa ada yang membuatnya tertarik" bisik Sandra pada Sintia


"yap aku juga setuju. siapa suruh Tian begitu menarik iya gak" bisik Sintia


"hu'um liat semua cewek disini pada kesel sama Tian temen kita. kesian juga sih " bisik Sandra


"kalian ini mau makan atau mau bisik bisik begitu?" tanya ku membuat mereka terkejut


"ah aku sedang makan kok."


"tidak ku sangka walas ku istirahat disini " tanya Rafly


"kamu memang suka ikut campur urusan orang yah Rafly." jawab pak Fadhil


"tidak, anda salah paham. saya..." ucap Rafly belum selesai


"brak !!!! berisik kalau mau ngobrol disebelah sana jangan disini. huh !!! " bentak ku


"aku tidak bisa makan kalau berisik." jawabku


"ppppfttt... hahaha memangnya ada hubungannya dengan ngobrol dan makan bakso yah." tanya Rafly menatapku


"bagiku ada. aku harus menikmati makanan agar terlihat enak dan nikmat saat dimakan." jelas ku makan bakso secepatnya


"hati - hati ini minum dulu agar tidak tersedak." ucap pak Fadhil


"hmm makasih." jawab ku singkat


kami pun selesai makan , Saat kami beranjak pergi.


"Tian, datang ke kantor sekarang. " Ucapnya sambil pergi.


Aku berusaha agar reaksi ku tenang- tenang saja. namun, sebenarnya aku sangat kesal hanya bisa menghela nafas. aku tahu kalau dia marah akan menghukumku dengan caranya sendiri.


"Ti, kamu gak apa - apa kan?" Ucap Sandra.


"San, aku tidak apa-apa. aku pergi dulu. " Ucapku sambil meninggalkan mereka.


Kantor milik pak Fadhil itu tempatnya memiliki ruangan khusus.


"Tok..tok..tok.."


"masuk" Ucapnya.


"Ada apa pak?" Ucapku yang menahan kesal serta penasaran.

__ADS_1


"duduk. aku akan menghukummu. "Ucapnya yang terdengar marah.


"Tapi, apa salahku?" Ucapku yang masih bediri.


"apakah kamu tahu apa yang kamu lakukan barusan?! kamu menghindariku seperti itu. aku tidak senang. " Ucapnya.


"Pak dengar ya, aku ini mahasiswi bukan guru. juga aku ini perempuan. begitu banyak yang ngefans sama bapak terus bapak seenaknya duduk disebelahku. mereka semua membenciku karena kelakuan bapak. apa aku harus tiap hari menghadapi para musuh cinta?! dan bapak itu guru. tolong berperilaku layaknya seperti guru. " Ucapku yang menahan amarah.


"mungkin aku melewatkan sesuatu. Asal kamu tahu. aku ini bukan seorang guru. tetapi aku ini adalah pemilik Kampus ini. " Ucapnya sambil mendekatkan wajahnya padaku.


Aku hanya bengong dan kebingungan terdiam sesaat. aku tidak tahu kalau dia pemilik kampus ini. tetapi, yang membuat ku bingung kenapa dia mengajari ku?!


"Lalu, kalau bapak bukan guru kenapa bapak menjadi walikelas kami. " Ucapku yang penasaran.


"karena aku ingin melindungi seseorang yang aku sukai." Ucapnya.


"oh jadi? di kelas kami ada orang yang bapak suka.?! atau mungkin dia adalah istri bapak?" ucapku yang makin penasaran.


"tidak juga." Ucapnya.


"lalu , apa yang mau bapak ingin aku lakukan?!" tanya ku kesal karena salah tebak


"bantu aku salin ini. dan print langsung. sebelum kampus berakhir pulang jangan dulu pergi. aku akan pergi sebentar.". ucapnya sambil meninggalkan tempat.


"tunggu, bapak mau kemana?" tanya ku


"aku pergi ke kantor ku. apa ada sesuatu yang mau di katakan?" tanya nya mendekatiku


"hmm.. setebal ini aku salin?" tanya ku


"hmm... tidak tapi setengahnya." jawabnya


"ayolah pak, aku bukan sekretaris bapak dan aku hanya asisten bapak. terus, aku uni mahasiswa pak." ucapku dengan wajah memelas


"bagaimana kalau aku akan memberimu gaji karena menyalin buku arsip ku?" tanya nya


Setiap kali aku mendengar uang, aku semangat !!!


lumayan buat bantu bunda untuk mengurus panti asuhan. tapi, aku pura - pura jual mahal dulu dengan begitu pak Fadhil akan membayar ku mahal


"emangnya bapak mau bayar aku berapa?" tanya ku


"5 juta." jawabnya


"apa ?! 5 juta sedikit banget." ucapku


"kalau gitu 2 kali lipat." ucapnya


"oke siap.." ucapku setuju


"Hihi... 10 Juta nyalin arsip gini doang. lumayan nih..." gumam ku semangat


"kalau gitu, aku tinggalkan dulu sebentar yah " jawabnya


"oke.." ucapku


aku hanya bisa menghela nafas dan mengerjakannya agar aku bisa kembali secepatnya ke kelas.


"semangat Tian kesempatan ini tidak akan datang dua kali." gumam ku

__ADS_1


__ADS_2