Akan Ku Ajari Apa Itu Cinta

Akan Ku Ajari Apa Itu Cinta
Sejak kapan


__ADS_3

Saat kami sedang makan malam. Aku hanya melamun karena entah bagaimana caranya agar aku bisa keluar dari rumah ini.


"Tian, ayo makan." Ucap Pak Fadhil


"Ah iya pak. " ucap ku yang terkejut


"tadi kamu bilang apa?" Ucapnya terlihat tidak senang.


"Apanya?"


"Kamu panggil aku apa tadi? apa kamu lupa akan perjanjian kita. "Ucapnya


"ah.. maaf aku aku gak sengaja. " Ucapku.


Karena aku takut sesuatu padaku terjadi nanti.


"pfft..(tertawa kecil). aku memaafkanmu kali ini. tapi jika nanti tidak. aku akan menghukummu." Ucapnya


"Ingat tuh udah punya istri. mending sibuk cari istri sana. huh." Ucapku yang kesal dan pergi ke kamarku.


"Kan istriku adalah kamu. lagi pula dia mirip denganmu." Ucap Pak Fadhil yang tidak ada hentinya menggodaku terus.


"Sudahlah pak jangan banyak mimpi. lihat kenyataan. "Ucapku yang santai-santai saja


dan menutup pintu kamarku.


"Ppftt ahahaha... dia lucu sekali." ucapnya


"Jika seandainya benar istriku adalah kamu. Aku akan sangat bahagia Tian karena entah kenapa setiap aku bersamamu hatiku tenang." gumamnya memikirkan istrinya


...***...


Pagi pun tiba...


Aku pergi ke dapur dan memasak. seperti biasanya aku selalu memaksa bibi An. Tak lama kemudian Pak Fadhil pun datang.


" Biar aku yang memasak." Ucap Pak Fadhil


"Enggak. " Ucapku


"Duduklah. " Ucapnya sambil menghampiriku dari belakang.


"emangnya bapak bisa masak gitu?" Ucapku


"Kamu panggil aku apa tadi." Ucapnya menahan emosi sambil tersenyum kecil.


"Ahh... aku.. aku lupa. Aku terbiasa. Lalu aku harus panggil apa?" Ucapku kebingungan


"Panggil aku sayang. " Ucapnya dengan mendekatkan wajahnya padaku


"Apa?! enggak . gak mau. Menggelikan." Ucapku yang berusaha menjauh darinya.


"Baiklah aku akan menghukummu. " Ucapnya


Dia mendekatiku lalu menyuruh semua orang pergi dari dapur. dia memelukku sangat erat hampir susah untuk bernafas.


"Aappaa yang mau bapak lakukan lepaskan aku. " Ucapku


"menurutmu? Jika kau memanggilku. maka aku akan melepaskanmu." Ucapnya


"ba...baiklah baiklah. sss..ssaa.. ssaay...ssaayang. " Ucapku yang merasa malu sendiri.


"Sekali lagi." Ucapnya


"Gak. bukannya tadi sekali yah?" Ucapku yang berusaha untuk melepaskan diri.


"Kapan aku berkata seperti itu? ingatanmu kurang baik yah. aku hitung sampai 3. satu...dua..." Ucapnya.


"Cukup baiklah. Sayang lepaskan aku." Ucapku sambil menatapnya


"Sudah terlambat." Ucapnya


"Apa?!"


Dia menciumku dengan lembut dan aku hanya terdiam tidak bisa melakukan apa-apa. aku hanya merasa dia pasti kesepian. untuk menghilangkan rasa kesepiannya dia selalu mengganggu ku dengan lembut. Tak lama kemudian dia menghentikan aksinya itu dan melepaskanku.


"Duduklah. aku yang akan memasak. " Ucap Pak Fadhil

__ADS_1


"Baiklah." Aku hanya bisa menurutinya sekarang tidak bisa berbuat apa-apa lagi. aku membeku malu setelah di cium olehnya. bahkan, dia mengambil ciuman pertama ku !!!!


aku hanya diam melihatnya masak. Tetapi, aku sangat bosan.


"Boleh aku bantu?" Ucapku


"Baiklah jika kau bersikeras." Ucapnya.


Kami masak bersama untuk sarapan pagi sebelum pergi ke kantor.



...***...


Setelah selesai sarapan kami bergegas pergi ke kantor pukul 7.00 pagi. Dalam perjalanan kami hanya diam satu sama lain.


"Tian. aku baru sadar kalau rambutmu jadi pendek?" Ucapnya


"oh eng ini aku pergi potong rambut sehari sebelum wawancara. Kenapa?"


"hmm... tidak ada. apa jadwalku hari ini?" Ucapnya menanyakan kerjanya.


"hmm.. banyak. satu... (bla..bla..bla..)." Ucapku menjelaskan kegiatan sekarang.


"Baiklah. setelah sampai buatkan aku kopi. " Ucapnya


"Baik."


Disisi lain..


Sandra yang sedang rebahan di rumahnya membuatnya bosan. Lalu, Sandra menelpon temannya untuk datang ke rumahnya.


"tut..." (suara telepon)


"Halo San. ada apa?" Ucap Sintia


"Sini dong ke rumah bosan aku. " Ucap Sandra


"Okey.. kebetulan aku di rumah sendirian." Ucapnya sambil bergegas pergi. walaupun rumah mereka tidak begitu jauh seperti komplek perumahan saja.


Tak lama kemudian Sintia sudah sampai.


"Masuk aja langsung. Kayak Tamu aja." Ucap Sandra


"Bentar aku parkir motor dulu." Ucap Sintia sambil menyimpan motornya di garasi.


mereka berdua berbincang sesuatu yang penting.


"San, kamu penasaran gak sama Tian. Kata pembina nya kalau Tian seperti itu. " Ucap Sintia.


"hmm.. iyah sih. atau di mengalami amnesia kah? bisa aja kan di obat oleh orang jahat. gimana kalau kita tanya Tian malam ini. kan kita kuliah malam ini. " Ucap Sandra


"Oke tuh. Aku kasihan mengenai kehidupannya. Aku yakin ada orang di balik semua ini. Sampai-sampai dia gak tahu apa-apa. "Ucap Sintia


"Eh Sin, kamu merasa heran gak. perlakuan pak Fadhil ke Tian? Aku sih kayaknya pak Fadhil itu suka sama Tian. Tapi kan dia udah punya istri masa masih lirik cewek lain?" Ucap Sandra


"Yah, bukan merasa lagi. terlihat banget dong. Jadi pengen nanya Tian juga nih. Pokoknya aku gak mau tahu Tian harus terbuka sama aku. Jadi pengen cepat-cepat malam nih. Penasaran." Ucap Sintia


"Ah jadi laper. makan yuk beli bakso." Ucap Sandra sambil beranjak dari kasurnya


"Ayooo...Traktir ya" Ucap Sintia.


"Yaaa...." Ucap Sandra


...***...


Hari menjelang sore. Aku siap-siap untuk pulang. Kebetulan, ini hari pertamaku kuliah nonregular gimana yah rasanya.


Aku langsung pulang istirahat sejenak. Lalu, aku pergi mandi dan makan. aku harus diet agar tubuhku menjadi ideal.


"Bibi, kalau nanti pak Fadhil datang. katakan padanya aku sudah berangkat kuliah yah. soalnya hari ini di mulai lebih awal jam 17.00 ." Ucapku


"Baik nona." Ucapnya


"Bi, kalau tidak ada Pak Fadhil. panggil saja aku Tian yah. Aku merasa lebih enak di panggil nama sekaligus." Ucapku


"Baiklah." Ucapnya

__ADS_1


"Kalau begitu aku pergi dulu." Ucapku sambil bergegas pergi.


Tiba-tiba aku menerima telepon dari temanku Sandra.


"Halo San ada apa?" Ucapku


"Kamu sudah pulang. Sini ke rumahku dulu. katanya mulainya jam 19.00 belajarnya. dan ada yang ingin aku bicarakan denganmu" Ucapnya.


"oh oke." Ucapku


Aku pergi ke rumah Sandra kebetulan tidak jauh dari kampus jadi aku bisa jalan.


"Ting tong"


"langsung masuk aja. ", Ucap Sandra


"ah iyah".


Saat aku masuk aku melihat Sandra dan Sintia sedang menonton tv. lalu mereka menarikku duduk bersama.


"Sin, matiin tv nya." Ucap Sandra


"Yoo" Ucap Sintia.


"Ti, aku mau tanya sesuatu boleh?" Ucap Sandra


"Boleh lah. apa emangnya?"


"Apa kamu ingat masa lalu kamu. " Ucap Sandra.


"hmm... (berpikir). Aku gak ingat apapun. Yang aku ingat aku hanya punya teman lelaki. tetapi, kami terpisah sejak 15 tahun yang lalu. Aku lupa nama laki-laki itu siapa. emangnya ada apa?"


"Kamu udah lihat istrinya Pak Fadhil belum ?" Ucap Sintia


"hm. ah sudah. aku lupa mau cerita sama kalian. begini, saat kita pulang dari penelitian. Dia bercerita sama aku. Katanya, bulan kemarin mereka menikah. usai menikah mereka kecelakaan hebat sampai pihak yang berwajib tidak bisa menemukan istrinya itu. Aku ingin bisa membantunya menemukan istrinya. " jelas ku semangat bercerita


"Tahu gak namanya dan fotonya? Ayahku kan seorang Jendral sekaligus detektif juga mungkin bisa membantu. " Ucap Sintia


"hmm aku lupa gak nanya. "


"Aduh" Ucap Sandra jengkel


"oke. ke topik lain. Apa kamu gak penasaran sama kehidupan kamu Ti?", Ucap Sintia


"hmm... tentu saja aku penasaran. Karena aku ingin tahu masa laluku walaupun menyedihkan. btw, Kok kalian jadi interogasi aku sih?" Ucapku kebingungan.


"Ah.. ahahahah kami penasaran aja. habis kamu itu misterius. saat pertama kali aku mengenalmu. aku salah mengira kalau dirimu itu bukan seperti yang aku kenal sekarang. Ti, bolehkah aku ikut campur urusanmu?" Ucap Sandra.


"hmm.. maksudnya?" tanya ku kebingungan


"Maksud kita, kita itu ingin cari tahu kehidupanmu. yaah best friend." Ucap Sintia


"Ah begitu. boleh itu sangat membantuku. terima kasih."


Kami berpelukan dan tak sadar waktu sudah pukul jam 18.30 kami semua sibuk mengambil barang-barang kami bergegas pergi ke kantor.


Saat diperjalanan


"Ngomong-ngomong cape juga yah berlari. padahal cuma 15 menit sampai kampus. " Ucap Sintia


"huhum..(Tersenyum) "


"Kenapa Ti? Ada yang lucu?" Ucap Sandra


"Gak apa apa. hanya saja aku merasa mimpi kalau kalian jadi temanku yang baik padaku. untuk pertama kalinya dalam hidupku aku menemukan teman sejatiku. Terima kasih yah sudah menjadi temanku. " Ucapku


"ah sudahlah. aku jadi terharu." Ucap Sandra.


...***...


"Bi kemana Tian?" Ucap Pak Fadhil baru pulang dari kantornya.


"nona sudah berangkat ke kampus tuan." Ucapnya


"Beraninya dia tidak bilang padaku dan pergi tanpaku bagaimana kalau sesuatu terjadi padanya. kelinci putih ini..." gumamnya khawatir


"Agil ayo kita pergi." Ucap Pak Fadhil

__ADS_1


"Baik Tuan."


__ADS_2