Akan Ku Ajari Apa Itu Cinta

Akan Ku Ajari Apa Itu Cinta
Di mulai


__ADS_3

Pagi pun tiba. aku bangun dan masih berpikir, apakah aku menjadi Sandra saja atau tidak. Hati kecilku berkata lebih baik menjadi diri sendiri, masalah hasil dilihat nanti.


Paman Budi menelpon ku.


"halo nak. kamu dimana sayang?" ucap paman Budi


"aku berada di Sweet Cafe. " kata ku


"baiklah paman kesana."


"iyah. "


Aku masuk duluan dan menunggu di dalam. Aku bahkan sudah memberitahu paman penampilanku seperti apa. Tak lama ia datang dan duduk.


"San...dra..?" ia memanggilku dan terkejut di waktu bersamaan. Aku tidak tahu apa yang membuatnya terkejut."kamu... Tiani? Tiani Chandra?"


"umm.. iya paman itu aku. maaf, sebelumnya aku berbohong menjadi Sandra. Aku akan menceritakan semuanya. Tetapi, sebelum itu aku ingin mengatakan hal yang lebih penting.


"nak.. kamu..(haru bahagia)".


Dia memelukku tiba-tiba.


"akhirnya aku menemukanmu. syukurlah kau selamat. Chandra, aku tidak mengingkari janjiku, anakmu masih hidup. bagiku, anakmu adalah anakku juga." ucap nya berbicara sendiri.


"hmm.. (dalam hati: untuk pertama kalinya aku merasakan kasih sayang ayah kembali setelah sekian lama) paman..."


"ah maaf aku sangat bahagia. Tiani ,duduklah. kita bicara pelan-pelan."


"hmm.. tentu. "


Kami berbicara begitu lama, semua rencana ku sudah ku katakan pada paman. Entahlah aku merasa hatiku damai saat bersama ayahnya Sintia. ayahku adalah sahabat baiknya.


"baiklah Tiani. aku akan membantumu. besok pergilah dulu ke kota A. untuk mengambil arsip ayahmu. "


"baik paman. satu hal lagi, panggil saja aku Tian. itu panggilan khusus, tetapi saat di kantor panggil saja aku Tia. "


"hmm(tersenyum) iya..Tian. "


...***...


pertemuan ini membuahkan hasil. Namun, Ferdy mengetahuinya kemana pun aku pergi. Ia datang menghampiriku di Cafe.


"permisi bolehkah saya ikut duduk?" ucapnya mendekatiku


"maaf, tidak bisa." ucapku tidak melihatnya. Lalu, aku melihatnya sampai terkejut.


"ka..kamu. ngapain disini?"


"aku mengikuti mu." ucapnya sambil duduk.


"me..ngikuti ku? untuk apa?"


"itu rahasia. tetapi, sebelum itu aku akan memberitahumu sesuatu. aku tidak suka kebohongan termasuk dirimu."


"apa maksudmu aku berbohong padamu?"


"menurutmu?"


"apa mau mu?"


"sederhana. aku hanya ingin kau jujur padaku siapa dirimu."


"heh.. aku tahu kau sudah mencari informasi mengenai aku bukan? ini hanyalah taktik mu untuk mengenalku?"


"tidak disangka kamu memang pintar. tapi sayangnya, aku tidak seperti itu. "


"hmm.. baiklah. apa untungnya bagiku jika aku memberitahumu?"


"kau boleh meminta apa saja dariku.",


"baik. aku adalah Tiani Chandra. aku suka di panggil Tian. Tetapi, dulu dan sekarang berbeda. "


"apa rencana mu?"


"rencana ku?"


"haih...(menghela nafas) Tian. aku bukan orang jahat uang suka mengambil keuntungan besar. aku menyelamatkanmu karena hatiku. aku tidak meminta imbalan darimu. aku akan selalu menjadi pelindungmu dan membantumu. kau bisa percaya padaku? aku tahu kamu ini sangat berhati-hati. aku tidak tahu apa yang terjadi di masa lampau. Namun, aku tulus membantumu. "


"kamu bisa pegang kata-katamu?"


"Tentu. "


"baiklah. aku akan memberitahumu semuanya. tetapi, jika suatu hari nanti kau mengkhianati ku aku tidak akan segan membunuhmu. "


"dengan senang hati."


Suara telepon berbunyi


"halo"


"tuan muda kedua nona ini sudah sadar. mereka mengamuk karena sahabatnya satu lagi tidak ada bersamanya. "


"aku akan kesana segera."


"baik tuan."


"Tian, ayo kita ke rumah sakit. temanmu sudah siuman."


"sungguh? baguslah ayo."


Kami berangkat ke rumah sakit. sesampainya disana aku melihat begitu banyak suster yang berkumpul, lalu aku tanya salah satu dari mereka.


"permisi ada apa?"

__ADS_1


"ada orang gila." ucap suster tidak melihatku.


"jaga ucapan mu." ucap Ferdy tiba-tiba.


"memangnya apa salahku?" ucap suster menoleh ke belakang. ia terkejut melihat kami berdua.


"ah tuan muda maafkan saya . saya sembarangan berbicara."


"Minggir."


"Tian... kau dimana?" teriak Sandra menangis.


Sementara itu, Sintia berada di pojok dan melamun histeris. Melihat mereka berdua aku segera memeluknya.


"Sandra tenanglah. aku baik-baik saja."


"hmm.."


"lihat ini aku Tian sahabatmu. aku baik-baik saja."


"kau... kamu.. ini sungguh kamu?!"


"hmm (tersenyum haru sekaligus senang). ini aku (menarik tangan Sandra ke wajahku)."


"Tian.... (menangis keras) akhirnya kau selamat. aku kira kau... kau.. hiks..hiks..hiks.."


"tidak tidak. sudah jangan menangis malu di lihat orang. Ayo bangun, kita ke ruangan Sintia yah. eh, apa kau sudah baikan?"


"sudah(me lap air mata)."


"hmm..baiklah. aku bantu kamu berjalan."


di ruangan Sintia...


"mereka... mati.. gara-gara aku..? Tidak.. tidak.. mereka baik-baik saja."


"wah.. Tuan putri. sedang apa disana?" ucapku


Sintia menoleh pada kami, tak pikir panjang ia memeluk kami berdua.


"syukurlah kalian baik-baik saja. aku hampir histeris melihat kalian tidak ada di sampingku. "


"aku ada disini. Sintia tenangkan dirimu. kalian berdua lapar kan? aku membawa makanan."


"Sungguh? terima kasih. "


Dokter Cantika tiba-tiba datang dan memulai pembicaraan dengan Ferdy.


"wah wanita itu seperti ibunya bagi mereka berdua. "


"hmm.. iya begitulah."


"aku sudah menyelesaikan tugasku. "


"haha... partner ku ini memang terbaik. simpan saja aku tidak mau menerima nya. "


"sungguh? ini 1 Miliar."


"aku bukan orang miskin. sudah, aku mau kembali ke Amerika. semoga kita bertemu lagi."


"hmm.. (tersenyum) aku berutang budi padamu. makasih..."


Jawaban dokter Cantika itu hanya dengan melambaikan tangan.


Ferdy melihat kami bertiga bahagia. Ia hanya tersenyum dan meninggalkan kami sebentar.


"Tian.. "


"ssutt. aku akan memberitahu kalian sesuatu. tetapi, syaratnya kalian harus sehat dulu. aku takut kalian jantungan nanti."


"hmm... aku sudah sehat kok. iya kan Sin?"


"kau pikir aku selemah itu Ti?"


"ah bukan begitu. kalian kena racun , aku sangat khawatir."


"kami lebih mengkhawatirkan mu. karena kamu mengalami banyak tusukan. "


"(aku tersenyum). aku baik-baik saja, terima kasih kalian banyak membantuku. " ucapku tanpa sadar air mengalir dari mataku.


"sudah sudah" ucap mereka memelukku.


Aku menghapus air mataku.


"kalian siap jika kita pulang?"


"iya aku siap. "


"baiklah kita pulang sekarang. "


"oke.."


...***...


Di kota A. hari sudah malam ,Fadhil pulang ke rumah. tetapi, ia bukan dari kantor. Namun, ia dari Bar.


"sayang, baru pulang?" ucap Tiani palsu alias Tiara adikku. Fadhil tidak meresponnya.


"Fadhil, kamu tidak mendengar ku?"


"Diam !!!! "


Tiara terkejut akan perlakuan Fadhil. Tiara mengikutinya. Fadhil masuk ke kamarnya dan menguncinya.

__ADS_1


"Tian, sayangku kamu dimana? aku mencari mu selama ini." Gumam nya.


"Tut...." (suara telepon)


Fadhil mengangkatnya


"Halo?"


"Fadhil, ada kabar baik."


"kabar apa?" ucapnya setengah sadar.


"bawahan mu melihat seorang wanita yang mirip dengan istrimu."


"sungguh?"


"iya. mungkin saja itu benar."


"dimana dia melihatnya?"


"di kota C. "


"persiapkan urusan ku menuju kota C. "


"tentu.."


"Calvin terima kasih."


"iya aku adalah orang terpercaya mu. terima kasih kembali." menutup telepon.


"Sayang, akhirnya aku menemukanmu. semoga saja itu dirimu..."


Gumamnya.


Saat Tiara ingin mendengar apa yang Fadhil lakukan. Bibi An menghalangi rencananya


"nona?"


"ah apa?"


"ini sudah malam. saya mau pamit undur diri untuk istirahat."


"istirahat yah istirahat saja. sudah pergi sana."


ucap Tiara mau masuk ke kamar Fadhil.


"nona, tuan muda kondisinya sedang tidak baik. biarkan ia sendiri. permisi..." ucap bibi An dan langsung pergi.


"orang tua banyak ngoceh. " gumam nya.


...***...


Kami pulang bersama ke rumah Ferdy.


Karena ia adalah tuan muda juga. kami duduk bersama terdiam seribu bahasa.


"hmm Tian, dia siapa?" ucap Sandra


"eng... dia..(melirik) temanku. maksudku, aku akan memberitahumu nanti hehe... "


"hhmptt (kesal). "


Sesampainya di tempat....


Aku tidak menyangka rumahnya ini lebih besar dari Fadhil hanya beda sedikit saja.


"ini rumah apa istana?"


"hmm.. rumahku saja tidak terlalu besar seperti ini. "


"hehe.. eng Ferdy kamu disini sendiri?"


"iya. kau pikir aku mengundang banyak wanita hanya untuk pribadiku?"


"aku tidak berpikir seperti itu."


"oh yah?"


"aku hanya berpikir, kau.. tidak punya saudara gitu?"


"ada. hanya saja , aku tidak mau bersamanya. Ayo masuklah anggap saja rumah sendiri. "


"eng...(terdiam)"


Para pengawalnya sangat banyak mereka menyambut kami semua.


"Selamat datang Tuan muda."


penguruh rumah itu bernama Ang. ia menepuk tangannya sebagai isyarat untuk membantu kedua temanku pergi ke kamarnya.


"nona, mari ikut kami. "


"iyah "


"Daah Tian .."


"hmm(tersenyum) dah.. istirahat yah. "


"kamu juga istirahat. aku lelah selamat malam. " Ucapnya sambil pergi


"iyaa" ucapku.


aku pergi ke kamar ku. Perlahan aku hanya akan mempercayai seseorang . Namun, hanya sedikit rencana yang akan ku beritahu padanya karena aku belum bisa percaya sepenuh nya. esok adalah hari aku bekerja. sementara sahabatku harus sembuh total.

__ADS_1


__ADS_2