Akan Ku Ajari Apa Itu Cinta

Akan Ku Ajari Apa Itu Cinta
kebahagiaan


__ADS_3

"Lho... ternyata kalian masih disini. baguslah, ayo kita pulang."


"okee... umm satu pasangan lagi kemana?!" tanya Sintia


"mereka pulang duluan." ucap Rafly santai


"Dasar... dua pasangan itu gak tahu malu. meninggalkan kita begitu saja. " ucap Ferdy


"heh... biarlah. lagi pula, ini saatnya bagi mereka untuk saling mencintai.. " ucap Rafly


"hm... kita pulang ke rumah masing - masing." ucap Ferdy


"siapa bilang aku akan menginap di rumah mu." ucap Rafly sambil berjalan


"mungkin saja kau tidak punya rumah ingin tinggal bersama ku?!" ucap Ferdy nyinyir


"hahaha... terima kasih kawan..."


...***...


Dalam perjalanan pulang...


"Raf, apa kita.."


"kita pergi ke bandara sayang.."


"hum.. baiklah..." ucap Sandra senang


"apa kamu tahu dimana orang tua mu tinggal?" tanya Rafly


"tentu saja...


Di sisi lain...


"Untung saja kita tidak dihabisi oleh Ferdy. aku harus pergi dari kota ini..." ucap Tiara yang berada di rumah Rendy


"kamu... mau pergi kemana?" tanya Rafly yang sedang memasak omelet untuknya di dapur.


"jauh dari sini... bagaimana pun caranya..." ucap Tiara


"kalau gitu, aku ikut denganmu." ucap Rendy


"kenapa?! kenapa kamu mau ikut denganku. Rendy, hiduplah dengan tenang di kota ini.." ucap Tiara kesal karena tidak ingin membuat Rendy terluka kembali...


"untuk apa aku hidup jika tidak ada kamu Tiara. aku sudah bilang , aku mencintaimu sejak dulu... kau lah yang ku cari." ucap Rendy sambil memberinya omelet.


"aku..." Tiara menunduk


"Tiara... aku akan selalu bersama mu.." ucap Rendy memeluknya


"hmm...(menangis) terima kasih.."


Sementara itu di kediaman lain..


"Ketua, dia tidak menyelesaikan tugasnya dengan baik. apa yang harus kita lakukan?" tanya bawahannya


"hmm... bawa dia kemari. aku ingin mengorek informasi darinya." ucap ketua (misterius)


"baik tuan."


"cari juga keberadaan target kita... "


"baik.."


...***...


Aku sudah sampai di kediaman Fadhil kembali.


"Sayang, istirahatlah dulu... kamu pasti lelah." ucap Fadhil melirikku tidak biasa


"a..aku tidak lelah huh..!!! bibi An, aku ingin jus mangga." ucapku karena bibi An berada di luar rumah menyambut kami


"baik nona."


"Tuan, ada yang mau saya sampaikan." ucap Agil tiba - tiba


Dengan isyarat mata saja Agil sudah mengerti bahwa itu rahasia.


"oke.. di ruang kerjaku"


"apa itu aku ingin tahu." ucapku mendekat padanya


"its secret ( itu rahasia ) " ucap Fadhil mengedipkan matanya


"huuuhh...!!! "


"kira - kira apa yah yang akan aku lakukan setiap harinya di rumah ini..?! aku kerja pun tidak di izinkan. beres - beres di rumah juga tidak boleh. haihh... membosankan sekali." gumam ku dalam hati


Di ruang kerjanya....


"Tuan, Tiara dan Rendy sudah tidak ada tindakan. mereka akan pergi dari kota ini." ucap Agil menjelaskan


"baguslah mereka tidak datang pada keluargaku lagi."


"tuan, besok ada acara pesta dari sahabat anda." ucap Agil memberikan surat undangan


"heh... ternyata Rafly menikah. baguslah... "


"Kalau di pikir-pikir aku tidak menikahinya dengan sangat meriah. waktu itu, kami hanya dengan keluarga saja. apakah dia akan cemburu?!" gumam Fadhil memikirkan ku


"Agil siapkan mobil."


"baik tuan.." sambil pergi


Fadhil datang ke kamar..


"Sayang... ayo kita ke mall." ucap Fadhil mengelus rambutku yang sedang tidur.


"umm...(membuka mata) mau apa?" tanyaku


"Sahabatmu Sandra akan menikah besok. kita pergi membeli gaun indah untukmu." ucap Fadhil mencium keningku


"iiih...!!!! jangan cium terus. emangnya aku ini apaan..!!! Kenapa Sandra tidak memberitahuku. " ucapku kesal


"aku hanya mencintaimu. ummm sepertinya mendadak. biarlah, jangan menjadi masalah besar karena hal ini. kamu juga bukan ibunya." ucap Fadhil memangku ku ke kamar mandi


"he-hey... aku bisa mandi sendiri... Fadhil tolong lepaskan aku." ucapku berontak


"kamu harus membiasakan diri untuk memanggilku sayang" ucap Fadhil serius


"su..sudah. aku akan mandi sendiri." ucapku


"aku juga ingin mandi." ucap Fadhil membuka bajunya dan mendekatiku.


"a..apa? aku mohon. jangan sekarang pinggang ku masih sakit. aku bahkan tidak bisa jalan dengan benar lutut ku lemas. jangan lakukan disini... aku mohon." ucapku memohon karena sudah tidak ada tenaga untuk melayaninya


"pppftt.... aku tidak akan melakukannya. tapi jika kamu membuatku tergoda itu salahmu."


"Jika saja dia bukan suamiku. ingin rasanya aku memukul wajahnya dan kepemilikannya!!!"


"a...aku akan diam." ucapku


aku masuk ke bath up dan diam tidak melakukan apa - apa. aku hanya mengambil sabun dan mandi sendiri. Fadhil pun masuk juga kami berhadapan.


Aku mandi dengan cepat. bahkan aku mengambil handukku dan keluar dari kamar mandi. Fadhil hanya terdiam melihatku dengan senyum kecilnya


"ehmm... mandi yang lama yah. aa...aku mau merias diri." ucapku menutup pintu kamar mandi

__ADS_1


"pppftt... hahhhhh (menghela nafas).... dia lucu sekali."


"Walaupun kami sudah lama berhubungan. tetapi, aku selalu deg degan bersama dia." gumam ku


Aku memakai celana jeans panjang dan kaos hitam pendek. rambutku tidak aku ikat jadi aku uraikan saja.


"Sayang sudah selesai." tanya Fadhil


"sudah kok."


"ayo kita pergi.."


"umm..."


Kami pergi ke mall miliknya. ada gaun merah yang sangat cantik.


"sa..sayang, aku suka dengan gaun merah ini."


"sungguh? kalau gitu cobalah..."


Aku girang dan mengambilnya lalu aku mencobanya. aku pun keluar dari ruang ganti


"lihat..."


"bagus... hanya saja bagian dadanya terlalu menonjol juga punggungnya. aku tidak ingin tubuhnya dilihat oleh orang lain." gumam Fadhil menatapku dari atas sampai bawah juga depan belakang


"bagus. pilih yang lain.."


"baiklah..." kata ku


Aku sudah banyak memilih gaun. ternyata yang dia pilih berwarna biru muda untuk ku pakai di acara resepsi pernikahan sahabatku.


waktu sudah pukul jam 17.00 kami pulang untuk pergi ke acara.


"Bagaimana penampilanku suamiku sayang..." ucapku turun dari tangga menghampirinya


"Sangat cantik." ucap Fadhil menatapku


"huhum~ kemarilah aku akan memakaikan mu dasi agar rapi."


"terima kasih istriku.." ucap Fadhil ingin menciumku


"ets... jangan nanti warna lipstik ku memudar."


"hmm..(tersenyum kecil) baiklah. aku akan melakukannya nanti..." ucap Fadhil berbisik padaku.


"su...sudah yuk kita pergi."


"tuan suka menggodanya... ini terlalu alami. di depan banyak orang... tuanku luar biasa." gumam Agil


...***...


sesampainya di sana, aku menggandeng tangan suamiku. kami langsung menghampiri kedua mempelai beserta hadiah yang akan kami berikan.


"Tian...!!! " Sandra memanggilku dan memelukku


"Sandra kamu tahu apa kesalahanmu." ucapku


"aku tahu... maafkan aku tidak memberitahu mu ini sangat mendadak. tapi kamu juga punya salah pada kami." ucap Sandra memegang bahu ku


"kami?!" ucapku kebingungan mendadak mereka semua berada di hadapanku juga Fadhil.


"Fadhil. kamu memang orang yang tidak setia kawan." ucap Ferdy berada di hadapannya


"aku? maksudmu." tanya Fadhil santai


"kau meninggalkan kami semua di villa sungguh menyebalkan bukan?!" ucap Rafly mendekati Fadhil juga


"ho... jadi kalian ingin membalas ku begitu. apakah kalian tidak tahu sebelumnya, istriku mencari kalian kemana - mana kecuali kamar." ucap Fadhil menjelaskan


"harusnya aku yang memberi kalian hukuman." ucap Fadhil tidak mau kalah


"ah.. dengar, ini hari bahagia ku jangan seperti itu kawan."


"Fadhil minggu depan aku akan menikah juga." ucap Ferdy


"wah...wah... ternyata kamu tidak bisa menahan diri rupanya." ucap Rafly melipat tangannya


"aku pasti akan hadir. dimana kau merayakannya?" Tanya Fadhil


"Di kota A ini saja. "


"oke..., katakan padaku bila membutuhkan sesuatu. kau kan saudaraku."


"tentu... maafkan aku sebelumnya berbuat salah padamu dulu." ucap Ferdy memeluk Fadhil tanda persaudaraan


"iyaa tidak apa." ucap Fadhil


sementara itu...


"kalian hanya karena hal itu ingin meminta penjelasan padaku. bagaimana jika aku bertanya kembali ?! aku mencari kalian kemana - mana. aku kira kalian sudah pulang atau mungkin sedang bercinta. jadi aku tinggalkan saja. " ucapku santai - santai saja


"hihi... maafkan kami ibu negara.." ucap Sandra dan Sintia memelukku


"Sandra... ini hadiah dari kami berdua untukmu. yah ini hanya hadiah kecil. "ucapku memberikannya sebuah kunci.


"ini.. kunci? kunci apa?" tanya Sandra


"kunci rumah honeymoon kalian selama seminggu." ucapku dan Fadhil menghampiriku


"ah terima kasih."


"Tian, kau tahu apa yang Sintia berikan untukku." ucap Sandra


"um apa itu?!" tanya ku


"Dia memberiku obat kuat dan setelan seksi juga pelumas sangat menyebalkan bukan !! " ucap Sandra melihat Sintia dengan senyum lebarnya


"hahahaha.... bukankah itu sangat di butuhkan kan Tian. kamu juga pasti membutuhkannya. ah maaf aku tidak memberimu hadiah saat pernikahanmu." ucap Sintia


"ah aku... (wajahku memerah karena Fadhil berada di sampingku) iya tidak apa - apa kok." ucapku berusaha tenang


Kami semua berkumpul..


"Tian , Fadhil kami punya sesuatu untuk kalian."


"umm? apa?" tanya ku


"ini... pergilah. aku yakin kalian belum honeymoon yang sebenarnya kan.."


"ah ini... aku... um su..sudah kok. iya kan sayang." ucap ku pada Fadhil


"baiklah aku terima. tetapi, aku akan pergi setelah Ferdy menikah. kita akan honeymoon bersama." ucap Fadhil merangkul ku


"okey siap...!!!! hahhahaah..."


Kami semua tertawa bahagia...


"Lho... Tiani.. ini sungguh kamu?! syukurlah kamu baik - baik saja nak." ucap ibu Sandra yaitu ibu Ayu


"iya tante aku baik - baik saja. tante sehat?" tanya ku


"tentu sayang. kamu sudah seperti anakku juga. dulu... kamu sering main sama Sandra. aku mengasuh kalian berdua." ucap ibu Ayu mengatakan masa lalu


"ah terima kasih tante..." ucapku


"tidak perlu seperti itu sayang. tante juga gak nyangka Sandra menikah di masa mudanya ini. dan.. ternyata suaminya itu Rafly temannya juga di waktu kecil." ucap tante

__ADS_1


"huhumm.... takdir tidak bisa di tebak kan tante." ucap Sintia


"iya sayang kamu benar."


...***...


Akhirnya acara pun telah usai.


Aku keluar dari mobil dan segera masuk ke dalam rumah. lalu aku mengambil air minum


"hahh... segar sekali rasanya." ucapku


"sayang ayo kita istirahat. aku lelah." ucap Fadhil membuka jasnya


"iyah... ayok..."


Fadhil tidak membuka kemejanya ia langsung tidur rebahan begitu saja. sementara itu, aku sudah ganti baju tidur. yaah... baju tidur ku terbuat dari bahan yang tipis dan terlihat di bagian dada.


"kalau dipikir - pikir aku tidak pernah romantis padanya. selalu dia yang seperti itu. aku kan.. ingin jadi istri yang baik." gumam ku


"Sayang bangun dulu. ganti bajumu." ucapku berusaha membangunkannya.


"umm..." balasnya


"hey... perlu ku bantu.." ucapku mendekatinya


Dia tidak meresponnya


Aku membuka kancing kemejanya, dan membuka resleting celana nya. untung saja, dia memakai celana pendek lagi.


"Bangunlah sebentar saja." ucapku


dia tidak merespon ku lagi.


Aku mengangkat tubuhnya dan berhasil melepas kemejanya. namun, dia terbaring lagi sambil menindih ku.


"ukh... beraaattt. sa...sayang pindah posisi dong berat tahu !! "


"umm... biarkan aku seperti ini aku sangat lelah." ucap Fadhil sambil menutup matanya


"um baiklah. selamat malam sayangku "


"umm..."


...***...


Disisi lain...


Sandra sudah dibawa oleh Rafly ke rumahnya.


Ia diam di kamar karena tidak tahu harus berbuat apa karena dia gugup.


"Sayang mau mandi?" tanya Rafly


"ah eng... iya." ucap Sandra mengambil handuk lalu pergi mandi


"hahhh..... lega sekali rasanya. tidak ku sangka aku sudah menikah dengan orang yang ku cintai. tapi... tapi... apa yang harus ku lakukan di malam pertama ini rasanya... gugup sekali.. haduh tubuhku gemetaran gini.." gumam Sandra kebingungan


Setelah itu, Sandra sudah keluar dari kamar mandi. ia melihat Rafly yang sedang terbaring duduk di kasur sambil melihat handphone nya.


"ah sayang kamu sudah selesai." ucap Rafly


"umm iyah." ucap Sandra


"kemarilah..."


"umm..."


Sandra duduk di sebelahnya...


"sayang... kamu cantik sekali. aku sangat menyukai foto ini." ucap Rafly melihat foto dalam handphone nya


"terima kasih..." ucap Sandra bersandar padanya tanpa di sengaja


"Sandra... bolehkah aku meminta hak ku?" tanya Rafly mendadak karena ia melihat tubuh Sandra yang masih setengah basah membuatnya tidak tahan


"umm... tentu saja. kamu kan suamiku." ucap Sandra memandang Rafly


Tanpa pikir lama, Rafly merangkulnya juga memeluk Sandra dengan erat. bahkan , ia menarik Sandra untuk duduk di pangkuannya. Sandra mengikuti apa yang Rafly inginkan.


Rafly memulai aksinya...


Dia mencium Sandra beberapa menit. kemudian dia mencium lehernya hingga meninggalkan bekas. sedikit demi sedikit nafsu Sandra mencapai puncaknya.


Rafly menidurinya , ia membuka baju kimono Sandra juga dirinya. Rafly menarik selimut dan mematikan lampu karena dia tahu kalau ini adalah malam pertama akan membuat Sandra malu.


Rafly pun memasukkan miliknya itu...


"Aaaah... Rafly.. sakit... pelan - pelan... aaah..."


ucap Sandra menahan sakit sampai memegang sprai kasurnya.


Rafly mencium bibirnya..


"uumm... hah...tung...ummm" rintihan Sandra dengan perasaan campur aduk.


"sayang... tahan sebentar.." ucap Rafly


"hah...? aaah...aah... ummmm..."


beberapa lama kemudian selesai sudah...


Mereka berdua berkeringat. Sandra sangat lemas dibuatnya. bahkan ia tidak kuat untuk bergerak.


"Dasar...!!! Rafly kamu... membuatku susah bergerak" gumam Sandra


"Terima kasih sayang." ucap Rafly memeluknya


"umm...aku lelah.. aku.. tidur duluan." kata Sandra menarik selimut untuk menutupi dirinya


"silahkan tuan putri. aku ingin begadang semampuku melihat wanita yang ku cintai sedang tidur kelelahan..." ucap Rafly terkekeh


...***...


matahari sudah terbit. aku pun bangun melihat Fadhil yang masih tidur.


"humm dia masih tidur rupanya.". ucapku


Aku beranjak dari kasur namun dia menarikku


"sayang kamu melupakan sesuatu?" tanya Fadhil


"a..apa?" tanya ku balik


Dia memelukku sangat erat.


"sayang lepaskan aku. aku mau mandi"


"cium aku dulu."


"umm cup( menciumnya) sudah."


"heh bukan seperti itu...begini.."


"ukh dasar kamu licik...!!! "


"ppppftt..."

__ADS_1


__ADS_2