Akan Ku Ajari Apa Itu Cinta

Akan Ku Ajari Apa Itu Cinta
mengapa?


__ADS_3

Selama kami pergi berlibur, Bibi An berada di kediaman ayah. Hari ini, dimana aku baru kembali ke rumah tetapi bibi An belum kembali.


Seperti biasanya bibi An di antar oleh dua pengawal untuk membantunya berbelanja.


bibi An memberikan semua barang belanjaan kepada dua pengawal itu. Bibi masuk kembali ke mall karena lupa akan suatu barang.


"Ikut kami... jika tidak kau akan terbunuh.." ucap seseorang yang ada di belakang bibi An.


Dengan terpaksa bibi An ikut sambil menyalakan alat pelacak yang ada pada dirinya. mereka masuk mobil di bagian pintu belakang mall.


"siapa kalian semua?!" tanya bibi An


"kau tidak perlu tahu..(bukk : Dipukul bagian punggung bibi sampai tak sadarkan diri)"


Sementara itu, kedua pengawal pribadi bibi menunggu kama kenapa tidak muncul ?!


salah satu handphone diantara mereka bergetar.


"Gawat ...!!! Bi An di culik orang. untung saja alat pelacaknya hidup. ayo kita kejar..." ucap salah satunya


mereka mengejar sampai di pelabuhan...


"para penjahat itu mau membawa pergi kemana?"


"kita telepon tuan muda."


Dalam telepon...


"ada masalah apa?"


"tuan, bibi An di culik orang. kami sudah mengejarnya sampai di pelabuhan tetapi koneksi alat pelacak buruk. jadi, kami tidak tahu kemana mereka membawanya pergi."


"kalau gitu, cepat kalian cek di komputer !!!! jangan sampai dia kenapa - napa. dan yah temukan bila bisa...!!! " perintah Fadhil


"Siapa yang berani menculik orang - orang ku? mungkin kah musuh bebuyutan ku? Rendy? atau Rafly? atau... Jackson? Sial... teka teki ini membuat ku ingin muntah. huft... semoga bibi An baik - baik saja. apa yang harus ku katakan pada Tian." gumam Fadhil


Sementara itu...


"Tiara, kamu sudah berada di rumah kakak mu?"


"sudah... aku akan tinggal lama disini. kau berhati-hatilah aku menunggu mu." ucap Tiara


"Kamu harus membuat kakak mu menjaga jarak dengan Sandra juga Sintia. intinya sahabatnya."


"tapi kenapa?! bisakah kau jelaskan padaku?"


"tidak bisa sekarang. aku sedang berada di kediaman ku saat ini. aku sedang sibuk mengatur orang orang ku. "


"apa yang akan kau lakukan..."


"aku ...."


Mereka sedang berbincang di telepon....namun aku datang tiba tiba...


"Tiara, shopping yukk.. antar aku. bahan dapur sudah habis." ucapku ke kamarnya , seketika dia mematikan handphone nya.


"ah i..iya kak ayo.." ucapnya mengambil tasnya


Di depan halaman rumah....


"siapa yang akan mengantar kita kak."


"tidak perlu biar..." ucapku belum selesai pak Anton sudah tiba di luar.


"nona mari saya antar." ucapnya


"eung ..baiklah."


Sesampainya di mall...


"kakak biar aku yang bawa troli. tubuhmu sedang berbadan dua. ayo.." ucapnya berjalan duluan


"hmmm baiklah..."


Aku mengambil semua kebutuhan ku juga keluarga ku. Namun, tak ku sangka Sandra ada disana...


Kami saling tatap satu sama lain. rasanya canggung setelah insiden Rafly dan aku.


"Ti..Tian apa kabar.." ucap Sandra


"aku baik" jawab ku datar


"aih kamu jutek banget. umm... maafkan aku yah waktu pesta itu. aku sungguh gak disengaja..." ucapnya


"hmm tidak apa kok sudah usai. aku..."


"kak ayo kemari aku ingin beli ini.." ucapnya menarik ku


"Kenapa Tiara melakukan hal itu? Terlihat sekali agar tian menjauh dariku. tidak bisa huh..!!! " Gumam nya mendekati ku


"Tian, ini parcel buah untukmu."


"ah terima kasih. tapi sepertinya tidak perlu. kakakku sudah beli banyak."


"tapi..."


"ah maaf yah San habis , aku sudah beli. umm lebih baik untukmu saja."ucapku sambil mengambil yang lain


Sandra dan Tiara saling tatap...


"kamu sengaja yah?!" tanya Sandra


"kalau iya kenapa? aku tidak bisa membiarkan kakak ku terluka lagi oleh Sahabatnya sendiri." jelas Tiara nyengir


"Apa?! Dia tahu darimana kalau aku yang melukainya.." gumam Sandra


"apa maksudmu aku tidak mengerti.." ucap Sandra mengelak


"sudahlah aku bukan orang bodoh. ini... (memperlihatkan Video) aku punya bukti, bayangkan jika kakak ku melihat kelakuan mu apakah dia akan percaya padamu?! kau sudah menyakitinya untuk kedua kalinya." jelas Tiara membuat Sandra terdiam menyesalinya


"Jangan... aku mohon dia akan sakit hati dan menjauh dariku. aku tidak bisa kehilangannya.." pinta Sandra


"kalau gitu menjauh lah dari kakak ku."


"aku tidak bisa karena dia sahabatku....."


"jika memang benar begitu, kenapa kau melukainya dulu?! karena cemburu?"


"kau tidak akan mengerti.. aku permisi. " jelas Sandra pergi gak tahu kemana


"aneh banget sih tuh orang."


"Tiara !!! cepat, kamu lama..!!! " teriak ku memanggilnya


"ah iya kak. aku datang."


"lho... Sandra kemana?"


"gak tahu. aku bukan ibunya."


"yah walaupun begitu dia adalah Sahabat ku."


"sudahlah kak yuk pilih yang lain." ucap Tiara mengambil makanan keinginannya.

__ADS_1


"kenapa yah Sandra kaya gitu? kalau emang gak suka atau benci bilang aja kan. gak udah menghindar jelas kaya gini."gumam Ku melirik ke belakang


Sandra mengumpat di balik jajaran perbelanjaan.


"Maaf Tian. maafkan aku...sangat malu bertemu denganmu. (teringat seseorang) Semua gara - gara Jackson !!! Jika saja dia tidak tahu aku yang melakukannya semua akan baik - baik saja." gumam Sandra kesal sendiri


Tiba - tiba...


"kau marah - marah padaku?" tanya Jackson yang ada di sampingnya tanpa ia sadari.


"a-ah... apa yang kau lakukan disini." tanya Sandra menjauh darinya perlahan


"jika kau tidak bisa menyelesaikan apa yang ku perintahkan. aku akan memberitahu kejahatan mu...!!! " ucap Jackson mengancamnya


"apa yang kau inginkan dengan cara aku mendekatinya...?!" bentak Sandra


"tidak ada. aku hanya ingin dia tertawa." ucap Jackson memandang ku dari kejauhan


"kau berbohong.." jawabnya


"cih... kau tahu apa?!" ucapnya mendekati wajah Sandra.


"jangan dekat - dekat dengan ku kau mesum."


"tenang saja aku hanya tertarik pada angel ku."


"ku beri waktu satu hari. jika kau gagal lagi habislah.." ucapnya pergi


"apaan sih dia itu?! permintaannya aneh banget.!!! " gumam Sandra kebingungan


...***...


Sementara itu, Rendy pergi ke kantor Fadhil.


"dimana Fadhil?"


"di ruangannya."


"antar aku kesana."


"ia sedang rapat pak."


"antar aku kesana..!!" ucap Rendy melotot


"ada apa?" ucap Fadhil tiba - tiba ada di sampingnya


"ada yang ingin ku bicarakan denganmu." ucapnya


"aku tidak mau berbicara denganmu. pergilah aku sibuk."


"Fadhil sebegitu benci kah kau padaku?!" tanya nya di hadapan semua orang, Fadhil hanya terdiam


"dengar, aku kemari untuk bekerja sama."


"aku tidak butuh...keluar.." ucap Fadhil berjalan kembali ke ruangannya


"apa kau masih kesal karena masa lalu?! baiklah, akan ku jelaskan sekarang. Aku mengikuti mereka demi melindungi mu. mereka berencana untuk membunuhmu saat pulang dari kampus. tetapi, aku menghadangnya bersama Rafly. aku meminta Rafly agar pulang setelah usai dan merahasiakannya. mereka menginginkan mu tetapi aku sudah menyiksa separuh dari mereka. namun, ketuanya menodongkan pistol padaku. hal yang dia inginkan adalah agar aku bersamanya, karena aku lah yang terdekat denganmu. jika aku tidak menyetujuinya , dia akan membunuh orang - orang terdekatmu. saat itu, kau belum punya kekuatan untuk membalas dendam bukan. apakah kau mengerti sekarang..!!! " jelas Rendy sambil membentak membuat Fadhil terdiam.


Perlahan Fadhil mendekatinya. mereka sangat dekat hanya berjarak 10 cm.


"lalu kenapa kau tidak menjelaskannya padaku saat itu?!"


"awalnya aku ingin tetapi, saat itu Tian mu dia... hampir diperkosa oleh mereka karena melihat aku mendekatimu waktu itu. aku bersyukur Tian lupa akan masa lalunya. karena itu aku menyimpan masa itu hingga sekarang."


"apakah mereka masih ada?!" tanya Fadhil melotot


"aku tidak bisa berbicara disini.." ucapnya


"ikut ke kantor ku."


"Fadhil, kau mungkin akan terkejut, siapa ketua yang mengancam ku waktu itu."


"siapa? aku ingin membalasnya!!!"


"dia...."



...***...


Kami sudah sampai di rumah... aku hanya duduk melamun.


"kakak jangan melamun." ucapnya


"aku hanya rindu masa lalu Tiara. kebersamaan kami." ucapku


"kak, waktu itu berjalan. tidak selalu seperti masa lalu pasti ada perubahan dalam kehidupan. dan... bukankah Sandra itu sedang hamil? wanita hamil suka berbeda sikap dan perilaku."


"sungguh?"


"iyaa mungkin itu pengaruh janin." jelas nya


"umm begitu yah... ah oh iya, kenapa kamu tidak datang ke acara Sintia." ucapku


"aku tidak di undang kakak. dia menghina ku di depan umum."


"kapan?!" tanya ku terkejut tidak percaya


"waktu aku sudah berada di rumah Rendy. Dia melihat kami berdua dan membuat gosip orang sekitar. dia memanggilku untuk menemaninya ikut ke undangan ulang tahun temannya kak. tapi, ternyata jebakan. dia mempermalukan ku dengan cara menyebutku wanita murahan dan membawa ku ke kamar dimana disana sudah ada pria di dalam."


"(melotot tidak percaya) apa yang mereka lakukan padamu?"tanya ku


"aku tidak berdaya karena aku diberi obat. tubuhku tidak bisa bergerak. untung saja, Rendy datang tepat waktu, dia awalnya tidak percaya akan posisi ku saat itu namun melihat sekilas Sintia tertawa menghina orang. Rendy langsung membawa ku tanpa pamitan." jelas Tiara tetapi aku masih tidak bisa mempercayainya


"Sintia?! apakah ini benar - benar ulah mu?! aku tidak percaya. aku harus berbicara dengannya."gumam ku mengepal tangan


Hari sudah malam pukul 08.00 , Tiara sudah istirahat lebih dulu dan akh menunggu Fadhil di kamar.


"sayang maaf aku terlambat."


"tak apa..." jawabku mondar mandir


"ada apa? apa adikmu menyakitimu?" tanya nya


"tidak tidak. tapi orang lain."


"siapa ?! katakan padaku?!"


"bukan aku tapi Tiara di sakiti oleh orang lain."


"lalu?" tanya nya datar


"aku... aku tidak percaya tetapi hatiku sakit. jadi menurutmu manakah yang benar?"


"yang benar adalah hatimu. sudahlah ini sudah malam, aku lelah ayo kita tidur. jangan banyak pikiran kasihan bayi ku." jelas Fadhil


"hmmm iya iya..."


...***...


Pagi telah tiba...


Aku sudah merias diri dan menyiapkan sarapan untuk Fadhil juga adik ku.

__ADS_1


"sayang jangan sampai kelelahan."


"kalau gitu kau saja yang masak." jelas Tiara


"bukankah seharusnya adik ipar membantu?" tanya Fadhil sinis


"heh...!!! kau kan tidak percaya padaku. kau pasti menyangka aku akan meracuni makanan mu." ucap Tiara makan lahap


"tentu.. karena kau wanita beracun seperti ular."


"kau tidak tahu siapa aku !!! " bentak Tiara mengebrak meja karena kesal akan ucapan Fadhil membuatnya sakit hati


"DIAM !!! " bentak ku


mereka langsung menutup mulutnya masing - masing.


"Fadhil, apa kira - kira Ferdy berbulan madu?" tanya ku penasaran


"tidak. katanya minggu depan. ada apa?"


"kok kamu tahu?"


"dia menyerahkan dokumen padaku kemarin dan memberitahuku." jelas Fadhil


"oh begitu..." ucapku berpikir


"ada apa?" tanya nya


"hmmm... itu aku mau main ke rumah nya."


"mau apa?" tanya nya mengerutkan dahi


"hmmm.. kangen saja pada sahabatku."


"mereka ada di kota C."


"aku tahu..."


"jadi kau ingin pergi tanpa aku begitu." ucap Fadhil tidak senang


"tidak tidak tetapi dengan berkumpul. di rumah kita. aku akan mengundang semuanya. umm... ada grup chat kan. jadi lebih enak." ucapku


"terserah dirimu aku mendukungmu selama kamu tidak pergi dariku."


"huhum... makasih.."


"hmmm baiklah, kita selesaikan semuanya. tidak ada kesalahpahaman lagi diantara kita.."gumam ku


sementara itu, Tiara memandang ku dan berpikir yang tidak - tidak.


"kakak, semua teman mu tidak menyukai ku."


"umm tenang saja. kan ada kakak mu." ucapku di sampingnya


"hmm baiklah..."


"Kira - kira apa yang kakak rencanakan yah. memang susah di tebak." gumam Tiara


undangan dalam chat...


"Kepada semua sahabat dan saudaraku. kita kumpul di rumah ku besok jam 3 sore." pesan ku


"oke... aku akan datang." balas Ferdy


"aku juga..."


"bagus semua ikut..."gumam ku senang


Aku menunggu esok yang ku nantikan. Fadhil sudah pergi ke kantor karena banyak rapat dengan dewan direksi.


sedangkan, aku dan Tiara sibuk bermain catur.


"Duh.. kakak sejak dulu kamu menang terus."


"hihi.... main catur gampang kok." ucapku tertawa kecil


"hmmm kak, bibi An kemana?" tanya nya


"hmmm iya yah jadi lupa. aku belum memberitahunya kalau aku sudah pulang." ucapku mengambil hp dan menelpon


"nomor yang anda tuju sedang tidak aktif.."


"hmmm kok gak aktif yah."


"coba sekali lagi." ucap Tiara


"ttuuuttt.....halo..."


"ah bibi apa kabar aku sudah pulang. kapan bibi kemari." ucapku


"bibi masih harus di kediaman nona. entah kapan bibi bisa kembali." ucapnya


"umm begitu yah. kalau gitu nanti aku ke rumah deh."


"jangan nona, disini terlalu jauh. lebih baik jaga kondisi nona yah. ah nona bibi harus bekerja lagi. sampai jumpa nanti." ucapnya menutup telepon


"bibi An ada di kediaman yah." ucap Tiara


"kamu kenapa? kangen?" tanya ku


"hmmm iyah ..."


"kakak juga sama."


"sudah deh mending main lagi. kali ini pasti aku menang."


"oke oke...


Sebelumnya....


"tuuttt....."


"Gawat nona menelpon. semoga tidak terdengar..."gumam bibi An


"suara handphone siapa?"


"saya tidak tahu.." ucap bibi


"heh.. ternyata milik kamu. wah siapa nih yang menelpon? heh ternyata nona muda yah. kau angkat saja katakan padanya kau berada di kediaman saja." perintah orang jahat itu


"baiklah..."


"nona anda harus baik baik saja. jangan sampai terluka.."gumam Bibi


akhir - akhir ini Fadhil sering melamun. dia terus memikirkan apa kata Rendy kemarin. dia tidak begitu mempercayainya karena dia pernah melukai dirinya juga aku.


"huft... siapa yang harus aku percaya diantara orang terdekat ku." Fadhil menggerutu


"Tuan muda...!!!!" teriak Agil


"ada apa?!"


"orang - orang kita di sandera. beri perintah"

__ADS_1


"cari mereka. kalau perlu bantai saja." ucap Fadhil


"baik.."


__ADS_2