Akan Ku Ajari Apa Itu Cinta

Akan Ku Ajari Apa Itu Cinta
Kenapa?


__ADS_3

kami berpapasan saat menuju dapur lalu kami makan bersama. Entah kenapa saat makan kami semua berdiam diri , aku sangat heran apa ada sesuatu yang tidak aku ketahui.


"Hmm.. jika sudah selesai makan simpan piringnya di washtafel. aku akan cuci nanti."


"Tian, pulang lah bersamaku sekarang."


"Sayang, apa kamu lupa. ini hari jadian kita. jadi sekarang kau harus meluangkan waktu untukku. " Ucap Rafly tidak ingin kalah.


Tunggu, kenapa rasanya di rumah Sandra ini sangat dingin. Kenapa Rafly memperlakukanku seperti itu.


"Tian..." Ucap Pak Fadhil


"Cukup bapak. aku.. aku tidak akan kembali beberapa hari. aku sudah beri alasanku pada bibi An. "


"Aku ingin mendengar alasannya langsung darimu?"


"Kenapa kau suka memaksa orang lain seperti itu Fadhil?"


"Bukan urusanmu. "


"Apakah kau juga memaksanya di.."


Saat Rafly ingin melanjutkan ucapannya Sandra langsung menutup mulutnya.


"Ah... Rafly kau lupa sesuatu. bukankah aku sudah menyuruhmu membawa sesuatu untuk datang kesini."


"Oh aku lupa. "


"apa katamu. bukankah bapak juga ingin mengambil sesuatu di rumahku kan? ini adalah rumahku. jadi bisakah kalian berdua pergi dari sini. "


"baiklah. " ucap Rafly


"baik. aku akan menunggu telepon darimu Tian. "


"hmmpppt" ucapku kesal.


"Tian, aku tidak menyangka kalau kau ini sebenarnya sangat rapuh. "


"Tidak Sandra kau sudah salah menilai ku. sebelumnya terima kasih sudah membantuku. aku akan melakukan apa yang harus aku lakukan. "


"Apa yang akan kau lakukan. "


"Sandra, aku ingat semua ucapan mu. aku tidak seharusnya bermimpi untuk bersamanya. karena itu, aku akan berusaha menjaga jarak dan menjauh darinya. terima kasih Sandra kau sudah menyadarkan ku. Tapi, untuk sementara ini aku tak mungkin bisa diam di rumahmu. aku merasa tidak nyaman."


Sandra langsung memelukku.


"Tidak. Tian jangan ucapkan itu lagi. aku sudah menganggap kau seperti saudaraku. terbukalah padaku apapun itu oke. "


"hmm.. baiklah Sandra. terima kasih."


Aku terharu akan perkataan Sandra entah kenapa rasanya sangat nyaman dan hatiku menjadi tenang bersama nya . baru pertama kalinya aku memiliki teman yang sangat baik.


"Tunggu, Sandra, aku tidak melihat Sintia akhir-akhir ini."


"Diaa...(aku tidak bisa memberitahunya sebenarnya dia bukan hanya sekedar model tetapi dia seorang detektif dan sedang melakukan sesuatu) aku tidak tahu. katanya dia akan meminta cuti satu bulan tidak akan kuliah. "


"oh begitu. kenapa dia tidak memberitahu ku. aku sangat khawatir padanya."


"Kau ini memang cocok jadi ibu muda yah hehe~"


"Sandra jangan bercanda. "


"baiklah baiklah. ayo kita cari kerjaan untukmu. "


"okee.."


Aku merasa lebih baik sekarang. lebih baik aku menikmati hidupku saat ini.


***


Sudah jam 12.00 siang Pak Fadhil sangat menantikan ku untuk menelponnya. dia mondar mandir di kantornya.


"Tok..tok..tok.."


"masuk"


"Tuan ada informasi baru"


"mengenai apa?"


"Bahwa ada seseorang yang mengubah hasil tes DNA nya tetapi dokter yang disuapnya itu sudah mati. kita tidak ada bukti dan tidak ada cctv saat itu. orang yang melakukannya sangat berhati-hati. "


"berani-beraninya dia bermain denganku. kita ikuti permainannya. "


"Baik tuan. "


"Untuk sementara, tolong jaga Tian dengan baik selama 24 jam. jangan lengah. aku takut dia terjadi apa-apa. "


"baik tuan saya segera laksanakan."

__ADS_1


(dalam hati pak Fadhil) Siapa dia? berani menganggu wanitaku dan hidupku!!! aku akan membuat dia menderita berkali-kali lipat.


Disisi lain...


Aku akhirnya sudah menemukan tempat kerjaku yang baru aku kerja di sebuah kafe.


"Sandra , terima kasih kau sudah mau membantuku."


"Sudahlah tidak apa-apa santai saja. karena ini hari kau dapat kerja. ayo kita pergi ke suatu tempat"


"apa? ke suatu tempat. tetapi, ini sudah mau menjelang sore tahu"


"Hmm... bagaimana kalau kita makan saja. "


"oke tuh. "


"haiih kamu ini gak seru banget. Oh iya Tian, aku sampai lupa. besok adalah awal bulan desember. kita jadi kan pergi ke pantai. "


"hmm... boleh. Sintia ikut kan?"


"yap dia ikut. ia bilang dia akan datang saat kita sudah waktunya pergi."


"hmmm baiklah."


Kenapa rasanya ada yang tertinggal. Setiap kali aku memikirkan Pak Fadhil hatiku gelisah. kenapa harus seperti ini. aku normal kan?!!! kok malah suka yang beristri. aku ini bukan pelakor(perebut laki orang).


"hmmm... Tian, apakah kau mau aku ajak Rafly. "


"Terserah dirimu saja."


"oke. kalau gitu biar Rafly yang membawa mobil. "


"hmmm..."


Cukup! aku tidak boleh memikirkannya lagi. aku bukan satu-satunya orang yang dia tindas sesukanya.


Pak Fadhil tidak berhenti menelpon ku. aku tidak tahu kalau dia menelpon karena handphone ku di silent.


aku dan Sandra pulang ke rumah.


"Sial. dia tidak mengangkat teleponku. Agil bagaimana keadaannya?"


"ia baik-baik saja tuan. saya melihat sepertinya nona muda sudah punya pekerjaan baru. tempat itu, di kafe. "


"bagus. tugasmu saat ini hanya melindunginya "


"bagaimana dengan tuan. "


"Tuan. pasti anda lelah mari silahkan istirahat. "


"iya.. " Ucap Pak Fadhil sambil pergi ke kamarnya


"Aku kasihan dengan tuan muda. dia memperlakukan Tian sangat tulus. " ucap Agil yang sangat menyayangi tuannya


"Benar, kira-kira apakah nona muda akan kembali?" ucap Bibi An yang ingin melihat mereka bahagia.


"Entahlah dari raut wajahnya saat pagi tadi nona Tian tidak ingin kembali. "


"Ini akan berdampak buruk pada Tuan kita. "


"Iya benar. "


"Mungkin... kita juga harus turun tangan."


"iyaa. "


"Kau adalah asisten pribadi tuan pasti tahu karakteristik tuan. jadi, kau tahu apa yang harus kau lakukan pada nona muda?"


"tentu baiklah kalau begitu saya permisi. "


...***...


Sudah pukul 20.00 . malam ini Sandra sudah tidur lebih awal. aku melihat handphone ku . aku sangat terkejut pak Fadhil menelpon ku terus. aku khawatir padanya. kenapa saat tadi pagi aku melihat dia terluka ,hati ku sangat sakit rasanya ingin aku memeluknya. apa aku telepon dia saja? Tidak, tidak boleh. lebih baik aku tidur.


Tanpa terasa berjalannya waktu aku sudah tinggal di rumah Sandra selama seminggu. pagi ini hari weekend. aku bebas melakukan apapun kerjaku juga libur. aku sedang menyiram tanaman di depan rumah. tiba-tiba...


Agil datang.


"Nona Tian" kata Agil sambil ngos-ngosan


"a..Agil ada apa? duduk dulu istirahat dulu. "


"nona Tian, Tuan muda... tuan muda sedang sakit. "


"Kenapa bisa?" ucapku santai-santai saja.


"saya akan menceritakan semuanya di jalan. bisakah ikut saya. "


"Maaf tapi aku tidak bisa."

__ADS_1


"Nona Tian saya mohon untuk ikut dengan saya. Tuan muda membutuhkanmu."


"Tapi, tapi kenapa harus aku?!"


"Nona Tian tidak ada waktu lagi, tuan muda sedang kritis. "


"a...apa?! bagaimana bisa." Ucapku terkejut.


Aku ikut bersama Agil. selama diperjalanan Agil sudah menjelaskan semuanya, mendengarnya membuatku sangat khawatir . tak lama kemudian sampai. aku langsung membuka pintu mobil dan berlari ke dalam rumahnya.


"Brak"(suara pintu terbuka)


Lalu aku melihat sekitar. begitu banyak bekas minuman alkohol berserakan.


"Agil, dia ada dimana?"


"Di kamarnya."


Aku langsung berlari kesana. Aku terkejut melihat dia terlentang tak sadarkan diri.


"Bapak!!!"


aku pergi mendekatinya...


"bapak, bangun. hey bangun kenapa jadi kaya gini. bapak ini bukan orang yang aku kenal. cepat bangun. Agil, bibi An...!!! "Teriakku


"Iya nona. oh tidak tuan muda."


"Agil bawa dia ke kasurnya. bibi An cepat panggil dokter. "


"baik nona."


saat Agil ingin memangku nya ia mendengar bisikan dari pak Fadhil.


"Ppsst... aku sedang pura-pura. bisakah kamu berakting juga. katakan pula ke dokterku untuk kerja sama. kalau aku sangat lemah."


"Baik pak. (dalam hati Agil) Tuan muda membuat orang khawatir. tetapi dengan begini nona Tian bisa bersamanya dan ia tidak akan minum-minum lagi. "


"Agil sudahkah?"


"Sudah. ia sedang berbaring. "


"nona Tian , dokter sedang di jalan. sebentar lagi sampai. "


"baguslah. (menghampiri pak Fadhil tanpa aku sadari) Kenapa jadi seperti ini. jangan menyiksa diri sendiri. "


Tak lama dokter pun datang ia memeriksanya dan berkata...


"Nona Tian, suamimu ini tidak akan hidup lama. bila ia terus minum alkohol dan tidak menjaga makanannya. lambungnya sudah kronis. "


"aapaa?! apa itu bisa disembuhkan. "


"bisa selagi kau mengurusnya dengan baik. suamimu itu harus istirahat setidaknya seminggu itu langkah paling cepat. bila masih tidak sembuh paling sebulan. "


"ah..mm begitu. " Ucapku tertunduk kebingungan.


"ini resep obatnya. segera beli obatnya kalau begitu saya permisi. "


"baik... terima kasih dok "


"mari saya antar ke depan " Ucap Agil.


"nona Tian kalau gitu saya akan buatkan bubur. sebelumnya apakah nona Tian akan tinggal disini kembali bersama kami. "


"hmm.. entahlah sepertinya.."


"Saya mohon tinggal lah disini. bukankah kau sudah menganggap ku ibumu?"


"ah mm.. iyaa aku.. aku... eng..(aku tidak bisa berbuat apa-apa) Baiklah."


Pak Fadhil mendengar semuanya dengan posisi berbaring dan menutup matanya. ia sangat puas hasilnya dalam pikiran pak Fadhil....


"maaf Tian, aku membohongimu. tetapi, ini satu-satunya caraku untuk melihat kelemahan mu. aku tahu kau sangat mempedulikan ku. hanya tidak mau mengakui nya saja. Tian, aku mencintaimu."


Aku menyentuh dahinya. untung saja dahinya tidak terasa panas. aku harus menyelimutinya supaya merasa baikan nantinya. aku pergi ke kamarku. tetapi, ternyata kamarku sangat berantakan. tiba-tiba Agil datang...


"nona Tian, anu... kamarmu masih dalam renovasi. mungkin dalam waktu 2 hari akan selesai untuk sementara tinggal satu kamar dengan tuan muda. " Ucap Agil


Muka ku memerah mendengar semua itu.


"aa...aaa...aapa? ii... itu tidak mungkin hehe. lagi pula aku ini bukan siapa-siapanya hanya murid dan mantan karyawannya saja. "


"lalu bagaimana caramu merawatnya. bisa saja dia mengalami sesuatu yang tidak kita ketahui. sedangkan saya untuk sementara tidak bisa berbuat apa-apa. "


"ta...ta...tapi.. itu."


"Nona muda ini obat untuk tuan muda. kalau begitu saya permisi. "


"Hey!!! dengarkan aku dulu..."

__ADS_1


...***...


__ADS_2