
Kami bertiga sudah punya rencana untuk membawa Tiara dan meminta pengakuannya dengan cara drama. namun , saat kami akan melakukan aksi kami ada beberapa pria yang sudah lama mengikuti kami selama di perjalanan saat di bandara. kami bertiga menuju kota A.
aku dengan sigap melakukan perlawanan..
"(bukk) siapa kau? siapa atasanmu..."
"Nona, maaf kami harus melakukan ini..."
"uummm....(berontak) "
Kami semua tidak sadarkan diri karena mereka terlalu banyak.
"Tuan, nona muda sudah tidak ada di bandara..." ucap Agil
"Sialan cepat cari mereka dan kejar mobil yang mencurigakan." ucap Fadhil
"itu dia. ayo kita ikuti..." ucap Agil kepada para pengawal
Dalam perjalanan...
"ukh... (rintih kesakitan)"
"kau akan membawa kami kemana?" ucap ku
Mereka tidak meresponnya.
Disisi lain...
"Tuan muda tiga wanita itu sudah diambil oleh orang lain." ucap pengawal Fadhil yang lain.
"Aarrggghhh kenapa bisa seperti ini..."
Fadhil menerima telepon...
"Sayang, temui aku di tebing gunung...., kamu tidak ingin istri tercintamu itu mati bukan.." ucap Tiara yang sudah tahu semuanya.
"baik tunggu aku..."
"Fadhil sudah siap?" tanya Rafly
"Sudah ayo kita pergi..."
...***...
Kami semua di simpan di gudang.
"Jangan menghabiskan tenaga kalian. karena, tidak akan ada yang bisa menemukan kalian."
"Kau siapa?! "
"kamu akan tahu nanti..."
Dalam hatiku:
Fadhil jangan sampai kamu tertipu
Di dalam gudang...
"Kita harus keluar dari sini... harus..." kata ku berusaha membuka ikat tali.
__ADS_1
"Tian, jangan terlalu banyak bergerak. aku tahu selama ini kondisimu tidak baik." ucap Sandra
"aku tidak apa-apa" ucapku yang terlihat pucat.
"Tian, ini minumlah obat ini. kamu akan bertahan beberapa jam. " ucap Sintia memberikan aku obat
"iya... makasih..."
"aku sangat lelah..." ucap Sandra
"aku juga... " ucap Sintia
"Kita diberi bius melalui udara disini.. aku.. rasa.. aku rasa...(bruk)" ucap Sandra
Tak sadarkan diri...
...***...
Fadhil dan Rafly sudah sampai di tujuan mereka menyiapkan alat senjata yang tidak dapat diketahui keberadaannya.
"Sayang akhirnya kamu datang..."
"Tiara.. kenapa kamu melakukan semua ini..."
"kau ingin tahu..."
"Tiara.. kamu sudah salah paham. sejak kecil aku tidak mengenalmu. aku hanya mengenal Tiani."
"Diam !!! dulu kamu dekat denganku..."
"Tidak Tiara kamu sudah salah paham !!! mengerti?! cepat lepaskan dia. kalaupun wajahmu mirip dengan istriku tapi sikapmu tidak mirip dengannya. Dia lebih baik daripada dirimu... Lepaskan dia... atau aku tidak akan sungkan membunuhmu.."
"Kau.. ingin membunuhku..?"
"Tutup mulutmu...!!!"
"Sandra... kamu mendengar ku.." ucap Rafly
"ummm..."
"hahahah... begini saja. kalian pilih salah satu diantara mereka. jika salah pilih tidak bisa di tukar kembali. dia akan mati dihadapan mu."
Fadhil merasakan hal yang aneh... bahwa ketiga wanita ini tidak sedikit pun mirip denganku. Tapi, dia akan tetap memilihnya
Fadhil dan Rafly saling bertatapan... dalam waktu bersamaan mereka menarik salah satu wanita dari tiga itu. karena wajah mereka di tutup.
Setelah mereka menarik wanita itu Tiara menembaknya...
"aaakkhh...(rintih kesakitan).Bruk"
"Hahahaha...(tertawa namun menangis). Fadhil seperti itulah rasa sakit hatiku saat kamu memilih orang lain dari pada aku."
"Kau gila..."
"uuhhhh... aku ingin tahu siapa yang kamu tarik.. apakah benar dia Tiani?! hehehe~"
"Sandra.. bertahanlah.."
Rafly dan Fadhil bertatapan tersenyum menjadi gila.
__ADS_1
Fadhil mengambil pisau kecil yang sudah berisi racun.
"Maafkan aku Tiara.. aku sudah mengecewakanmu. aku tahu.. kamu mencintaiku dengan tulus."
"Fadhil, akhirnya kamu mengerti.."
"Iyaa.. aku mengerti..(berjalan mendekati Tiara)kamulah yang berarti bagiku...(jleb: menusuknya dengan pisau itu)
"aarghh.. akh.. Fadhil ka..kamu..."
"aku menjadi gila karena istriku. kau tahu Tiara, tidak peduli kau wanita atau pun pria. aku tidak akan sungkan untuk membunuh mu."
"Tiara...!!!! " teriak Rendy
"Dor..."
"aakh... Sialan kau... Rafly..." ucap Rendy
"kau tidak akan mati dengan mudah." ucap Fadhil karena sudah kehilangan akalnya.
"Bawa mereka ke ruang bawah tanah di vila ku." ucap Raflt
"baik tuan."
"Sayang, aku akan menyelamatkanmu." ucap Fadhil yang berusaha membuka karung di wajah wanita itu.
Mereka berdua membuka karung di wajahnya itu. mereka terkejut ternyata bukan Sandra dan Tian...
"hahhah... hah..hah... mereka.. mereka anak buah ku kenapa bisa jadi mereka..."
"Tiara, jawab aku kemana kau membawanya pergi!! " ucap Fadhil mencekiknya
"Aku... (tidak sadarkan diri...)"
"Sialan....Tian kau dimana.......!!!!!! " teriak Fadhil
"Tunggu Fadhil, ada seseorang datang."
"tenanglah, aku kesini berada di pihak kalian. ikutlah bersamaku.." ucap seorang lelaki
"kenapa aku harus percaya padamu." ucap Fadhil curiga
"terserah..."
"Fadhil kita ikuti saja dia.."
Mereka berdua mengikutinya. Pria itu memakai baju sangat tertutup. bahkan wajahnya pun tidak terlihat..
sesampainya di tempat.
lelaki itu membawanya ke gudang.membuka pintu..
Mereka berdua terkejut karena melihat kami bertiga.
"Tian....!!! "
"Sandra..."
"Urus saja dulu masing-masing baru bicara..." ucap laki-laki itu
__ADS_1
"Bisakah kau membantuku membawa satu perempuan ini.." ucap Rafly
"Tentu..."