
Sesampainya disana Fadhil melihatlu dan kawan - kawanku tiba lebih dulu. Fadhil hanya menatapku dan aku menoleh lalu membelakanginya. Fadhil kesal , ia menghampiri kami.
"Kalian sudah datang.."
"eh bapak. sudah..."
Lalu Sintia dan Sandra menatap wanita itu dengan ketus.
"ini istri bapak ya"
"iyah.. istriku yang sebenarnya." sambil melihat ke arahku
"apakah kamu Tian?"
"iya."
"wah.. kita sangat mirip yah. sayangnya aku adalah istri sah nya. mungkin suamiku ini menyangka kau adalah aku " ucapnya memuji sekaligus mengejek
"Tidak juga. dia bisa mengenal siapa istrinya."
"ah begitu. apakah kamu sudah punya pacar."
awalnya Rafly ingin maju untuk melawannya tetapi tak disangka Rendy datang.
"Tentu..." ucap Rendy tiba-tiba..
semua orang menoleh padanya.
"sayang, maaf aku terlambat." ucap Rendy mendekatiku. Aku berpikir jika tidak kerja sama dengannya akan ketahuan. lalu daripada aku membuat Rafly semakin kebingungan akan perasaanku padanya lebih baik aku putuskan sekarang.
"iya tidak apa-apa."
"Tian.. kamu.." ucap Rafly tidak percaya
"hmmm aku permisi dulu. sayang sebentar yah."
"iyah.."
aku membawa Rafly ke tempat yang sepi.
"Rafly, aku... akan memutuskannya sekarang. Rafly, aku menyukaimu. tetapi, tidak ada perasaan cinta. Aku menganggap mu sebagai sahabat tidak lebih. Aku menyadari kau merasa aku ini adalah wanita masa lalu mu kan? Tetapi, aku bukan dia. wanita masa lalu mu adalah Sandra."
"Sandra..?"
"iyah. aku tahu kamu sedang mengujiku. memberikanku begitu banyak makanan. Rafly, kamu tanpa sadar peduli pada Sandra itu artinya kamu mencintainya. "
"jadi.. dia masa laluku."
"iyah.."
Rafly memelukku dan mengucapkan terima kasih. sedangkan Sandra melihatku dengannya yang akan terjadi salah paham.
Sintia menyusul Sandra agar bisa menjelaskan apa yang terjadi sebenarnya.
"San, kamu jangan salah paham."
"hmm tidak kok. aku kira dia akan menyakiti Rafly."
"Tidak. tentu tidak. San, ini waktunya kita memberikan bukti rekaman pada Pak Fadhil. "
"iyah itu benar. ayo..hhaa(terkejut) kamu..." ucap Sandra terkejut
"heh.. aku tahu kalian sedang merencanakan sesuatu. kau pikir aku tidak tahu semua itu. aku menyelidiki kalian berdua selama ini. beraninya kalian bermain denganku." ucap Tiani
"kau pikir aku takut? Aku akan membuka sifat busuk mu itu. kau menyamar menjadi orang lain. tidak tahu malu." Ucap Sintia
"heh.. kau sudah salah pilih lawan Sintia.."
"kenapa kau tahu namaku. Siapa kau sebenarnya?! " tanya Sintia kebingungan
"karena aku juga teman masa kecilmu dulu yang selalu kau kucil kan."
"hah???!! heh maaf. tetapi,aku tidak mengenalmu. "
"kau akan mengingatnya nanti."
"apa?! ukhh.."
Sintia dan Sandra dipukul dari belakang dan dibawa ke suatu tempat. Rafly sedang mencari cintanya yaitu Sandra alhasil tidak ketemu dia menghampiriku.
"Tian, dimana Sandra?"
"hmm? lho bukankah dia bersama Sintia?"
"tidak ada."
"bagaimana bisa? ayo cari."
aku ,Rendy dan Rafly berpencar mencari mereka berdua. aku mencarinya di halaman belakang. Tiba-tiba Tiani datang..
"Tian..."
"siapa? hah.. ternyata kamu.."
__ADS_1
"heh... kau pura-pura manis yah agar suamiku tertarik padamu."
"maksudmu?"
"aku tidak menyukaimu sejak dulu... kau selalu merebut milikku." Ucapnya mencengkram ku.
"aku tidak mengerti maksudmu."
"kau mencari mereka berdua bukan?!"
"kau.. apa yang kamu lakukan pada mereka?"
"hanya bermain."
"kamu kurang ajar. jangan sakiti mereka. jika kamu punya masalah denganku cukup denganku saja."
"tetapi, nyamuk juga harus dibunuh karena menganggu."
"apa?! kau membunuh mereka?"
"menurutmu?"
"Tiani kamu jahat..."
"Diam!!!!!"
"ukh..."
"bawa dia ke tempat yang sama."
"baik."
Dia menamparku dan aku di pukul di bagian punggung sehingga aku tidak sadarkan diri.
Tiani kembali ke tempat semula dan mengancam bunda.
"bilang pada mereka bahwa tiga wanita itu sudah pulang karena urusan mendadak."
"ii..iyaa.. baiklah."
"Sayang, kamu darimana tadi?" tanya Fadhil
"aku ke toilet."
"ah begitu. "
Rafly dan Rendy datang bersamaan
"ada apa?" Tanya Fadhil.
"Tidak.."
"ah.. mereka tadi bilang ke ibu pulang duluan karena ada urusan mendadak."
"pulang? ah kalau gitu aku pamit." ucap Rafly
Rafly pergi mencari mereka bertiga. Fadhil merasa ada sesuatu yang aneh.
Rafly dan Rendy terus mencarinya alhasil tidak ketemu.
***
"uh..sakit sekali..."
"kalian sudah sadar?"
"kamu... kau membawaku kemana?"
"bukan hanya dirimu saja. lihatlah di sisimu."
" Sandra Sintia. bangunlah. apa yang kau lakukan padanya?"
"sama sepertimu."
Sandra dan Sintia sudah sadar dan melihat aksi Tiani.
"Tian kau harus menanggung akibat mu. kau sudah merebut hati suamiku."
"aku...??!!"
"benar. (mendekatiku) inilah akibatnya."
"ukh...(rintih kesakitan di tusuk pisau oleh Tiani)."
"Tiaaan......!!!!!!!!! Tidak..tidak.."
"akh.. kau.. ,kalian tenang saja aku tidak apa-apa."
"kau pikir aku hanya akan menyakiti Tian saja. kalian berdua menyaksikan hal ini tentu harus di bungkam bukan. "
"kau..."
"tenang saja. aku hanya akan membuat kalian tertidur selamanya. "
__ADS_1
"tidak... "
Aku berusaha bangun karena tangan dan kaki ku terikat tetapi tidak dengan bangku. aku berusaha melepas tanganku akhirnya aku bisa dan melepas ikat di kaki ku. aku menendang Tiani. dan membantu melepas tali sahabatku.
"akh.. sialan kau Tian..!!!"
"Tian hati - hati.. di belakang mu."
Aku tertusuk lagi olehnya...
"ukhh..."
"Tian..(Sandra menangis) Tian kamu pergilah."
"aku tidak akan meninggalkan sahabatku. kalaupun aku harus kehilangan cintaku."
Tian menendang perut Tiani.
"akh.."
Sementara itu, Sandra melepaskan tali Sintia tak lama terlepas. kita bertiga berlari tanpa arah hanya bisa melindungi diri untuk sementara.
"Tian, kau... masih kuat."
"hah..hah.. iya... aku.."
"ayo istirahat dulu. "
"aku akan membalut lukamu dulu agar darahnya tidak keluar terus."
"iya terima kasih."
Tiani sedang mencari kami...
"kalian dimana hah? jangan harap bisa kabur dariku."
"nona..."
"kalian tidak berguna cari mereka."
"baik."
para pengawalnya mencari kami. aku harus mencari cara. aku melihat batu dan mengambilnya.
"Biar aku yang lempar kau istirahat saja dulu."
"mm..."
"(bukk) akh..."
"bagus. Sial pengawalnya banyak sekali."
"hati-hati San."
"iya..kau jaga Tian."
"San, sudah. kita tidak akan bisa ditemukan mereka. karena kita berada di bawah mereka. ayo istirahat."
"hmm iya.."
kami lelah dan tertidur saling berpelukan.
Matahari sudah terbit..
"hmmm..." Rintih Sandra dan menoleh padaku
"ah Tian... wajahmu pucat sekali."
"umm..." Sintia bangun
"Sin, coba periksa dia. apakah baik-baik saja "
"hmmm?ah Tian. bentar.... Dia panas San "
"Bagaimana ini.."
Aku setengah sadar karena kehilangan banyak darah.
"Tian.. "
"hmmm" ucapku terdengar lemas
"Tenang saja. aku akan mengobati mu. "
"Tidak perlu. kau hanya harus seperti Tian."
ucap Tiani tiba-tiba muncul.
"kauu... Akhh..."
kami ditusuk pisau yang sudah ada obat kehilangan kesadaran secara langsung. kami dibawa oleh pengawal dan Tiani menyuruh pada pengawalnya untuk membuang kami ke jurang yang dibawahnya adalah air.
Aku selalu berpikir... apakah ini akhir dari hidupku...
__ADS_1
Sandra Sintia maafkan aku... tidak bisa melindungi kalian.... Aku..gagal melindungi orang yang ku cintai....