
melihat berita itu aku sangat terkejut karena aku tidak tahu dan tidak bisa mengelak kalau itu bukan aku. tiba - tiba...
"halo ? Agil hentikan semua siaran TV segera mungkin." perintah Fadhil menelponnya
"baik tuan muda.
Fadhil mendekatiku...dan..
"Tian... jawab aku, apa kau makan bersama dengannya dan diantar sampai rumah?" tanya Fadhil sebenarnya dia tahu
"iya aku diantar olehnya.", jawabku menunduk
"lihat aku, jangan memalingkan pandanganmu." ucap Fadhil memegang wajahku
Aku melihatnya dengan mata yang sendu.
Disisi lain...
Rafly sudah beres mandi dan mendengar notif dari handphone Sandra. ternyata itu adalah notif tidak penting. secara kebetulan Rafly melihat kamera milik Sandra dan melihat foto yang di potretnya. dia langsung berlari ke Sandra yang sedang berada di dapur. tetapi...
"Berita terkini..."
Rafly mendengarnya dan melihat foto yang ada di handphone Sandra sudah ada di TV. karena hal itu Rafly ke dapur
"Sandra... apa ini?", tanya Rafly
"itu....ituu aku... aku memotretnya , dia dia bersama Jackson siang tadi. umm kenapa kamu se marah itu?" tanya Sandra ketakutan
"aku tanya sekali lagi, apa kamu yang menyebar luaskan foto ini?", tanya Rafly balik dengan mata tajam nya membuat Sandra kesal
"kenapa?! kenapa?! padahal aku ini istrinya tetapi dia.. suamiku... sangat peduli pada Tian?!!!! atas dasar apa?!!!..." gumam Sandra menunduk
"Sandra jawab aku." ucap Rafly semakin mendekat
"aku tidak menyebarkannya, aku bahkan belum memberitahu Fadhil juga. awalnya aku ingin memberitahumu mengenai hal ini. memangnya ada apa?", tanya Sandra tidak melihat berita
"sungguh?" tanya Rafly
"iyah. lagipula apa untungnya buat aku menyebarkannya. " ucap Sandra membuat Rafly yakin
Lalu, Rafly menarik tangan Sandra ke ruang TV.
"lihat ini...(mengambil remote)" ucap Rafly
Sandra terkejut dan kebingungan sendiri.
"apa?! kenapa ada di TV, aku bahkan tidak menyebarkannya. dan... kenapa sama persis seperti yang aku foto. Rafly aku sungguh tidak menyebarkannya. apa.. (berpikir) ummm apa handphone bisa di retas juga? tapi bagaimana?", tanya Sandra memegang tangan Rafly bingung harus melakukan apa
"bisa saja, jika kamu memberi tahu alamat IP mu. ", ucap Rafly
"alamat IP? apa itu alamat IP? aku bahkan tidak mengerti masalah itu.", ucap Sandra gemetar
"(memeluk Sandra) sudah tak apa. aku akan mencari kebenarannya, yang pasti ada orang lain juga saat kamu memotretnya." ucap Rafly berpikir
Tiba..tiba...
"Brakk...!!!!" suara tendang pintu
"Sandra...Sandra..." panggil ku teriak
"hmm? Tian? ah gawat. sebentar aku akan menemuinya." ucap Sandra melepas pelukan Rafly
"aku ikut. ", ucap Rafly
"Tian ada apa?" tanya Sandra kaget
"Sandra, aku tahu kamu melihatku saat di Cafe Sweet itu kan. apa... kamu memotret ku dan menyebarkannya? Sandra... apa salah ku, sampai kamu seperti ini. " ucapku menahan tangis dengan nada kecil
"aku...tidak melakukan hal itu. salah kamu sendiri, makan sama siapa aja yang mengajakmu makan. kamu itu kan istri tuan muda keluarga Afriansyah . setiap gerak gerikmu itu di lihat publik. gini kan jadinya..." jelas Sandra malah memarahiku
Aku hanya terdiam mendengar semua itu.
"apakah salah di ajak seseorang makan walaupun sudah menolak." gumam ku berpikir
"Tian, maafkan istriku berkata seperti itu..." ucap Rafly belum selesai di sela oleh seseorang.
"permisi..." ucap orang itu ternyata Jackson
"kau... sedang apa kamu disini? aku bahkan tidak mengundangmu kemari." ucap Rafly ketus
"aih... galak sekali. aku kemari untuk bertemu nona Tian. tadi aku ke rumahnya namun dia tidak ada. aku mencarinya ternyata dugaan ku benar dia ada disini kebetulan sekali. um... nona Tian, ini kamu meninggalkannya kemarin." ucap Jackson memberikan gelang ku
"ah iya benar terima kasih. maaf aku permisi.", ucapku menunduk berlari
"tunggu nona Tian...", ucap Jackson mengejar ku namun tidak menemukanku.
beberapa menit kemudian Fadhil datang...
"Rafly Rafly... apa kamu melihat Tian?" tanya Fadhil ngos ngosan baru datang
"a..apa?! aku kira dia kemari bersama mu ternyata tidak ?!!" ucap Rafly kebingungan
"aku tanya dia dimana...!!! ", bentak Fadhil cemas
"dia baru saja pergi aku tidak tahu kemana." ucap Rafly memakai baju dimana saja untuk membantu Fadhil mencari ku
"tunggu Rafly kamu makan dulu kamu gak usah urusin orang lain dulu." ucap Sandra menghalanginya
"Sandra, aku tahu kamu tidak salah. tetapi salahnya kamu berkata seperti itu. aku pergi dulu, aku akan makan setelah menemukan mu." ucap Rafly pergi...
"Rafly kenapa kamu jadi berbeda begini..." gumam Sandra menangis mengepalkan tangan
aku diam di suatu tempat, aku bahkan tidak tahu dimana ini, yang pasti ada sebuah danau. aku diam disana dan melamun...
aku baru sadar sekarang musim semi bunga bermekaran...
"Tian..." seseorang memanggilku
aku menoleh ke belakang lalu ke semula lagi
"Fadhil? kenapa dia kemari?! bukankah dia marah padaku. yah aku salah tidak memberitahu dirinya sebelum itu...hmmm " gumam ku terduduk
Fadhil menghampiri ku dengan memelukku di belakang.
__ADS_1
"maaf..maafkan aku, aku bersikap kasar tadi. aku sudah tahu semuanya, aku sedang mencari seseorang yang menyebarkan foto itu. maafkan aku... " ucap Fadhil mencium kepala ku sedangkan aku hanya terdiam. lalu....
"Fadhil..." ucapku masih membelakangi nya
"hmmm..." jawabnya
"maafkan aku tidak memberitahumu lebih dulu. tapi, kamu juga gak bisa seperti itu dalam sepihak saja." ucapku datar
"kalau gitu marahi aku saja. lihat aku ayo keluarkan amarahmu." ucapnya lembut membuat ku bingung harus berbuat apa.
"kau tahu Fadhil, aku keluar rumah membeli bahan bahan untuk membuat kue ulang tahun mu malam ini... aku belum sempat membuatnya karena memasak makanan untukmu. aku ingin melakukan suprise untukmu tapi tetap saja gagal." ucapku menunduk
"Jadi... dia keluar untuk merayakan sesuatu dengan ku?! aku sudah salah paham padanya. aku bahkan malah memarahinya keluar tanpa izin ku." gumam Fadhil merasa bersalah
"tenang saja, itu belum terlambat. maafkan aku yah. ayo kita pulang, sahabatmu menunggumu di rumah." ucap Fadhil
"Sahabat? heh... aku tidak ingin bertemu dengannya. kita ke vila mu saja yah...", ucapku
"hmmm(tersenyum) baiklah." ucapnya
kami pergi ke vila tanpa memberitahu orang lain. beberapa lama kemudian kami telah sampai. aku langsung ke dapur membuat sesuatu untuknya malam ini...
"sayang, apa kamu masih lupa hari ulang tahun mu juga?" tanya Fadhil membawakan ku celemek.
"umm? memangnya kapan?" tanya ku tidak ingat
"tanggal lahir mu sama dengan ku bulannya juga. hanya saja berbeda tahun. aku lebih tua darimu. jadi, kita rayakan ulang tahun kita bersama yah." ucap Fadhil memakaikan ku celemek
"hmm? sungguh baguslah. ah iya aku lupa memakainya." jawab ku
"aku memakaikannya untukmu." ucapnya melihatku
"hmm Fadhil kemarilah." ucapku menyuruhnya mendekatkan wajahnya pada ku.
"hmmm apa? kau ingin menciumku?" tanya nya
"gawat dia menebaknya..." gumam ku malu sendiri
"si..siapa bilang.." ucapku mengelak
"ayolah... jujur sedikit." ucapnya menggoda ku
"hmmmppttt gak..."
Kue bolu nya sudah siap, kami merayakannya hanya berdua saja...
"sayang buatlah permohonan dulu.." ucap Fadhil
"baiklah... setelah itu kamu yah." ucap ku
"tentu sayang ku..." jawab Fadhil manja...
Aku mulai memejamkan mata ku dan berdoa apa yang ku inginkan....
...***...
"Bagaimana hasilnya?" tanya orang misterius
"heh... baguslah. ini baru permulaan..." ucap nya
di sisi lain...
"Tuutt..... (suara telepon) hmm? Rafly? halo?" jawab Fadhil
"apa kau sudah menemukan istrimu?" tanya Rafly
"sudah. maaf merepotkan mu. tapi Raf, aku rasa kamu harus pulang. jangan sampai Sandra berprasangka aneh lagi." jelas Fadhil
"tenang saja aku mengerti." ucap Rafly menutup teleponnya bergegas kembali ke rumah.
sesampainya di rumah Sandra...
Ia sedang berada di halaman belakang. Rafly melihatnya dan mendekatinya...
"Sayang, aku sudah pulang." ucap Rafly manja memeluk Sandra
"Oh (menahan kesal dengan senyuman manisnya) ayo kita makan. aku membuat yang baru. tadi... sudah dingin." jelas Sandra
"kenapa? apakah di buang?" tanya Rafly
"um iya..." jawab Sandra
" aku akan memakan apapun yang kamu buat, walaupun itu sudah basi." ucap Rafly
"bahkan racun pun?" tanya Sandra tanpa senyum
"tentu... aku akan melakukannya. karena aku mencintaimu... walaupun kamu melihat ku peduli pada Tian. sebelum kesalahpahaman ini berlanjut. aku akan memberitahumu dulu. kalau... Tian adalah saudara ku dari ibunya. jadi, waktu kecil kami selalu bersama dan sudah ku anggap dia sebagai adikku. aku harap kamu mengerti diriku." jelas Rafly memegang tangan Sandra
"ummm ternyata begitu..." gumam Sandra merasa bersalah.
"iya maafkan aku. aku sudah mengerti sekarang. maaf aku hanya cemburu." ucap Sandra malu
"ppffft.... apa yang harus ku lakukan agar meredakan cemburu mu?" tanya Rafly
"hmmm entahlah ayo makan saja." ucap Sandra mengalihkan pembicaraan
"baiklah kita makan saja lalu kita ke kasur. aku sudah menantikan bayi darimu." ucap Rafly membuat Sandra malu
"ka....kamu gak tahu malu." ucap Sandra
...***...
beberapa hari kemudian...
kami masih berada di Vila itu. disana kami hanya berdua. tetapi, Fadhil tetap saja pergi ke kantor dan sibuk mengurus masalah ku. ini adalah hari weekend, dimana kami menghabiskan waktu bersama. hari sudah siang, aku memasak sesuatu yang spesial untuknya lalu kami makan bersama. setelah itu, kami diam di halaman belakang duduk di kursi ayunan.
"sayang kok melamun sih? melamun kenapa?" tanya Fadhil merangkul ku
"umm... aku ingin tahu siapa pelaku di balik foto itu." ucap ku sambil berpikir
"cup (mencium kening ku) sudah jangan di pikirkan. cukup aku yang kamu pikirkan." ucap Fadhil
__ADS_1
"ppfftt dasar yah kamu. aku serius..", jawab ku tertawa kecil
" aku sudah melacaknya tapi belum ada hasil. Tian, apa pun yang terjadi aku selalu percaya padamu." ucap Fadhil
"sungguh? apakah saat melihat foto itu kamu percaya padaku." tanya ku
"iya aku percaya padamu... aku...aku hanya marah sesaat. aku cemburu..(malu) " ucap Fadhil melirik ke arah lain
"aku tahu dia pencemburu. tetapi diantara lelaki lain dia yang paling cemburuan...haih..." gumam ku
"baiklah aku minta maaf tidak memberitahumu yah." ucap ku
"sudah jangan minta maaf terus. lebih baik kita lakukan sesuatu." ucap Fadhil usil
"hmmm? apa itu?" tanya ku
Dia mengangkat tubuhku untuk duduk berada di atasnya. kami berhadapan, aku kebingungan apa yang dia inginkan.
"hey... apa yang kamu lakukan." ucapku santai
"apa kamu bisa merasakan sesuatu." tanya balik
"hmmm enggak." jawab ku spontan
"kalau gitu... selamat makan..." ucap Fadhil sambil membuka kepemilikannya.
kebetulan saat itu memakai dress memudahkannya untuk melakukannya padaku.
"ka..kamu jahat masa di sini sih !!!!!!! " bentak ku melihat sekitar
"tenang saja. kita hanya berdua disini. sayang diam lah kamu bergerak terus dari tadi.", ucap Fadhil memelukku agar diam
"ukhhh....(kesal)..dasar serigala liar !!! "
untung saja datang bulan ku sudah beres...
beberapa menit kemudian..
"tu...tunggu Fadhil. di kamar saja yah... yah.." ucapku malu takut ada orang
"aku tidak mau, bosan rasanya di kamar terus. aku punya satu tempat untuk kita berdua." ucap Fadhil sambil memangku ku
Dia melempar ku ke kolam renang...
"Aaaaaaaaaaaa....!!!!!!!!! " teriak ku
dia ikut masuk juga langsung memelukku
kami bercumbu di kolam renang...
...***...
tak terasa hari sudah malam aku duduk di ruang TV bersama dengannya yang sibuk bekerja.
"tuuuttt...." suara telepon ku
"hhmmm? orang yang gak dikenal. um Fadhil..." ucapku meminta izinnya
"angkat saja keras kan suaranya." ucap Fadhil
"halo...siapa?"
"ah maaf nona Tian, ini aku Jackson apa bisa keluar rumah sebentar." ucap Jackson mengganggu ku
"maaf aku sedang di luar kota. ", jawab ku dan Fadhil mengiyakan
"ah begitu. kalau gitu kita bertemu lain kali saja." ucap nya
"um iya. hoaammm (menguap) maaf aku mau tidur sampai jumpa." ucapku menutup telepon
"hmmm dia lagi..." ucap Fadhil
"hu'um dia mau apa yah tengah malam gini datang ke rumah orang. oh ya sayang apa kamu tidak akan tidur?" ucapku spontan
"sebentar lagi input data dulu... nah sudah beres. ayo sayang kita tidur, lanjutkan siang tadi." ucapnya menggendong ku
"Gak aku gak mau !!!! amit amit kamu ini yah !!! " bentak ku
"haih kamu hanya menikmatinya saja susah banget.", jawab Fadhil
"ha-hah? apa?!!!!"
Dia menurunkan ku setelah sampai di kamar...
"Fa..Fadhil apa kamu memang serigala?! dan.. sedang musim kawin begitu?" tanya ku mundur perlahan
"ummm bisa dikatakan seperti itu.." jawab Fadhil perlahan mendekatiku
Aku berada di sudut kamar...
"Fa..Fadhil ini masih siang.." ucapku malu sendiri padahal sudah malam
"aku tidak peduli... bagiku semua hari sama saja." ucap Fadhil semakin mendekat.
Aku memikirkan bagaimana caranya agar mengulur waktu.
"ah.. Fa..Fadhil bagaimana kalau kita main game dan jika aku kalah kamu boleh meminta apa saja. juga sebaliknya." ucapku
"heh... menarik sekali. baiklah... ayo.." ucap Fadhil menyiapkan PS
kami bermain mobil balap dan pertama aku kalah. tetapi, untuk kedua kalinya aku menang bahkan ketiga kalinya. melihat kemenangan ku Fadhil merasa kecewa dan berusaha untuk menang...
"pppffftt kamu kalah lagi..." ucapku tertawa kecil.
"heh kamu hanya menang tiga kali. masih ada tiga babak lagi..." ucapnya sibuk main
"baiklah.... ah ini sudah malam yuk tidur. besok kan kamu kerja.." ucapku
"enggak aku ingin menang dulu.." ucapnya
"sudahlah besok lagi yah..." ucapku berdiri dan tidur
__ADS_1
"aku harus mahir dalam permainan... hmm aku akan belajar juga..!!!!" gumam Fadhil tidak terima aku menang...