Akan Ku Ajari Apa Itu Cinta

Akan Ku Ajari Apa Itu Cinta
Pulang


__ADS_3

Sesampainya di tempat aku mau memasukkan barang-barangku ke mobil Rafly tiba-tiba...


"kau mau kemana?" Ucap Pak Fadhil.


"ya pulang lah pak." Ucapku


Tiba-tiba dia menarik tanganku hingga aku jatuh ke pelukannya.


"aah..(Bruk..) " . aku merasa sedikit kesakitan.


"Tian, pulanglah bersamaku. aku khawatir padamu. " Ucap pak Fadhil.


"aku gak mau. hmm pak bisa tolong lepaskan aku sekarang. " Ucap kesalku padanya.


"Kenapa? " Ucap Pak Fadhil


Aku hanya terdiam tanpa berbicara. karena saking kesalnya aku menghindarinya secara langsung. Karena saat diperjalanan ke mobil dia mengusikku terus aku jadi jengkel.


"Tian, sini tasmu aku simpan. wajahmu seperti orang yang sedang lelah." Ucap Rafly.


"hmm... makasih.." Ucapku sambil cemberut kesal.


saat semuanya sudah beres. aku masuk ke dalam mobil dan juga yang lainnya.


tiba-tiba seseorang menarik tanganku dan ternyata itu adalah dia lagi guruku.


"Pulanglah denganku." Ucapnya dengan mimik wajah yang menyeramkan.


baru pertama kalinya aku melihat wajah marahnya itu.


"Tapi aku..." Ucapku belum selesai dia menyela ku lagi.


"Pulanglah denganku. ada yang ingin aku bicarakan denganmu sangat penting." Ucapnya yang di bisikkan padaku.


"ukh" ucapku yang sedikit menahan kesal.


"Ayo pergi" Ucap pak Fadhil.


"maaf aku tidak mau pak. selamat jalan. " saat aku mau masuk mobil Rafly. tiba-tiba tasku diambil oleh pengawal Pak Fadhil itu.


"hey.. tasku." aku pun berlari untuk mengambil tasku.


"Tian..." Rafly mengejarku...


"maaf nona jika anda ingin tasmu kembali maka ikutlah dengan tuan kami. " ucap pengawal.


"ukh..." (sambil mengepal tangan)

__ADS_1


"Tian, kau tidak apa-apa? " ucap Rafly khawatir.


"hmm tidak apa-apa. kamu kembalilah. aku harus ikut walikelas. ada urusan. maaf yah Rafly. " Ucapku yang menahan tangis.


"hmm baiklah hati-hati.." Ucap Rafly.


kemudian aku pun masuk mobilnya Pak Fadhil.


...***...


saat diperjalanan kami hanya diam satu sama lain. Lalu pak Fadhil memulai pembicaraan.


"Tadi kamu kesal karena perbuatanku padamu maaf. tapi asal kamu tahu aku tidak pernah dekat dengan sembarang wanita. dan itu hanya kamu. " Ucapnya yang sedikit menyesalinya.


akupun terdiam.


"bukankah bapak sudah punya istri? apakah itu benar atau bohong ?" ucapku yang masih penasaran.


"Itu benar. sebenarnya aku baru saja menikah bulan kemarin. hanya saja saat usai pernikahan kami mengalami kecelakaan. lama kemudian kami terpisah hingga tidak bisa ditemukan oleh pihak yang berwajib. aku sudah mencarinya kemana-mana. walaupun kalanya kami dijodohkan. tetapi saat aku melihat fotonya dia adalah masa laluku. dia adalah teman masa kecilku dulu yang ingin aku nikahi saat dewasa nanti. begitulah ceritanya." Ucap pak Fadhil sambil menatap ke arah jendela mobil.


aku pun berpikir sejenak dan penasaran. aku ingin tahu siapa perempuan itu. kenapa dia tidak kembali jika dia masih hidup? dan kenapa aku jadi kambing hitam untuknya? jika aku bertemu dengan wanita itu. ingin aku memarahinya. karena gara-gara dia aku selalu diganggu oleh suaminya tanpa alasan.


"maaf pak . apa aku boleh tahu nama istri bapak siapa? mungkin aku bisa bantu carikan. supaya bisa bersama lagi. " Ucapku yang terpaksa tersenyum.


"hmmm...(senyum nakalnya) kalau kamu ingin tahu siapa namanya kamu datang ke rumahku malam ini. aku akan memberitahu siapa namanya." Ucap pak Fadhil yang mendekatkan bibirnya ke telingaku.


"Baiklah." Ucapku yang penuh kepolosan.


...***...


malam pun tiba. handphone ku berdering.


muncul pesan dan pesan itu dari walikelas ku.


"jangan terlalu malam." kata dari pesannya.


"hmm... dasar tukang memerintah" menggerutu.


saat aku tiba di rumahnya para pengawal mendampingi aku untuk bertemu dengan Tuannya.


"Nona tuan muda sedang ada di kamarnya. anda tunggu saja di dalam. " Ucap pengawal


"hmmm... aku tunggu di ruang tamu saja. "


"maaf nona jika anda tidak patuh maka kami yang akan kena marah tuan kami." Ucap pengawal.


"haaihh dia itu so memerintah banget huh. baiklah." Ucapku yang kesal.

__ADS_1


setelah sekian lama aku mengenal pak Fadhil berlum pernah aku melihat kamarnya yang rapi, bersih, harum ruangan dan juga luas. tanpa aku sadari...


"Sedang apa berdiri disana? kemari." ucapnya


"hmm baik. " ucapku yang bersiaga takut terjadi apa-apa. tanpa aku sadar aku melihatnya baru selesai mandi tubuhnya masih setengah basah yang putih tinggi. membuatku salah tingkah.


"hmm... apa kamu sedang memandangku? atau sedang menggodaku? " Ucap Pak Fadhil sambil tersenyum kecil.


"hah? tidak . tidak ada. " ucapku yang tergesa-gesa karena hampir ketahuan.


" duduklah. " ucapnya


"bapak aku tidak punya waktu basa basi. aku harus pulang cepat. karena aku tidur di asrama sekarang. " Ucapku yang penuh khawatir.


"hmmm.. menginaplah disini." Ucapnya dengan santai.


"hah? tidak mau." aku segera menolaknya.


"heh... lucu sekali. sebenarnya kamu ini bukan orang yang sombong kamu ini orang yang lugu. tapi karena wajahmu ini terlihat jutek dan jarang bicara membuat orang takut padamu. " Ucapnya sambil menghampiriku.


"hmmm bapak mau ngapain?" Ucapku yang siaga takut terjadi sesuatu.


"menurutmu?" Ucapan yang selalu menggodaku terus.


"anu.. bapak jangan keterlaluan yah. lebih .. lebih baik bapak pakai baju dulu aku tunggu di luar saja . dan lanjut bicara. " Ucapku yang ingin kabur saat itu juga dan berbalik untuk bergegas pergi. tapi sudah terlambat tanganku dipegang olehnya.


"mau kemana? bukankah kau penasaran siapa istriku?" Ucapnya yang mendekati telingaku. aku hanya bisa terdiam.


Dia menarik tubuhku dan memelukku dengan erat. aku merasakan sesuatu pergerakan yang aneh.


"bapak jangan berpikir untuk menyentuhku kedua kalinya. " ucapanku yang sedikit mengancam.


"humm... aku tidak akan pernah melakukannya tanpa seizinmu, tapi tubuhmu ini sangat jujur ya (dengan senyum nakalnya). ini lihatlah foto ini dan dia adalah istriku. " Ucapnya yang langsung melepaskan pelukannya itu.


saat aku melihat fotonya aku sangat terkejut bahwa dalam foto itu adalah aku.


aku terdiam setengah mati. begitu banyak pertanyaan dalam pikiranku. siapa aku? kapan aku menikah? aku dimana? siapa pria ini sebenarnya? apa aku pernah bertemu dengannya? aahh aku pusing.


seketika aku terkejut dibuatnya lagi...


" apa kamu sudah melihatnya?" Ucapnya.


"ini... ini... (tanganku gemetar) ini aku?" Ucapku yang semakin lemas.


"hmmm? iya mungkin itu adalah dirimu. akhirnya aku menemukan cintaku dalam hidupku. aku tahu kamu pasti sangat kebingungan. apa aku ini berbohong atau tidak. tapi yang pasti wanita yang aku nikahi itu adalah dia wanita yang aku cintai. jika benar itu adalah kamu teman masa kecilku dulu yang aku tinggalkan karena urusan keluarga aku akan sangat senang. " Ucap nya yang penuh ketegasan.


"jadii.. jadiii... aku ... akuu... sudah menikah? tidak mungkin.. gak mungkin... " Ucapku yang sangat kebingungan.

__ADS_1



...(saat Tian terjatuh di pelukan Pak Fadhil)...


__ADS_2