Akan Ku Ajari Apa Itu Cinta

Akan Ku Ajari Apa Itu Cinta
Kebetulan


__ADS_3

pagi pun telah tiba... aku bangun lebih awal dari mereka. aku melihat matahari terbit terlihat sangat indah... aku pun memotretnya bersamaku. Tak lama Fadhil bangun juga. dia langsung pergi ke sisi pantai dan merendamkan dirinya. Lalu, dia melepaskan baju bagian atasnya aku sangat terkejut dan malu saat melihat dadanya yang bidang itu. aku berada tepat di belakangnya. dia menghampiriku dan menarikku.


"Sayang, ayo ikut aku. "


"aku.. gak mau."


"tenang lah, mereka tidak akan tahu kau pergi kemana. lagipula ini masih jam 05.40 pagi ."


"kemana?"


"sudahlah ikut dulu."


Dia membawaku ke sisi pantai dari ujung tebing. sesampainya disana begitu terlihat indah. aku sampai terharu menangis melihat keindahan pantai ini.


"sayang, kenapa menangis? maaf aku membuatmu menangis."


"tidak.. tidak apa-apa. hanya saja ini terlihat indah bagiku. seumur hidupku, aku baru melihat dunia seluas ini dan hanya seorang diri. "


"tidak, kau salah. aku bersamamu." dia memelukku dari belakang.


"terima kasih."


"hmm.... iyaa.."


tak lama aku tersadar dia tidak memakai bajunya.


"hey, pakai bajunya. aku tidak mau repot merawat mu lagi."


"hmm(tersenyum kecil) sayang, kamu belum terbiasa memanggilku yang lain. panggil aku sayang. "


"hmm..baiklah."


"Tian, aku mencintaimu sungguh."


"benarkah?"


"iya.. aku sungguh mencintaimu. bukan karena kau mirip istriku. kau tahu, aku hanya menginginkanmu."


"menginginkanku.."


"iya hanya dirimu.."


lalu.. dia membalikkan tubuhku agar berhadapan dengannya. Dia menyentuh leherku dengan lembut. Entah kenapa rasanya aku tidak bisa menahan diri setiap kali bersamanya.


"hmm.. geli.."


"Aku ingin melihat reaksi mu bila ku sentuh bagian sensitif mu."


"tidak.. jangan.. aku belum siap."


"aku tidak akan memaksamu." Dia menciumku dan aku meresponnya tanpa ku sadari. Dia terkejut akan sifat ku. namun, dia semakin tertarik padaku.


"hah.."


"Lihat ini.. sudah terang ayo kembali."


"iya.. (sambil memakai bajunya)"


kami sudah sampai di tempat semula.


"whooaamm~ aduh nyenyak sekali. "


"ayo beres-beres kita akan pulang."


"hmm baiklah."


"kalian semua, maaf Tian dan aku akan pulang duluan."


"iyaah.. hati-hati yah."


"hmm.. Rafly, aku.."


"yah pergi saja. hati-hati..(sambil tersenyum kecil)."


aku masuk ke dalam mobilnya dan Agil sudah berada disana dari tadi. Agil menyetir mobilnya dan berjalan pulang


"Sayang, apakah kita jadi pergi?"


"ah itu... aku masuk kerja."


"kerja?"


"he'em. aku menjadi asisten di perusahaan PT. AS"


"(dalam hati: bukankah itu perusahaan yang ingin menjadi sainganku? yang sedang ku pecahkan beberapa bulan yang lalu? bagaimana bisa kebetulan seperti ini? ) "


"hmmm hey?"


"aku tidak suka di panggil seperti itu. padahal aku ini suami mu. "


"hmm baiklah(mengalah saja) sayang kenapa melamun tadi?"


"Sayang, jika aku meminta sesuatu darimu. apakah kau ingin melakukannya."


"hmm.. apa?"


"aku mohon jangan kerja disana. "


"lalu, aku harus bagaimana lagi. aku kan harus kerja juga."


"kenapa kau bersikeras ingin bekerja."


"hmm.. karena aku harus memberi donasi untuk panti asuhan ku. karena disana lah aku tinggal. "


"Sudah. bagaimana kalau kau menjadi asistenku saja. aku akan menggaji


mu 2 kali lipat?"


"su..sungguh?"


"yah. tetapi, kau harus melakukan apapun yang ku katakan dan perintahkan."


"baik. aku setuju. "


dalam hati Fadhil


"kelinci putih ini...memang menarik perhatian"


"tuut .."


"ah sebentar ada telepon"


"angkat saja"


"hmm? ini dari perusahaan tadi yang ku bicarakan."


"(timing yang bagus) tambahkan volumenya "


"hmm.., halo?"


"nona Tian, apakah anda bersedia mengikuti wawancara?"


"hmm itu.. maaf aku tidak bisa hadir ikut wawancara. "


"sayang sekali. Anda tidak bisa menolak untuk mengikuti wawancara."

__ADS_1


"kenapa?"


"karena presdir kami yang akan mewawancarai mu. ia sedang menunggu. "


"ah be..begitu.. umm..(melirik Fadhil)."


"(sudah kuduga mereka sangat berhati-hati)"


Dalam hati Fadhil


Fadhil memakai isyarat mata agar ikut wawancara itu.


"huh...(menghela nafas panjang) baiklah."


"bagus. sayang, sekarang istirahatlah. kita akan pergi bulan madu di tahun baru."


"hmm...(wajah memerah)"


"(tersenyum kecil) Agil, di akhir tahun usahakan jadwalku kosong. "


"baik tuan muda."


Sesampainya di rumah aku langsung pergi ke kamar untuk ganti baju formal karena waktuku sedikit lagi untuk mengikuti wawancara itu.


"sayang, secepat itukah kamu pergi?"


"hmm yaah yang, aku ... aku pergi dulu. "


"biar agil yang mengantarmu. Sayang , tubuhmu wangi sekali." katanya memelukku.


"ja..jangan begini. aku tidak punya waktu lagi."


"hmm...(cemberut)"


"haih.. cup. sudah daah..."


"hmm(tersenyum kecil) gadis ini sudah berani juga. dia mencium pipi ku haha~"


***


kami memakai jalan pintas karena itulah sudah sampai.


"Nona, kita sudah sampai."


"baik. aku akan pergi."


Aku langsung masuk dan pergi ke resepsionis untuk mendaftarkan diri dulu.


"ha..halo kak, saya mau minta formulir pendaftaran untuk mengikuti wawancara."


"maaf , atasan kami tidak memberitahu mengenai ini."


"lalu..bagaimana?"


"kamu tunggu saja. kami akan menghubungi atasan kami dulu."


"baiklah."


Tiba-tiba seseorang datang...


"Tidak perlu."


"pak presdir..."


"hmmm?"


"nona, apakah kamu peserta terakhir wawancara?"


"iya."


"baik"


"lain kali, jika dia datang kesini langsung antar ke kantorku. "


"baik pak. maaf."


aku pergi bersamanya. dan sedikit mendengar bisikan kecemburuan nih.


"ppstt wanita itu pasti spesial untuk pak presdir. sampai menjemputnya kesini."


"iya. kita jangan main api sama wanita itu. kalau tidak, kita akan tamat."


"iyaa..(sedih sekaligus patah hati)".


kami naik lift CEO hanya terdiam satu sama lain. kantornya berada di lantai atas. tak lama kami pun sampai dan memasuki ruangan.


"silahkan duduk."


"terima kasih."


"sebelumnya siapa namamu?"


"Tian."


"apakah kau membawa semua berkasnya?"


"ah iya ini.."


"baiklah aku sudah melihat resume mu kamu di terima. ini pertanyaan di luar wawancara."


"apakah kau mengenalku?"


"hah? mmm... maksudnya?"


"kau tidak ingat padaku?"


"eng..."


"Tiani, bagaiman bisa kau lupa padaku?! ini aku Rendy. aku.. aku...adalah mantan kekasihmu."


"ha..hah?????????!!!!!! "


(situasi macam apa ini? kok aku gak ingat dia? dia mengaku mantan kekasihku? sebenarnya dimana ini.)


"a..anu pak. maaf mungkin anda salah mengira saya tidak mengenal anda. mungkin kekasih dulu bapak mirip dengan saya. "


"kau membohongiku. aku tahu kau benci padaku karena waktu itu aku.. aku..meninggalkanmu dan kau menjalin hubungan dengan Fadhil untuk membalas ku."


(kenapa bisa kebetulan seperti ini? dia tahu Pak Fadhil)


"saya.. saya benar-benar tidak tahu."


"(dia menatapku melihat aku menangis) ah maaf aku.. aku tidak bisa mengontrol emosi ku. "


"iya tidak apa-apa. kalau begitu saya izin undur diri."


"yaa silahkan. kamu mulai bekerja besok sebagai asistenku."


"iya hah? asisten?"


"iyaa. kamu memilih pekerjaan umum jadi itu berarti aku yang memutuskan kau bekerja di bidang apa. maaf, mungkin aku memang salah mengira. lupakan hal tadi yah."


"iya, tidak masalah."


aku keluar dari ruangan, sambil berjalan aku berpikir keras. memang, aku senang diterima bekerja,bahkan pak Rendy itu memang tidak terlihat asing bagiku. tapi, apakah benar kalau aku ini sebenarnya Tiani? ah sudahlah kepalaku pusing setiap kali mengingat hal itu.

__ADS_1


Disisi lain...


"ada apa menelpon ku?"


"Nona, dia sudah keluar dari perusahaan AS. "


"hmm..baguslah. tabrak saja dia hingga tidak bisa hidup lagi. "


"baik".


sementara itu, aku sedang berjalan melintas. tiba-tiba saja, ada mobil melaju cepat aku sangat terkejut.


"aaaaaaaaaa...."


"Tiani...!!!!!! Awas."


Seseorang menarikku hingga kami terguling jatuh bersama.


"uh sial. ayo cepat kita pergi."


"ukh..(rintih kesakitan)."


"Tiani, Tiani? kau tidak apa-apa? "


"hmm.. aku baik - baik saja. (jatuh pingsan)."


"apa yang kalian lihat ?! panggil ambulan."


***


"cklek" suara buka pintu.


"Tuan muda.. hah...hah.."


"ada apa? kau tergesa-gesa."


"nona... nona muda ia kecelakaan."


"apa??! Dimana dia sekarang."


"Dia sudah berada di rumah sakit Cahaya Bunda. "


"ayo kita pergi."


***


Sesampainya di rumah sakit. kepala ku lecet terkena aspal . akupun dibawa masuk ke ruangan.


Pak Rendy saat itu hanya mondar mandir takut terjadi sesuatu. lalu, di waktu bersamaan Fadhil datang ke rumah sakit.


"Suster dimana ruangan atas nama Tian.


"Sebelah kanan."


"oke. terima kasih."


Fadhil terkejut melihat Rendy ada di sini . Tak lama dokter pun keluar.


"Dok bagaimana keadaannya?" ucap mereka barengan.


"Dia tidak apa-apa. hanya trauma dan lecet dibagian kepala. untuk sementara dia mandi tidak boleh berkeramas. Dia masih istirahat. saya permisi."


"Iya terima kasih."


Fadhil ingin masuk ke ruangan ku. tetapi Rendy menariknya.


"tunggu, atas dasar apa kau masuk?"


"maksudmu?"


" Dia kecelakaan bersamaku. jadi dia tanggung jawabku mulai sekarang."


"jaga bicaramu. dia hanya milikku. tanpa bantuan mu aku bisa melindunginya"


"heh... orang yang dicintanya saja tidak bisa melindunginya?"


"aku lebih baik dari pada dirimu karena mengkhianati cintanya. "


"kau..bajingan merebut dia dariku!!! "


"maaf, ini rumah sakit. harap tenang."


"hmm.. anu pak nona muda sudah siuman."


"bagus aku akan masuk. jangan sampai pecundang ini masuk juga. dengar , aku melepaskan mu karena sudah menyelamatkan dia. "


"ukh...Fadhil aku akan membalas mu."


Fadhil langsung masuk ke ruangan ku.


"Sayang, kau sudah sadar?"


"umm.. ya. Dimana Pak Rendy?"


"Kamu menanyakan laki-laki lain di depanku?"


"bu..bukan begitu. dia menyelamatkanku."


"hum.(menghela nafas) dia sudah pergi katanya ada urusan mendadak. "


"hmmm begitu yah."


"sayang, kau harus berterima kasih padanya. saat nanti bekerja. maaf aku tidak bisa melindungi mu. "


"hmm.. sudah tidak apa-apa kok. boleh aku tanya sesuatu?"


"apa?"


"hmmm apakah kalian berdua saling kenal?"


"umm.. iya. dia teman masa SMA ku. "


"oh begitu. "


"memangnya kenapa?"


"Hmm? tidak hanya heran saja hehe. Bisakah kau menceritakan Tiani padaku. "


"untuk apa?"


"hmm.. aku hanya ingin tahu dirinya "


"hmm baiklah. "


"dia wanita yang cantik anggun. tidak banyak bicara memiliki lirikan mata yang tajam. lebih tepatnya kami adalah teman masa kecil. aku hanya tidak ingat siapa saja teman masa kecilku dulu selain dia dan Rafly. kami dijodohkan tetapi sebenarnya kami sangat bahagia bisa bersama. Tiani itu, dia mantan kekasihnya Rendy. dulu, Rendy sangat menyukainya di masa SMA. saat dia lulus, Rendy meninggalkannya karena keinginannya. Tiani sangat kecewa saat itu, aku ini hanya teman curhatnya namun tanpa sadar aku menyukainya. akhirnya dia menerimaku. setelah itu, yah kau tahu sendiri. aku bahkan tidak bisa melindunginya waktu itu. sekarang dirimu."


Aku hanya berpikir keras akan ceritanya karena sangat tidak asing bagiku. saat aku tengah pingsan tadi, ada yang memanggilku dia terlihat ingin membalas dendam padaku. tetapi siapa?!


"sayang, apa yang kau pikirkan."


"hmm.. entahlah aku juga bingung. belakangan ini banyak yang menyangka kalau aku ini Tiani Candra. aku bahkan tidak tahu asal ku darimana."


"kita akan mencari tahu. oke. aku akan membantu mu."


"hmm.. terima kasih. "

__ADS_1


__ADS_2