Akan Ku Ajari Apa Itu Cinta

Akan Ku Ajari Apa Itu Cinta
mulai beraksi


__ADS_3

"Fadhil kemana? kok dia gak kembali?" tanya Ferdy


"dia sedang istirahat dengan istrinya"jawab Alvian


"dia malah enak - enakan bermesraan. tapi tak apa, aku mengerti dia sangat merindukan istrinya." ucap Rafly sambil menyapu bekas pecahan kaca.


Calvin melihat raut wajah Alvian merenung seperti orang kebingungan. ia mendekatinya...


"ada masalah apa?" tanya nya


"Tian... dia.. kondisinya semakin memburuk. dan...(melihat Fadhil keluar dari kamar ku)" ucap Alvan belum selesai


"Calvin , Alvi ke ruangan ku..."


mereka pergi bersama mungkin untuk merundingkan sesuatu. Rafly menyadarinya , tetapi dia berpura - pura tidak tahu.


"sepertinya mereka akan membicaraka hal penting , aku harus tahu mungkin saja aku bisa membantunya." gumam Rafly berjalan mengikuti mereka


sementara itu, Ferdy sudah membereskan semuanya , ia segera mencari Sintia terlebih dahulu. dia pergi tanpa pamit.


saat diperjalanan ia mendapatkan pesan suara, ia menepi ke sisi jalan..


"Ferdy tolong aku.... !!!!! mereka akan memperkosa ku!!!! aku tidak tahu ini ada dimana ?! Ferdy ummm...ummm...ummm..."


Ferdy terkejut sekaligus panik mendengarnya, dia langsung melacak pesan suara itu. tak lama ia menemukanya !! lokasinya tidak jauh dengan keberadaannya. Ferdy langsung menancap gas untuk menolong istrinya...


...***...


dalam ruang kerja Fadhil...


"Calvin kau pimpin perusahaan ku sebaik mungkin. aku percaya padamu. aku tidak tahu apakah akan lama atau tidak. tetapi, lebih tepatnya aku tidak tahu kalau aku bisa kembali atau tidak." ucap Fadhil sibuk beres beres membawa pakaian dan semua alat senjata yang dia butuhkan.


"kau akan pergi kemana?" tanya Calvin tidak tahu


"aku akan pergi ke kediaman istriku. aku pergi kesana untuk mencari penawar. mungkin saja ada di rumah pamannya. aku yakin pasti ada disana. " jelas Fadhil


"disana berbahaya !!! Fadhil pikirkan lah dulu, kau harus membawaku juga. kau tahu kan tempat iu adalah tempat dimana para musuhmu berada bahkan istrimu saja hampir dibunuh oleh mereka. kau sama saja menyerahkan diri dan mereka akan melahapmu !!! kau bodoh." jelas Calvin kesal sekaligus panik


"tenang saja aku sudah membawa semua anggota gelapku." ucapnya


"mereka tidak bisa diandalkan Fadhil. biarkan aku ikut denganmu." ucap Calvin


"jangan. Alvi tolong jaga istriku dengan baik. kau menjadi teman curhatnya sekarang. jika dia bertanya mengenai aku. katakan saja aku kerja di luar negeri menggantikan ayahku. " ucap Fadhil


"itu berarti kau menyakitinya, kau meninggalkannya saat dia sedang lemah. kau tahu kan pasien itu harus punya semangat untuk kesembuhannya." ucap Alvi


"aku tahu tapi yang membuatnya selalu senang adalah adiknya bukan aku. jadi, lepaskan Tiara tetapi tetap berada dalam pengawasanmu."jelasnya


"kau salah , dia lebih mencintaimu dibanding apapun. walaupun kau selalu membuatnya kesal. tetapi dia mencintaimu. mengertilah itu.." jelas Alvi


"hahaha (tertawa tapi hati menangis) aku tahu dia mencintaiku. tetapi aku ingin dia sembuh dengan usaha ku. biarkan kali ini aku berhasil melindunginya. aku hanya ingin ibu dari anakku selamat. " jelas Fadhil


"dengan membahayakan nyawamu?" tanya Calvin greget


"aku rela mati untuknya, asalkan dia bahagia dan selalu mengingatku disaat aku sudah tiada. bukankah cinta harus ada pengorbanan? inilah cintaku untuknya." Jelas Fadhil sudah gila karena cinta


Rafly mendengar semua itu dia tersungkur lemas. di sisi lain dia tidak mau ditinggal saudaranya, di sisi lain adalah aku yang merupakan sahabatnya.


Fadhil sudah mau keluar dari ruangan , Rafly segera menyembunyikan diri. Fadhil diikuti oleh kedua teman kepercayaannya.


"ah Fadhil aku lupa sesuatu, aku harus ke kamar tamu. Sandra ada disana dia tertembak." jelas Alvi


"Sandra? kenapa kau tidak bawa dia ke bawah tanah saja?" ucap Fadhil kejam

__ADS_1


" dia sedang hamil Fadhil. aku tidak bisa melakukan itu." ucap Alvi


"bagaimana kalau dia melukai istiku lagi?"


"tidak akan , aku jamin." jawab Alvi


"baiklah... jaga istriku baik baik."


berada di halaman rumah...


"ingat pesan ku tadi. aku pergi dulu.." ucap Fadhil


"hati hati... selalu komunikasi." ucap Calvin


"oke....bummm!!!!!"


...***...


Ferdy sudah sampai di lokasi dimana isrinya di culik. mmang benar, begitu banyak pria mengelilinginya.


"lepaskan dia.." pinta Ferdy


"akan ku lepaskan setelah aku menikmatinya." jawab salah satu dari mereka kaarena mereka memakai topeng.


"hmm... (senyum jahat) jangan sampai kau menyesalinya..(mulai menembak jitu)"


Terjadi pertumpahan darah yang terlihat sadis dengan suasana gubug yang mencekam menakutkan disertai bau amis membat Sintia mual mual. semua pria yang mengelilinginya sudah mati di tangan suaminya...


"sayang apa kau baik - baik saja?" tanya Ferdy ngos ngosan


"hum... iya mereka tidak melakukan apapun selama kamu belum kemari. Ferdy aku takut sekali." ucap Sintia memeluk erat suaminya


"sudah sudah ceritakan nanti di mobil kamu gemetaran gitu. sekarang sudah aman" ucap Ferdy memangkunya


"sayang katakan, bagaimana kau bisa di culik?"


"saat itu aku sedang tidur aku mendengar suara langkah kaki. aku menyadari keberadaan mereka tetapi dengan cepat mereka menyekap ku." jelanya


"kau tahu siapa yang menyuruh mereka?" tanya Ferdy gemas


"umm aku tidak tahu mereaka hanya tertawa dan tertawa mereka menakuti ku dengan membuka pakaian mereka satu persatu. aku tidak tahu harus berbuat apa. tapi untungnya mereka langsung tidur setelah memakai kembali baju mereka." jelasnya


"huft syukurlah kau tidak apa apa dan masih dalam keadaan utuh." ucap Ferdy lelah


"Ferdy apa ada sesuatu yang mengganggumu?" tanya Sintia melihat wajah suaminya murung


"yah... ada bahkan banyak. itu semua karena diriku sendiri, aku mengerti kau dan Sandra menyekap Tian karena sebuah kecemburuan. tapi kesalahan kalian hanya satu yaitu katakan yang sejujurnya bahwa kalian cemburu, bukan dengan cara seperti itu. kalian berdua membayar orang untuk menyekapnya bukan? tapi sayang, yang kau suruh itu adalah psikopat tingkat akut yang baru saja keluar dari rumah sakit jiwa karena kabur." jelas Ferdy


"apa?! Ferdy sumpah aku tidak tahu itu. lalu bagaimana keadaan Tian sekarang?" tanyanya khawatir


"dia tertusuk dan ada racun di pisau itu. anehnya, racun itu sama dengan racun yang diberikan oleh pamannya waktu itu. aku hanya berpikir kalau psikopat itu adalah pamannya ? lalu, yang dibunuh oleh Fadhil waktu itu siapa? tapi tidak mungkin orang mati hidup lagi. apa mungkin racun itu milik psikopat itu?" ucap Ferdy sibuk bertanya tanya pada dirinya sendiri


"Ferdy, aku ingin bertemu dengan Tian , aku ingin melihat keadaannya sekarang. aku akan mengakui kesalahan ku. aku..." ucap Sintia belum selesai disela oleh suaminya


"Tian tidak tahu kalian berdua pelakunya sampai sekarang. Fadhil menembunyikan rahasia ini karena apa? jika Tian tahu, hatinya pasti hancur dan dia tidak akan mempercayai kalian berdua lagi. yang pasti.... mungkin dia akan membencinya." jelas Ferdy membuat Sintia tersungkur malu akan kelakuannya sendiri.


"hiks...hiks...hiks.. ini salah ku.... Tian maafkan aku. mungkin aku di culik karena aku dapat karma darimu. Tian maafkan aku sudah melukaimu..." ucap Sintia menangis tersendu sendu


"Tian sedang sakit sekarang karena racun itu sudah lama dia menderita. tadi aku melihat tubuhnya yang kurus dan juga pucat. aku terkejut melihat dirinya yang awalnya cantik juga elok tapi sekarang terlihat menyedihkan."


jelas Ferdy


ditengah pembicaraan mereka , Ferdy mendapat telepon dari Rafly.

__ADS_1


"halo.."


"Ferdy, apa kau peduli pada saudaramu?"


"tentu saja memangnya ada apa?"


"dia akan pergi ke tempat yang berbahaya. oh iya, tadi kau pergi kemana?"


"aku pergi menyelamatkan istriku. ada masalah apa?"


" syukurlah aman kan istrimu dengan baik. dan kemarilah ke kediaman Fadhil. akan ku jelaskan semuanya."


"baiklah..."


...***...


Alvian datang ke kamar tamu namun disana sudah ada Rafly yang menemaninya.


"Rafly istrimu masih belum sadar yah? tidak apa, kondisinya sudah stabil. lebih baik bawa dia pulang agar lebih aman. aku juga tidak bisa merawat dua pasien sekaligus."


"ya terima kasih. boleh ku tanya sesuatu?"


"apa itu silahkan saja."


"kemana Fadhil akan pergi? jawab jujur."


"maaf aku tidak bisa memberitahumu."


"aku mohon ini demi kebaikan dirinya, aku akan mengikutinya diam diam dan.." ucap Rafly belum selesai


"dan kau akan membunuhnya?" ucap Alvi menyelanya


"kau salah Alvi, dia akan membantunya aku percaya padanya. justru aku akan meminta bantuannya untuk ikut dengan Fadhil." jelas Calvin datang tiba tiba


"sungguhkah? aku takut dia bersekutu dengan musuh." ucap Alvi


"aku jamin dia tidak akan melakukan hal bodoh untuk melukai saudaranya kecuali memang ingin. aku tanya padamu Rafly, siapa Fadhil bagimu?" tanya Calvin sambil melipat tangan


"tentu saja saudaraku. walaupun dia keras kepala aku tetap menyayanginya. aku tidak ingin dia terluka. sekarang, beritahu aku kemana Fadhil pergi?" tanya Rafly penasaran


"ke kediaman istrinya..." ucap Alvi langsung


"apa?!!!!!! aku harus ikut dengannya. dulu, yang lolos itu aku dan dia saja di sana. aku tebak, apakah dia pergi kesana untuk mencari penawar?" tanya Rafly


"iyah kau benar..tunggu, darimana kau tahu?" tanya Calvin


"aku mendengar percakapan kalian , saat itu sudah ku putuskan aku akan ikut dengannya diam - diam. akan ku buktikan kalau aku tidak pernah berniat untuk mengkhianatinya." ucap Rafly


"baiklah aku juga ikut. sudah jelas sekarang, tapi tolong izinkan Sintia untuk merawat Tian dan Sandra." ucap Ferdy yang sudah datang dari tadi


"untuk itu maaf, aku tidak bisa. Fadhil mengawasiku 24 jam. dengan kamera CCTV nya. aku tahu dia percaya padaku dan aku sudah berjanji juga padanya, tolong mengerti hal ini." ucap Alvian


"baiklah aku mengerti. tapi tolong biarkan aku tinggal disini. bagaimana pun caranya." ucap Sintia meminta pada Alvian


"huft..... baiklah akan ku urus." ucap Alvi


"kalau gitu, aku titip mereka berdua pada kalian dan terima kasih. sayang, jaga diri baik - baik yah." ucap Ferdy


"hum... iya hati - hati.." ucap Sintia mereka berpelukan


"jangan katakan apapun pada Sandra aku pergi kemana, dia wanita hamil. katakan saja aku beekrja di luar kota yah." ucap Rafly dan mereka berdua langsung pergi


"hati...hati.."ucap Calvin dan Alvi

__ADS_1



__ADS_2