Akan Ku Ajari Apa Itu Cinta

Akan Ku Ajari Apa Itu Cinta
jawaban


__ADS_3

Sudah malam pak Fadhil masih belum sadarkan diri. aku sangat khawatir apakah keadaanya semakin memburuk.


"tok..tok..tok.."


"masuk saja."


"Nona Tian, ini buburnya . "


"ah baik terima kasih bi. ini sudah malam lebih baik bibi istirahat saja ."


"nona Tian juga tolong jaga kesehatan anda."


"Iya terima kasih. "


(dalam pikiranku) hmm lebih baik aku tidur di sofa saja karena semalaman aku tidak tidur dengan baik. krrukkk(suara perutku) aduh malu maluin nih perut. biarkan saja deh.


aku pun tertidur...


Pak Fadhil pun bangun dan melihatku masih tidur. ia menghampiriku..


"hmm... kelinci putihku. Sayang jangan tinggalkan aku lagi"ucapnya sambil mencium keningku sampai aku pun terbangun karena terkejut.


"hmm..bapak.." kata ku yang masih setengah sadar.


"iya.."


"bapak!!! ah bapak sudah bangun syukurlah. bapak pasti lapar. ayo makan dulu setelah itu baru minum obat . "


"hmmm(tersenyum kecil) "


"hmm...kenapa? "


"gak apa-apa. aku suka cerewet mu."


"a..aa..apa? sudah jangan bercanda terus. "


"Hmm.. Tian, bisakah kau mendengarkan ku sebentar sekarang."


"hmm baiklah. asal satu syarat"


"syarat?"


"iya, makan dulu. baru bicara."


"hmm baiklah."


Ia menghabiskan makanannya sedangkan aku menyiapkan obat yang harus diminumnya itu agar tubuhnya cepat pulih kembali.


"aku sudah memakannya. sekarang duduklah"


"baiklah aku beri waktu satu jam."


"kenapa begitu?"


"karena setelah satu jam harus minum obat ini. "


"hmmm terserah padamu."


"oke. apa yang mau bapak katakan?"


Ia bangkit dari tempat duduknya dan membungkuk padaku seperti orang yang mau melamar.


"Tian, aku.. aku mencintaimu. aku baru menyadarinya setelah dirimu tidak ada di sisiku. hatiku sangat gelisah. bahkan aku tidak bekerja dengan baik saat itu. aku tidak ingin kau menjauh dariku. aku akui aku cemburu melihatmu bersama Rafly atau Calvin. memang terdengar egois aku menginginkanmu seorang. tetapi, aku tidak memintamu untuk menjawab ku sekarang aku akan memberi waktu sebanyak yang kau butuhkan. aku tidak akan memaksamu. "


"bapak..."


"Tian, satu hal yang harus kamu tahu. selain istriku yang pernah aku cintai. setelahnya hanya dirimu. aku akan bersikap lembut padamu mulai sekarang.maafkan aku untuk hal-hal yang dulu. aku tidak akan memaksa untuk mencium mu. aku memahami apa arti cinta bagiku padamu. bahwa dirimu menginginkan seseorang yang mengerti dirimu tanpa paksaan. aku akan menunggumu. Tian, aku mencintaimu menyayangimu. "


"bapak....hmm itu aku..."


"ssuutt jangan jawab sekarang. hum"


"hmm baiklah. "


"oke, mana obatnya aku minum sekarang. "


"ah ini.."


"gluk(suara minum air)."


"um.. kalau gitu sekarang bapak istirahat yah. aku akan tidur di ruang tamu. "


"kenapa di ruang tamu?"


"hmm bibi An bilang kamarku yang disebelah masih direnovasi. jadi aku satu kamar sama bapak. tapi aku... tidak enak. "


(dalam pikiran pak Fadhil) Apa mereka mengerjainya. sungguh , lucu sekali. kasihan kelinci putihku ini."


"kau kan bukan pertama kalinya tidur bersamaku. "


"ah... iyaa aku.. aku tahu. tapi, kali ini berbeda."

__ADS_1


"hmm... (tersenyum kecil) baiklah. kau tidur dikasur ku. aku akan tidur di sofa. jangan membantahku tidak baik bagi pertumbuhan perempuan tidur di sofa." Ucap Pak Fadhil sambil mengelus kepalaku.


"selamat malam , istirahatlah."


"hmm.. iya."


Kenapa dengan hatiku ini , aku merasa senang sekaligus gelisah juga. pak Fadhil banyak berubah sekarang.


***


Pagi pun tiba, saat aku bangun dan melihat sekitar pak Fadhil tidak ada mungkin sudah di dapur. aku pergi ke kamar mandi. saat aku membuka pintu kamar mandi..


"swoshh....(suara air)


"aaahhhh!!!! ma...maaf aku tidak tahu kalau bapak ada di kamar mandi." segara tutup pintu kamar mandinya.


"(dalam hati pak Fadhil) hmm dia itu memang lucu. "


huff(menghela nafas panjang) lebih baik aku mandi dibawah saja. lalu pergi bekerja.


setelah selesai mandi, aku menerima telepon. aku mengangkatnya.


"halo..."


"halo Tian, aku menelpon mu dari kemarin. "


"ada perlu apa ,pak manager?"


"kamu sudah tidak bisa bekerja disini lagi. "


"apa? kenapa? apa salahku?"


"kamu itu nyonya muda dari keluarga besar Afriansyah. mana mungkin kami berani memperlakukanmu sebagai karyawan. "


"haaaahhhhhh?! pak. salah paham aku bukan..."


"salah paham apa?"


"ah tidak . tidak ada. baiklah kalau gitu."


"iya maafkan kami nyonya. "


"kenapa ini jadi semakin rumit. aku bukan nyonya !!! aku Tian. aaarrghh bagaimana ini aku tidak bisa mencari kerja lagi. pak Fadhil sedang sakit. apakah aku akan pengangguran. Tidak... aku harus cari cara."


"nona"


"aah!!! bibi bikin kaget aja. "


"hmm.. aku mau masak bi. bibi cukup bantu aku saja gimana?"


"baiklah nona."


Setelah selesai masak aku menyiapkannya dimeja makan menu hari ini sederhana saja. ayam goreng dan nasi goreng roti kukus coklat.


"ah bapak sudah datang. ayo makan dulu. lalu setelah satu jam nanti.."


"minum obat. aku tahu itu. "


Aku baru sadar kalau pak Fadhil memakai jasnya seperti biasa


"hmm.. bapak mau pergi kerja?"


"iya."


"gak boleh. bapak masih sakit. aku gak mau repot nanti" Ucapku sambil cemberut


"hmm(tersenyum kecil) sayang aku tidak apa-apa. aku kuat."


"ha..hahh????!!! kuat apanya. oh iya aku lupa. kenapa bapak sampai minum banyak? apa ada yang membuat bapak frustasi?" tanyaku yang santai-santai saja.


Seketika pak Fadhil tertunduk dan aku merasa dia sedikit tidak senang setelah mendengar ucapanku.


"hmm...(menahan amarahnya dan tersenyum) iya. ada yang membuatku frustasi hingga menjadi gila karenanya"


"hmm siapa yang sudah membuat bapak kaya gitu biar aku yang balas. "


(dalam hati Agil) nona, kamu tidak sadar akan kelakuan tuan muda padamu.


"sungguh? kau ingin membalasnya untukku "


"iya tentu saja."


"masalahnya dia seorang perempuan. " ucapnya mendekat padaku.


"mau dia perempuan atau laki-laki akan aku balas agar merasa bapak baikan." Ucapku tersenyum lebar.


"hmm.. baiklah. kira-kira apa yang akan kamu lakukan pada perempuan itu?"


"hmm aku...(sambil berpikir)mungkin akan menasehatinya dan memberi pelajaran. ayo katakan bapak ingin aku bagaimana memberinya pelajaran"


"dia harus melakukan apa yang aku suruh."

__ADS_1


"jangan-jangan bapak akan menyentuhnya. "


"apakah aku terlihat lelaki yang seprti itu?" ucapnya cemberut dengan alis tebalnya.


"hmm tidak. baiklah, siapa perempuan itu aku akan menyusulnya sekarang dan menyeretnya ke bapak. "


"perempuan itu adalah kamu."


"haaahhhhhhhh????!!!!!! Apa?a..aa... aku? kenapa bisa aku. "


"hmm(tersenyum kecil terserang keimutan kelinci putihnya itu) karena aku mencintaimu."


"eng..."


Hening sesaat


"ba...bapak jangan bercanda terus. sudah, sudah. skip saja."


"tidak bisa. kau sendiri yang mengatakan memberinya pelajaran bukan?"


"taa...tapi itu aku kan? haih..., tunggu jangan bilang bapak ingin menyentuhku."


"aku akan menyentuhmu jika kau mengizinkanku untuk menyentuhmu. "


"anu.. apa bapak gak malu berkata seperti itu." ucapku melihat keadaan sekitar.


"Tidak. " jawab santainya


"santai sekali bicaranya aku saja yang mendengarnya malu. " ucapku nada kecil.


"baiklah bagaimana kamu memberi hukuman pada dirimu sendiri?"


"hmmm aku.. aku tidak tahu. "


"Karena aku mencintaimu , aku tidak akan menghukummu. lagi pula ini bukan salahmu. sudah yah, aku pergi dulu jaga rumah yah. "


aku hanya terdiam akan kelakuannya. Agil dan bibi An mereka sangat terkejut akan kelakuan tuan mudanya yang berubah drastis.


lalu dia kembali dan..


"cup" mencium keningku.


"maaf aku lupa. tidak apa apa kah bila aku mencium keningmu?"


"a...apakah harus?"


"setidaknya iya."


"ter..terserah deh. "


"kamu... tidak bekerja?"


"hmm.. aku baru saja dipecat. "


"dipecat? kenapa?"


"aku kira bapak yang nyuruh atasanku untuk memecatku. "


"aku sudah bilang padamu Tian. aku akan membiarkan apapun yang kau lakukan. jadi, itu bukan aku. "


"lalu? siapa?"


"mungkin ibuku. "


"hah?"


"nona Tian, barusan nyonya menelpon saya dan memberi pesan bahwa anda tidak boleh bekerja dimana pun selain di perusahaan suamimu." Agil menjelaskan kesalahpahaman.


Aku tersipu malu saat Agil menyebut suami.


"Su..suami?"


"iya nona "


Pak Fadhil hanya memandangku dengan senyum kecilnya.


"ta...tapi dia bukan suamiku. aku belum menikah. ada apa ini. aarrgh. bapak tolong akhiri semua ini. aku bukan istri bapak , aku gak mau membohongi orang tua bapak sebagai istri bapak. jika mereka tahu kalau aku ini palsu. mereka akan membenciku. "


Pak Fadhil hanya melihatku karena tanpa sadar aku memeluknya.


"Tian, aku mengerti perasaanmu. tetapi, ini diluar dugaan ku. orangtuaku mereka sudah tua aku tidak bisa menyakitinya. "


"lalu, bagaimana denganku?"


"kamu hanya perlu mengikuti arahan ku untuk menjadi istriku. "


"aku..."


"Tidak perlu memaksakan diri semampu dirimu saja. aku pergi dulu. "


"mmm"

__ADS_1


__ADS_2