
hari sudah malam kami bertiga pulang ke rumah masing-masing. aku melihat Fadhil sangat cemas dengan raut wajahnya.
"sayang, Tiara belum tahu kan kalau kamu sudah tahu jati dirimu." tanya dia memegang wajahku
"belum. karena itu lah rencana ku tadi." ucapku menenangkan pikirannya
"iyah.. aku hanya... khawatir. kita lihat hasilnya dari Rafly mengenai hal ini." ucap Fadhil memegang kedua tanganku
"Semoga saja dia mendengarkannya." kata ku mendekat padanya
"sayang, apapun yang terjadi aku akan selalu melindungi mu. " ucapnya memelukku
"terima kasih sayangku..."
...***...
di sisi lain...
Rafly berbincang begitu lama dengan Ferdy untuk menjelaskan kalau aku ini istrinya Fadhil. namun, dia tetap tidak menerima... padahal Ferdy sudah mendengar hal ini dari Sandra juga.
Rafly hanya bisa bertindak dan bekerja sama melawan tiga orang itu, mereka bukan orang yang mudah di taklukkan.
Pagi pun telah tiba...
aku pergi ke dapur seperti biasanya, aku tidak tahu Fadhil membuntuti ku.
"selamat pagi sayang.." ucapnya memelukku
"selamat pagi..."
"rambutmu wangi sekali..." sambil mencium rambutku
"aku sudah mandi sambil keramas."
"hmm... kamu mandi besar? hehe..."
"ah.. eng..ti..tidak kok. "
Dia membalikkan tubuhku
"Tian..." memanggilku dengan suara kecil dan lembut
"a..apaa? aku sedang memasak. " kata ku gelagapan karena aku tahu sifat dia
"sudah beres kok aku tahu."
"hmm..."
Dia lagi-lagi menciumku tiba-tiba.. mungkin ini hobinya.
"um..."
"jangan manja begitu. aku masih kasihan padamu karena belum sembuh total. "
"si..siapa juga!! a..aku pengap."
"haih.. sayang, kamu kan sudah berapa kali ciuman denganku... kalau gitu, setiap hari kita bertemu harus ciuman dulu."
"hmm... baiklah. um... dengar, aku ada janji dengan Ferdy jam 2 nanti. dia... ingin bertemu denganku."
"iyaa boleh. Agil akan mengikuti mu. "
"umm kau mempercayaiku? Agil tidak perlu."
"iyah...baiklah.."
"umm..(cup) makasih."
sejenak Fadhil terdiam, lalu memelukku.
"umm sayang kamu gemesin ah aku tidak kuat."
"hihi...(tertawa) tahan saja yah..."
...***...
hari sudah pukul jam 12 siang. dimana aku sedang tidur siang sedangkan Fadhil ia berada di ruang kerja. lalu, Agil masuk ke ruangannya.
"Tok..tok..tok.."
__ADS_1
"masuk"
"Tuan muda, ada informasi mengenai pengawal nya tiara terdiri dari tiga orang wanita menuju ke kota C."
"Tangkap mereka. kau sudah tahu kan rencananya."
"tentu tuan muda saya permisi."
Di sisi lain di Vila Ferdy
"Tuan, bawahan musuh kita sudah bergerak menuju pengawal nya Tiara apa yang akan kita lakukan." ucap bawahan Ferdy yang di percaya nya.
"bawa tiga wanita bawahannya itu sebelum diketahui musuh." ucap Ferdy sambil melihat jam tangannya
"baik tuan. saya laksanakan."
Tiara dan bawahannya sudah tiba di bandara kota C ini. Saat Agil dan yang lainnya beraksi , tiba-tiba ada banyak pria berada di belakangnya. Agil mengikutinya...
Agil melihat bahwa para pria itu seperti pengawalnya Tiara. Namun, saat itu banyak sekali orang sehingga sedikit memakan waktu untuk mencari mereka.
"kalian cari sebelah sana."
"baik."
Tak lama Agil kehilangan jejak mereka.
"Tuan... maaf, mereka sudah tidak terlihat. kami gagal membawanya."
"Sial... ikuti mereka..!!! "
...***...
Di kamarku...
Aku baru bangun tidur siang. Aku melihat jam sudah pukul 01.30 PM ,aku segera pergi mandi.
Tak lama kemudian aku menerima telepon... ternyata itu Ferdy
"Tian.. aku jemput?" tanya dia
"ah tidak perlu, lagi pula aku sedang di perjalanan. "
Sesampainya di sana...
"Hai..."
"hmm.. duduklah. pesan makanan kesukaanmu." ucap Ferdy sedikit asing bagiku sekarang
"baik..."
menunggu pesanan datang...
"Ferdy, apa yang ingin kau bicarakan denganku?" tanyaku memulai
"aku hanya ingin kamu jujur."
"aku rasa tidak perlu dengan menceritakan ulang kisah ku ini. lagi pula aku tahu kamu sudah mendengar hal ini dari Rafly bukan."
"iya. lalu apakah itu benar?" tanya balik
"iyah... itu benar. sebelumnya maaf aku membohongimu aku punya banyak alasan dibalik itu semua. "
"alasan apa?"
"saat aku selamat dari jurang itu... aku tidak begitu mudah mempercayai orang. karena kejadian itu, aku terlalu mempercayai orang lain. "
"hmm.. jadi begitu?" ucap sinis nya sambil memakan steak
"iyaa... aku tahu itu tidak mudah bagimu menerima semua ini. kalaupun aku masih belum menikah. aku juga tidak bisa menerima cintamu Ferdy. " jelas ku
"kenapa?"
"karena aku menganggap mu sebagai teman terdekatku . aku ingin kamu menerima hal itu. apakah kamu memaafkan ku?" ucapku menahan emosi
"aku... memaafkan mu. satu hal lagi, Siapa Tiara bagimu?" tanya dia
"dulu... dia adik angkat ku. ibu ayahku menemukannya di jalanan dan berpikir untuk merawatnya. namun, aku tidak tahu kalau dia punya motif ingin melenyapkan ku. kamu... pasti heran bukan kenapa wajahnya mirip denganku. saat itu , dia tertabrak mobil dan wajahnya rusak. ibuku tidak sengaja membawa fotoku dan terjatuh di atas ranjang adikku di rumah sakit. jadi, dokter berpikiran bahwa orang tua ku ingin dia seperti itu wajahnya." jelasku berulang - ulang
"hmm... begitu... bagaimana kalau aku juga punya motif yang sama seperti dia. aku ingin membunuh suamimu. agar... kau bersamaku?"
__ADS_1
"hmm(tersenyum kecil) aku tidak akan pernah percaya dan berpikir buruk seperti itu untukmu Ferdy. jika ya, kenapa kau tidak membunuhnya saat aku bersamanya. Aku permisi... banyak hal yang aku urus. dan... aku tidak akan memaksamu jika tidak ingin membantu ku dengan kau memaafkan ku itu juga sudah baik untukku. sampai jumpa..."
Aku sudah menjelaskan semuanya. langkah selanjutnya yang harus aku lakukan membawa sahabatku bersamaku.
Di Vila Fadhil kota C. aku menelpon mereka satu persatu
"Sandra, kamu ada dimana?"
"aku di rumah Rafly. ada apa?"
"apa Rafly sudah memberitahumu?"
"hmm... belum. "
"kalau gitu. bawa beberapa baju dan datang ke vila suamiku."
"pppfttt hahahaha Suami? hahahaha kau mengakuinya sekarang?"
"heyy...!!!! berisik. aa.. aku hanya mengatakan yang sebenarnya."
"baik-baik... (menahan tawa) aku akan segera kesana."
"Hmm.. sekalian bawa Sintia juga yah. bawa saja dalam keadaan apapun handphone nya tidak aktif."
"iyaa bos."
beberapa jam kemudian...
aku mondar mandir di halaman rumah menunggu mereka. akhirnya mereka tiba...
"halo sayang... aku merindukanmu." ucap Sintia memelukku
"aku juga merindukanmu." kata ku memeluk erat
"San, apa kau yakin tidak ada seorang pun yang mengikuti kita." tanya Sintia
"aku yakin tidak ada."
"Tian, apa yang terjadi antara kamu dan Ferdy?"
"ah itu ceritanya panjang, masuk dulu baru cerita."
beberapa menit kemudian setelah cerita...
"oh begitu. pantas saja kemarin aku tidak melihat dia di kantor. "
"aku bahkan sudah berpamitan pada Ferdy waktu tengah hari dan menjelaskan semuanya. Tapi, dia tidak mendengar ku."
"Sudah pasti seperti itu."ucap Sandra menduganya
"Aku tidak menyangka Rendy, Ferdy mengincar mu." ucap Sintia dengan polosnya
"aku juga tidak tahu." ucapku mengangkat bahu ku.
Tiba-tiba seseorang datang..
"Tian...!!!" teriak Fadhil
Aku terkejut apa yang dia lakukan. aku menghampirinya
"apa?"
"hah..hah...hah...(kelelahan berlari padaku) syukurlah kamu disini."
"aku di rumah setelah bertemu Ferdy."
"Aku mohon jangan pergi lagi tanpaku." memelukku
"kenapa? ada apa?"
"Aku melacak mu dan melihat beberapa pria mengikuti mu. karena itu, aku juga mengejarnya , aku kira itu adalah kamu. syukurlah kamu baik-baik saja."
"ah tidak apa-apa. aku aman kok."
"hmmm....apakah itu yang namanya romantis?" tanya Sintia
"hmm.. mungkin aku belum pernah merasakannya." ucap Sandra mengangkat bahu nya.
"ppfftt..."(tertawa kecil sambil pelukan dengan Fadhil)
__ADS_1