
sementara itu, Rafly sibuk akan pekerjaannya. ia tidak punya banyak kesempatan untuk menghubungi istrinya...
hari ini adalah hari terakhir dia menyelesaikan pekerjaannya. dia menghubungi Sandra...
"tuuutt...." suara telepon
"sayang aku pulang, tunggu aku di rumah." ucap Rafly langsung mematikan teleponnya.
sedangkan yang menerima telepon itu adalah Jackson.
"kepung rumahnya dan bawa dia kemari..." perintah Jackson ke bawahannya
"baik..."
Sandra berlari kesana kemari karena rumahnya yang luas tidak tahu Jackson ada dimana. akhirnya ia menemukannya.
"Jackson !! apa yang akan kau lakukan pada suamiku?" tanya Sandra khawatir
"kau tidak perlu tahu. ibu hamil harus menjaga pikirannya dengan baik agar kondisi anak mu baik juga. bawa dia ke kamar.." ucap Jackson pergi
Saat Sandra ingin mengejar nya dia ditahan oleh para pengawalnya.
"Jackson sialan kamu !!!!" bentak Sandra
"Brak...!!" suara pintu kamar Sandra tertutup
"Untung saja aku membawa ponsel satu lagi. aku harus hati-hati . kamar ku pasti ada kamera CCTV." gumam Sandra
Dengan cepat, Sandra mengirim pesan pada Sintia.
"Sintia tolong aku dan suamiku. kami berada di rumah Jackson dia mengurungku." pinta Sandra
"hmmm? Sandra Rafly? mereka kenapa?"gumam Ferdy
Hp Sintia di sita oleh suaminya. membuatnya semakin penasaran...
...***...
sesampainya di kediaman Rafly. bawahan Jackson langsung beraksi untuk menculiknya namun, Rafly sudah tahu hal ini akan terjadi...
semua pengawal Jackson sudah mati oleh Rafly...
"Wah... ternyata kau kuat juga.." ucap Jackson masuk
"heh...!!! kembalikan istriku.." ucap Rafly datar
"hmm...!!! kau tahu istrimu ada di rumah ku? hebat sekali. bagaimana kau mengetahuinya?" tanya Jackson
"tidak perlu kau tahu... aku punya caraku sendiri..." jawab nya
"jawab aku, siapa Tian bagimu?" tanya Jackson tiba - tiba membuat Rafly membeku seketika
"dia teman sekaligus saudaraku. kenapa?!" tanya balik
"sungguh?! kalau gitu apa ini.." ucap Jackson melempar hp Sandra akan percakapan Rafly dan Evan.
"(setelah melihat) dia tidak ada hubungannya denganku.." ucap Rafly
"oh ayolah keluarga mu itu termasuk keluarga kaya yang bisa membeli pembunuh bayaran. kau membantunya bukan? agar Tian mati dan seluruh harta nya menjadi milik kalian berdua bukankah begitu?"Tanya Jackson membuat Rafly sadar mengenai satu hal
"pembunuh bayaran?! aku tidak tahu itu...apa maksudmu" tanya Rafly semakin kebingungan
"Tian tersakiti oleh saudaranya sendiri semua gara-gara dirimu..!!! jika kau tidak membawa sodaranya yang bodoh itu Tian akan baik baik saja." ucap Jackson kesal
"sepeduli itukah kau pada Tian? heh..!!! aku takut rumah tangga Fadhil hancur karena mu. kau menyalahkan ku akan semua ini bahkan aku tidak tahu. aku sadar akan satu hal kau mengadu domba antara kami bertiga. permainan mu hebat sekali. aku sengaja mengirim pesan itu agar kau keluar dari kandang mu. aku bahkan tahu siapa ketua dari pembunuh bayaran itu adalah... dirimu.." ucap Rafly
sebelumnya mereka tidak sadar kalau Fadhil sudah ada di sana mendengarkan mereka berdua namun tidak begitu jelas. Fadhil melihat mereka sangat akrab dan menyangka yang tidak-tidak.
"Jadi kalian berdua kerja sama untuk menghancurkan keluarga ku." ucap Fadhil langsung menodongkan pistol untuk menembak mereka
"Fadhil....(terkejut) tidak kau salah paham.." ucap Rafly
"Dengarkan aku Rafly, semenjak penculikan yang dilakukan istrimu aku selalu mengawasi mu. aku tidak menyangka demi kesenanganmu kau seperti ini..." ucap Fadhil sakit hati
"tidak aku tidak melakukan hal itu percayalah padaku... " ucap Rafly mengangkat tangan mundur
__ADS_1
"lalu apa bukti percakapan Evan dengan mu itu tidak cukup !!!!" bentak Fadhil tidak mendengar akan percakapan mereka sambil berjalan mendekat pada mereka
"ini salah paham, aku yakin ada yang melacak nomorku..!!" ucap Rafly berjalan mundur
"dan kau Jackson, aku tidak menyangka kalau aku masuk ke dalam perangkap mu. tapi sayangnya, aku sudah menyiapkan hal lain untuk membalasmu.." ucap Fadhil menatap sinis Jackson yang santai - santai saja
"kau salah paham padaku, aku tidak tahu apapun. aku bertemu dengan Tian pun itu kebetulan semata. lebih baik, curigai lah orang - orang terdekatmu." ucap Jackson berjalan pergi
"dor...dor..dor.. Cih tidak kena...dia kabur!!! Calvin bawa dan ikat dia di bawah tanah ku. cepat !!" ucap Fadhil melirik Rafly ilfil dan mengejar Jackson
"Agil, Kejar Jackson !!! aku yakin dia dalang dari semua ini !!! akan ku bunuh siapa pun yang ingin menghancurkan keluargaku !!" bentak Fadhil kesal
Dalam perjalanannya...
"Sial hampir saja Fadhil menangkap ku karena salah paham. aku kemari untuk menangkap Rafly sayangnya tidak bisa... huh !!! aku gagal..!!! akan ku pikirkan cara lain.." gumam Jackson berlari cepat
Di depan Jackson sudah ada bawahannya yang membawa mobil. Ia cepat masuk kesana..
...***...
Sementara itu, perlahan aku sudah membaik hanya saja kegiatan ku sedikit terbatas. Alvian sudah kembali ke kediaman ku untuk merawat ku.
"selamat siang Tian... apa harimu baik?" tanya Alvian masuk ke ruangan ku
"hmmm siang juga aku baik. umm... bolehkah aku makan beef.." ucapku
"tidak boleh... nanti jahitannya terbuka. kau mau operasi lagi?" ucap Alvian galak
"hmmmpptt !!! pelliitt...!!!!" ucapku membuang muka
"Tian, aku ingin memberitahumu sesuatu. sebelumnya aku sudah uji coba darahmu ternyata seluruh aliran darahmu sudah ada efek dari racun paman mu waktu itu... aku belum mendapatkan penawarnya. entahlah dimana paman mu membeli racun itu. tetapi, aku bangga kau kuat." jelas Alvian merasa iba membuatku terdiam
"hmm... apakah akan berdampak pada anak ku?" tanya ku
"hmmm... tidak. janin mu baik - baik saja. aku sarankan agar kau sering minum vitamin herbal apapun itu. sedikit demi sedikit efeknya akan memudar." ucap Alvian
"hmmm begitu yah...baiklah terima kasih.. kamu selalu membantuku maaf aku selalu merepotkan mu." ucapku menunduk
"bagiku kau sudah saudaraku. aku harus melindungi mu. baiklah tunggu sebentar aku membuatkan bubur tanpa lemak untukmu." ucapnya pergi
Aku melamun memikirkan ucapan Alvian, aku mengelus perutku...
"sayang, tumbuhlah dengan baik dan sehat. aku akan selalu menyayangimu bersamamu selamanya hingga akhir hayat ku..."gumam ku
sudah lama Fadhil tidak ada kabar. bahkan, dia tidak menelpon ku kemana dia pergi?!
Aku mengambil ponselku...
"tuuutt...." menelpon
"cih merepotkan !!! (mengangkat tanpa melihat siapa yang menelpon dan menyangka kalau aku adalah Agil) kau sudah menangkapnya?! bawa dia ke ruang bawah tanah ku !!" bentak Fadhil menutup telepon
sedangkan aku gemetaran mendengar suaranya itu. aku tidak sempat mengatakan apapun dia sudah mematikannya.
"halo..halo..Fadhil...ukh..!!!" ucapku melihat telepon
"Aku harus pulang mungkin Tian sudah bangun sekarang...!!!" gumam Fadhil kembali ke kediaman Rafly untuk mengendarai mobil
"Tuttt..."
"apa?!" ucap Fadhil
"Tuan, Jackson melarikan diri kami kehilangan jejak." ucap Agil
"kembali saja dulu. kita ubah rencana.." ucap Fadhil sibuk mengendarai mobil
Alvian sudah kembali ke ruangan ku dengan membawa bubur.
"ini makanlah selagi hangat." ucap Alvian
"terima kasih..."
aku tidak sadar Fadhil melihat kami berdua begitu akrab. dia berjalan mendekat pada kami..
"Tian... kau sudah bangun?" tanya Fadhil
__ADS_1
"iya aku sudah bangun." jawab ku datar tanpa melihatnya
Alvian menyadari keadaan ini dia langsung keluar untuk tidak mengganggu ku.
"aku keluar dulu, panggil saja bila butuh apa - apa." ucap Alvian
"hmm baik.." jawab ku tersenyum
kembali terdiam satu sama lain...
"Tian kau marah padaku?" tanya Fadhil duduk di tempat Alvian tadi
"menurutmu?" tanyaku datar sibuk makan
"huft...(menghela nafas) maafkan aku. aku pergi tanpa memberitahumu." ucapnya memegang tangan ku
"huh..!!! apa kau bisa melihat siapa yang menelpon mu?" tanya ku membentaknya juga menghempas tangannya dariku
"kamu menelpon ku? (memeriksa hp)"
"gawat... tadi yang ku angkat ternyata dari Tian. aku membentak saat itu ku kira Agil yang menelpon ku." gumam Fadhil bingung
"jawab aku, apa maksud ruang bawah tanah? apa kau punya tempat semacam itu?" tanya ku lagi
"uhh... tidak ada. aku tidak punya ruang itu."
"jawab aku dengan jujur, aku mendengar ocehan mu di telepon. kau meninggalkan ku tanpa memberitahuku kau bahkan tidak menulis di buku akan kepergian mu. aku bangun melihat seseorang yang bahkan bukan suamiku. mungkin aku mengerti jika kau meninggalkan pesan tetapi tidak ada apapun. huh..!!!" ucapku membuatnya terdiam
"aku tahu aku salah aku minta maaf. aku sibuk tadi.."
"sibuk apa? pakaian mu tidak untuk pergi ke kantor. kau darimana?" tanya ku tajam
"aku...."
"jawab !!!! kau sudah janji padaku Fadhil kau tidak akan menyembunyikan apapun dariku." ucap ku kesal
"baik baik... tadi aku.... aku pergi mengintrogasi pembunuh bayaran itu untuk menangkap mu. dia hampir bunuh diri.." ucap Fadhil
"sungguh?" tanya ku memastikan
"ya sungguh. kamu sudah tidak marah?" tanya Fadhil memegang wajahku
"masih... keluar dari kamar ku." ucapku sudah beres makan dan terlentang tidur
"aku yakin Fadhil menyembunyikan hal besar dariku. aku kesal kali ini bangun tanpa dirinya. tetapi dia tidak mengerti itu huh ..." gumam ku
Fadhil hanya bisa mengalah untuk sementara. dia keluar menutup pintu dan Alvian menunggu kami di luar.
"kau sedang apa disini?" tanya Fadhil
"bukankah kau yang menyuruhku untuk berada di luar ruangannya selama 24 jam. " ucap balik ketus
"Tian marah padaku." ucap Fadhil duduk lelah
"bukan urusan ku. tapi kau memang salah tanpa mengabarinya. terlebih lagi dengan pakaianmu itu membuatnya curiga." ucap Alvian kasihan
"lalu aku harus apa? dia ibu hamil, aku tidak ingin dia punya banyak pikiran. apa itu salah?" tanya balik Fadhil
"tidak, kau benar. tapi cara mu yang menjadi titik kesalahannya. sudahlah, kau istirahat saja dulu aku akan membantumu. kali ini, biarkan asisten pribadi ku yang merawatnya aku harus pergi ke suatu tempat." ucap Alvian
"kemana?" tanya Fadhil
"hmmm ke kediaman Tian." ucap Alvian
"untuk apa?"
...***...
Di sisi lain, Rafly sudah di kurung di bawah tanah milik Fadhil berdekatan dengan Tiara. mereka berhadapan.
"wah... saudara yang terpercaya ini tertangkap juga?" ucap Tiara memancing nya
"diam kau rubah jelek."
"cih... istrimu meninggalkan mu dan sekarang kau di kurung. sungguh pembalasan yang setimpal." ucap Tiara
__ADS_1
"apa maksudmu!!!" bentak Rafly