Akan Ku Ajari Apa Itu Cinta

Akan Ku Ajari Apa Itu Cinta
Selesai sudah


__ADS_3

Setelah temanku pulang aku membereskan semuanya kembali pada tempatnya. aku dibantu Pak Fadhil.


"Sayang, apa kamu masih ingat apa yang kamu janjikan?"


"hmmm apa yah?". Aku pura-pura tidak ingat apapun.


"Sayang kamu lupa ingatan atau berpura-pura? kalau gitu, aku akan membantumu mengingatnya." Ucapnya mendekatkan wajahnya padaku seolah-olah dia akan menciumku lagi.


"Ah iya..a...aku ingat."


"hmm baiklah. ayo kita bersiap-siap. "


Siap-siap?"


"yaah.. kita pergi ke pantai berdua. "


"ber...berdua?"


"yaah honeymoon." Ucapnya sambil terkekeh


"APA??!!! Gak . gak mau. " aku pun bergegas pergi.


Hari sudah malam aku ingin menyiapkan makan malamku sendiri. Tetapi, bibi An sudah menyiapkan semuanya.


"anu.. bi. kenapa makanannya banyak sekali?"


"Tuan muda yang memintanya nona. "


"ah.. begitu yah. apa dia tidak makan sebulan?" Ucapku menahan tawa. Bibi An hanya tersenyum melihatku. Lalu dia datang


"Sayang apa yang kamu tertawakan?"


"hmm tidak ada hehe..." ucapku dalam hati. Kalau aku bilang padanya bisa terjadi sesuatu nih.


"Ayo duduk. makan yang banyak. "


"Kenapa? aku gak serakus itu."


"Agar badanmu gemukan. tubuhmu itu tidak enak dipeluk.". Aku terkejut akan ucapanya dia tidak tahu malu mengatakan hal itu.


"baguslah lagi pula siapa yang mau di peluk dan memeluk?"


"Aku. aku yang akan selalu memelukmu menyentuhmu. hanya aku, ingat hanya aku yang berhak menyentuhmu." Ucapnya tersenyum nakal.


aku tersedak saat minum..

__ADS_1


"uhuk...uhuk. Apa? enak aja. emangnya bapak ini siapa aku hmmpt?"


"sayang... aku akan menghukummu." Ucapnya yang mendekat padaku.


"aa.. aapaa.. mau apa? aku lagi makan. hey iiihhh." Dia mengangkatku dan membuatku duduk dipangkuannya.


"Sayang suapi aku. "


"Haaahhhh?"


"Apa perlu aku mengajarimu cara menyuapiku?"


"baa...baiklah. " Orang ini kalau aku lawan gak akan bener.


saat aku mau menyuapi spagheti untuknya. dia mengambil garpu itu dan menyuapiku.


"umm..(lalu dia menciumku)."


kami berciuman sangat lama. dia memberi isyarat pada para pengawal dan bibi An untuk pergi. Lalu dia menarik sedikit demi sedikit spagheti yang ada dimulutku. aku ingin muntah saat itu rasanya geli juga.


"aah.. enak kan?" . aku hanya terdiam dan menatapnya.


"Kau ingin melakukannya lagi?"


"gak. anu.. aku ingin muntah. "


"Tian, ayo kita ke kamar. "


"secepat ini?" (dalam hatiku) kenapa aku malah berpikir yang aneh-aneh. fokus-fokus.


"Ayo... (dia memangku ku)"


"aduh jangan kayak gini dong malu iih. "


"Gak ada yang lihat kita. adikku juga tidak ada. " Ucapnya sambil membawaku ke kamarnya.


sesampainya disana..


"Tunggu... jangan macam-macam sama aku pak. Aku setuju jadi kekasih bapak bukan berarti aku mau melakukan apapun. "


"aku bukan pria yang seperti itu. dan jangan memanggilku seperti itu!!" kata-katanya sedikit nyentak sepertinya dia marah. Aku tahu dia sabar tetapi dia itu posesif juga , dia membelakangi ku dan tidak mau menatapku.


"hm...hey... ini sudah malam ayo tidur. harus istirahat juga. "


"kau tidur duluan saja. aku masih ada kerjaan." dia pergi dan menutup pintu kamarnya. sekarang sudah tengah malam. dia belum kembali ke kamarnya , aku mencarinya.

__ADS_1


dia diluar rumah tepatnya di teras, sudahlah biarkan saja.


...***...


pagi pun tiba...


aku pergi ke dapur dan memasak. aku tidak tahu apakah dia benar marah padaku? hmm...


aku tidak peduli. Saat aku sedang masak dia datang dengan memakai handuk.


"Sayang kamu masak apa?"


"Apa aja hmmpt"


"hey hey ..kau marah padaku? harusnya aku yang marah padamu. Kau sudah menuduhku yang aneh-aneh." Ucapnya yang berada dibelakangku tanpa aku sadari.


"semua orang juga pasti berpikiran seperti itu. "


"Lalu apa yang kamu pikirkan sekarang?" Ucapnya sambil memelukku dari belakang dan mendekatkan wajahnya ke leherku.


"hmmm...(desahanku) jangan seperti ini. aku sedang masak tahu. "


"masak yah masak saja. sebelum makan, aku ingin memakanmu dulu. " Ucapnya mencium dan menggigitku.


"Ta..tapi.. aku.. aku.." Ucapku (menahan geli)


"Sayang, rileks kan tubuhmu serahkan semuanya padaku. " Ucapnya mencium bibirku. Aku tidak bisa bernafas saat itu dia melepaskannya.


"Sudah , ini masih pagi. aku sedang masak kalau gosong gimana?" Ucapku sambil membelakanginya lagi.


"Tidak apa-apa tetap akan ku makan. "Ucapnya yang masih saja mencium leherku. dia mengalihkan rambutku ke sisi yang lain. dia menggigit telingaku dengan lembut, memelukku semakin erat.


"ummmh... sudah.. jangan..." ucapku yang sudah tidak fokus memasak. Dia mematikan kompor gasnya itu. Lalu..


"Sayang... tubuhmu jujur sekali. "


"ummh... enggak. jangan sudah.. ah geli.. iih"


Ucapku kesal karena aku tidak bisa menahan diriku juga. kami berhadapan... dia menatapku dan mencium keningku.


"Humm... aku lanjutkan nanti. bisa-bisa aku memakanmu disini. " Ucapnya sambil terkekeh.


"apaa...?! jangan mimpi. "


Mengapa setiap aku bersentuhan dengannya jantung dan tubuhku ini meresponnya dan saat dia berhenti kenapa aku kesal?!. Aaarrgghhh apa yang ku pikirkan . gawat- gawat apakah muka ku merah. aku pergi ke kamar mandi dan melihat ke cermin. sungguh mengejutkan leherku penuh kecupannya. aku menyentuh leher di bagian yang dia gigit ah merah sekali. dasar dia itu...

__ADS_1


...***...



__ADS_2