Akan Ku Ajari Apa Itu Cinta

Akan Ku Ajari Apa Itu Cinta
bertengkar


__ADS_3

"apa maksudmu?!!" bentak Rafly perlahan ia menyadari sesuatu.


"kenapa melamun hmm?!" tanya Tiara senyum jahat


"apakah kau yang melacak nomor ku?! kau... wah kau hebat sekali. kau mengadu domba antara aku Fadhil dan Jackson." ucap Rafly kesal


"aku?! mana mungkin itu aku. jika memang, mengapa aku berada di sini?! bahkan handphone ku saja di sita oleh Calvin aku tidak punya alat komunikasi." balas Tiara santai


"kamu pikir aku bodoh?! kamu punya alat komunikasi yang lain di simpan di tubuhmu." ucap Rafly nyengir


"wahh kau pintar tapi sayangnya tebakan mu itu salah." ucap Tiara sedang minum


"lalu...(teringat seseorang) apakah pacarmu yang melakukan ini?" tanya Rafly membuat Tiara terdiam seketika


"Rendy maksudmu? aku dan dia sudah tidak ada kabar. mana ku tahu !!!" ucap Tiara santai


"aku tidak akan begitu mempercayaimu." ucap Rafly duduk lemas karena di suntik oleh Calvin


"terserah...!!!!" balas Tiara


Mereka bermusuhan satu sama lain...


"duh.. gimana yah kabar kakak ku?! aku rindu banget huh !!!! Fadhil sialan.... akan ku balas nanti..hmmmpptt" gumam Tiara


Sementara itu, Rendy mendengar percakapan mereka berdua...


"keluarga Syah memang pintar untuk mencurigai seseorang."gumam Rendy


...***...


Kini, kandungan ku sudah 4 bulan seiring berjalannya waktu. hari - hari ku habiskan berada di ruangan saja.


bahkan, aku rindu pada semuanya, suamiku, teman ku, saudaraku. aku merasa seorang diri sekarang tidak ada orang yang menemaniku. aku membuat benteng antara Fadhil dan aku.


setiap hari, Fadhil mengetuk pintu pagi, siang, dan malam. aku tidak memperbolehkannya masuk...


Di ruang kerja Fadhil...


"tok..tok..tok.. boleh ku masuk?" tanya Alvian


"iyah."


"umm(berjalan) apa kau sudah baikan dengan istrimu?" tanya nya


"hmmm belum... apa yang harus aku lakukan?! ibu hamil berada di kamar terus selama satu bulan ini. aku sangat merindukannya." ucap Fadhil lelah


"Bagaimana kalau kau masuk saja kau kan suaminya. ayolah aku kesal melihat kalian seperti ini terus." ucap Alvian makan kue


"hmmm... aku diam karena menghargainya tapi dia tidak mengerti itu. baiklah, sudah ku putuskan..." ucap Fadhil bangkit dari duduknya


"putuskan apa?"


"aku akan menjelaskannya...tunggu hasilnya." ucap Fadhil mengedipkan mata nya berjalan pergi menuju ruangan ku.


Sementara itu, aku hanya bisa menatap jendela untuk menghapus rasa bosan ku.


"ceklek.."suara pintu aku pun menoleh


"Tian aku.."


"ada hal penting apa?"


"baiklah dengar, aku minta maaf karena tidak mengabari mu dulu. dan.. aku mengalah padamu karena aku menghargai dirimu. sejujurnya, aku tidak ingin kamu banyak pikiran karena kejadian itu kau ibu hamil pikiranmu harus selalu tenang. inilah alasan ku tidak memberitahumu..." jelasnya perlahan mendekatiku aku sibuk menatap jendela.


"apa kau dendam pada Evan? dia sudah mati dan sekarang aku baik - baik saja. lalu, aku ingat sejak hari itu, aku tidak melihat adikku dimana dia sekarang? apa kau mencurigainya juga?" tanya ku penasaran dan berhadapan


"yah..!!! aku mengurungnya karena apa?! dia datang lebih dulu daripada aku. dia membunuh saudara bodoh mu itu dan berlari mengejar mu wajar saja bagiku curiga padanya aku berpikir dia akan membunuhmu. aku sangat ketakutan saat itu, aku tidak tahu keberadaan mu. aku mencari mu dan aku menemukan adikmu, aku pasti mencurigainya sayang. tolong mengertilah aku tidak membencinya. aku hanya..." ucap Fadhil kesal membentak ku

__ADS_1


"hanya apa?! tidak mempercayainya?!" tanya ku menangis


"iya.. aku tidak percaya padanya. itu karena dia terus melakukan hal jahat padamu." ucap Fadhil lembut merasa bersalah karena membentak ku


"itu dulu Fadhil tidak sekarang.." ucapku menutup wajahku menangis


"Sayang... a...aku maafkan aku.. tolong jangan menangis." ucap Fadhil memeluk ku


"jangan sentuh aku !!!! pergi dari sini !!!" bentak aku


"aku tidak mau!!!" bentak dia balik


"Fadhil..!!!" aku memanggilnya keras


"apa !!!!" bentak balik


"ukh...!!!" mengepal tangan ku


"Tian, aku sangat merindukanmu sayang, kau menyiksaku selama satu bulan ini. aku menahan keinginanku terhadap dirimu juga demi anak ku. aku melakukan semua ini demi dirimu. aku takut kehilanganmu. kau adalah hidupku Tian kau hidupku... aku tidak bisa hidup tanpamu.." ucapnya tersungkur kesal pada dirinya sendiri dan menangis.


Aku terkejut melihatnya seperti itu. aku menghampirinya juga memegang wajahnya...


"Fadhil aku ada disini, lihat... aku baik baik saja. aku bersama mu, aku tidak akan pernah meninggalkanmu.. maafkan aku.." ucapku memeluknya , ia bersandar di pelukan ku


"jangan meninggalkan ku lagi jangan campakkan aku lagi.." ucapnya


"humm...."


untuk pertama kalinya aku melihat dirinya lemah dihadapan ku tidak seperti biasanya yang selalu tegas dan berambisi...


"akhirnya mereka sudah baikan. langkah selanjutnya, aku akan memberitahu Fadhil akan kemajuan dari kehamilan Tian.." gumam Alvian


...***...


Sementara itu, Jackson kembali ke kediamannya dia langsung meminta bawahannya untuk menyeret Sandra padanya.


"lepas !!! aku juga bisa jalan sendiri!!" ucap Sandra kesal tangannya di tarik kasar oleh mereka


"Jackson !! sebenarnya kau membawa ku kemari untuk apa? mengurung ku? atau memberiku tempat tinggal. kau memperlakukan ku seperti ini !!!" bentak Sandra kesal padanya


"yang kau katakan semuanya benar tidak ada yang salah. tetapi, waktumu disini sudah habis. kau harus pulang dan lakukan satu hal untuk ku." ucap Jackson


"lakukan apa ? lagipula aku ini bukan bawahan mu." jawab Sandra


"memang bukan. tetapi, aku punya banyak bukti mengenai kejahatan mu. kau tahu, gara - gara dirimu kandungannya tidak baik bahkan ibunya pun seperti itu." ucap Jackson greget


"tetapi, aku tidak menyuruh pembunuh itu untuk meracuninya. hanya menyiksanya sedikit itu juga hanya mengurungnya saja." ucap Sandra selama ini tidak tahu.


"YANG KAU SURUH ITU PSIKOPAT BODOH !!! DIA BARU KELUAR DARI RUMAH SAKIT JIWA..!!" bentak Jackson membuat Sandra tercengang


"aa...apa?! oh...tidak..(memegang kepalanya) apa yang sudah ku lakukan...(menangis) hiks...hiks..hiks... aku hampir membunuhnya...Tian maafkan aku." ucap Sandra menunduk menutup wajahnya


"aku tidak butuh tangisan mu sekarang. aku ingin kau memperbaiki hubunganmu dengan Tian. seperti semula lagi..." ucap Jackson datar


"kenapa kau menyuruhku untuk melakukan hal itu? aku malu untuk bertemu dengannya." ucap Sandra


"kalau gitu kemarilah aku akan membalas rasa sakit Tian itu untukmu agar kau merasakannya juga." ucap Jackson mendekat membawa pisau


"tidak...jangan... baiklah baiklah akan ku lakukan. ini juga demi kebaikan ku." ucap Sandra


"bawa barang - barangnya antar kan dia ke rumahnya tanpa di ketahui siapa pun." pinta Jackson pada bawahannya


"ingat...!!! kau harus mengatakan hal baik pada suami mu itu mengenai diriku jika tidak habislah dia." ucap Jackson lagi pada Sandra


"iya baiklah.." jawab Sandra berjalan pergi


"Jackson memang berbahaya aku tidak menyangka dia sangat jahat. tetapi, kenapa dia begitu peduli pada Tian? apakah dia kekasih lamanya? tidak mungkin. apa aku tanya Tian saja yah...tapi, apa dia ingat gak yah..haizz.." gumam Sandra menghela nafas lega

__ADS_1


...***...


waktu sudah tengah malam seperti biasanya Fadhil pergi ke ruang bawah tanah. aku sudah terlelap saat itu..


"apa kau lelah?" tanya Fadhil pada Rafly


"Fadhil, aku mohon percayalah padaku.." ucap Rafly lemas


"byurr...!!! bangun...!!!" ucap Fadhil


"dua saudara ini jadi tidak akur. terlihat sekali Fadhil membencinya.." gumam Tiara melihat mereka berdua.


Fadhil menyadari Tiara menatapnya dia langsung membalas tatapan sinis sehingga Tiara memalingkan pandangannya.


"menakutkan...!!!" gerutu Tiara memeluk badannya sendiri


"Bangun...!!!" bentak Fadhil membuat yang lain terkejut sudah lama sekali ia tidak seperti ini mereka yang melihatnya hanya bisa menelan air ludah.


Rafly bangun perlahan karena lemas...


"Fadhil jangan memaksanya aku sudah menyuntiknya." ucap Calvin merasa kasihan


"aku tidak peduli." jawab Fadhil, Calvin hanya menghela nafas.


"tanyakan apa saja padaku jawaban ku akan tetap sama. aku tidak tahu apapun." ucap Rafly bertahan


"bukankah kau juga bisa melacak nomor orang lain. lalu kenapa tidak bisa untuk dirimu sendiri? apa sengaja." tanya Fadhil tidak percaya


"aku sibuk bekerja. aku bolak balik ke kantormu namun kau tidak ada hanya ada Agil disana. aku menyerahkan semua laporan kantor padanya." ucap Rafly bersandar pada tembok sudah tidak tahan, Fadhil hanya terdiam


"darimana kau mengenal dia?" tanya nya lagi


"saat partner kerja. dia bekerja sama denganku. tanpa sengaja dia memperlihatkan foto Tian di laptopnya." ucap Rafly


"bukan Tian tapi aku." ucap Tiara membuat semuanya menoleh


"apa maksudmu" tanya Fadhil


"Evan salah menyangka orang. dia menyangka kakak ku itu adalah aku. yah, aku akui wajah kami sangat mirip saat kecil hingga remaja hanya sedikit berbeda saat dewasa. dia menculik kakak ku karena dia pikir itu aku." ucap Tiara


"lalu.." tanya datar Fadhil


"Aku mendengar percakapan kakak dengan Evan aku langsung ingat masa lalu. dia ingin balas dendam, karena itu aku mengikutinya. umm.. dulu, aku memperlakukannya seperti pembantu karena dia belagu. kakak ku tidak mengenal Evan dengan baik. kakak ku sejak kecil jarang ada di rumah. Evan tidak tahu kalau aku punya kakak. karena itu, aku membunuhnya." jelas Tiara


"sudah jelas sekarang.... Fadhil." ucap Calvin


"lalu, kenapa kau mengejar kakakmu? untuk membunuhnya juga?" tanya Fadhil tajam


"bukan. aku akan membawanya pulang padamu. Fadhil ingatlah, kau bisa menemukan lokasi kakak ku saat itu karena aku. aku mengambil hp nya ditukar dengan milik ku. aku melakukan itu karena aku takut gagal. dengan bantuan mu mungkin kakak ku akan baik - baik saja. tetapi... aku gagal menjaganya." ucap Tiara menunduk


"aku rasa kau harus lepaskan mereka." ucap Ferdy datang tiba - tiba


"kenapa? apa kau punya bukti untuk mereka." tanya balik Fadhil mereka saling bertatapan sengit


"ayolah Fadhil ada apa denganmu. aku minta maaf akan kelakuan istriku."


"istrimu?" tanya Fadhil tidak tahu


"iyah.. Sandra dan Sintia mereka bekerja sama karena kecemburuan. tunggu, kenapa kau bertanya? apa kau tidak tahu?" tanya balik Ferdy


"sialan !!!!!!! aku kira hanya Sandra sendiri tetapi kedua sahabatnya yang dia percayai mengkhianatinya." ucap Fadhil memegang kerah baju Ferdy


"lalu, apa yang akan kau lakukan padanya? membunuhnya?" tanya Ferdy


"jika diperbolehkan oleh istriku. apakah kalian berdua tahu, selama ini Tian tidak tahu siapa dalang dari penculikan itu !!!!" bentak Fadhil kesal.


"tidak tahu..?" ucap mereka barengan

__ADS_1


"bayangkan saja , jika Tian tahu apa yang akan terjadi padanya? dia akan sakit hati hidupnya hancur. aku tidak tega untuk memberitahunya. orang yang dicintainya ternyata mengkhianatinya. semua karena kalian berdua, jika saja perhatian kalian tidak pada istriku mereka tidak akan cemburu. wajar bagi seorang istri cemburu pada suaminya !! kenapa kalian tidak mengerti ini !!! lalu, yang jadi sasaran istri kalian siapa? istriku !!!" bentak Fadhil membuat mereka sadar titik kesalahannya.



__ADS_2